
Tepat pukul 15.00 ibu El duduk santai di teras rumahnya, ia mencoba menenangkan fikirannya mengenai pemberitaan tadi siang.
Tidak berapa lama terlihat sebuah mobil berwarna pink masuk ke pekarangan rumah Elard.
Tidak perlu menunggu pengemudinya turun ibu El sudah mengetahui jika itu Sifanya, dan benar saja setelah memarkirkan mobilnya Sifanya langsung turun dan lari menghampiri ibu El.
"Tante..." teriak Sifanya dan langsung memeluk tubuh ibu El.
"Tante baik baik saja?" tanya Sifanya, kemudian melepas pelukannya.
"Iya tante baik baik saja Sifa" ucap ibu El.
"Tante Sifa sudah lihat berita di TV tadi siang, Sifa terkejut dan tidak menyangka kejadiannya akan seperti itu tante" kata Sifanya, yang membuat suasana hati ibu El tidak tenang.
"Kamu juga sudah melihatnya?" tanya ibu El dan Sifanya mengangguk.
"Tentu.. apa tante tau itu adalah siaran langsung, jutaan orang bisa melihatnya. dan benar saja setelah Sifa selidiki ternyata pria itu memang paman Yura" jawab Sifanya panjang lebar.
Ibu El hanya terdiam dan mendengarkan cerita wanita itu, sesekali ibu El akan membuang nafasnya dengan kasar.
"Tante Hera, Elard tidak boleh tau kejadian ini.. dan tante harus segera mengambil tindakan, ingat tante Elard memulai kesuksesannya dari Nol. penuh perjuangan tante, jangan sampai karena kejadian ini membuat Elard di hujat banyak orang. dan tante tau apa yang akan terjadi??" ucapan Sifanya menggantung.
Seolah dia memberikan isyarat kepada ibu El.
"Apa?" tanya ibu El.
"Karir Elard akan hancur tante, nasib cucu cucu tante juga akan menjadi hancur. mereka akan menjadi bahan hinaan orang lain" Sambung Sifanya.
Nampak ibu El memikirkan itu semua, ia takut jika putranya akan kehilangan karir yang selama ini ia perjuangkan.
Dulu mereka hanya orang sederhana, kemudian suaminya yang merupakan Ayah Elard telah meninggal. itu lah yang membuat keluarganya semakin terpuruk.
Dan akhirnya dengan kerja keras dan pengorbanan Elard membuat wanita paruh baya itu menikmati kemewahan hidup serba ada dan di segani banyak orang.
Setelah pembicaraan mereka berakhir akhirnya Sifanya berpamitan untuk pulang.
"Tante jaga diri ya, ingat kata kata Sifa tante" ucap Sifanya.
__ADS_1
"Iya nak, hati hati di jalan" jawab ibu El, kemudian mereka saling berpelukan dan Sifa pun pergi meninggalkan kediaman Elard.
**
Malam harinya tepat pukul 19.00 Yura akan pergi bertemu dengan Axel. Sebelumnya Axel sudah menghubunginya di sore hari untuk bertemu di salah satu cafe.
Akhirnya Yura pun menyetujuinya, ia akan di antar oleh Leo.
Saat sudah siap tidak lupa yura menggunakan masker yang menutupi separuh wajahnya agar tidak di kenali orang di luar sana.
Saat yura sudah berada di lantai bawah di lihat ibu mertuanya sedang duduk melamun, raut wajahnya tampak murung dan sedih.
Yura tidak tau apa yang ada di pikiran ibu mertuanya.
"Ibu" sapa yura mengejutkan ibu El.
"Yura kemarilah.. ibu ingin bicara padamu" ucap ibu El.
Yura segera menghampiri ibu mertuanya, dan duduk di sampingnya.
"Ada apa bu?" tanya Yura.
Membuat Yura juga merasa tegang, dan jantungnya berdetak lebih cepat. ia takut jika sesuatu yang akan di sampaikan ibu mertuanya akan membuat dia terkejut.
"Katakan bu" sahut Yura.
Ibu El memegang tangan Yura.
"Nak karena kejadian tadi siang membuat ibu sangat kepikiran dan takut.. jadi ibu mengambil keputusan" kata ibu El mulai menjelaslan.
"Keputusan apa bu?" tanya Yura.
"Lebih baik jika kamu dan El berpisah" sambung ibu El.
Dan benar saja kata kata ibu El membuat wanita yang masih berusia muda itu terkejut, seketika jantungnya terasa sakit.
Yura ingin mengucapkan sesuatu, tapi seolah bibirnya beku tidak bisa berkata apa apa.
__ADS_1
"Nak dengarkan ibu, ini demi kebaikanmu El dan juga anak anak kalian nanti" kata ibu el mencoba memberikan pengertian kepada Yura.
"Apa yang ibu katakan itu kelewatan, bukankah ibu sudah merestui kami?" tanya Yura.
"Benar ibu merestuimu agar Elard bahagia, karena ibu lihat Elard bahagia saat bersamamu. tapi ternyata masa lalumu akan membuat Elard hancur, dan pikirkan anak anak kalian. ibu tidak ingin dia di hujat karena memiliki seorang ibu bekas wanita malam" jawab ibu El panjang lebar.
Yura sudah tidak mampu menahan air matanya, buliran bening itu terjatuh dengan bebas membasahi pipinya.
"Nak ibu janji akan menjaga anak anakmu dengan baik, mereka tidak akan kekurangan sedikit pun. dan ibu harap kamu tidak menceritakan ini kepada El" kata ibu El lagi.
"Bagaimana bisa aku tidak menceritakan kepada El, dia suamiku bu dan ini menyangkut pernikahan kita" ucap Yura dengan suara yang sudah mulai bergetar.
"Bukankah kaliah menikah kontrak? dan satu lagi.. kamu juga sudah menandatangani surat perpisahan mu waktu di rumah sakit, ibu masih menyimpannya.. ibu mohon jangan egois Yura" ucap ibu El kemudian pergi meninggalkan yura yang masih terduduk dengan isak tangis.
"Egois?? bukankah selama ini kalian yang egois. hidupku tidak akan menderita jika kalian semua tidak berlaku egois, Aaaggghhh" kata kata Yura terdengar sangat marah, raut di wajahnya terlihat ia sangat kecewa, Yura menyekah air matanya dan terdiam.
Yura melihat jam yang melingkar di tangannya, hampir saja ia lupa jika harus bertemu dengan Axel.
Yura mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya hendak menelpon Leo. namun seketika wanita itu mengurungkan niatnya.
Ia memilih untuk memesan taxi online, tanpa berpamitan kepada ibu mertuanya Yura langsung keluar dari rumah mewah itu.
"Nona akan pergi kemana?" tanya salah satu penjaga yang berjaga di gerbang utama.
"Aku ingin membeli sesuatu, dan sudah menghubungi suamiku" jawab Yura.
"Perlu saya antar nona?" tawar penjaga itu.
"Tidak perlu" sahut Yura
Tanpa berkata lagi yura langsung membuka gerbang itu dan keluar.
Taxi yang di pesannya sudah berada di depan sehingga Yura langsung masuk ke dalam taxi dan meninggalkan rumah mewah tersebut.
*****
happy reading🥰
__ADS_1
jangan lupa like vote n rate 5 yaa🙏
maafkan jika masih ada typo🥰🙏