Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Menciumnya


__ADS_3

Noah menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.


Elard heran, bukankah beberapa hari ini Noah terlihat sangat akrab dengan Nara.


mendengar kata Nara biasanya akan membuat Noah bersemangat.


" Kenapa kamu tidak mau?" tanya Elard.


" Aku harus menjaga bunda sendirian disini, dan daddy berpesan agar tidak membuat bunda khawatir" jawab Noah.


Sebenarnya Noah ingin sekali bertemu dengan Nara, dan bermain bersamanya namun setelah kejadian kemarin ia tidak ingin lagi membuat Bundanya bersedih.


** Dia bilang daddy?? itu artinya dia memiliki ayah. lalu apakah nama ayahnya memiliki marga yang sama sepertiku** batin Elard.


" Jadi bundamu ada didalam?" tanya Elard.


" Iya uncle, bunda ada didalam sedang beristirahat" jawab Noah.


" Nak siapa yang datang?? kenapa kamu lama sekali?" teriak Yura dari dalam kamarnya.


DEGG....


Suara itu?? Elard kembali memutar otaknya ia mulai mengingat-ingat kembali tentang suara itu, Elard berpikir sepertinya ia mengenali suara wanita yang berada di dalam sana.


" Uncle pergilah, bunda sudah memanggilku. aku tidak ingin bunda marah" usir Noah sambil mendorong pelan tubuh Elard.


" Tapi nak..." Elard menatap wajah Noah yang memohon agar dirinya pergi.


Terlihat Noah sangat khawatir akhirnya Elard pun memilih untuk pergi karena ia tidak tega jika sampai Noah dimarahi oleh orang tuanya.


" Baiklah, paman pergi ya" ucap Elard kemudian ia membalikkan tubuhnya.


Elard melangkahkan kakinya secara perlahan ia merasa berat meninggalkan Noah.


tiba-tiba ia mendengar suara wanita tepat berada di belakangnya.


" Nak kenapa lama sekali? apa paman datang lagi?" tanya Yura yang menghampiri putranya.


awalnya Yura berada di kamar menunggu Noah yang belum juga masuk ke dalam, karena terlalu lama dan penasaran akhirnya Yura memilih untuk segera menghampiri putranya ternyata dilihat Noah sedang berdiri di dekat pintu.


** Suara itu.. mungkinkah** batin Elard.


Elard yang baru beberapa langkah melangkahkan kakinya dengan perlahan mulai membalikkan tubuhnya untuk melihat Siapakah pemilik suara tersebut.


begitupun dengan yura yang menyadari ada seorang pria yang berdiri di depan putranya.


Yura memperhatikan punggung pria tersebut ia pikir jika pria itu adalah Axel, tapi setelah diamati sepertinya pria itu bukanlah Axel.


Yura terus saja memperhatikan pria itu yang perlahan mulai membalikan tubuhnya.


DEG....


Kini pandangan mereka berdua saling bertemu, Elard menatap Yura begitupun dengan wanita itu.


tubuh keduanya mematung seolah mereka sedang melihat hantu.


sedangkan Noah memperhatikan bundanya yang terkejut.


" Yura" ucap Elard.


Tidak.. tidak mungkin wanita itu adalah Yura, masih tak percaya apa yang dilihatnya saat ini Elard pun menepuk-nepuk pipinya, mungkinkah ini mimpi bagaimana mungkin dengan tiba-tiba ia melihat sosok istrinya berada tepat di depannya.

__ADS_1


Ternyata benar Elard sadar bahwa dirinya sedang tidak bermimpi itu berarti wanita yang berdiri di depannya ini benar-benar Yura istrinya yang telah lama menghilang.


" Yu..yura" ucap Elard lagi secara terbata.


" Elard" sahut Yura.


Yura memundurkan tubuhnya secara perlahan kemudian ia menarik Noah dan meletakkan anak laki-laki itu di belakang tubuhnya.


Elard mendengar jika baru saja wanita yang ada di hadapannya itu memanggil namanya. airmata Elard mulai menggenang di pelupuk matanya buliran bening lolos membasahi pipi Elard.


Elard melangkahkan kakinya mencoba untuk mendekati Yura, namun sebelum semakin dekat Yura langsung menutup pintu apartemennya.


BRAK....


Yura menutup dan menguncinya dari dalam.


" Yura buka pintunya!!! aku tau itu kamu, aku mohon buka pintunya Yura Aku sangat merindukanmu Sekian lama aku mencari Keberadaanmu" Elard terus saja menggedor gedor pintu apartemen Yura.


Sedangkan wanita itu mulai mematung Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan Elard. Yura pun menangis sebenarnya wanita itu juga sangat merindukan Elard ia ingin sekali saat ini memeluknya dan menangis bahagia di dalam pelukan pria itu.


Namun Yura kembali teringat akan pernikahan Elard bersama Sifa. dia tidak menyangka jika Elard akan secepat itu menikah setelah kepergiannya. itulah yang membuat Yura tidak ingin menemui Elard karena ia merasa sakit hati.


" Bunda kenapa?" tanya Noah yang kebingungan.


Yura menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian wanita itu berlari memasuki kamarnya meninggalkan Noah yang masih kebingungan di ruang tamu.


Yura membuka lemarinya dan mengeluarkan kotak kecil, di mana didalam sana berisikan foto bersama Elard dan sebuah cincin pernikahannya.


" Kenapa? kenapa kamu kembali" ucap Yura kepada foto Elard.


" Yura!!!!" Elard terus mengetuk pintu itu, ia berharap wanita itu akan segera membukakan pintunya dan mau menemuinya tapi hasilnya nihil.


" Bunda kenapa?" tanya Noah yang menghampiri Bundanya di dalam kamar ia melihat bundanya sedang duduk dan mengusap air matanya.


" Bunda baik-baik saja Sayang" jawab Yura.


" Lalu kenapa Bunda menangis apa Noah nakal lagi?" tanya Noah.


" Tidak nak" jawab Yura kemudian ia memeluk tubuh Noah dan menciumi pucuk kepalanya.


" Bunda kenapa menutup pintunya dan membiarkan uncle itu sendirian di luar apa Bunda mengenalnya?" tanya Noah kepada Yura.


" Seharusnya Bunda yang bertanya kepadamu kenapa paman itu bisa datang kemari? Apa Noah mengenalnya?" Yura bertanya balik kepada Noah.


" Tentu Bunda, dia adalah ayahnya Nara yang pernah aku ceritakan kepada Bunda" jawab Noah.


Nara? baru saja Noah mengatakan jika Elard adalah ayah Nara, mungkinkah Nara adalah Putri kandungnya yang 5 tahun lalu ia tinggalkan bersama Elard.


" Noah tunggu sini ya, bunda mau ke luar sebentar" ucap Yura.


karena Noah adalah anak yang penurut dan tidak pernah membantah kata-kata bundanya maka ia hanya mengangguk dan tetap berada di dalam kamar. Sedangkan Yura keluar dari kamarnya ia berjalan menuju pintu depan.


" Aku harus menemuinya, tidak mungkin aku menghindarinya terus menerus" ucap Yura.


Akhirnya wanita itu secara perlahan membuka pintu apartemennya.


setelah pintu terbuka ia tidak melihat ada Elard disana.


" Kemana dia?" Yura mengedarkan pandangannya, ia melihat sekitar dan benar saja Elard sudah tidak berada di sana.


" Aku pikir dia akan tetap bertahan disini menungguku, untuk menemuiku" gumam Yura.

__ADS_1


akhirnya wanita itu pun memilih untuk masuk kembali ke dalam apartemennya.


baru saja pintu akan ditutup betapa terkejutnya ia saat ada seseorang yang dengan cepat menarik pinggangnya, kemudian mendorongnya sampai punggungnya menempel di dinding.


" Awww" pekik Yura.


kemudian Yura melihat seseorang yang kini sedang berdiri di depannya wajahnya begitu dekat dengan dirinya.


" E..el" ucap Yura terbata.


Ia terkejut ternyata pria yang mendorong dirinya adalah Elard, Yura sempat kebingungan dari mana la masuk karena pada saat ia membuka pintu, Yura sama sekali tidak melihat ada Elard di sana.


" Lepaskan!! apa yang kamu lakukan" ucap Yura wanita itu memberontak berusaha untuk melepaskan tangan Elard yang sedari tadi mendekap tubuhnya.


" Aku tidak akan melepaskan mu lagi, berani-beraninya kamu pergi meninggalkanku tanpa seizin ku" ucap Elard berbisik di telinga Yura tentu itu membuat wanita itu merasa merinding.


" Lepaskan!! kamu sepertinya salah orang, sudah tidak sopan aku bisa melaporkan mu" ancam Yura.


mendengar itu Elard kembali menatap wajah Yura, Ia memperhatikan setiap inci wajah yang berada di hadapannya. tidak salah lagi itu adalah istrinya yang sudah lama menghilang Yura memang terlihat lebih cantik dari sebelumnya namun itu tak membuat Elard tidak mengenali wajah Yura.


Sedangkan Yura menundukkan kepalanya ia merasa gugup karena sudah lama dia tak bertemu dengan Elard.


" Kamu pikir aku tidak mengenalimu?" ucap Elard.


" Lepaskan!!! aku mohon lepaskan aku" rintih Yura.


Namun tentu itu tak membuat Elard melepaskan Yura.


dengan cepat Elard mencium bibir Yura. bibir 5 tahun yang lalu membuat dirinya merasa candu.


Melepaskan rasa Rindunya yang selama 5 tahun Ia pendam. berbeda dengan Elard. Yura terus saja berusaha untuk melepaskan dirinya bahkan berkali-kali Yura berusaha melepaskan ciuman tersebut Namun tenaganya tidak cukup untuk melawan Elard.


BRUK....


Dengan sekuat tenaga Yura mendorong tubuh Elard membuat pria itu terhuyung dan Terhempas ke sofa.


" Kamu benar benar tidak sopan" ucap Yura.


" Hahahahah" bukannya takut Elard malah tertawa, ia melihat jika wajah Yura yang tiba tiba memerah menahan malu.


" Kamu sudah berubah ya" kata Elard sambil berusaha berdiri kembali.


" Keluar!!!" usir Yura.


" Iya aku akan pergi sayang, tapi aku akan kembali lagi" ucap Elard.


" Jangan gila kamu" umpat Yura yang kemudian menyeret Elard keluar dari apartemennya.


Dengan cepat Yura menutup dan Mengunci pintu apartemennya.


Gila... ini benar-benar gila menurut Yura, baru saja mereka bertemu setelah sekian lama namun tidak ada yang berubah pada Elard.


dengan tidak sopannya ia menciumi bibir Yura dan **********.


" Akhirnya aku menemukanmu, tunggu saja aku akan segera membawamu kembali" ucap Elard.


Kemudian Pria itu pergi meninggalkan apartemen Yura dengan perasaan bahagia.


*****


happy reading🄰

__ADS_1


__ADS_2