Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 22


__ADS_3

Sebelumnya Rangga sudah bangun lebih dulu dan ia pun sudah mandi, sehingga saat ini pria itu hanya perlu menunggu Nara menyelesaikan aktivitasnya di kamar mandi. setelah beberapa menit akhirnya Nara pun keluar dari kamar mandi tersebut.


"Sayang kamu bisa pakai baju yang sudah aku sediakan" kata Rangga yang sedang duduk di sofa.


Nara melihat sebuah dress selutut di atas tempat tidurnya, dress tersebut terlihat simple namun cantik.


"Apa kamu yang membelinya?" Tanya Nara.


"Iya, aku sengaja membelinya untukmu" jawab Rangga.


"Aaahh terima kasih Sayang, bajunya bagus sekali" ucap Nara senang.


Tanpa berlama-lama lagi Gadis itu pun segera mengambil baju tersebut dan kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk mengenakan dress putih itu.


"Bagaimana Ga?" Tanya Nara yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Cantik" jawab Rangga yang memperhatikan penampilan istrinya dari atas sampai bawah.


Rupanya ternyata tidak salah pilih.


Dress putih itu sangat terlihat cantik saat Nara yang menggunakannya.


Setelah semuanya siap akhirnya Nara dan Rangga pun pergi menuju ke kamar kakaknya.


"Kakak..." Teriak Nara dari luar kamar tersebut.


"Haii Ra masuklah" kata Keyla yang baru saja membuka pintu kamar tersebut.


Nara dan Rangga pun masuk, dilihat Noah sedang duduk di sofa dengan laptop yang menyala tepat di depannya.


"Kakak! Kamu tidak siap siap? Bukankah kita akan ke pantai?" Tanya Nara.


"Iya sebentar lagi" jawab Noah namun pandangannya masih sibuk pada laptop tersebut.


"Memangnya kakak sedang apa? Ayolah kak kita sudah terlambat" kata Nara.


Rangga mendekati Noah dan melihat apa yang sedang di lakukan pria itu.


Ternyata Noah sedang sibuk dengan beberapa pekerjaan kantornya.


Itulah yang membuat Keyla sedikit kesal.


Setibanya di hotel, Noah langsung sibuk dengan pekerjaannya.


"Noah! Bukankah ini proyek kemarin?" Tanya Rangga.


"Iya Ga, aku harus segera menyelesaikannya" jawab Noah.


"Bukankah ada Sisil yang menghandlenya, lihatlah istrimu sudah siap. Lebih baik tinggalkan pekerjaanmu" kata Rangga berbisik.


Noah melihat ke arah Keyla yang duduk bersama Nara, memang istrinya itu sudah siap untuk pergi ke pantai.


Namun Noah harus segera menyelesaikan tugasnya karena ia tidak ingin nanti malam ada yang mangganggu nya.


"Sisil sudah banyak tugas, nanti dia akan kesulitan" jawab Noah.


"Rangga pergilah, bawa Keyla bersama kalian. Jika pekerjaanku sudah selesai maka aku akan segera kesana" ucap Noah kepada Rangga.


"Ayolah Noah, apa kamu tidak lihat wajah Keyla sudah kesal" sahut Rangga lagi.

__ADS_1


"Rangga! Apa kamu sudah berani menentang ku" ucap Noah dengan tatapan tajamnya.


"Huhh oke oke" Rangga pun pasrah.


"Baby, pergilah bersama Rangga dan Nara aku akan segera menemui mu nanti" kata Noah kepada Keyla.


Keyla menarik nafasnya panjang, ia kesal karena Noah lah yang membawanya berlibur.


Tetapi sesampainya disana Noah sangat sibuk dengan pekerjaannya.


"Iya baiklah" Keyla segera beranjak dan keluar dari kamar tersebut meninggalkan Noah.


"Kakak menyebalkan" ucap Nara kemudian juga turut pergi dari ruangan itu.


"Aku pergi dulu Noah" pamit Rangga.


Tersisalah Noah sendirian disana, Noah menyandarkan tubuhnya dan sedikit meregangkan otot ototnya.


Memang Noah sangat lelah, namun ia juga harus menyelesaikan pekerjaannya.


Ia juga tidak bisa mengabaikan tanggung jawabnya sebagai pengganti sang ayah.


**


Karena jarak dari hotel ke pantai tidak terlalu jauh, maka mereka hanya perlu berjalan kaki.


Di luar ekspetasi, ternyata pantai tersebut jauh lebih indah dari yang mereka pikirkan.


"Apa kakak tau, jika dulu bunda dan ayah juga bulan madu di sini" kata Nara.


"Benarkah?" Tanya Keyla.


"Iya kak, tapi kata ayah dulu pantai ini tidak seindah saat ini" sambung Nara.


Kemudian mereka bertiga duduk di sebuah bangku berwarna putih di bawah pohon kelapa, menikmati pemandangan indah di sore hari sambil menunggu matahari terbenam.


Cuaca hangat di tempat tersebut membuat Keyla ingat dengan putrinya, mungkin jika saat ini ia membawa Elena dirinya tidak akan merasa kesepian karena Noah Tidak menemaninya.


"Kak aku dan Rangga akan naik banana boat, apa kamu mau ikut?" Tawar Nara kepada Keyla.


"Tidak Ra, kalian berdua saja. Aku akan menunggu Noah disini" jawab Keyla menolak.


"Baiklah kami kesana dulu" kata Nara berpamitan dan Keyla mengangguk.


Nara dan Rangga pun menyewa satu banana boat.


Sedangkan Keyla hanya duduk manis sambil memperhatikan kedua adiknya yang sangat asik menikmati permainannya.


"Membosankan, di tambah lagi aku sangat lapar" gumam Keyla.


"Permisi! Boleh aku duduk disini?" Tanya seorang pria yang mengejutkan Keyla.


Keyla mendongokkan kepalanya dan melihat siapakah yang berdiri di sampingnya.


Terlihat pria tampan berwajah blasteran menggunakan kaos berwarna putih tengah sibuk memperhatikannya.


"Iya silahkan" jawab Keyla sambil menggeser posisi duduknya.


Karena itu tempat umum tidak mungkin Keyla melarang orang lain untuk duduk di sana.

__ADS_1


"Apa kamu sendirian?" Tanya pria itu sopan.


"Aku bersama adik adikku" jawab Keyla sambil menunjuk ke arah Nara dan Rangga.


"Lalu kenapa kamu tidak ikut bermain bersama mereka?" Tanya pria itu lagi.


Keyla hanya menatap pria itu sekilas kemudian mengalihkan pandangannya kembali tanpa menjawab.


"Sepertinya kamu tidak suka jika aku disini" kata pria asing itu.


"Biasa saja" jawab Keyla.


Sesungguhnya Keyla memang merasa tidak nyaman jika pria itu duduk bersamanya.


"Oke. Emm kalau begitu boleh kita berkenalan?" Pria itu mengulurkan tangannya.


**Modus sekali** batin Keyla.


"Nona! Bisa kita berkenalan?" Pria itu kembali mengulang perkataannya.


"Permisi tuan, sepertinya aku harus menemui adikku" kata Keyla kemudian segera beranjak dari duduknya.


"Shittt menarik sekali gadis itu" gumam pria itu.


"Nona tunggu!!" Pria itu mengejar Keyla.


"Ada apa lagi?" Tanya Keyla kesal.


"Aku hanya ingin berkenalan, namaku Jovan" pria bernama Jovan itu kembali mengulurkan tangannya.


"Apa aku terlihat perduli?" Keyla mengabaikan Jovan.


"Menyingkirlah!" Seru Keyla, karena Jovan menghalangi jalannya.


"Aku akan pergi jika kamu mau memberitahuku siapa namamu" kata Jovan setengah memaksa.


"Tidak mau!" Tolak Keyla.


"Kalau begitu aku akan terus berdiri disini sampai kamu memberi tahuku" jelas Jovan lagi.


"Pria aneh, menyebalkan!" Kesal Keyla kemudian segera berbalik badan.


Tidak mau kalah Jovan pun mengikuti Keyla dari belakang.


"Berhenti mengikuti ku! Atau suamiku akan marah" kata Keyla.


"Suami?" Tanya Jovan.


Mungkin kah gadis cantik yang masih terlihat muda itu memiliki suami, atau hanya gertakannya saja.


"Kenapa? Kamu tidak percaya lihatlah ini adalah cincin pernikahanku. Maka dari itu berhenti mengikuti ku dan pergilah" kata Keyla sedikit menaikkan nada suaranya.


"Aku juga punya cincin aku membelinya di sebuah toko. Itu artinya setiap orang yang sedang memakai cincin belum tentu sudah menikah" jelas Jovan.


"Terserah!! Aku tidak perduli" kata Keyla kemudian kembali berlalu meninggalkan Jovan.


Jovan hanya tersenyum, baru kali ini ia di tolak berkenalan dengan wanita.


Biasanya wanitalah yang mengejar ngejar dirinya untuk minta berkenalan.

__ADS_1


_____


happy reading🄰


__ADS_2