Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Makan Bersama


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian axel kembali turun untuk menemui ibunya yang sudah menunggu di meja makan.


Saat menuruni tangga axel melihat jeny yang duduk dan mengobrol bersama ibunya di meja makan


"Hufh" tampak axel menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Sudah selesai xel?" tanya clara kepada axel.


"Hmm" jawab axel singkat.


Kemudian axel duduk di dekat ibunya.


"Ibu kenapa dia masih disini?" tanya axel.


"Ibu yang memintanya untuk makan bersama nak" jawab ibu axel.


Jeny hanya mengelus dadanya berharap ia akan tetap sabar untuk berhadapan dengan axel.


**sabar jeny... kalau bukan karena tante clara aku juga tidak ingin berhadapan dengannya** batin jeny.


Kemudian mereka bertiga memulai makannya.


Tidak ada pembicaraan lagi disana, karena sudah terbiasa setiap kali makan tidak ada yang boleh berbicara.


Jeny nampak canggung, karena ini baru pertama kali baginya makan bersama orang lain yang baru saja dikenal.


**


Di tempat lain elard dan yura sudah sampai di rumahnya, mereka tengah asik duduk di ruang keluarga sambil menonton tv.


"Yura ada yang ingin aku katakan kepadamu" ucap elard.


Merasa sepertinya sangat serius yura membenarkan posisi duduknya dan menatap elard.


"Ada apa?" tanya yura.


"Besok aku akan pergi ke Amerika untuk mengurus perusahan cabang yang ada disana" kata elard.


Deg..


Entah kenapa jantung yura seketika berdetak saat mendengar suaminya akan pergi jauh darinya.


"Berapa lama?" tanya yura lagi.


"Satu bulan, namun sebisa mungkin aku akan menyelesaikan semua urusan disana" jawab elard.


Waktu yang menurut yura sangat lama, ia telah terbiasa hidup bersama elard.


Meskipun setiap hari akan ada perdebatan kecil namun itu membuat keduanya semakin dekat.


Yura tidak mampu menahan kesedihannya.


Air matanya lolos membasahi pipinya.


"Apa kamu bersedih?" tanya elard.


"Tentu.. sebelumnya kamu tidak pernah pergi jauh" jawab yura yang sudah terisak.


Elard menarik tangan yura dan memeluknya.


"Bersabarlah.. aku berjanji akan secepet mungkin menyelesaikan semuanya. Kamu jaga anak kita baik baik" jelas elard sebisa mungkin menenangkan yura.


"Sudah jangan menangis, aku juga tidak bisa meninggalkanmu rasanya ingin membawamu bersamaku. tapi kamu sedang hamil" sambung elard lagi.


Sedangkan yura masih menangis dipelukan suaminya.


Elard sangat menyesali keadaan seperti ini, dimana istrinya tengah mengandung dan sudah dekat dengan hari kelahiran ia malah harus pergi jauh.

__ADS_1


Dikarenakan perusahaannya mengalami masalah, dan mengharuskan dirinya untuk turun tangan sendiri.


"Berjanjilah untuk tidak lebih dari sebulan" ucap yura.


Elard melepaskan pelukannya dan berganti menatap yura.


"Iya aku berjanji sayang" ucap elard.


Mendengar kata sayang membuat wanita itu merasa malu, karena takut salah tingkah yura mulai sedikit menjauhkan tubuhnya dari elard.


"Jangan menjauh" ucap elard yang langsung mendekap pinggang yura.


"Ada lagi yang ingin aku katakan kepadamu" sambung elard.


"A..apa?" tanya yura gugup.


Karena kini jarak keduanya benar benar sangat dekat.


"Dengarkan ini baik baik, karena aku tidak akan mengulanginya. Yura aku menyayangimu jadi aku mohon jagalah dirimu bersama anak kita disini. tunggu kepulanganku, aku berjanji akan membuat dirimu bahagia bersama anak anak kita nanti" jelas elard dengan penuh keyakinan.


**apa aku tidak salah dengar? dia menyayangiku? apa itu artinya dia sudah mulai mencintaiku?** batin yura bertanya tanya.


Wanita itu terdiam dan menatap suaminya, ia tidak menyangka bahwa elard akan mengatakan hal yang benar benar di inginkannya.


Sebenarnya elard akan mengungkapkan perasaannya setelah anaknya lahir.


Namun ia sudah tidak mampu menahannya lebih lama lagi.


Setidaknya istrinya tau jika dirinya sangat menyayanginya.


"Apa kamu mendengarku?" tanya elard karena istrinya sama sekali tidak merespon.


"Iya" jawab yura pelan sambil mengangguk.


Cup...


Seakan tidak perduli mereka ada dimana, keduanya sama sama terhanyut dalam perasaan masing masing.


"Kamu sedang apa berdiri disana?" tanya nita kepada pelayan bernama susi.


"Maaf saya hendak membersihkan ruang tengah" ucap susi.


"Jangan macam macam ya. jika kamu melihat tuan dan nona sedang berdua segera tundukkan kepalamu atau pergi! bukan malah diam menonton!!" tegur nita memperingatkan susi.


"Iya siap" jawab susi terbata.


"Cepat pergi!" sahut nita.


Susi segera pergi dari sana dan menuju dapur.


"Menjengkelkan, seharusnya aku bisa mengambil foto mereka dan mengirimnya kepada boss" gerutu susi saat sudah berada di dapur.


"Ayo kita istirahat, bukankah kamu bilang lelah tadi" kata elard.


"Iya pinggangku sangat sakit" jawab yura.


Akhirnya elard membawa yura masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, dimana clara axel dan jeny sudah menikmati makannya dan juga cukup lama mengobrol.


"Semua totalnya sudah saya transfer ke rekening kamu ya" ucap clara kepada jeny.


"Iya tante sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih" ucap jeny.


"Tidak masalah nak, kamu sering sering main kesini ya. karena tante sangat kesepian disini satu bulan lagi tante juga akan kembali" kata clara.


Mereka ternyata sudah mulai akrab, clara menyukai gadis itu.

__ADS_1


Meski wajahnya tidak sepolos dan secantik yura, menurutnya jeny adalah gadis yang ceria dan apa adanya.


"Tante kalau begitu jeny pulang dulu ya" kata jeny.


"Kalau begitu biar axel mengantarmu ya" kata clara.


"Tidak tante tidak perlu" sahut jeny menolaknya.


Dia tidak ingin kejadian beberapa hari yang lalu terulang lagi.


Dimana axel menurunkannya di pinggir jalan.


"Jangan menolak, ini sudah malam biarkan axel yang mengantarmu" paksa clara.


Akhirnya clara menyuruh pelayannya untuk memanggil axel yang berada di ruang kerjanya.


Tidak berapa lama axel turun dan menghampiri ibunya.


"Ada apa bu?" tanya axel.


"Axel kamu antarkan jeny pulang ya" kata clara.


Axel berganti menatap jeny yang duduk didekat ibunya.


Jeny pun membalas tatapan axel, seolah ia mengisyaratkan bahwa dirinya sama sekali tidak takut dengan tatapan axel.


"Xel" panggil clara.


"Axel banyak pekerjaan bu" jawab axel secara tidak langsung ia menolak.


"Ayolah nak ini sudah malam, tidak baik jika jeny pulang sendirian. ibu yang menyuruhnya untuk kesini" jelas clara.


"Oke" jawab axel dan kembali kekamarnya untuk mengambil kunci mobil.


"Ayo tante antar sampai depan" ucap clara.


Mereka berdua pun jalan bersama menuju teras sambil menunggu axel.


Kini axel sudah kembali membawa kunci mobil dan menggunakan jaket.


"Hati hati ya sayang" kata clara dan mencium pipi jeny bergantian.


"Ibu jangan berlebihan" sungut axel yang tidak nyaman melihat kedekatan mereka.


axel segera berlalu masuk kedalam mobilnya.


"Sampai jumpa tante" ucap jeny yang juga masuk kedalam mobil axel.


Axel segera menghidupkan mesin mobilnya dan melaju menuju rumah jeny.


"Turunkan saja aku disini" kata jeny kepada axel.


"Diamlah, jika bukan karena ibuku aku juga akan menurunkanmu disini" sahut axel.


Jeny menatap axel dengan sinis dan berdecak.


"Jangan memanfaatkan kebaikan ibuku" ucap axel.


"Hah!! haii tuan axel yang terhormat. aku sama sekali tidak memanfaatkan ibumu, lebih baik kamu katakan itu kepada tante clara. agar berhenti bersikap baik kepadaku" balas jeny yang tak mau kalah.


Jeny sungguh kesal kepada axel, ia menyesal karena sempat mengagumi ketampanan axel, namun hatinya keras seperti batu.


Apa lagi ucapannya yang selalu menyakiti hati.


*****


happ reading🄰

__ADS_1


__ADS_2