Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Hari Pernikahan


__ADS_3

Pagi ini elard sudah siap untuk bekerja, seperti biasa ia akan sangat tampan menggunakan setelan jas, meskipun nampak matanya yang sembab akibat sulit tidur. itu tidak mengurangi paras ketampanan dari elard.


Setelah semuanya sudah siap elard segera keluar dari kamarnya dan menuruni tangga.


Langkah elard terhenti saat melihat ruangan di lantai bawah yang di dekor sangat cantik.


Bunga bunga di tata rapi nan cantik.


serta sebuah dekor kecil yang bertuliskan huruf E&S.


"Ada apa ini?" tanya elard kepada nita.


Nita hanya menundukkan kepalanya tanpa berani menjawab.


Elard memperhatikan beberapa orang yang tengah sibuk menata ruangan itu.


Mata elard berhenti kepada seseorang yang duduk di kursi roda, elard segera menghampirinya.


"Ibu" ucap elard, ibu el menengok ke arah putranya.


"Ibu sudah keluar dari rumah sakit?" tanya elard.


"Iya sayang ibu sudah di ijinkan untuk pulang" jawab ibu el.


"Ibu kenapa pagi pagi di rumahku sudah ramai seperti ini? ada apa ini bu??" tanya elard lagi.


Ibu el meminta agar putranya duduk di depannya, elard pun terjongkok di depan ibunya.


"Nak hari ini adalah hari pernikahanmu dengan sifanya" kata ibu el.


Elard menghembuskan nafasnya secara kasar. ia memijit pelipisnya dengan satu tangan.


Ibu el memperhatikan wajah putranya yang seketika berubah menjadi muram.


"El bukankah semalam kamu mengatakan jika ibu bisa melakukan apa pun" ucap ibu el.


"Ibu mohon nak lakukan ini demi ibu" sambungnya lagi.


Elard segera bangun dari duduknya dan melepas tangan ibunya.


"El berangkat kerja dulu bu" kata elard, namun ibu el menahannya.


"Pernikahan kalian akan di langsungkan pukul 10, jadi kamu tidak perlu berangkat ke kantor, pergilah kekamarmu el sebentar lagi akan ada orang yang membantumu untuk bersiap" jelas ibu el.


Elard benar benar tidak bisa melakukan apa pun, ia pun pergi menuju kamarnya.


Saat akan menaiki tangga elard mengambil vas bunga dan membantingnya ke sembarang arah.

__ADS_1


Membuat orang orang yang berada disana terkejut dan menatap elard dengan takut.


Sedangkan ibu el hanya bisa mengusap dadanya.


**maaf kan ibu nak** batin ibu el.


Elard masuk ke dalam kamarnya, ia membuang tas kerjanya serta membuka jas yang melekat di tubuhnya.


Tidak berapa lama terdengar seseorang mengetuk pintu kamar elard.


"Masuk" jawab elard dari dalam.


Nampak dua pria masuk membawa koper kecil di tangannya.


"Tuan. nyonya memerintahkan kami untuk membantu anda" kata salah seorang dari mereka.


Elard dengan cepat menatap ke dua pria itu.


"Pergi dari kamarku sekarang!!" usir elard.


"Tapi tuan ini adalah perintah nyonya" kata pria itu.


"Apa kalian sudah tuli!! pergi sekarang!!!" bentak elard lagi.


Sontak membuat dua pria itu menciut ketakutan.


Dua pria itupun segera keluar dari kamar elard, dan kembali menemui ibu el.


"Tidak masalah, kalian bisa pergi uang kalian akan segera di transfer" ucap ibu el.


kedua pria itu pun pergi meninggalkan rumah elard.


Sedangkan pagi ini yura sudah bersiap untuk menemui suaminya.


Yura berdiri di depan kaca memperhatikan dirinya sendiri.


"Anak bunda, sebentar lagi kita akan bertemu ayah. apa kamu bahagia?" ucap yura sambil mengusap perutnya yang masih rata.


Ia tidak sabar untuk bertemu dengan suaminya, yura berharap pernikahannya akan menjadi lebih baik. dan tidak akan ada perpisahan setelah satu tahun.


Tidak lama terdengar suara mobil berhenti didepan rumahnya.


Yura segera mengambil paper bag yang sudah di siapkan semalaman, dan ia berjalan menemui axel yang sudah menunggunya.


"Sudah siap?" tanya axel.


"Sudah xel" jawab yura.

__ADS_1


kemudian keduanya masuk ke dalam mobil.


"Boleh aku tau dimana alamatnya?" tanya axel.


"Jalan cendrawasih XX no 20" jawab yura.


Axel nampak tercengang, ia seperti mengenali alamat yang baru saja di ucapkan yura.


"Xel kenapa?" tanya yura yang melihat axel melamun.


"Tidak apa apa" jawab axel.


Axel segera malajukan mobilnya menuju alamat yang baru saja di beri tahu yura.


**mungkinkah?? sepertinya tidak mungkin suami yura... aghh sudahlah** batin axel


Rombongan keluarga sifanya sudah tiba di kediaman elard.


meskipun sifanya tidak memiliki orang tua namun ibu el sangat menyayanginya.


sifa datang bersama paman dan bibinya serta beberapa saudaranya.


Kedatangannya di sambut oleh ibu el.


"Tante... em maksud sifa ibu" kata sifa sambil mencium pipi ibu el.


Sifa nampak sangat cantik menggunakan gaun berwarna merah muda sesuai dengan warna favoritnya.


Ibu el membawa keluarga sifanya untuk masuk ke dalam.


"Leo tolong lihat putraku apa dia sudah siap" perintah ibu el kepada leo.


Leo pun naik ke lantai dua menuju kamar tuannya.


Dengan ragu ragu leo mengetuk pintu kamar elard.


"Tuan bolehkah saya masuk?" tanya leo dari balik pintu.


"Masuklah" jawab elard dari dalam kamar.


Leo pun masuk ke dalam kamar elard, ia terkejut melihat tuannya yang hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendek.


"Tuan nyonya menunggu anda, keluarga nona sifa sudah datang" kata leo.


Elard masih terdiam, ia benar benar tidak menyangka akan menikah dengan sifanya.


*****

__ADS_1


Happy reading🥰 jangan lupa like n vote🥰🥰


maaf jika masih ada typo🙏🙏


__ADS_2