Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Tujuan Yang Sebenarnya


__ADS_3

Kakek Sultan menceritakan semuanya dengan terisak, ia merasa bersalah karena tidak bisa membantu cucu kandungnya sendiri.


"Begitulah ceritanya, saya sangat merindukan Cucu Saya. Tetapi lebih baik saat ini saya tidak perlu bertemu dengannya, demi keselamatan dia" ucap kakek Sultan.


Keselamat? Memangnya ada apa dengen Keyla jika sampai bertemu dengan mereka semua.


"Memangnya ada apa kek? Kenapa dengan keselamat Keyla?" Tanya Noah yang kini duduk terjongkok di hadapan kakek Sultan.


Kakek sultan menarik nafasnya panjang, ia bingung haruskah menceritakan yang sejujurnya kepada Noah dan ibu Rahma.


"Sebenarnya... Saat ini putri mereka sedang berada di rumah sakit sudah tiga hari tidak sadarkan diri, dia mengalami gagal ginjal dan liver, penyakitnya sudah cukup lama. Namun Vivian dan Tomi baru mengetahuinya karena sibuk bekerja di luar negeri, sedangkan saya sendiri sudah tidak sedekat dulu dengan cucu tiri saya" jelas kakek Sultan panjang lebar.


Itu sebabnya saat mengetahui putrinya sakit parah Vivian dan Tomi segera kembali ke Indonesia.


kemudian terkejut saat mendengarkan putrinya membutuhkan donor ginjal secepatnya, dalam waktu tiga hari tersebut mereka berdua belum juga menemukan donor ginjal untuk sang putri.


sebenarnya Vivian sendiri bisa mendonorkan ginjal tersebut Namun Vivian beralasan jika dirinya sudah cukup tua sehingga harus menjaga kesehatan dirinya sendiri.


"Tunggu kek, jangan katakan jika kedatangan mereka mencari Keyla karena ingin meminta Keyla mendonorkan ginjalnya??" Tanya Noah yang sudah bisa menebaknya.


"Apa nama Cucu saya Keyla?"


"Iya kek, Namanya Keyla." Jawab Noah.


"Itu benar nak, mereka datang kesini untuk meminta Keyla mendonorkan ginjalnya" jawab kakek Sultan lagi.


"Apa!!" Noah langsung beranjak, ia tidak menyangka ibu kandung Keyla akan melakukan hal semacam itu. Bukannya menyesal dengan perbutannya Vivian malah datang untuk kepentingannya sendiri yang jelas akan merugikan sang istri.


Noah memukul tembok dengan sangat kuat, ia merasa marah dan tidak terima.


"Nak sabarlah" ucap ibu Rahma.


Sejatinya ibu Rahma sendiri juga terkejut dengan penjelasan kakek Sultan, ibu Rahma sedih ia merasa tidak tega dengan kenyataan yang menimpa Keyla.


"Apa kedatangan kakek disini untuk hal yang sama?" Tanya Noah, terlihat mata Noah mulai memerah dan berkaca kaca.


"Sama sekali tidak nak! Saya kesini justru ingin meminta tolong kepada kalian jangan sampai Keyla bertemu ibu kandungnya, Vivian pasti akan memaksa gadis itu." Jawab kakek Sultan.


Ditengah obrolan mereka yang memanas, ponsel Noah berdering.


Dilihatnya panggilan dari sang istri.


"Keyla menelponku" ucap Noah.


"Nak bisa tolong aktifkan speakernya, aku ingin mendengar suaranya?" Tanya kakek Sultan dan Noah mengangguk.

__ADS_1


Noah menjawab panggilan Keyla dan tidak lupa untuk menyalakan speaker ponselnya, sehingga kakek Sultan juga bisa mendengar suara Keyla.


"Halo By"


"Hallo sayang kelasku sudah berakhir, kamu dimana?"


"Eh... Aku ada urusan di kantor, tapi sudah selesai By"


"Baiklah sayang, cepat kemari ya"


"Iya Baby, sekarang pergilah ke perpustakaan disana ada Rangga"


"Mmm begitu, kalau begitu aku akan pergi ke perpustakaan sekarang. Kamu hati hati"


"Iya Baby sampai jumpa"


Noah pun mengakhiri panggilannya.


"Suaranya lembut sekali" ucap kakek Sultan setelah mendengarkan suara Keyla.


"Maaf ibu Rahma dan kakek, saya harus kembali kekampus karena Keyla sudah menunggu" ucap Noah berpamitan kepada ibu Rahma dan kakek Sultan.


"Kakek jangan khawatir saya akan mengurus semuanya" ucap Noah sebelum ia pergi dari panti tersebut.


Vivian dan Tomi berjalan tergesa gesa di koridor rumah sakit, mereka baru saja mendapat kabar dari sang dokter bahwa putri mereka sudah sadar. Sehingga sepulangnya dari panti asuhan tersebut Vivian dan Tomi langsung menuju rumah sakit.


"Dok bagaimana anak saya?" Tanya Tomi saat berpapasan dengan dokter yang menangani putrinya.


"Nona sudah sadar tuan, silahkan anda bisa masuk menemuinya" ucap dokter tersebut.


Tanpa berkata apa apa lagi mereka berdua segera masuk ke dalam ruangan putrinya yang sudah di rawat selama tiga hari itu.


Tomi membuka pintu ruangan tersebut dan melihat putrinya yang masih berbaring di atas ranjang namun ia sudah sadar.


"Dona sayang... Kamu sudah sadar nak?" Ucap Vivian kemudian segera menghampiri gadis itu.


Iya memang benar anak yang mereka maksud adalah Dona, gadis yang telah menyukai Noah sekaligus pembuat onar dalam hidup Keyla.


Dona mengalami gagal ginjal serta livernya bermasalah. Sudah hampir tiga hari gadis itu tidak sadarkan diri setelah Noah datang menemuinya.


"Mama sama papa sejak kapan pulang?" Tanya Dona dengan suara yang masih lemas.


"Sejak dokter mengatakan kamu sakit dan tidak sadarkan diri, mama dan papa langsung kembali nak" jawab Vivian.


Tomi yang tidak tega melihat putrinya seperti itu langsung memeluk dan mencium keningnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak bilang kalau sakit separah ini?" Tanya Tomi.


"Papa dan mama sibuk! Dona malas memberitahu kalian" jawab Dona.


"Maafkan mama ya nak, yang terlalu sibuk bekerja"


"Lupakan saja ma, apa mama sama papa sudah mendapatkan donor ginjal? Aku sudah tidak tahan dengan sakit ini" tanya Dona.


Tomi dan Vivian saling bertatapan, mereka sama sekali belum mendapatkan donor untuk Dona.


Usaha terakhir mereka hanya Keyla, karena sudah berhari hari Tomi berusaha mencari donor ginjal diluar sana namun belum juga ia dapatkan.


"Belum nak" jawab Tomi.


"Papa sama mama ngapain saja sampai belum dapat, papa mau ya kalau Dona mati" sahut Dona yang teramat kesal.


"Dona kamu jangan bicara seperti itu nak" tegur Vivian.


"Terus Dona harus bagaimana ma? Apa kalian suka melihat Dona menderita seperti ini terus menerus!!!" Kata Dona.


"Dona sayang kendalikan emosimu, kamu baru saja sadar" Tomi berusaha meredakan emosi Dona yang tiba tiba memuncak setelah mengetahui jika dirinya belum juga mendapatkan Donor.


Tomi bertekad untuk segera bisa menemui Keyla dan memintanya untuk mendonorkan ginjalnya untuk putrinya Dona.


"Vi, aku mau kamu cari cara untuk bisa bertemu dengan anak itu bagaimana pun caranya" kata Tomi.


"I...iya mas"


"Ahh ya mama kan dulu punya anak haram itu kan, cepat bawa dia kemari ma!!" Sambung Dona.


"Dona kamu jangan bicara seperti itu, mama juga berusaha tapi jangan katakan dia anak haram" ucap Vivian.


Kemudian Vivian keluar dari ruangan itu, berlama lama berada disana membuat Vivian semakin pusing dan kesal dengan Dona.


"Pa cepat cari anak itu, kalau papa belum bisa mendapatkan pendonor untukku lama lama aku bisa mati pa"


"Kamu jangan bicara seperti itu nak, bersabarlah papa akan segera mendapatkan pendonor untukmu" jawab Tomi.


Vivian memilih untuk diam di kantin, ia sudah sangat pusing memikirkan ini semua.


mencari cara untuk bertemu dengan putri kandungnya sangatlah susah.


_____


happy reading🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2