Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Kepulangan Elard #2


__ADS_3

Setelah mengemasi Elard bersiap untuk pergi ke bandara, sebenarnya Elard masih ada beberapa jadwal miting bersama beberapa Kliennya.


Terpaksa Elard harus membatalkan pertemuan tersebut.


Yang ada di pikiran Elard hanyalah khawatir akan keadaan istrinya, di tambah lagi rasa marah kepada Axel dan sang ibu yang tidak menjaga Yura di saat saat sulit seperti ini.


"Tuan jadwal penerbangan anda 1 jam lagi" ucap Jose.


"Kenapa harus menunggu lagi, itu terlalu lama segera siapkan Jet Pribadiku" perintah Elard lagi.


Karena Elard ingin segera sampai dan menemui istrinya.


"Baikah tuan, anda bisa langsung menunggu di bandara saya akan segera menyiapkannya" jawab Jose.


**


Tepat jam 11 malam waktu indonesia, Ibu el baru saja tiba dirumah miliknya bersama dengan Sifanya.


Kedua wanita itu menghabiskan seharian waktunya untuk berbelanja, dan menyiapkan kebutuhan akan rencana pernikahan Sifa.


"Tante, Sifa bermalam disini boleh kan?" tanya Sifanya.


"Boleh nak" jawab Ibu El.


Mereka masih duduk santai di ruang keluarga karena lelah seharian berkeliling.


"Tante seharian tidak menjaga Yura, apa itu tidak menjadi masalah?" tanya Sifa lagi.


"Tidak apa apa nak, dia akan baik baik saja" jawab ibu El.


Kemudian ibu El mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, karena seharian ponselnya di silent.


"Siapa menelpon sebanyak ini" gumam Ibu El saat melihat ada beberapa panggilan dari nomer yang tidak dikenal.


"Tante bukankah itu nomer luar negeri?" tanya Sifanya saat melihat nomer tersebut.


"Sepertinya begitu mungkinkah El" jawab ibu El.


Kemudian ibu El membuka pesan yang masuk di ponselnya, ternyata pesan tersebut dari Leo.


Yang memberitahukan jika Yura berada di rumah sakit.


"Astaga" sahut ibu El.


"Ada apa tante?" tanya Sifanya terkejut.


"Tante harus kerumah sakit sekarang" jawab ibu El.


Kemudian ia segera mengambil tasnya kembali dan berlari kecil menuju mobilnya.


"Tante Sifa ikut" ujar Sifa kemudian menyusul ibu El.


Kini ibu El melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang sudah di beri tahu Leo.


"Sebenarnya ada apa tante?" tanya Sifa.


"Yura masuk rumah sakit ia akan di oprasi" jawab ibu El, sedang pandangannya masih fokus menatap jalan.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit.


Ibu El dan Sifa segera berjalan menuju ruangan dimana Yura di rawat.


Axel yang tertidur sambil duduk tiba tiba bangun mendengar suara langkah kaki orang yang berjalan di koridor.


"Bukankah itu ibunya El" gumam Axel sambil mengusap matanya yang masih mengantuk.

__ADS_1


Setelah semakin dekat Axel menghentikan mereka.


"Berhenti" ucap Axel.


Seketika membuat ibu El dan Sifanya menghentikan langkahnya.


"Ada apa?" tanya ibu El kepada Axel.


"Apa benar anda ibu mertua Yura?" bukannya menjawab Axel malah berbalik bertanya.


"Iya benar, kamu siapa?" tanya ibu El lagi.


"Astaga kenapa anda baru datang, dari tadi kemana saja" ucap Axel sambil menggelengkan kepalanya, ia tak menyangka jika ada ibu mertua yang begitu tidak perduli dengan menantunya.


"Tidak sopan berbicara seperti itu kepada orang yang lebih tua" sahut Sifa.


Dan mereka berdua hendak masuk ke dalam ruangan Yura.


"Jangan masuk Yura sedang istirahat" tegur Axel dan ia kembali duduk.


Mendengar ucapan Axel membuat ibu El dan Sifa mengurungkan niatnya, dan ia pun duduk di bangku dan sedikit menjauh dari Axel.


"Tante apa El tau?" tanya Sifa.


"Entahlah, semoga El tidak tau jika Yura berada di rumah sakit".


"Aku rasa El tau tante, buktinya dia menelpon tante" kata Sifa.


"Biarkan saja, perjalanan dari Amerika kesini memakan waktu yang cukup lama. kita masih ada kesempatan" jawab ibu El.


"Boleh tau jam berapa jadwal oprasinya?" tanya Sifa kepada Axel.


"Jam 9 pagi" jawab Axel dengan malas.


"Tante lebih baik kita pulang saja, besok pagi baru kembali lagi kemari" saran Sifa.


Kemudian dua wanita itu beranjak dari duduknya dan pergi tanpa berpamitan kepada Axel.


Sedangkan Axel menatap kepergian mereka dengan rasa tidak percaya.


**


Pagi hari menjelang, tepat pukul 5 pagi Yura sudah terbangun karena mengalami kontraksi lagi.


mendengar suara rintihan Yura, Axel langsung masuk ke ruangan tersebut.


"Tuan bisakah anda menjaga nona sebentar?" tanya Suster yang sedari malam menemani Yura.


"Iya tentu" jawab Axel.


Kemudian Suster itu pergi dari ruangan Yura.


Axel mendekati Yura yang berbaring masih dengan wajah sakitnya.


"Bersabarlah" ucap Axel yang merasa tidak tega.


"Aawww..." pekik Yura kemudian ia meremas tangan Axel.


Dengan senang hati Axel memberikan tangannya.


"Maaf" ucap Yura.


"Tidak apa apa jika itu lebih baik" jawab Axel.


Axel duduk dikursi yang berada di dekat Yura dengan posisi tangannya yang masih di genggam.

__ADS_1


Yura terus saja merintih kesakitan, itu membuat Axel merasa sangat tidak tega.


Nampak sesekali Axel mengusap wajah Yura yang berkeringat dengan lembut.


"Yura" ucap wanita yang baru saja tiba.


"Ibu" ucap Yura, ia melihat ibu mertuanya datang bersama seorang wanita yang tak lain adalah Sifa.


"Nak bagaimana kondisimu?" tanya ibu El.


Namun Yura tidak mampu menjawab karena merasa kesakitan.


"Yura bertahanlah" ucap Sifa.


"Iya bertahanlah nak sabar ya" sambung ibu El


"Kamu pasti..." ucapan Sifanya terpotong.


"Bisakah kalian diam. apa kalian tidak lihat Yura kesakitan" ucap Axel dengan kesal.


"Kita hanya memberikan dukungan" sahut Sifa.


"Lebih baik kalian duduk!!" tegur Axel.


Akhirnya Ibu el dan Sifa duduk di sebuah sofa yang berada di sudut ruangan itu.


Mereka merasa tidak kenal dengan Axel, namun melihat pandangan pria itu yang tengah marah membuat dua wanita itu menciut.


Hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 08.30.


Itu artinya Yura harus bersiap untuk melakukan operasi.


"Axel aku akan membawa nona ke ruang operasi sekarang untuk bersiap" kata Pram yang baru saja datang bersama Tasya.


"Iya Pram" ucap Axel.


"Siapa mereka?" tanya Pram saat melihat dua wanita yang duduk disofa.


"Ibu mertuanya, dan yang satunya aku tidak tau" jawab Axel.


"Lalu dimana suaminya?" tanya Pram lagi.


"Dia berada di luar negeri" jawab singkat Axel.


Kemudian beberapa perawat segera mendorong ranjang Yura menuju ruang operasi. diikuti axel dan dua wanita tersebut dari belakang.


"Kalian semua tunggu saja disini" ucap Pram.


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Axel.


"Tentu" ucap Pram.


Yura dimasukkan ke ruang operasi, sedangkan Axel dan Pram pergi keruang kerja Pram.


"Ada apa Xel?" tanya Pram.


"Lakukan operasinya dengan baik, selamatkan Yura beserta bayinya.. dan jangan lupa lakukan juga rencanaku bersama Yura dengan baik juga" ucap Axel.


"Tentu Xel, untuk masalah itu aku sudah menyiapkan semuanya tapi aku sedikit ragu dengan rencana gila kamu dan nona Yura" jawab Pram.


"Aku juga ragu Pram, tapi aku harap kita bisa membantu Yura yang terbaik" ucap Axel.


Setelah selesai mengobrol mereka kembali ke ruang operasi, sedangkan Axel menunggu di luar bersama dua wanita itu.


Terlihat ibu El yang cemas, namun berbeda dengan Sifanya yang terlihat tenang dan biasa saja.

__ADS_1


*****


happy reading🄰


__ADS_2