Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Yayasan


__ADS_3

Season 2 sudah di mulai ya readers🥰


Kali ini lebih menuju kehidupan Noah dan Nara, dari mulai pendidikan, asmara, hingga karirnya nanti.


_____


"Ayah kita akan kemana?" Tanya Noah, karena ia sadar yang dilewati bukanlah jalan menuju rumahnya.


"Bunda ingin pergi ke yayasan" jawab Elard.


"Akhirnya aku bisa bertemu dengan Keyla" seru Nara.


Pertemanan antara Nara dan Keyla begitu baik. Terakhir mereka bertemu satu tahun yang lalu.


Jelas saja Nara sudah rindu dengan temannya itu.


Namun berbeda dengan Noah yang terlihat dingin dan biasa saja, entah apa yang ada dipikiran Noah saat ini.


Tidak berapa lama meraka pun telah tiba di halaman Yayasan Bunda Vradisty.


Mereka segera turun dari mobil, dan sudah di sambut oleh kepala yayasan tersebut yaitu Ibu Rahma


"Nyonya selamat datang" sapa ibu Rahma.


Mereka berdua saling berpelukan, dan tidak lupa ibu Rahma juga bersalaman dengan Elard dan kedua anaknya.


"Terima kasih bu, dimana anak anak? Kenapa sepi sekali" tanya Yura, karena yang menyambut dirinya hanya ibu Rahma.


Biasanya anak anak akan berlarian menghampiri Yura.


"Iya nyonya, anak anak masih sekolah" jawab ibu Rahma. Dan Yura mengangguk mengerti.


Ibu rahma mempersilahkan mereka untuk masuk.


Mereka duduk di ruang tamu dan saling mengobrol.


"Jadi sebenarnya kita kesini ingin bertemu dengan Keyla" kata Yura memulai obrolannya.


"Silahkan nyonya, tapi Keyla masih ada disekolahnya karena hari ini adalah kelulusannya" jawab ibu Rahma.


"Wahh tepat sekali, hari ini juga hari kelulusan Noah dan Nara" kata Yura.


Tidak berapa lama terdengar suara sepeda motor yang berhenti di halaman yayasan tersebut.


"Ibu....." Keyla berlari masuk ke dalam yayasan itu dan langsung memeluk Ibu Rahma, ia tidak sadar jika disana ada Yura dan keluarganya.


"Ibu Keyla lulus!!!" sorak Keyla yang bahagia.


"Alhamdulillah nak, akhirnya kamu lulus" ibu Rahma kembali memeluk Keyla dan mencium keningnya.


Bagi dirinya Ibu Rahma sudah seperti ibunya sendiri.


"Ehemm" suara Nara berhasil mengejutkan Keyla.


"Nara!! Bibi paman ada disini" kata Keyla.


Keyla langsung bersalaman dengan mereka semua.


Nampak Yura memeluk Keyla dengan erat.


"Selamat atas kelulusanmu" kata Yura.


"Terima kasih bibi" balas Keyla.

__ADS_1


"Keyla selamat ya" tidak lupa Elard juga memberikan ucapan selamat.


"Terima kasih paman" balas Keyla.


Kini saatnya Nara dan Keyla melepas rindu.


"Selamat ya Key, aku sangat merindukanmu" kata Nara seraya memeluk tubuh Keyla.


"Selamat juga atas kelulusanmu Nara, aku pun begitu sangat merindukanmu. Satu tahun kita tidak bertemu" balas Keyla.


Keyla menatap pria dingin yang berada di sebelah Nara, setiap berkunjung kesana pria dingin itu tidak banyak bicara.


Ia hanya akan menjawan iya atau tidak jika ada yang bertanya kepadanya.


Siapa lagi kalau bukan Noah.


"Noah selamat ya" Keyla mengulurkan tangannya.


"Hmm" balas Noah.


Noah hanya membalas uluran tangan Keyla sekilas kemudian melepaskannya.


**Beruang kutub ini masih saja dingin huffh** batin Keyla.


Ibu Rahma meminta Keyla untuk duduk di dekatnya karena Yura ingin mengatakan sesuatu yang penting.


"Key, berhubung kamu disini bibi ingin bertanya sesuatu kepadamu" kata Yura.


"Iya bi silahkan" jawab Keyla.


"Apakah kamu ingin melanjutkan kuliah?" Tanya Yura.


Mendengar pertanyaan itu Keyla langsung menatap ibu Rahma, dan ibu Rahma pun membalas tatapan Keyla.


"Emm sebenarnya iya bi, tapi lebih baik Keyla bekerja saja" jawab Keyla ragu ragu.


Elard bisa melihat jika gadis di hadapannya itu sangat ingin melanjutkan pendidikannya.


"Kalau begitu kamu akan kuliah" sahut Elard.


"Tapi paman..." Belum selesai menjawab Yura langsung menghentikannya.


"Benar apa yang paman katakan nak, kamu tidak perlu memikirkan biaya ataupun nasib adik adikmu disini, asal kamu punya niat kamu bisa kuliah" ucap Yura.


Keyla nampak bingung, jika ia kuliah itu artinya ia tidak bisa bekerja.


"Keyla, jika kamu ingin kuliah maka lakukanlah nak. Tidak perlu khawatir jika kamu tidak bekerja, nyonya Yura dan Tuan Elard sudah menanggung keperluan di yayasan ini" kata Ibu Rahma.


Ibu rahma juga ingin jika Keyla bisa meraih cita citanya.


"Baiklah bu, Keyla mau kuliah" kata Keyla.


Mereka yang mendengarnya tampak senang.


"Kalau begitu, bagaimana jika kamu melanjutkan di Amerika bersama Nara dan Noah" kata Elard.


Uhukk.. uhukk


Sontak perkataan Elard membuat Keyla dan Ibu Rahma terkejut bukan main.


"A..amerika paman?" Tanya Keyla memastikan.


"Iya benar Amerika" jawab Elard yakin.

__ADS_1


"Tidak paman!! Aku tidak ingin melanjutkan ke Amerika, aku akan kuliah disini saja" tolak Keyla.


"Kenapa Key?? Jadi aku disana ada teman" tanya Nara.


Padahal ini kesempatan yang bagus untuk Keyla bisa kuliah di luar negeri.


Ia tidak perlu memikirkan biaya apapun karena sudah di tanggung oleh Elard.


"Aku tidak bisa bahasa inggris, dan aku sangat tidak suka bahasa inggris. Aku tidak akan mampu jika harus kuliah di Amerika" jawab Keyla dengan kepala yang tertunduk.


"Iya lebih baik jangan pergi, jika memaksa kamu akan merepotkan aku dan Nara" ucap Noah yang sedari tadi diam saja.


Nara memukul bahu kakaknya, ia takut jika Keyla tersinggung.


"Huhhh" dengus Keyla karena mendengar ucapan Noah.


"Baiklah jika memang kamu tidak ingin, kamu bisa kuliah disini saja, segera daftarkan dirimu dan paman akan mengurus semuanya" kata Elard.


"Baik paman, sekali lagi terima kasih" kata Keyla.


Setelah cukup lama mereka memutuskan untuk pulang.


Ibu Rahma dan Keyla mengantar mereka hingga halaman yayasan.


Mereka berpamitan untuk pulang, tidak lupa Keyla memeluk Nara.


"Hati hati ya" kata Keyla.


"Bye Key" Nara melambaikan tangannya.


Sebelum Noah masuk ke dalam mobil Keyla mecoba untuk menyapanya.


"Noah!!" Panggil Keyla.


Noah pun menatap ke arah Keyla.


"Hati hati ya" ucap Keyla sambil melambaikan tangannya.


"Hhmmm" hanya itu balasan yang keluar dari mulut Noah.


**Ihh menyebalkan beruang kutub** ucap Keyla membatin.


Kini mobil Elard telah melaju meninggalkan yayasan tersebut.


Ibu Rahma dan Keyla kembali masuk, dan Keyla segera menyiapkan beberapa keperluannya untuk mendaftar di perguruan tinggi.


"Kakak tidak bisakah bersikap hangat kepada Keyla? Kenapa kakak selalu dingin dengan semua orang" kata Nara saat berada di dalam mobil.


"Apa ada yang salah?" Tanya Noah acuh sambil menatap ke arah cendela, entah mengapa Noah nampak muram.


"Tentu kakak salah, Keyla berusaha berbicara dengan kakak. Tapi kamu tidak memperdulikannya" jawab Nara kesal.


"Kakak tidak suka dengan orang yang tidak mau berusaha! Dia tidak bisa bahasa inggris tapi dia tidak mau berusaha untuk belajar, itu tandanya dia malas" ucap Noah.


Yura dan Elard hanya mendengarkan perdebatan di antara ke dua anaknya yang sudah beranjak dewasa itu.


"Ihh kakak!! Kenapa kakak yang marah jika Keyla tidak ingin pergi ke Amerika?" Tanya Nara mengintrogasi Noah. Dan memberikan tatapan yang cukup tajam.


"Haii adikku sayang tidak perlu manatapku seperti itu, aku sama sekali tidak perduli dengannya" ucap Noah sambil mengacak rambut Nara.


______


happy reading🥰

__ADS_1


jangan lupa terus dukung author ya💜💜


__ADS_2