Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
AEASON 3 ~ 07


__ADS_3

Di dalam kamar, Keyla membantu Nara untuk bersiap.


Gadis itu menggunakan baju yang terlihat sangat cantik. Nara sendiri bingung dengan kedatangan keluarga besar Rangga ke rumahnya, jantungnya berdegup sangat kencang Entah mengapa Gadis itu merasa begitu gugup pada malam ini.


"Mengapa keluarga Rangga datang kemari kak?" Tanya Nara kepada Keyla yang masih fokus mengikat tali baju tersebut.


"Biasanya jika dua keluarga sudah bertemu, akan ada pembicaraan penting. Seperti acara pernikahan kalian" jawab Keyla.


"Apa!! Menikah? Akankah pernikahanku secepat ini?" Tanya Nara lagi.


"Mmm mungkin saja"


Pasalnya Nara dan Rangga baru saja bertunangan, dan gadis itupun baru bertemu keluarga Rangga beberapa hari yang lalu.


Sedangkan dibawah, keluarga Rangga sudah mulai menjelaskan maksud kedatangan mereka, bahkan tidak lupa kakek Sultan juga berada di sana.


Tidak butuh waktu lama kedua keluarga itu sudah mulai terlihat dekat.


"Nara" ucap Rangga, saat ia melihat gadis pujaannya menuruni tangga dengan begitu cantik.


Tatapan mata itu sulit lepas dari sosok Nara yang berjalan semakin mendekatinya.


"Apa matamu sudah tidak bisa berkedip!!" Celetuk Noah sambil memukul punggung Rangga.


Seketika mereka yang mendengar ucapan Noah pun tertawa.


Sebelum duduk tidak lupa Nara bersalaman dengan mereka semua dengan sopan.


Elard memperhatikan wajah putrinya yang terlihat merah merona itu.


Elard pun tidak menyangka gadis kecilnya itu kini sudah tumbuh menjadi wanita cantik dan dewasa.


"Nak duduklah" kata Yura.


Sontak Nara langsung duduk di dekat Yura, sedangkan Keyla duduk di samping Noah yang sedari tadi menggendong putri kecilnya.


"Baiklah, karena putri saya sudah berada disini silahkan bapak Malik menyampaikan maksud dan tujuan anda sekeluarga datang kemari" ucap Elard kepada kakek Rangga yang bernama Malik tersebut.


Sebenarnya kakek Malik sudah menjelaskan maksud kedatangannya, namun alangkah lebih baiknya jika kakek Malik menyampaikannya kembali saat Nara sudah berada di antara mereka semua.


Nara semakin gugup, kedua telapak tangannya terasa dingin.


"Terima kasih nak Elard, sebenarnya maksud kedatangan kami kesini ingin membahas mengenai kelanjutan hubungan Rangga dan Nara. Bukankah mereka sudah bertunangan, kami bermaksud ingin menikahkan mereka berdua" jelas kakek Malik pasti dan tanpa basa basi.


Benar saja, seketika tubuh Nara mematung.

__ADS_1


Gadis itu seolah masih tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya Benarkah ia dan Rangga akan segera menikah dalam waktu dekat ini.


"Itu keputusan yang sangat baik untuk Rangga dan Nara, tetapi semua keputusan ada di tangan putri kami. Bagaimana pun juga Nara masih menempuh pendidikannga di luar negeri" kata Elard.


"Nak bagaimana?" Tanya Yura pelan.


Nara masih berfikir dengan jawaban apa yang akan Ia berikan.


Sangking bahagianya Nara sampai sulit membuka mulutnya.


Gadis ceria pecinta korea itu tiba tiba merasa aneh pada dirinya sendiri.


Baru kali ini Nara di buat gugup setengah mati.


"Nara, apa jawaban kamu nak?" Yura mengulang pertanyaannya.


"Bunda... Nara, Nara bingung" jawab Nara pelan namun masih bisa di dengar oleh Rangga dan Keluarganya.


**Jangan Nara, aku mohon jangan menolaknya** batin Rangga sedikit takut.


"Jangan bingung, katakan saja Nara. Kami semua akan menerima keputusanmu" kata Noah.


Cukup lama Nara berperang dengan fikirannya, ia belum juga memberikan jawaban.


"Ayah, Bunda" kata Nara memecah keheningan.


"Iya nak?"


"Nara menerima pernikahan ini" jawab Nara setengah malu malu.


"Apa? Coba katakan sekali lagi kami tidak mendengarnya" perintah Noah.


Sebenarnya Noah sudah mendengar perkataan Nara, namun pria itu ingin Nara mengucapkan sekali lagi.


"Isshh kakak!! Aku sudah mengatakannya, apa kakak tidak bisa mendengar?" Tanya Nara.


"Iya kami semua tidak bisa mendengarkannya, maka dari itu ulangi lagi" jawab Noah.


Sabar... Sabar... Nara mengusap dadanya, tidak mungkin Nara memarahi kakaknya di depan keluarga besar Rangga.


Nara menarik nafasnya panjang.


"Nara menerima pernikahan ini" ucap Nara mengulang.


"Benarkah?" Tanya Rangga dan Nara mengangguk.

__ADS_1


Mendengar jawaban Nara, Rangga langsung beranjak dan memeluk kakek serta neneknya.


Pria itu sangat bahagia, akhirnya Nara menerima pernikahan ini.


Yura dan Elard pun juga memeluk Nara.


"Tapi bagaimana dengan pendidikanmu?" Tanya Noah, tidak bisa di pungkiri jika Nara sangat menginginkan kuliah di luar negeri.


Dan saat keinginan itu terpenuhi kini Nara harus di hadapkan dengan sebuah kebahagian yang lain.


Pertanyaan Noah berhasil membuat mereka semua kembali terdiam.


Rangga menatap ke arah Nara, begitupun dengan gadis itu.


"Apa Rangga ingin ikut bersama Nara ke Amerika setelah menikah?" Tanya Yura kepada Rangga.


Rangga berusaha menelan salivanya, dan ia beralih menatap wajah dingin Noah.


Pria itupun tidak bisa meninggalkan sahabat sekaligus bossnya itu.


Rasa setianya membuat Rangga bingung harus memilih apa.


"Sejujurnya saya masih berat mengambil keputusan ini bi" jawab Rangga.


"no problem, aku tidak akan melarangmu jika kamu ingin ikut bersama Nara dan menemaninya disana, kamu juga bisa melanjutkan pendidikanmu di Amerika bersama Nara" kata Noah.


Noah mengerti bagaimana posisi Rangga saat ini, sudah saatnya Rangga mendapatkan kebahagiaan saat ia sudah mendapatkan seorang wanita yang di cintainya.


Tidak mungkin Noah terus membawa Rangga bersamanya.


"Tapi Noah, bagaimana dengan kantor?" Tanya Rangga.


"Masih ada paman Leo, aku juga akan mencari penggantimu" jawab Noah.


"Tidak kakak!!" Sahut Nara.


Membuat mereka semua menatap ke arah gadis itu yang sedari tadi hanya diam saja.


"Apa maksudmu Nara?" Tanya Elard.


"Ayah, jika aku dan Rangga sudah menikah maka aku memutuskan untuk ikut bersamanya. Jika memang Rangga sudah memiliki pekerjaan dan pendidikannya disini maka aku yang akan mengalah" jawab Nara.


_____


happy reading

__ADS_1


__ADS_2