
Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 Noah dan Rangga sudah menyelesaikan pekerjaannya.
"Tuan apa anda akan langsung pulang?" Tanya Rangga.
"Iya Ga, aku akan menjemput Keyla" jawab Noah.
Dengan cepat Rangga membereskan seluruh berkas berkas Noah yang berserakan di atas meja.
"Pekerjaanmu juga sudah selesai, kamu bisa segera menjemput Nara dan bawa ia pulang" kata Noah sambil berjalan keluar dari ruangannya.
Rangga juga akan menjemput Nara, mereka manaiki mobilnya masing masing dan melajukan mobilnya menuju kampus.
Sedangkan Keyla dan Nara sudah menunggu di sebuah taman kecil yang berada di depan kampus tersebut.
TIN... TIN... TIN...
Dua mobil mewah berhenti tepat di depan Keyla dan Nara, mereka sudah tau siapakah pemilik mobil tersebut.
"Apa kalian menunggu lama?" Tanya Noah yang baru turun dari mobilnya.
"Tidak terlalu lama sayang" jawab Keyla.
Keyla memperhatikan wajah suaminya, terlihat wajah Noah sedikit berbeda.
"Ayo kita langsung menjemput Elena" kata Noah.
***
Tepat pukul 7 malam Noah dan Keyla makan malam di rumahnya, karena Elena sudah tertidur sehingga mereka bisa makan dengan tenang.
Rencananya setelah selesai makan malam Noah akan mengatakan kepada Keyla bahwa minggu depan dirinya akan pergi ke Jerman untuk urusan pekerjaan.
Selama di meja makan Noah hanya diam saja sambil menyantap makanannya.
Semenjak pulang dari kantor Noah terlihat lesu dan tidak bersemangat, Keyla penasaran ada apa dengan suaminya.
"Sayang apa semua baik baik saja?" Tanya Keyla.
"Iya By, semua baik baik saja" jawab Noah tanpa melihat Keyla.
"Kenapa kamu terlihat murung? Tidak biasanya kamu seperti ini" tanya Keyla lagi.
Noah tidak menjawab, ia segera menghabiskan makanan nya.
"By ada yang ingin aku katakan"
"Iya katakan saja"
"Minggu depan aku harus berangkat ke Jerman, aku tidak bisa membawamu dan Elena karena ini masalah pekerjaan" jelas Noah.
"Ke jerman?" Tanya Keyla memastikan dan Noah mengangguk.
__ADS_1
Jangankan pergi ke Jerman, suaminya pergi ke kantor saja Keyla merasa gelisah.
"Pergilah sayang dan cepat kembali" ucap Keyla.
"Aku janji setelah pekerjaanku selesai dalam seminggu aku akan langsung kembali" Noah menggenggam tangan Keyla.
"Tapi apakah Rangga ikut bersama mu?"
"Tidak By, aku tidak ingin membiarkan Rangga meninggalkan Nara. Aku akan pergi bersama Sisil" jelas Noah.
Tidak ada pilihan lain selain mengijinkan Noah untuk berangkat ke Jerman. Gadis itu akan setia menunggu suaminya kembali.
Awalnya Noah merasa cemas karena harus meninggalkan Keyla sendirian bersama putrinya.
Namun disini Keyla meyakinkan sang suami bahwa dirinya akan baik baik saja sehingga Noah lebih tenang berangkat ke Jerman.
__
Berbeda dengan Noah dan Keyla.
Di sebuah kamar yang berukuran besar Nara sedang mondar mandir menunggu Rangga keluar dari kamar mandi.
"Sayang apa yang kamu lakukan, kenapa mondar mandir seperti itu?" Tanya Rangga yang baru keluar dari kamar mandi tersebut.
"Sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepadamu"
"Sekarang duduklah dan katakan ada apa" Rangga menghampiri Nara dan membawa gadis itu duduk di atas tempat tidur.
Namun kali ini memang seharusnya Nara menceritakan apa yang ia rasakan.
"Rangga ini masalah Lana" kata Nara memulai obrolannya.
"Lana? Ada apa dengannya?" Tanya Rangga penasaran.
"Aku mau kamu menjauhi Lana" kata Nara.
Dan akhirnya Nara menceritakan semuanya kepada Rangga.
Apa yang ia lihat selama ini, Nara sangat yakin jika Lana menyukai suaminya.
"Sebelum kakak tau masalah ini, lebih baik kita selesaikan sendiri. Aku tidak ingin ada yang mengusik rumah tangga kita" sambung Nara.
"My Angel. Tidak ada yang bisa mengusik rumah tangga kita, secepatnya aku akan menemui Lana dan bertanya langsung kepadanya"
"Iya, lebih cepat itu akan lebih baik sayang" jawab Nara.
"Maaf aku tidak peka dengan perasaanmu, aku sama sekali tidak menyadari jika Lana menyukaiku"
"Tidak masalah sayang, mungkin karena kamu tidak pernah berburuk sangka kepada orang lain"
Rangga pun memeluk tubuh sang istri, harusnya dirinya lah yang lebih peka terhadap sekitar apa lagi menyangkut rumah tangganya.
__ADS_1
Rangga beruntung karena mempunyai istri yang sabar seperti Nara.
"Sayang sekarang waktunya kita tidur, kamu tidak boleh kelelahan" ucap Rangga.
***
Keesokan harinya, Rangga sudah berada di kampus.
Pria itu duduk disebuah bangku yang berada di depan perpustakaan.
Seperti biasa, setiap jam istirahat Rangga selalu menghabiskan waktunya untuk mengerjakan beberapa tugas kampus maupun tugas kantor.
Tapi kali ini pria itu tidak sedang mengerjakan tugas melainkan menunggu seseorang.
"Hai kak Rangga" sapa seorang gadis, iya itu sudah pasti Lana.
Rangga mendongokkan kepalanya dan melihat gadis yang berdiri di sampingnya.
Rangga terus menatap gadis itu tanpa menjawab sapaannya.
"Kak Rangga kenapa disini? Tidak masuk kak?" Tanya Lana.
"Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu" kata Rangga dengan ekspresi wajah serius.
**Kak Rangga mau bicara apa? Atau mungkin dia mau mengatakan jika sudah mulai menyukaiku, ahh sepertinya aku sudah berhasil** batin Lana.
"I...iya kak katakan saja"
"Tapi aku harap kamu menjawabnya dengan jujur"
"Iya tentu"
Rangga menarik nafasnya panjang, sebenarnya pria itu tidak yakin jika Lana menyukainya.
Karena jika di lihat dari sorot mata gadis itu ia sama sekali tidak menaruh hati kepada Rangga.
"Apa sebenarnya tujuanmu yang tiba tiba mencoba mendekatiku?" Tanya Rangga tanpa basa basi.
Deg!!
Seketika Lana terkejut saat Rangga menanyakan hal itu.
"A...apa maksudmu kak?" Bukannya menjawab Lana malah bertanya dengan wajah kebingungan.
"Aku tau kamu akhir akhir ini berusaha untuk mendekati dan mengambil perhatianku, tapi aku juga merasa bahwa sebenarnya kamu tidaklah menyukaiku. Jadi apa tujuanmu melakukan itu semua?" Jelas Rangga panjang lebar.
"Aku... Aku tidak punya tujuan apa apa kak, sebenarnya aku sudah lama menyukaimu" jawab Lana.
"Benarkah? Sepertinya tidak! Kamu mau mengatakannya sendiri sekarang juga, atau harus aku yang memaksamu?" Tanya Rangga lagi, kini pria itu benar benar berkata dengan serius.
"Aku menyukaimu kak, aku benar benar menyukaimu" dengan tidak tahu malunya Lana mengatakan hal itu.
__ADS_1
_____