Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Penjelasan


__ADS_3

Kini elard dan yura sudah berada di dalam kamarnya.


Elard membawa istrinya untuk duduk di sofa bersama dirinya, elard mengusap lembut perut yura. membuat wajah yura nampak malu.


Elard tidak menyangka jika dirinya akan menjadi seorang ayah secepat ini.


Raut bahagia nampak di wajah elard, sedangkan yura membuang muka karena pipinya yang sudah memerah seperti udang rebus.


"Ehem.. Dia benar benar anakku kan?" tanya elard, dan yura mengangguk pelan.


Elard memeluk istrinya dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Terima kasih" ucap elard saat masih memeluk istrinya.


Tubuh yura seakan membeku, jantungnya berdebar seolah akan lompat dari tempatnya.


Ia tidak menyangka respon suaminya akan sangat bahagia.


Karena tidak ada balasan dari istrinya, elard melepas pelukannya dan menatap yura, seakan banyak pertanyaan yang mengantri di kepalanya.


"Katakan apa yang terjadi, apa yang kamu lakukan di luar sana selama hampir sebulan ini?" tanya elard mengintrogasi istrinya.


Yura pun menjelaskan semua dari awal ia pergi dari rumah elard, tidak lupa yura juga menceritakan jika dirinya banyak di bantu oleh bosnya di tempat ia bekerja.


Setelah mengetahui jika dirinya hamil ia memutuskan untuk kembali.


Elard bersyukur karena istrinya kembali di saat yang tepat, jika terlambat sedikit saja maka elard akan sah menjadi suami sifa.


"Kenapa selama aku pergi tuan tidak mencariku?" kini yura bertanya balik kepada suaminya.


"Dasar gadis bodoh" elard menyentil kening istrinya, membuat yura mengernyit karena sakit. kemudian elard mengusap kening yura dengan lembut.


"Aku setiap hari mencarimu, bahkan semua anak buahku ikut mencarimu. sampai akhirnya aku bertemu dirimu di parkiran mall, tapi kamu sudah naik ke dalam mobil dan meninggalkan aku. apa kamu tau apa yang aku lakukan pada saat itu?" kata elard dan bertanya kepada istrinya.


Yura hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Lalu aku mengejarmu, meminjam motor orang. dan kemudian aku kecelakaan, saat itulah ibu sangat marah padamu dan memaksaku menikah dengan sifa, namun setelah aku sembuh aku terus mencarimu tapi sama sekali hasilnya nihil" sambung elard panjang lebar.


Penjelasan suaminya membuat yura terharu, ia mengira hanya dirinya yang melewati masa masa sulit saat berpisah dari elard, ternyata pria itu merasakan hal yang sama.


Bahkan ia sampai kecelakaan.


"Makannya jangan melakukan tindakan yang bodoh, untuk apa kamu kabur dari rumah hah?" elard melanjutkan introgasinya.


"Itu karena... karena anda sudah mengingkari janji!! dan lagi kita tidak saling mencintai saat itu anda melakukannya dengan sangat kasar" jawab yura yang sangat kesal jika mengingat kejadian itu.


Elard terdiam, apa benar dirinya tidak mencinta wanita itu?? atau mungkin sudah mulai mencintai wanita yang kini berstatus sebagai istrinya??


"Maafkan aku untuk kejadian itu, jujur aku tidak sadar melakukannya" kata elard.


Yura terkejut mendengar pengakuan suaminya, jadi pada saat ia melakukannya dalam keadaan tidak sadar, itu sungguh membuat yura merasa kecewa.


**tidak masalah jika sampai saat ini kamu belum mencintaiku tuan, tapi entah kenapa aku sangat yakin jika secepatnya anda akan mencintai diriku** batin yura.


Sejujurnya selama berpisah yura selalu merindukan suaminya di setiap malam, teringat ketika suaminya sedang marah, usil dan terkadang juga perhatian kepadanya.


di saat itulah yura mulai yakin jika dirinya mulai menyukai elard.


"Baik tuan" jawab yura.


"Mulai sekarang jangan panggil aku tuan, panggil saja namaku atau apapun asal jangan tuan" kata elard, entah kenapa elard tidak suka jika istrinya memanggilnya dengan sebutan tuan.


"Iya tu... maksudku el" sahut yura, meski sedikit kaku yura tetap menuruti keinginan suaminya.


Setelah yura membaringkan tubuhnya di tempat tidur, elard segera keluar dari kamar untuk menemui ibunya.


Pasca kejadian itu membuat elard kepikiran dengan kondisi ibunya yang baru saja sembuh.


"Apakah ibu sudah tidur?" tanya elard saat sudah memasuki kamar ibunya.


Nampak ibu el meringkuk di atas tempat tidur, masih terdengar suara isak tangis dari bibir wanita paruh baya itu.

__ADS_1


Elard mendekati ibunya kemudian duduk di sampingnya.


"Ibu masih menangis?" tanya elard lagi.


Ibu el langsung beranjak dari tidurnya, ia terduduk dan menatap wajah elard.


"Untuk apa kamu menemui ibu el, kamu sudah membuat ibu sangat malu" ucap ibu el sambil menyekah air matanya, Elard nampak menghembuskan nafasnya secara berlahan.


"Ibu maafkan aku, tapi semua ini bukan sepenuhnya salahku bu. apa ibu lupa saat ibu datang ke kantor dan meminta el untuk menikah dengan sifa, seharusnya pernikahan itu diadakan besok. dan juga ibu berjanji jika yura kembali ibu akan...." kata kata elard terhenti.


"Jadi maksud kamu semua ini salah ibu?lebih baik kamu keluar dari sini, ibu ingin istirahat" sahut ibu el yang kemudian membaringkan tubuhnya lagi, dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Elard tidak ingin membuat ibunya semakin emosi, jadi el memutuskan untuk keluar dari kamar ibunya.


Elard menutup kamar ibunya dengan pelan pelan, dan kemudian ia berjalan menuju ruang keluarga.


Elard terduduk disofa, ia melihat rumahnya yang sudah bersih seperti semula.


"Tuan" sapa leo yang baru saja menghampiri elard.


"Aku pikir kamu sudah pulang le" sahut elard.


"Belum tuan, saya ingin memastikan jika anda baik baik saja" kata leo.


"Pulang lah le, aku bukan anak kecil yang harus kamu jaga 24 jam"


"Baiklah tuan, jika anda butuh sesuatu bisa segera menghubungi saya" ucap leo sebelum ia pergi dari rumah elard.


Elard mengijinkan leo untuk pulang, sedangkan ia merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Elard memikirkan banyak hal, kini tugasnya semakin bertambah.


Jika dulu ia hanya memikirkan dirinya dan sang ibu, kini elard harus memikirkan istri dan calon bayinya.


*****

__ADS_1


Happy reading🥰 jangan lupa like n vote yaa🥰🥰


maaf jika masih ada typo🙏


__ADS_2