
Secepatnya Rangga mengemudikan mobilnya menuju apartemennya, karena dia tidak ingin Nara datang terlebih dahulu.
tidak butuh waktu lama sekitar 10 menit Rangga sudah sampai di apartemen miliknya.
"Rangga!" Panggil seorang gadis yang juga baru saja memarkirkan mobilnya.
"Nara, kamu sudah datang?" Tanya Rangga.
"Iya baru saja sampai, kamu kenapa cepat sekali aku fikir kamu akan sampai sekitar 10 menit lagi?" Nara berjalan menghampiri Rangga yang masih mematung di dekat mobilnya.
"Iya kebetulan tidak terlalu macet" kilah Rangga.
Sebenarnya pria itu mengendarai mobilnya layaknya seorang pembalap. Entah apa yang membuat pria itu begitu antusias ingin bertemu dengan Nara secepatnya Padahal mereka baru saja berkenalan dan ini adalah pertemuan kedua kalinya dengan Nara.
"Kalau begitu kita masuk" ajak Rangga.
Nara dan Rangga berjalan memasuki gedung apartemen tersebut.
mereka menaiki lift untuk sampai ke lantai 10 dimana ruangan Rangga berada.
saat berada di dalam lift Rangga melihat paper bag yang di bawa oleh Nara.
"Apa yang kamu bawa?" Tanya Rangga.
"Makanan dan beberapa cemilan, aku tidak terlalu suka makan diluar. Maka dari itu aku membawa makanan kesini, apa kamu tidak keberatan?" Tanya Nara.
"Tentu tidak Nara, aku hanya tidak enak membuatmu repot repot seperti ini" jawab Rangga.
"Sama sekali tidak merepotkan Ga" kata Nara.
Akhirnya Mereka sudah sampai, Rangga membuka pintu apartemennya kemudian mempersilahkan Nara untuk duduk terlebih dahulu.
"Biar aku yang menyiapkannya" ucap Rangga seraya mengambil paper bag yang di bawa Nara.
Nara pun memberikan paper bag tersebut kepada Rangga.
Beberapa menit kemudian Rangga sudah menata makanan tersebut.
"Makanannya sudah siap, kita ke meja makan sekarang" kata Rangga.
Ini adalah kali pertama bagi Rangga membawa seorang gadis ke dalam apartemennya, sebelumnya tidak pernah ada seorang gadis atau teman wanita Rangga yang main di apartemennya tersebut. apa lagi sampai makan siang bersama.
"Kenapa kamu tiba tiba ingin makan siang denganku?" Tanya Rangga.
"Karena aku ingin tau keadaanmu, sekalian aku membawakan makan siang untukmu" jawab Nara jujur.
Saat mereka tengah menikmati makan siang tersebut, sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Nara.
Kebetulan ponsel gadis itu ia letakkan di atas meja makan.
Saat layar ponsel gadis itu menyala tanpa sengaja Rangga melihat wallpaper gadis tersebut.
Dimana terdapat dua pria yang berdiri di samping kanan dan kiri Nara.
Uhukk.... Uhuk...
Rangga tiba tiba tersedak setelah melihat wallpaper Nara.
"Rangga kamu baik baik saja?" Tanya Nara sambil menyerahkan segelas air putih kepada Rangga.
"I..iya aku baik baik saja" jawab Rangga. kemudian pria itu meneguk air yang di berikan Nara.
"Kamu kenapa Ga? Kenapa tiba tuba tersedak?" Tanya Nara.
"Aku baik-baik saja Nara, tapi Bolehkah aku bertanya kepadamu" tanya Rangga.
"Iya silakan Apa yang ingin kamu tanyakan" sahut Nara.
"Tanpa Sengaja aku melihat wallpaper di ponsel mu Bolehkah aku tahu siapa kedua laki-laki itu?" tanya Rangga.
"Ohh ini" Nara mengambil ponselnya dan menunjukkannya kepada Rangga.
"Ini Damar, dia adalah sahabatku sejak SMA dan kita kuliah bersama di Amerika. Dan yang ini kakakku namanya Noah" jelas Nara satu persatu.
**What!!! Noah kakak dari Nara? Pantas saja aku seperti mengenal saat melihat matanya, ternyata dia mirip dengan Noah** batin Rangga.
"Rangga kenapa diam? Kamu kenal dengan mereka berdua?" Tanya Nara lagi.
"Ti..tidak" jawab Rangga gugup.
__ADS_1
**Matilah aku jika Noah tau aku membawa adiknya main ke apartemenku, kenapa dunia ini sempit sekali** lagi lagi Rangga bergumam di dalam hatinya.
Selesai makan siang bersama Nara pun membereskan meja makan tersebut, mereka melakukan semuanya bersama sama.
Saat Rangga ingin menuang jus jeruk tanpa sengaja pria itu menumpahkan jus tersebut hingga mengenai pakaian Nara.
"Astaga maaf Nara! Aku tidak sengaja" ucap Rangga. Entah kenapa kali ini Rangga merasa tidak fokus semenjak ia tau Nara adalah adik sahabatnya.
"Tidak apa apa Rangga ini hanya jus" kata Nara.
"Aku akan meminjamkan bajuku kepadamu, kamu bisa memakainya terlebih dahulu" ucap Rangga.
Rangga mempersilahkan Nara untuk memakai kamarnya untuk berganti pakaian. Dan pria itu meminjamkan pakaiannya untuk di gunakan Nara.
"Bagaimana ini jika Noah tau aku sedang dekat dengan adiknya, jangan sampai kepalaku ini jadi taruhannya" kata Rangga sambil memegang lehernya ngeri membayangkan yang tidak tidak.
Kring!!!!
Ponsel Rangga berdering, satu panggilan masuk ke dalam ponsel pria itu.
Dugaan Rangga benar, yang menghubunginya adalah Noah.
Sekali dua kali Rangga mengabaikan panggilan dari Noah.
Hingga yang ke tiga kalinya Rangga pun terpaksa menjawab panggilan tersebut.
"Iya hallo Noah" kata Rangga.
"Dimana kamu?" Tanya Noah dari balik telepon tersebut.
"Aku..aku sedang di kampus, ya aku di kampus"
"Aku ada di kampus sekarang, miss Merry menghubungiku karena aku tidak mengumpulkan tugasku. Bukankah kamu yang akan mengumpulkannya"
"Gawat!!!" Rangga memukul keningnya pelan, ia lupa jika dirinya mendapatkan tugas dari Noah.
Dan tugas itu seharusnya sudah di kumpulkan 1 jam yang lalu.
"Aku tau kamu tidak dikampus! Cepat kesini! Jika dalam waktu 15 menit kamu tidak juga sampai maka habislah kamu!!!"
Tut...!!!
"Bagaimana ini, tugasnya belum selesai apa lagi Nara ada disini tidak mungkin aku mengusirnya" gumam Rangga bingung.
"Ga kamu kenapa?" Tanya Nara yang baru saja keluar dari kamar Rangga dengan menggunakan kaos miliknya yang terlihat pas di tubuh gadis itu.
Rangga memperhatikan Nara dari atas sampai bawah.
"Cantik" celetuk Rangga pelan.
**Stop Rangga Stop!!! Nasibmu sekarang tidak baik baik saja** batin Rangga membuyarkam lamunannya yang terpesona dengan penampilan Nara.
"Nara maafkan aku... Aku harus kembali ke kampus karena ada beberapa urusan" ucap Rangga.
"Tidak masalah... Aku juga akan pulang" jawab Nara.
Mereka keluar apartemen tersebut bersama sama.
Dan sesampainya di parkiran mereka berdua masuk ke dalam mobilnya masing masing.
"Nara hati hati, dan terima kasih untuk makan siangnya" ucap Rangga.
"Sama sama Rangga, sampai jumpa" lebih dulu Nara melajukan mobilnya, kemudian di susul oleh Rangga.
Rangga mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kampusnya.
10 menit telah berlalu... Namun pria itu masih terjebak macet di jalan.
Tin...tin...tin....
Rangga terus saja membunyikan klakson mobilnya karena ia harus sampai kampus tepat waktu.
"Sial!! Kenapa harus macet" umpat Rangga kesal.
***
Noah menunggu kedatangan Rangga di depan ruangan miss Merry.
Noah melihat jam yang melingkar di tangannya, sudah 15 menit namun Rangga belum juga datang.
__ADS_1
"Noah...." Panggil Rangga yang berlari menghampiri Noah.
Terlihat Rangga mengatur nafasnya yang sudah mulai tersenggal senggal.
Noah menatap Rangga dan pria itu melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Terlambat berapa menit?" Tanya Noah.
"Hanya 5 menit" jawab Rangga dengan cengengesan.
"Mana kunci mobilmu!" Kata Noah sambil mengulurkan tangannya.
Dengan ragu ragu Rangga pun memberikan kunci mobilnya kepada Noah, pria itu tau hukuman apa yang pasti akan di terima Rangga.
"Pulang jalan kaki!!" Kata Noah seraya mengambil kunci mobil tersebut.
Rangga menarik nafasnya panjang, akhirnya ia harus kembali berolah raga dengan cara berjalan kaki kembali ke apartemannya.
"Sekarang kumpulkan tugasku, miss Merry sedang menunggunya" ucap Noah lagi.
Namun Rangga hanya terdiam ia bingung harus menjawab apa Karena sejujurnya tugas Noah belum diselesaikan.
"Apa yang kamu tunggu!! Cepat masuklah!!" Perintah Noah.
"Hehehe tugasmu belum selesai" jawab Rangga lagi.
"What!!!" Noah terkejut saat mendengarkan jawaban santai dari sahabatnya itu.
"Tapi aku akan menyelesaikannya sekarang, aku janji Noah 10 menit akan segera selesai" kata Rangga sambil memohon agar di berikan kesempatan selama 10 menit.
Noah hanya menatap Rangga lekat, seolah Noah ingin menerkam sahabatnya yang sangat menyebalkan menurutnya.
Tanpa menunggu jawaban dari Noah, Rangga segera mengeluarkan beberapa buku dari dalam tasnya dan pria itu pun langsung mengerjakan tugas Noah saat itu juga.
Dan Noah pun duduk di samping Rangga.
"Dari mana tadi?" Tanya Noah.
"Ada urusan" jawab Rangga sambil fokus mengerjakan tugas tugas itu.
"Cih!!! Urusan wanita?" Tanya Noah lagi.
Karena Noah sangat tau Rangga tidak pernah mengabaikan tugas dan perintah darinya.
Rangga akan dengan cepat mengerjakan apa yang di katakan oleh Noah.
"Iya" jawab Rangga tidak sadar.
"Wanita mana yang kamu goda?" Noah terus menanyakan hal hal konyol itu kepada Rangga, di saat Rangga sedang fokus mengerjakan tugasnya.
"Rahasia" jawab Rangga singakat.
Noah yang memang tidak ingin terlalu ikut campur masalah pribadi Rangga akhirnya menghentikan pertanyaannya.
Namun Noah penasaran gadis mana yang mampu mencuri hati sahabatnya itu.
Pas 10 menit Rangga sudah menyelesaikan tugas Noah, dan Rangga segera menyerahkan tugas tersebut.
"Noah... Tugasmu sudah selesai" ucap Rangga.
"Lain kali jangan mengabaikan tugas yang aku berikan kepadamu. Sekarang aku akan pulang istriku sudah menunggu" ucap Noah.
Noah berjalan menuju parkiran di ikuti oleh Rangga. Kemudian pria itu segera menaiki motor sportnya.
Noah melemparkan kunci mobil kepada Rangga.
"Kamu tidak jadi menyita mobilku?" Tanya Rangga.
"Aku maafkan kali ini, jika aku menyita mobilmu maka gadis kesayanganmu itu akan jalan kaki sama sepertimu" jawab Noah.
**Bagaimana reaksi Noah jika gadis yang aku maksud adalah Nara, adiknya sendiri** batin Rangga.
"Baiklah Rangga aku pulang dulu, sampai jumpa" pamit Noah. Kemudian Noah segera melajukan motor sportnya itu meninggalkan Rangga yang masih mematung disana.
"Syukurlah Noah tidak menyita mobilku, sehingga aku tidak perlu berjalan kaki" ucap Rangga.
_____
happy reading 🥰🥰
__ADS_1