
"Aku harus segera mengambil tindakan!!! Dia harus segera menjadi milikku"
Pria yang kini memiliki ambisi tengah mengatur rencana barunya.
Apapun yang ia inginkan harus segera ia dapatkan bagaimana pun caranya.
***
Keesokan harinya Elard terpaksa harus pergi kekantor karena akan menemui Klien pentingnya.
Namun ia tidak mampu meninggalkan istrinya sendirian.
"Pergilah El tidak masalah" kata Yura.
"Aku khawatir dengan dirimu sayang, apa lagi Nita sedang pergi mengantar anak anak sekolah" pria itu terus mengusap kepala istrinya yang terbaring di tempat tidur.
"Jam 10 Nita sudah kembali, kamu jangan khawatir. Jika aku membutuhkan sesuatu aku akan menghubungimu" ucap Yura, membujuk suaminya agar mau berangkat ke kantor pagi ini.
"Baiklah aku akan pergi ke kantor, aku berjanji tidak akan lama. Hubungi aku jika kamu membutuhkan sesuatu" kata Elard.
Akhirnya pria itupun pergi ke kantornya, tidak lupa Elard memerintahkan seluruh pelayan di rumah itu untuk menjaga Yura.
Dengan berat hati Elard segera melajukan mobilnya.
"Kenapa aku tidak tenang" gumam Elard yang masih fokus menyetir.
Elard telah sampai di kantornya, ia segera menemui sekertaris barunya.
"Mia segera siapkan semua untuk rapat hari ini" perintah Elard.
"Siap tuan" jawab Mia.
Mia adalah sekertaris baru, usianya lebih tua dari Elard dan wanita itupun sudah berkeluarga.
Sengaja Leo mencari sekertaris yang sudah berkeluarga agar kejadian Fira tidak terulang kembali.
Leo hari ini terlambat kekantor, karena ia harus menunggu anak buahnya menemuinya.
Leo mondar mandir di depan gedung apartemennya.
"Lama sekali" gerutu Leo.
"Tuan maaf terlambat" kata salah seorang pria yang baru saja turun dari sebuah mobil Jip.
"Masuk ke mobilku" perintah Leo.
Pria itu segera masuk ke dalam mobil Leo.
"Tuan ini laporan yang anda minta" pria itu memberikan amplop berwarna coklat kepada Leo.
Ia segera membukanya.
Terdapat beberapa foto Mike saat berada di Amerika.
Dan beberapa data diri pria tersebut.
"Bisa kamu jelaskan?" Tanya Leo.
"Setelah kami selidiki perusahaan Galileo tidak memiliki direktur bernama Mike. Pusat Galileo ini berada di Amerika tuan, dan yang di Indonesia hanya anak cabang. Itupun baru 3 bulan berdiri" jelas anak buah tersebut.
"Itu artinya perusahaan ini masih baru?" Tanya Leo.
"Benar sekali tuan, dan pemiliknya bukan bernama Mike. Melainkan tuan Gilang Adipura, karena ia tinggal di Amerika tuan Gilang merubah nama panggilannya menjadi Mike" jelas anak buah itu lagi.
Leo mengamati setiap lembaran lembaran yang berada di tangannya.
__ADS_1
Dan benar memang namanya bukanlah Mike, tapi Gilang Adipura.
Lalu untuk apa dia merubah namanya.
Mendengarkan penjelasan anak buah tersebut Leo semakin yakin ada sesuatu yang tidak beres.
"Lalu apa lagi yang kamu ketahui?" Tanya Leo lagi.
"Satu lagi tuan, selama di Amerika tuan Mike dikenal sebagai tuan G(ji)" imbuh anak buah tersebut.
"G... Apa mungkin itu inisial dari namanya yaitu Gilang" Leo nampak berfikir.
Tiba tiba Leo teringat akan sesuatu.
Ia segera membuka tas kerjanya dan mengeluarkan sesuatu dari sana.
"Apa ada yang kamu ketahui tentang benda ini?" Tanya Leo menunjukkan sebuah sapu tangan.
"Ini sapu tangan yang hanya dimiliki tuan Mike, dia membuatnya saat di Amerika" jawab anak buah itu.
"Astaga!!" Leo terkejut saat mengingat sesuatu.
Dia menghubungkan semua kejadian yang janggal selama ini.
"Kamu boleh pergi!!" Akhirnya pria tersebut segera turun dari mobil Leo.
Leo menghidupkan mesin mobilnya.
Ia segera malaju dengan kecepatan tinggi menuju kantor.
"Kenapa Leo belum datang, apa dia tidak tau hari ini ada rapat penting" Elard melihat jam yang melingkar di tangan kekarnya.
Ini sudah saatnya ia harus menemui rapat.
"Tuan" panggil Leo yang baru datang.
"Kamu terlambat 1 jam, apa mau gajimu aku potong!" Kesal Elard.
"Maafkan saya tuan, ada hal penting yang harus saya sampaikan kepada anda" kata Leo.
"Tidak ada waktu, sekarang lebih penting rapat ini" kata Elard.
"Tuan ini lebih penting parcaya kepada saya. Biarkan rapat kali ini di handle oleh Mia dia sangat berpengalaman dalam hal ini tuan" Leo segera berlari menuju ruangan Mia.
Dan meminta agar sekertaris itu mengatasi rapat penting hari ini.
Setelah itu Leo meminta Elard untuk masuk ke ruangannya.
"Cepat katakan ada apa, kamu benar banar mengacaukan semuanya" kini Elard berbicara dengan nada yang tinggi.
Leo segera membuka tasnya dan ia mengeluarkan beberapa amplop coklat di atas meja kerja Elard.
"Apa itu?" Tanya Elard.
"Tuan ini adalah data diri mengenai tuan Mike" jawab Leo.
"Astaga untuk apa kamu memberikan ini semua kepadaku" kata Elard yang mulai kesal.
"Tuan tolong dengarkan saya, terpaksa saya menyelidiki tuan Mike karena saya curiga ada sesuatu yang tidak beres. Kemarin saat dia datang ke rumah anda dan saya mengatakan jika Nyonya Yura sedang sakit terlihat tuan Mike sangat khawatir" jelas Leo.
"Kemudian ia berniat untuk melihat kondisi nyonya, bahkan dia mengatakan jika dirinya sedang khawatir itu sebabnya saya curiga tuan" sambung Leo.
Elard memperhatikan penjelasan Leo, selama ini Leo memang tidak pernah salah dalam menilai karakter seseorang.
Elard mengambil map tersebut dan membukanya.
__ADS_1
Elard membaca semua dengan sangat teliti, sampai akhirnya ia terkejut dengan identitas asli Mike.
"Apa ini!!" Sahut Elard.
"Iya tuan, selama ini tuan Mike memakai identitas palsu" kata Leo.
Dengan sangat hati hati Leo menjelaskan semuanya kepada Elard.
Mengenai Mike persis dengan apa yang ia dengar dari anak buahnya.
"Itu berarti sapu tangan itu..." Kata kata Elard terhenti saat mengingat mengenai sapu tangan yang di berikan Axel.
"Jika itu benar untuk apa dia menghabisi Sifa, bukankah Mike tidak mengenali Sifa" kata Elard. Pria itu semakin bingung dengan apa yang terjadi.
"Tuan sepertinya dia melakukan itu bukan karena memiliki masalah dengan nona Sifa, mungkin saja ada hal lain yang membuatnya terpaksa melakukan itu" jelas Leo.
Lalu apa tujuannya sehingga Mike melakukan itu, Elard terlihat berpikir keras.
Ia duduk disofa sambil memegang kertas itu. Nampak Elard sedikit memijit pelipisnya.
Tiba tiba Elard segera beranjak dari duduknya.
"Ada apa tuan?" Tanya Leo.
"Yura!!" Sahut Elard pria itu langsung berlari, tanpa berfikir Leo pun juga ikut berlari menyusul Elard.
"Kenapa tuan? Kita akan kemana??" Tanya Leo saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Cepat jalankan mobilnya kembali kerumah!!" Perintah Elard.
Leo langsung melajukan mobilnya tanpa bertanya apapun.
"Jika terjadi sesuatu dengan istriku akan aku bunuh kamu Mike" kata Elard dengan mata yang mulai berapi api.
Sebenarnya ada apa Leo juga tidak paham kenapa mendadak tuannya khawatir dengan Yura.
Mobil itupun sudah sampai, tapi anehnya tidak ada satu penjaga yang membukakan gerbang untuk dirinya.
"Kenapa Le?" Tanya Elard karena Leo terus menekan klakson mobilnya.
"Tidak tau tuan, mereka tidak membuka gerbangnya" jawab Leo.
Elard segera turun dari mobil dan membuka gerbang tersebut.
Elard terbelalak saat melihat seluruh penjaga tergeletak tidak sadarkan diri.
"Tuan mereka semua tidak sadarkan diri" ucap Leo, saat ia berusaha membangunkan para penjaga itu.
"Brengsek!!!" Umpat Elard.
Pria itu kembali berlari memasuki rumahnya, dan lagi lagi ia terkejut saat melihat pelayan itu juga tidak sadarkan diri.
Pandangan Elard beralih ke lantai dua, ia pun segera berlari menuju kamarnya.
Brak!!!!! Elard membuka pintu kamarnya dengan sangat kasar.
_____
happy reading🥰
para readers tercinta, jangan lupa tinggalkan like dan bintang 5 kalian yaa😘
jika berkenan bisa bantu vote author🙏
maaf jika masih ada typo..
__ADS_1
salam manis author -Nafa- 💜