Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Kebandara


__ADS_3

Nara masuk ke dalam kamarnya dan menutupnya dengan kasar.


Ia duduk di sofa sambil melipat kakinya.


Noah membuka pintu kamar adiknya secara perlahan.


Dan ia pun turut duduk didekat Nara.


"Nara.." panggil Noah.


"Kakak pergilah! Aku tidak ingin bicara denganmu" ucap Nara kesal.


Noah mengangkat wajah adiknya dan menghapus air matanya yang sempat menetes.


"Kenapa kamu menangis?" Tanya Noah.


"Kakak bilang ingin kuliah di Amerika, dan aku bersedia ikut bersamamu. Lalu kenapa sekarang kamu membatalkannya? Tega sekali kakak membiarkan aku disana sendirian" ucap Nara.


"Apa kakak membatalkan kuliah di Amerika karena gadis itu?? Karena dia sudah ada disini?" Sambung Nara.


"Gadis?? Gadis siapa yang kamu maksud?" Tanya Noah tidak mengerti.


"Freya" jawab Nara jujur dan singkat.


Bagaimana Nara bisa berfikir semua ini karena Freya, disini Noah dapat mengambil kesimpulan jika adiknya ini tidak begitu menyukai Freya.


"Tidak ada hubungannya dengan dia sayang, kakak tidak jadi pergi karena bunda" jelas Noah.


"Bunda?? Memang kenapa dengan bunda, bukankah bunda sudah memberikan izin bahkan ia setuju kita berdua menempuh pendidikan di Amerika" tanya Nara.


"Iya kakak tau, tapi setelah di pikir pikir kasian bunda sendirian. Kamu tau kan Ayah sekarang sering keluar kota, jika kita di Amerika lalu siapa yang akan menjaga bunda. Kamu tidak perlu khawatir akan ada Damar yang menjagamu disana" jelas Noah.


Sebenarnya sangat berat pergi sendiri ke Amerika tanpa Noah. Mereka terbiasa bersama sama selama ini.


Namun apa yang di katakan Noah ada benarnya.


Setelah lama berfikir akhirnya Nara setuju dengan keputusan kakaknya.


Ya begitulah Nara, dia tidak pernah bisa melawan apa yang di katakan kakaknya.


"Kalau begitu kita turun kita bicarakan semua ini dengan bunda dan Ayah" ucap Noah.


"Iya baiklah" Noah memegang tangan adiknya untuk turun kembali.


Sejujurnya Noah juga tidak bisa meninggalkan adiknya, ia tidak bisa berada jauh dari Nara.


Namun ini harus ia lakukan karena suatu hal, dan hanya Noah lah yang tau.


"Kak tunggu!" Kata Nara menghentikan langkahnya.


"Ada apa?" Tanya Noah.


"Lebih baik besok saja kita bicara dengan ayah dan bunda, saat ini masih ada paman dan bibi. Tidak baik jika membahas masalah pribadi ini didepan mereka" kata Nara.


"Iya kamu benar, ternyata adikku ini lebih dewasa ya" ucap Noah sambil mencium pucuk kepala adiknya.


Noah dan Nara kembali berkumpul bersama yang lain. Yura memperhatikan wajah ke dua anaknya yang terlihat baik baik saja.


Yura akan menanyakan hal ini saat keluarga Axel sudah pulang.


Jam sudah menunjukkan pukul 23.00.


Malam ini Axel tinggal disana.


Axel dan Jeny tidur di kamar tamu, sedangkan Freya tidur bersama Nara di kamarnya.


Malam itu tiba tiba Noah terbangun, ia duduk di balkon kamarnya.


Semenjak pulang dari Yayasan perasaan Noah tidak tenang.

__ADS_1


"Gadis bodoh!" Sahut Noah.


"Semoga keputusanku sudah tepat" ucap Noah sambil menatap ke langit yang penuh dengan bintang.


Noah menghembuskan nafasnya secara perlahan, nampak senyuman kecil terukir di wajah Noah saat ia teringat akan sesuatu.


***


Pagi hari menjelang, keluarga Axel bersiap untuk kembali ke apartemennya.


Sebenarnya Yura meminta mereka untuk sarapan terlebih dahulu. Namun mereka menolaknya.


"Kakak aku pulang ya, pasti aku akan sering main kesini" kata Freya kepada Noah.


"Iya sayang, kamu bisa sering sering main kesini" ucap Yura.


Akhirnya Axel pun pergi meninggalkan rumah Elard.


Elard Yura dan kedua anaknya kembali masuk ke dalam rumahnya.


Mereka duduk di ruang keluarga karena akan ada yang di bicarakan.


"Noah, bunda sudah cerita kepada ayah jika kamu membatalkan keberangkatanmu ke Amerika. Ada apa nak?" Tanya Elard.


"Iya ayah, Noah ingin kuliah di sini sekaligus menjaga bunda. Bukankah ayah sering keluar kota, maka dari itu Noah membatalkannya" jelas Noah.


"Nak bunda tidak masalah, asalkan kamu bisa meneruskan pendidikanmu sesuai yang kamu mau. Bukankah kamu sangat ingin kembali ke Amerika, dan bagaimana dengan Nara dia pasti sendirian disana" ucap Yura menepuk bahu Noah.


Padahal sebelumnya Yura tau jika Noah sangat ingin menempuh pendidikan di Amerika, itulah yang membuat Yura heran karena tiba tiba anaknya membatalkan keberangkatannya.


"Aku berubah pikiran bunda, aku tidak akan berangkat. Akan ada Damar yang manjaga Nara disana, setiap satu bulan sekali aku akan mengunjungi Nara" imbuh Noah.


"Benar ya kak" ucap Nara.


"Iya adikku sayang" balas Noah.


Dan pada akhirnya Elard beserta Yura tidak bisa mencegah keputusan anaknya.


***


Hari keberangkatan Nara pun telah tiba, mereka semua bersiap untuk mengantar Nara ke bandara.


Namun sebelum menuju bandara Nara meminta agar lebih dulu berkunjung ke yayasan.


Setelah 15 menit perjalanan akhirnya mereka telah tiba di yayasan.


Nara menemui Keyla, sebelumnya Nara mengatakan jika hari ini dia akan berangkat.


Dan berniat membawa Keyla ke bandara bersamanya.


"Kamu sudah siap?" Tanya Nara.


"Sudah, aku akan menemui ibu untuk berpamitan" kata Keyla.


Keyla segera menemui ibu Rahma dan berpamitan untuk mengantar Nara ke bandara, dan ibu Rahma pun mengijinkannya.


"Masuklah" kata Nara, ia meminta Keyla untuk masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.


"Tidak Nara, lebih baik kamu dulu yang masuk" ucap Keyla.


Karena jika Keyla yang masuk lebih dulu, itu artinya ia akan duduk di sebelah Noah.


"Tidak! Kamu dulu " Nara menolak, ia tetap memaksa Keyla masuk terlebih dahulu.


Noah yang kesal memperhatikan mereka berdebat akhirnya angkat suara.


"Kalian sampai kapan akan berdebat!!" Ucap Noah.


Tidak ingin membuat Noah semakin kesal akhirnya Keyla masuk lebih dulu.

__ADS_1


Dengan hati hati ia duduk di samping Noah.


Kemudian Nara menyusul masuk.


"Berangkat ayah" ucap Nara dan Elard segera melajukan mobilnya menuju bandara.


Selama perjalanan Keyla merasa kikuk.


Bagaimana tidak, ia harus bersebelahan dengan pria dingin yang mampu bertahan diam seharian.


Keyla menatap ke arah Nara yang sedang asik mendengarkan musik melalui earphone.


Dengan ragu ragu Keyla melihat Noah yang hanya diam menatap jalanan.


"Noah" panggil Keyla pelan.


"Hmm" balas Noah tanpa melihat Keyla.


"Nara bilang kamu tidak jadi berangkat ke Amerika, kenapa?" Tanya Keyla.


Noah langsung menatap ke arah Keyla dengan tajam.


"Maaf aku tidak akan bertanya lagi" Keyla langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


Perjalanan menuju bandara cukup lama, memakan waktu satu jam lebih.


Keyla merasa bosan ia pun mengambil cemilan dari dalam tasnya.


"Kamu mau?" Tawar Keyla kepada Noah.


"Tidak" tolak Noah.


**Sabar keyy sabar** batin Keyla.


"Bibi dan paman aku membuat keripik pisang, apa kalian mau mencobanya" karena Noah menolak akhirnya Keyla menawarkan cemilan itu kepada Yura dan Elard.


"Boleh nak" Yura pun mengambil cemilan yang di berikan Keyla lalu memakannya, Yura menyuapkan keripik tesebut kepada Elard.


"Wow!! Kamu sendiri yang membuatnya?" Tanya Elard, karena keripik yang baru saja dimakannya rasanya sangat enak.


"Iya paman, aku membuatnya sendiri kemudian aku jual secara online" jawab Keyla yang bangga karena keripiknya mendapatkan pujian.


"Ini sangat enak nak, kamu benar benar kreatif ya. Bibi doakan usahamu semakin sukses" ucap Yura sambil menikmati keripik di tangannya.


"Aamiin... Terima kasih bibi" balas Keyla.


"Apa itu? Aku mau dong" kata Nara yang sudah selesai mendengarkan musik.


Keyla memberikan satu bungkus kepada Nara, dan Nara langsung membukanya.


Nara memakan keripik itu dengan sangat lahap.


"Hmmm enak sekali Key, kakak mau mencobanya?" Tawar Nara kepada Noah yang sedari tadi hanya diam.


"Ti..tidak" ucap Noah.


"Cobalah kak, ini sungguh enak" paksa Nara memberikan satu bungkus lagi kepada kakaknya.


Dengan ragu ragu Noah pun mengambil keripik itu dan memasukkan kedalam tasnya.


"Loh kok tidak di makan kak?" Tanya Noah.


"Malas" jawab Noah kemudian ia menyandarkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan jaketnya


"Huhh kakak selalu seperti itu" kesal Nara.


Akhirnya mereka sudah sampai di bandara, disana sudah ada Damar yang menunggu kedatangan mereka.


_____

__ADS_1


happy reading🄰


__ADS_2