
Mereka berbelanja dari perlengkapan rumah tangga sampai kebutuhan dapurnya.
Karena tidak memiliki pelayan maka Noah dan Keyla harus bisa mengurusnya sendiri.
Sebenarnya Noah bisa saja memperkerjakan pelayan untuk mengurus rumahnya, namun ia tetap harus meminta ijin orang tuanya.
"Awww" pekik Keyla.
"Ada apa, kenapa?" Tanya Noah.
"Kaki ku terasa ngilu" jawab Keyla sambil memegangi kakinya yang terasa sakit.
Noah berjongkok dan melihat perban yang melilit di kaki istrinya.
"Kaki mu berdarah lagi, lebih baik kita sudahi belanja hari ini" ucap Noah.
"Iya " sahut Keyla.
Noah mengambil alih troli yang dibawa Keyla, dan pria itu membawa beberapa troli berukuran besar menuju ke kasir karena ia hendak melakukan pembayaran.
Sesampainya di meja kasir tersebut pelayan itu langsung menghitung keseluruhan belanjaan milik Noah.
"Totalnya 9 juta tuan" ucap pelayan tersebut memberitahukan total belanjaan yang dibeli oleh Noah.
Dengan percaya dirinya Noah langsung memberikan kartu debitnya kepada pelayan tersebut.
"Maaf tuan kartu anda tidak bisa di gunakan" kata pelayan tersebut.
"Apa!" Noah terkejut.
"Coba sekali lagi!" Perintah Noah.
Ia tidak percaya jika kartunya tidak bisa digunakan, karena ini adalah akhir bulan dan seperti biasa ayahnya selalu mengirimkan uang bulanan kepadanya.
"Maaf tuan kartu anda benar benar tidak bisa di gunakan, saldonya tidak mencukupi" jelas pelayan tersebut.
Noah menatap Keyla, namun Keyla pura pura tidak tau dan menatap ke sudut yang lain.
Keyla tidak ingin suaminya itu merasa malu karena kartunya tidak bisa di gunakan.
"Coba yang ini" Noah mengeluarkan beberapa kartu yang lain dari dalam dompetnya Dan Pelayan itu pun mencobanya kembali.
Setelah itu pelayan tersebut mengembalikan semua kartu milik Noah dan ia mengatakan jika semua kartunya sama saja tidak bisa digunakan.
"Bagaimana bisa seperti ini" kata Noah berfikir.
"Maaf tuan, jika anda tidak memiliki uang anda bisa membatalkan semua pemesanan ini" kata Pelayan itu.
"Apa maksudmu!! Apa kamu tidak tau siapa aku" sahut Noah.
Ia tidak terima jika ada seseorang yang meremehkan dirinya apa lagi sampai mengatakan hal memalukan seperti itu.
"Pakai yang ini" ucap Keyla mengeluarkan kartu debit nya yang dulu sempat diberikan oleh Yura, karena memang Keyla hanya menggunakan beberapa kali saja dan masih tersisa banyak uang di dalam kartu tersebut.
Keyla tidak ingin jika suaminya harus beradu mulut dengan pelayan itu.
__ADS_1
"Pembayarannya sukses Nona" kata pelayan tersebut.
"Baik mbak terima kasih, bisakah rekan anda membantu kami membawa barang barang ini ke mobil?" Tanya Kayla.
Gadis itu meminta bantuan kepada beberapa pelayan disana dengan sopan.
"Dengan senang hati Nona" kemudian beberapa pelayan yang lain membantunya membawa barang belanjaan tersebut, dan memasukkannya ke dalam mobil.
"Ehemm!! Sementara pakai uangmu dulu, aku akan menggantinya" kata Noah.
"Tidak perlu, lagi pula ini untuk kebutuhan rumah tangga kita" jawab Keyla menolak.
Namun Noah akan tetap mengembalikan semua uang yang dikeluarkan oleh Kayla. karena baginya menggunakan uang istri merupakan hutang.
Harga dirinya akan jatuh di saat ia tidak bisa memenuhi kebutuhan sang istri.
"Tunggu, aku akan menghubungi ayah, ini sudah akhir bulan kenapa belum mengirimkan uang bulanan ku" kata Noah.
"Baiklah, aku akan menunggu di dalam mobil" kata Keyla.
Kemudian Keyla segera masuk ke dalam mobil.
Noah mengeluarkan ponselnya dan ia segera menghubungi sang ayah namun hingga beberapa kali Noah melakukan panggilan ayahnya sama sekali tidak menjawab panggilan darinya.
mungkin saja saat ini ini Ayahnya sedang sibuk pikir Noah.
Kemudian Noah memutuskan untuk mengunjungi rumah orang tuanya.
"Bagaimana?" Tanya Keyla, saat Noah sudah berada di dalam mobil.
Dan Keyla mengangguk mengerti.
Setelah semua barang-barang tersebut sudah tertata rapi di dalam mobil nya Noah langsung melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya.
Tidak butuh waktu yang lama mereka pun sudah sampai, saat Noah baru saja memasuki pekarangan rumahnya ia melihat mobil sang ayah terparkir cantik di sana. itu artinya Elard sudah kembali dari kantor.
"Ayah bunda" sapa Noah saat mereka sudah masuk ke dalam rumah mewah itu.
"Noah"
Kebetulan sore ini Yura dan Elard sedang bersantai di ruang keluarga sambil menikmati teh hangat yang dibuatkan oleh Nita. kemudian ia mendengar suara sang anak memanggilnya.
Noah dan Keyla bersalaman kepada mereka berdua dan Yura pun meminta anak serta menantunya itu untuk duduk bersamanya.
"Bagaimana nak? Apa kamu betah tinggal di rumah baru?" Tanya Yura kepada Keyla.
"Betah bunda, tidak terlalu ramai" jawab Keyla.
"Syukurlah, tapi ada apa kalian datang kemari? Apa sudah kangen dengan bunda?" Tanya Yura.
Keyla hanya tersenyum.
"Ayah kenapa belum mengirimkan uang bulanan kepadaku?" Tanya Noah langsung pada intinya.
Elard tidak langsung menjawab pertanyaan dari putranya itu ia sedang asyik memperhatikan wajah kesal Noah.
__ADS_1
"Ayah kenapa diam saja?" Tanya Noah lagi.
"Noah, ayah sudah menghentikan uang bulanan kamu. Sekarang kamu sudah menikah kewajiban kamu untuk menafkahi istrimu dan mulai bekerja" jawab Elard.
Noah menatap ke arah Keyla, apa yang dikatakan ayahnya memang benar.
Ia sudah menikah dan seharusnya dirinya menafkahi istrinya dengan hasil kerja kerasnya sendiri.
"Tapi ayah, aku belum bekerja bagaimana bisa aku menafkahinya jika aku saja tidak bekerja. Baru saja Keyla yang membayar belanjaan kita" kata Noah.
"Kalau begitu, kerja lah di perusahaan ayah sebagai direktur utama. Paman Leo akan membantumu, dengan begitu kamu akan bisa menafkahi istrimu" saran Elard.
Elard memang sengaja menghentikan biaya bulanan Noah.
Karena ia ingin Noah belajar mandiri dan bertanggung jawab.
Sekaligus ini cara Elard agar putranya mau memimpin perusahaannya.
"Bagaimana?" Tanya Elard karena Noah belum memberikan jawaban.
"Ayah aku tidak bisa bekerja di perusahaan ayah karena aku tidak menyukainya" jawab Noah.
"Nak, bukan masalah suka atau tidak suka. Hanya saja kamu belum terbiasa jika kamu belajar pasti kamu akan menyukainya. Pikirkanlah istrimu" ucap Yura memberikan saran.
Keyla menatap Noah, begitupun Noah.
"Semua keputusan ada padamu, aku baik baik saja dan akan selalu mendukungmu" bisik Keyla di telinga Noah.
Ia melihat kebingungan di wajah Noah, Keyla tidak ingin suaminya menjagi bimbang hanya karena dirinya.
**Mungkin dia bukanlah gadis sempurna, tapi dia istimewa. Entah apa yang membuatku merasa dia akan membantuku menjalani kehidupan ini di kemudian hari** batin Noah menatap Keyla dengan lekat.
"Baiklah ayah, aku bersedia bekerja di kantor ayah" ucap Noah.
"Benarkah?" Elard memastikan, dan Noah mengangguk yakin.
Elard bahagia akhirnya Noah bersedia memimpin perusahaannya.
Elard memutuskan agar Noah bisa segera mengelola perusahan tersebut secepat mungkin.
"Ayah sudah menghubungi paman Leo, kamu akan mulai belajar mengurus kantor besok lusa" jelas Elard.
"Hmm baiklah ayah" jawab Noah.
Noah masih bermimpi untuk menjadi seorang dokter.
Namun kini masa mudanya sudah hilang, ia menikah di usia muda dan harus mulai bekerja sekaligus kuliah.
Tanggung jawabnya bertambah.
Meskipun belum mencintai Keyla, namun Noah tidak ingin lepas dari tanggung jawabnya sebagai seorang suami.
_____
happy readingš„°
__ADS_1