
"Key, Noah menunggumu dimobil" kata Yura saat Keyla sedang menuruni tangga.
"Noah? Apakah Noah akan mengantarku bi?" Tanya Keyla.
"Iya nak, cepet sana nanti Noah keburu marah karena kamu terlalu lama" jawab Yura.
Tanpa sarapan terlebih dahulu akhirnya Keyla pun berpamitan kepada Yura setelah berpamitan Ia pun segera berlari menghampiri Noah yang sudah menunggu di dalam mobil.
Keyla membuka pintu mobil bagian depan, dan ia segera duduk di samping si beruang kutub.
"Lelet" ucap Noah saat Keyla sudah masuk kedalam mobilnya.
"Maaf, aku masih bersiap" jawab Keyla sambil cemberut. Pagi pagi sudah mendapatkan sarapan dari omelan Noah.
Noah segera menyalakan mesin mobilnya, dan ia segera berlalu meninggalkan rumahnya.
Di perjalanan Noah nampak fokus menyetir.
Sedangkan Keyla mencari sesuatu di dalam tasnya.
"Aaa sepertinya ponselku tertinggal" kata Keyla.
"Noah bisakah kita kembali? Ponselku tertinggal" ucap Keyla kepada Noah.
"Tidak bisa! Kita sudah jauh dari rumah. Kenapa tidak sekalian otakmu yang ketinggalan" sahut Noah namun pandangannya masih fokus kedepan.
"Jahat sekali ucapanmu" gerutu Keyla.
Keyla pun meletakkan tasnya di bangku belakang, saat meletakkan tasnya ia tidak sadar jika rok yang ia pakai sedikit tertarik keatas.
Tentu itu membuat Lutut Keyla terlihat dengan Jelas.
Noah yang menyadari itu langsung memalingkan wajahnya.
**Beraninya Keong ini menggodaku** batin Noah.
"Noah kamu kenapa? Wajahmu merah" tanya Keyla.
Noah hanya terdiam Dia sangat malas menjawab pertanyaan dari Keyla.
Karena Noah tidak menjawab pertanyaannya akhirnya Keyla pun diam dan ia menghadap ke arah jendela mobil tersebut.
Kini mobil Noah berhenti di sebuah butik di pinggir jalan.
"Kenapa berhenti disini?" Tanya Keyla kebingungan.
lagi lagi Noah tidak menjawab ia segera turun dari mobilnya dan meninggalkan Keyla sendirian di dalam mobil, Noah pun masuk ke dalam butik tersebut.
"Apa susahnya menjawab pertanyaanku? Dasar beruang kutub" kesal Keyla.
Beberapa menit kemudian Noah keluar dari butik tersebut, ia membuka pintu mobilnya dan melemparkan Celana hitam di wajah Keyla.
"Cepat ganti ini" kata Noah.
"Noah kamu tidak sopan! Kamu bisa memberikan secara baik baik kan. Lalu untuk apa kamu membeli celana ini buang buang uang saja" ucap Keyla panjang lebar.
"Segera ganti rok jelekmu itu, apa kamu ingin aku yang manggantikannya" ucap Noah sambil mendekatkan wajahnya ke arah Keyla.
Deg!!
__ADS_1
Jantung Keyla saat ini seperti akan lompat dari tempatnya, ia tau jika Noah sebenarnya sedang marah dan kesal.
Namun wajah Noah yang sangat dekat membuat Keyla merasa malu.
"I..iya baiklah, tapi aku ganti dimana?" Tanya Keyla sambil memundurkan tubuhnya.
"Pindah kebelakang, aku akan menunggu di luar" jawab Noah.
Brakk!!!
Noah pun menutup pintu mobilnya ia menunggu di luar.
Keyla segera pindah ke bangku bagian belakang dan ia pun melepas roknya kemudian menggantinya dengan celana yang sudah diberikan oleh Noah.
Keyla sedikit kesulitan karena mobil Noah yang sempit, membuat gadis itu tidak bisa berdiri dengan sempurna.
Setelah bersusah payah akhirnya Keyla sudah selesai mengganti pakaiannya Ia pun memanggil Noah untuk masuk ke dalam mobil.
"Sudah?" Tanya Noah.
"Sudah" jawab singkat Keyla.
Noah kembali masuk ke dalam mobilnya dan ia segera melaju menuju kampus.
"Kenapa aku harus berganti pakaian?" Tanya Keyla, Namun Noah hanya diam.
Keyla berdecak kesal karena Noah sama sekali tidak menjawabnya.
Mobil Noah hampir sampai di kampus, ia menghentikan mobilnya sebelum gerbang kampus tersebut.
"Turun!" Perintah Noah.
"Sekali saja jangan protes, sekarang cepat turun. Berjalan sedikit tidak akan membuatmu kurus" sahut Noah.
"Apa!! Jadi maksudmu aku gendut??" Tanya Keyla dengan nada bicara yang cukup tinggi.
"Bukan gendut, tapi bulat" jawab Noah.
Menyebalkan, batin Keyla.
Gadis itu segera turun dari mobil Noah, ia menutup pintu mobil Noah dengan sangat kasar. Kemudian dengan kesal Keyla berjalan memasuki kampusnya.
"Hahahahahah" Noah tertawa terbahak bahak saat melihat wajah kesal Keyla yang sudah berlalu.
"Gadis bodoh!" Kata Noah.
Setelah Keyla sudah masuk ke dalam kampusnya dan tidak terlihat lagi, Noah pun menyusul memasuki kampus tersebut.
Pria itu memarkirkan Mobilnya di area kampus tersebut.
"Key.." panggil Maylan.
"Hai May" jawab Keyla.
"Aku menghubungimu, tapi kenapa kamu tidak menjawab panggilanku?"
"Ponselku tertinggal May" jawab Keyla.
"Ohh begitu, lalu kenapa wajahmu cemberut seperti itu?" Tanya Maylan yang melihat Keyla cemberut.
__ADS_1
"Tidak apa apa, kita masuk saja ke aula" ajak Keyla.
Dan mereka berdua pun masuk ke dalam aula untuk melanjutkan masa orientasi hari ke dua.
Tepat pukul 8 para senior memasuki gedung aula tersebut.
Seperti biasa mereka akan memberikan beberapa sambutan dan arahan.
Di hari ke dua ini bisa di katakan cukup berat, mereka harus bisa melengkapi tanda tangan para senior.
"Noah kenapa kamu tidak mengikuti ospek?" Tanya Rangga.
"Hal tidak penting seperti itu, sungguh aku tidak tertarik" jawab Noah.
Saat ini Noah dan Rangga berada di Resto yang letaknya tepat di depan kampus.
"Untung saja dekan tau jika kamu putra dari paman Elard" kata Rangga lagi.
"Apa kamu pindah kemari karena gadis itu?" Tanya Rangga dengan hati hati.
"Tidak ada hubungannya dengan gadis bodoh itu, semua karena bundaku" jawab Noah.
Di kampus tersebut memang belum terlaksananya kegiatan belajar mengajar sehingga Noah masih bisa bersantai selama beberapa hari saja berbeda dengan Keyla yang saat ini masih mengikuti ospek sampai besok.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 waktunya Keyla dan Maylan beristirahat.
Mereka segera menuju kantin, karena memang Keyla belum sarapan.
"Lelah sekali Key, untung saja tugas kita selesai" kata Maylan.
"Iya May untung saja, dan untungnya juga aku memakai celana ini" jawab Keyla.
"Apa maksudmu?" Tanya Maylan.
"Tidak May bukan apa apa" ucap Keyla.
Keyla amat beruntung, jika saja Noah tidak membelikan celana baru. Pasti Keyla tadi akan kesusahan mengikuti ospek.
Makanan yang dipesan mereka berdua pun akhirnya sudah tiba, pelayan itu meletakkan 2 porsi makanan dan minuman di atas meja setelah itu Keyla dan Mahlan segera menikmati makanan tersebut.
namun saat sedang asyik makan tiba-tiba seorang pria menghampiri Keyla.
"Boleh bergabung bersama?" Tanya pria itu.
Kedua gadis itu mendongokkan kepalanya dan melihat siapa yang baru saja menghampiri mereka.
"Kak Joy" ucap Maylan sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangannya.
"Boleh kak boleh" jawan Maylan dengan semangat.
Keyla nampak menginjak kaki Maylan.
"Kenapa kamu membiarkannya bergabung berasama kita?" Bisik Keyla.
"Kenapa Key, kesempatan kita buat dekat sama ketua BEM yang super tampan" jawab Maylan.
Keyla tidak habis pikir kepada temannya itu, Keyla hanya bisa menggelengkan kepalanya tanda ia tidak setuju.
_____
__ADS_1
happy reading🥰🥰