
15 menit kemudian...
Rangga berlari keluar dari kamarnya, dengan tergesah gesah Rangga mengetuk pintu kamar Noah.
Noah yang hendak istirahat bersama Keyla pun langsung terbangun.
"Apa yang kamu lakukan Rangga! Apa kamu tidak tau ini sudah jam 11 malam?" Tanya Noah saat baru saja membuka pintu kamarnya.
" Noah tolong aku" ucap Rangga sambil mengatur nafasnya.
Karena penasaran, Keyla pun turun dari tempat tidurnya dan melihat apa yang terjadi kepada Rangga.
"Ada apa Ga? Katakan dengan jelas!" Kata Noah.
" Sebenarnya terjadi sesuatu kepada Nara, dia.. dia Emmm" Rangga pun menghentikan ucapannya ia bingung mau menjelaskannya dari mana.
"Nara kenapa?" Tanya Keyla.
Sekilas tentang Nara di kamarnya, setelah Gadis itu menghabiskan minumannya tiba-tiba perlakuan Nara berubah drastis.
Gadis itu menatap Rangga dengan penuh gairah, bahkan Nara sempat membuka kancing kemeja Rangga dengan paksa.
Sedangkan Rangga yang sama sekali tidak mengerti apa yang sudah terjadi kepada istrinya pun hanya bisa menghentikan aksi Nara.
"Aku tidak tau apa yang sudah terjadi kepadanya" ucap Rangga setelah menjelaskan kejadian sebelumnya.
"Hahahahaha" Noah hanya tertawa mendengar penjelasan Rangga.
"Sayang kenapa kamu tertawa? Apa tidak sebaiknya kita lihat Nara di kamarnya?" Tanya Keyla.
"Tidak perlu Baby, malam ini yang di butuhkan Nara hanya suaminya." Jawab Noah yang masih tidak bisa menahan tawanya.
Sedangkan Keyla dan Rangga sama-sama Bingung kenapa Noah malah tertawa setelah mendengarkan perubahan pada adiknya tersebut.
"Noah apakah semua ini ulah mu?" Tanya Rangga kepada Noah dengan penuh curiga.
"Hahaha tidak! Aku sedari tadi di kamar, sekarang lebih baik kamu masuk Rangga dari pada istrimu mencari pelampiasan" kata Noah.
Kini Rangga semakin yakin jika sebenarnya Noah yang ada di balik semua ini, pasti kakak iparnya itu sudah melakukan sesuatu sehingga membuat Nara menjadi di seagresif malam ini.
Noah mendekati Rangga dan membisikkan sesuatu kepada pria itu.
"Pembalasan di malam pertama" bisik Noah.
Seketika Rangga langsung paham apa yang di bisikkan oleh Noah.
Rangga menepuk kepalanya pelan, ia mengingat kejadian dulu di mana saat Noah dan Keyla hendak melakukan malam pertama.
Rangga memberikan sebungkus obat kepada Noah tanpa Memberitahukan apa obat itu sebenarnya.
__ADS_1
Dan tepat malam ini Noah membalasnya, pria itu sengaja meminta staf Hotel yang menghias kamar Nara untuk memasukkan sebuah obat ke dalam minuman mereka berdua.
namun rupanya yang meminum hanyalah Nara sehingga pada malam ini Nara lah yang terkena efek obat tersebut.
"Noah kamu keterlaluan, bukankah Nara adikmu" ucap Rangga kesal.
"Sudahlah Rangga, aku mengantuk. Lebih baik kamu masuk dan... Lakukan misimu" ucap Noah dengan tersenyum licik.
Setelah mengucapkan kalimat itu Noah pun membawa Keyla kembali masuk kedalam kamarnya, dan menutup pintu kamar tersebut meninggalkan Rangga sendirian yang masih mematung di sana dengan pikirannya yang cukup kacau.
Rangga bingung bagaimana Harus bersikap di depan Nara pada malam ini.
Sebenarnya ini adalah kesempatan bagus untuk Rangga memulai malam pertamanya, hanya saja pria itu masih merasa gugup di saat melihat Nara yang begitu sangat bergairah.
"Tenang Rangga tenang" ucap Rangga.
Pria itu mengatur nafasnya sebelum kembali masuk ke dalam kamarnya.
Dengan pelan pelan Rangga membuka pintu kamar tersebut, namun kamar tersebut sudah mulai gelap.
"Sa..sayang kamu dimana?" Panggil Rangga karena ia tidak melihat istrinya disana.
Tiba tiba ada yang menarik baju Rangga dari belakang, sehingga membuat pria itu terkejut.
"Na..nara kamu" belum sempat menyelesaikan ucapannya tiba tiba Nara mencium bibir Rangga dan **********.
Apakah Rangga menolak?
"Sayang kamu baik baik saja kan?" Tanya Rangga saat melepaskan ciuman tersebut.
Namun Nara tidak menjawabnya, gadis itu berusaha mencium Rangga lagi.
"Ini semua ulah Noah! Untung saja dia kakak ipar ku" gumam Rangga.
Rangga masih gugup mengatasi Nara, padahal selama ini dia yang selalu menggoda istrinya.
Rangga pun akhirnya memutuskan untuk meminum satu gelas yang tersisa.
Rangga meneguknya sampai habis tidak tersisa.
Kini keduanya sama sama terpengaruh di dalam minuman yang di berikan oleh Noah.
"Sial kenapa aku juga harus meminumnya" ucap Rangga.
Dan benar saja, beberapa menit kemudian Rangga merasakan sekujur tubuhnya panas.
Rangga meraih tubuh istrinya dan membawanya ke atas tempat tidur.
Pria itu mulai menciumi Nara, begitu pun dengan Nara.
__ADS_1
Gadis itu membalas setiap ciuman yang di berikan oleh Rangga.
Ciuman itupun menjadi semakin panas, Rangga mengabsen ciuman di setiap leher sang istri.
Sampai pada akhirnya Rangga melucuti semua pakaian yang melekat di tubuh Nara. Dan tidak ada sehelai benang pun yang menempel pada tubuh istrinya.
Ini kali pertama Rangga benar benar melihat sang istri tanpa busana.
Permainan panas pun di mulai, Rangga memanjakan setiap lekuk tubuh istrinya. Membuat Nara semakin melayang di buatnya, desahan demi desahan keluar dari mulut pasangan tersebut.
Untung saja kamar itu kedap suara, jadi hanya merekalah yang mendengarkan alunan merdu nafas keduanya.
Sampai akhirnya Rangga menyudahi permainannya,
Ini saatnya Rangga mendapatkan haknya sebagai seorang suami.
"Sayang apa kamu siap?" Tanya Rangga yang masih bisa mengontrol dirinya sendiri.
"Hmmm" jawab Nara mengangguk.
Rangga pun melepas semua pakaiannya, ia kembali menindih sang istri dan memberikan tanda kepemilikan di dada mulus Nara.
Ini lah saat yang di tunggu tunggu mereka selama menikah.
Dengan pelan namun pasti Rangga membobol pertahanan sang istri.
"Rangga!!!!" Teriak Nara saat ia merasakan sesuatu yang menyakitkan di bawah sana. Apa lagi kalau bukan ulah sang junior yang sudah menerobos masuk.
Rangga tidak tega melihat istrinya yang merintih kesakitan, ingin rasanya Rangga menghentikan aktifitasnya tetapi Rangga sudah mulai menikmatinya.
Akhirnya Rangga membungkam Nara dengan ciuman, Agar gadis itu tidak merasakan sakit lagi.
Cukup lama akhirnya rasa sakit itu pun berkurang Nara mulai menikmati malam pertamanya.
Hampir satu jam mereka bermain di atas ranjangnya yang empuk.
Sampai akhirnya Rangga pun tumbang setelah beberapa kali pria itu membanjiri rahim sang istri.
Rangga tergeletak di samping Nara yang sudah memejamkan matanya.
"Terima kasih My Angel, aku sangat mencintaimu" bisik Rangga.
Sebelum benar benar tidur, Rangga membawa istrinya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sebenarnya pria itu sudah lelah, namun dengan sisa kekuatan yang ia punya.
Rangga pun mengangkat tubuh istrinya yang sudah mulai lemas.
_____
__ADS_1
happy readingš„°