
Yura sudah menyiapkan semua untuk menyambut kedatangan Axel dan Jeny karena mereka berdua sudah lama tidak mengunjungi rumahnya.
terdengar deru mobil berhenti di halaman rumahnya, Yura pun segera keluar dari rumah tersebut dan melihat Siapakah yang datang.
Terlihat Axel turun dari mobilnya kemudian ia membukakan pintu untuk Jenny mereka berdua berjalan bersama menuju Yura yang sudah menunggunya di teras.
"Jeny...."
"Yura..."
2 wanita itu saling berpelukan melepas Rindu, Padahal baru beberapa hari saja mereka tidak bertemu namun seperti sudah bertahun-tahun.
"Axel Jeny silahkan masuk" ucap Yura.
mereka berdua pun segera masuk, dan Yura mempersilakan mereka untuk duduk di ruang tamu.
"Bagaimana kabarmu Yura?" tanya Jeny.
"Aku baik baik saja Jeny, kamu pasti sudah tau kan apa yang sudah terjadi" jawab Yura.
" Iya Ra kemarin Axel memberitahuku jika Sifanya telah meninggal. Aku turut berduka atas kepergian Sifanya" ucap Jeny.
"Terima kasih Jeny" kata Yura.
"Dimana Noah dan Elard?" tanya Axel.
"Elard masih di jalan dan Noah dia sedang bermain bersama Nara." jawab Yura.
Tidak berapa lama Nita datang dengan membawa nampan yang berisikan cemilan dan minuman diletakkan semua itu di atas meja.
"Nita tolong bawa anak anak kemari" perintah Yura.
"Baik nyonya" Nita pun segera memanggil Noah dan Nara yang sedang bermain di halaman belakang.
"Daddy...." teriak Noah saat ia melihat Siapakah yang tengah berkunjung ke rumahnya. Noah berlari dia langsung memeluk tubuh Axel ia bergelayut manja di lengannya.
"Haii jagoan. daddy sangat merindukanmu" ucap Axel.
"Aku juga sangat merindukan Daddy" jawab anak itu.
Sedangkan Nara duduk di dekat Yura.
Noah pun sudah mengetahui jika Axel bukanlah Ayah kandungnya namun anak itu tetap memanggil Axel dengan sebutan Daddy.
"Nara Kenalkan ini paman Axel dan bibi Jeny" ucap Yura.
Nara pun bersalaman kepada mereka berdua.
"Apa dia Nara?" tanya Jeny.
"Iya dia Nara putriku" jawab Yura.
"Astaga dia sangat cantik dan mirip denganmu" ucap Jeny.
Mereka pun saling tertawa dan asik bercerita, sampai mereka tidak mendengar mobil Elard yang baru saja tiba di kediamannya.
Setelah turun dari mobil Elard segera masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Elard membulatkan matanya saat melihat Putra satu-satunya duduk di atas pangkuan Axel dan mereka saling bercerita serta bercanda.
"Ehemmm!!!" suara Elard mengejutkan mereka semua.
"El kamu sudah datang" ucap Yura.
"Iya aku datang sampai sampai kalian tidak sadar akan kedatanganku" jawab Elard kesal.
"Maaf El aku tidak mendengarnya" Yura pun menghampiri suaminya dan ia mengambil tas yang sedari tadi dipegang oleh Elard, dan membawa Elard duduk bersamanya.
"Apa kabar El" tanya Axel mengulurkan tangannya.
"Baik" jawab Elard, dan ia pun membalas uluran tangan Axel.
Karena pandangan Elard begitu tajam akhirnya Axel pun meminta agar Noah turun dari pangkuannya.
Noah pun segera turun dari pangkuan Axel, ia berganti duduk di pangkuan sang ayah.
"Ayah dan daddy saling kenal?" tanya Noah.
"Ehemm... Noah dengarkan ayah, mulai sekarang Noah harus memanggil uncle Axel, bukan daddy lagi" ucap Elard.
"Baik ayah" jawab Noah.
karena Elard benar-benar tidak suka jika anaknya itu memanggil Axel dengan sebutan daddy, baginya ia adalah ayah satu-satunya yang dimiliki Noah.
Kini Noah dan Nara kembali lagi bermain di kamarnya tersisa lah mereka berempat di ruang tamu.
Axel memberikan sebuah undangan kepada Yura dan Elard.
"Syukurlah akhirnya kalian menikah" jawab Yura bahagia, Yura menghampiri sahabatnya itu dan memeluknya.
"Selamat Jeny, semoga semuanya lancar. aku pasti akan datang" ucap Yura.
"Terima kasih Yura" jawab Jeny kemudian ia membalas pelukan Yura.
tak lupa Elard pun juga memberikan ucapan selamat kepada ada Axel.
**akhirnya dia tidak akan mendekati istriku lagi** batin Elard.
***
Setelah kepulangan Axel dan Jenny kini Yura dan Elard masuk ke dalam kamarnya.
Elard melepas jas dan kemeja kerjanya yang sedari tadi melekat di tubuhnya.
"Kapan Axel akan menikah?" tanya Elard.
"Dua minggu lagi El" jawab Yura.
"Baiklah kalau begitu kita akan menikah satu minggu lagi" ucap Elard.
"Apa!!" Yura terkejut dengan apa yang baru saja suaminya itu katakan.
"Kenapa mendadak El?" tanya Yura.
Elard mendekati istrinya Dan kini ia duduk di sebelah Yura.
__ADS_1
"1 minggu bukanlah hal yang mendadak, bahkan jika kamu ingin kita bisa menikah besok" jawab Elard.
"Bukan begitu El, maksudku kenapa harus minggu depan".
" Iya aku ingin pernikahan kita Minggu depan, Aku tidak ingin Axel menikah lebih dulu" jawab Elard.
Hufhh Yura menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar rupanya suaminya sengaja melakukan itu karena ia tidak ingin kalah saing dengan Axel.
"El ini pernikahan bukan perlombaan, kita butuh persiapan" ucap Yura mrngingatkan.
"Kamu tidak perlu khawatir Sayang, aku akan menyiapkan semuanya, Dan aku berjanji tidak akan ada kekurangan di pernikahan kita " jawab pria itu kemudian Elard segera bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Yura masih tidak habis pikir dengan keputusan suaminya itu, Yura sungguh Tidak enak hati kepada sahabatnya.
karena disaat Jeny akan melangsungkan pernikahan bukannya membantu Yura juga harus sibuk dengan pernikahannya sendiri.
Tapi tidak ada pilihan lain karena keputusan Elard merupakan mutlak baginya dan tidak akan ada satu orang pun yang bisa membantahnya.
Setelah beberapa menit akhirnya Elard sudah selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi, Ia pun sudah mengenakan baju santainya setelah keluar dari kamar mandi Elard melihat istrinya duduk di sofa dan wajahnya terlihat murung.
" Ada apa Sayang kenapa wajahmu bersedih?" tanya Elard kepada Yura, namun Yura tidak menjawabnya, itu adalah bentuk kekesalan Yura kepada suaminya karena selalu mengambil keputusan tanpa mau mendengarkan pendapat dari dirinya.
"Apa kamu tidak mendengarku?" tanya Elard lagi.
" Lalu apa selama ini kamu pernah mendengarkan ucapanku?" tanya Yura kepada Elard dengan kesal.
Pria itu pun segera mendekati Yura dan ia duduk di dekat istrinya lagi.
"Dengarkan aku" ucap pria itu serius.
"Aku memang sudah berencana akan melangsungkan pernikahan kita satu minggu lagi dan aku sudah menyiapkan semuanya dari mulai undangan sampai gedung pernikahan kita, Aku sengaja tidak memberitahumu karena aku tidak ingin kamu repot-repot memikirkan acara pernikahan kita" jelas Elard panjang lebar.
" Aku tidak tahu jika Axel juga akan menikah dalam waktu dekat ini" sambungnya lagi.
"Benarkah? kamu mempercepat pernikahan kita bukan karena ingin bersaing?" tanya Yura memastikan.
"Tentu tidak sayang, aku juga ingin segera melangsungkan pernikahan kedua ini agar seluruh orang segera tahu jika Kamu adalah istriku"
"Dan aku juga ingin segera memberikan Noah dan Nara adik baru" bisik Elard.
Yura membulatkan matanya saat mendengarkan apa yang di bisikkan Suaminya.
"Dasar tuan mesum" ucap Yura.
"Hahaha" Elard kembali memeluk istrinya.
Padahal ia memenag sengaja mempercepat pernikahannya karena tidak ingin tersaingi oleh Axel.
Dan undangan itupun sebenarnya belum ia
pesan.
Namun Elard bisa melakukan apapun dengan perintah dan kekuasaan yang ia miliki.
******
happy reading🥰🥰
__ADS_1