
Seluruh pasukan telah dikerahkan untuk mencari Sifa.
Entah kemana Sifa membawa Nara pergi, hatinya sedang gelisah pikirannya kacau. Elard sangat khawatir jika Sifa akan melakukan tindakan yang bodoh.
"El ada apa? kenapa wajahmu terlihat khawatir?" tanya Yura kepada Elard.
"Sifa membawa Nara pergi" jawab Elard.
"Pergi? maksudmu kabur atau bagaimana El?" Yura pun ikut panik.
"Sepertinya begitu, aku berharap Sifa tidak melakukan hal bodoh" ucap Elard.
Di dalam mobil, Sifa mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
ia tidak perduli jika di sampingnya ada seorang anak kecil yang ketakutan.
"Mommy pelankan mobilnya, Nala takut" ucap Nara.
Namun Sifa tidak memperdulikannya, ia terus melaju.
Kini mobilnya sudah keluar dari pusat perkotaan, Sifa menuju ke sebuah puncak.
Akhirnya mobilpun berhenti.
Sifa turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Nara.
"Nara ikut mommy" ajak Sifa sambil menarik tangan Nara.
"Kita mau kemana mom?" Nara mencoba memperhatikan sekitar.
Ia seperti mengenali tempat itu, ternyata itu adalah puncak dimana terdapat Vila milik keluarga Sifa.
Beberapa kali Sifa membawa Nara berlibur kesana.
"Mommy apa kita akan berlibur?" tanya Nara.
"Iya sayang, kita berdua akan berlibur. hanya kita berdua" jawab Sifa penuh arti.
Ceklek...
Sifa membuka pintu vila tersebut, biasanya akan ada pelayan yang mengurus villa itu.
Namun khusus hari ini Sifa meminta mereka untuk libur, di sana hanya ada Nara dan Sifa.
"Kita mandi dulu ya" kata Sifa.
Sifa membawa Nara ke sebuah kamar yang didalamnya juga terdapat kamar mandi.
"Mommy akan memandikanmu" Nara sedikit bingung. karena semenjak usianya 5 tahun Sifa sudah tidak pernah memandikan Nara.
"Nala bisa mandi sendili mom" ucap Nara.
"Tidak untuk hari ini, mommy akan memandikanmu" ucap Sifa dan Nara menuruti keinginan mommynya.
Selama memandikan Nara, Sifa terus saja menangis.
Berkali kali Sifa berusaha menghapus air matanya.
"Mommy kenapa menangis? apa Nala nakal?" tanya Nara.
"Tidak nak, Nara anak mommy yang paling baik dan pintar. Nara sayang kan sama mommy?"
"Iya mom, Nala sayang banget sama mommy" jawab Nara, anak polos itu tidak mengerti apa yang telah terjadi kepada orang tuannya.
__ADS_1
Dia akan menuruti apapun yang di katakan Sifa.
Sudah 15 menit akhirnya Sifa sudah selesai memandikan Nara.
Tak lupa Sifa memakaikan gaun yang sangat cantik untuk putrinya itu.
Rambutnya di sisir dengan sangat rapi.
"Mommy kita mau kemana? kenapa Nala memakai baju seperlti ini?" tanya anak itu lagi.
"Apa Nara lupa jika sekarang adalah ulang tahun mommy? mommy ingin merayakan bersama Nara" jawab Sifa.
"Maafkan Nala yang melupakan ulang tahun mommy" Nara menundukkan kepalanya, tanda ia sangat menyesal karena melupakan ulang tahun mommynya.
"Tidak masalah sayang, kita akan merayakannya bersama. Ayo kita pergi" Kini Sifa membawa Nara masuk ke dalam mobil.
ia melanjukan mobilnya menuju ke suatu tempat tidak jauh dari vila miliknya.
Mobil berhenti di sebuah puncak yang sangat indah.
Terdapat banyak pepohonan yang terlihat begitu sejuk.
"Nara bantu mommy ya" Nara pun membantu sifa membawa tikar yang berukuran kecil, ia mengeluarkan semua barang barangnya yang berada di mobil.
Memang hari ini Sifa berencana merayakan ulang tahunnya bersana Elard dan Nara.
Namun keinginannya pupus setelah Yura kembali ke rumah Elard.
Sifa begitu sangat marah, sehingga ia hanya akan merayakan ulang tahunnya bersama Nara.
Semua sudah di tata dengan rapi, tikar di letakkan di atas rumput hijau yang masih basah karena bekas hujan semalam.
berbagai makanan juga sudah di tata.
"Nara sekarang lakukan panggilan vidio call dengan ayah, katakan padanya jika kita sekarang bersenang senang" ucap Sifa, ia pun memberikan ponselnya kepada Nara.
Sesuai perintah Sifa, Nara segera melakukan panggilan vidio dengan sang ayah.
Cukup lama Elard tidak mengangkat panggilannya, Nara mencobanya sekali lagi dan akhinya Elard pun menjawab panggilan tersebut.
"hallo ayahh... ini Nala" Nara menyapa Elard lebih dulu.
"hallo nak, kamu dimana? kemana mommy membawamu. ayah sangat khawatir nak"
"Nala sedang bersama mommy, kita merayahkan ulang tahun mommy"
ulang tahun?? Elard sedikit kebingungan.
Kenapa tiba tiba Sifa membawa putrinya untuk merayakan ulang tahunnya tanpa memberi tahukan dirinya.
"sekarang dimana mommy? ayah ingin bicara kepadanya"
Nara memberikan ponsel tersebut kepada Sifa.
"ada apa El? kenapa kamu terlihat khawatir?" tanya Sifa seolah tidak bersalah.
"katakan kamu dimana? kenapa kamu membawa putriku. segera kembali!!!" perintah Elard.
"hahaha.... ada apa denganmu? aku sedang bersenang senang dengan putriku. lihatlah puncak ini, begitu indah kan"
Sifa memutar mutar ponselnya, ia menunjukkan alam di sekitarnya.
hingga kamera tersebut berhenti di sebuah Jurang yang sangat tinggi.
__ADS_1
"baiklah El, bukankah kamu tidak tertarik dengan kehidupanku. maka dari itu aku ingin bersenang senang bersama Nara, kita akan menghabiskan waktu hanya berdua"
Tut...
Sifa pun mengakhiri panggilannya.
"Menghabiskan waktu berdua? apa maksudnya??" Elard bertanya tanya kepada dirinya sendiri, ia mencoba mencerna segala ucapan Sifa.
"El bagaimana apa kamu tau keberadaan Sifa?" tanya Yura.
"Aku belum..." Elard menghentikan ucapannya.
Ia teringat akan sesuatu, Elard mengingat kembali tempat dan suasana dimana kini Sifa berada.
Di saat melakukan panggilan video tersebut Elard seperti mengenali tempat itu tempat yang menurutnya tidak begitu asing.
"Villa!" ucap Elard pria itu akhirnya mengingat jika dulu semasa mereka berdua berpacaran Sifa pernah membawa Elard liburan ke sebuah Puncak di mana terdapat villa di sana yang tidak lain adalah Villa milik keluarga Sifa.
"Vila apa El?" tanya Yura.
"Aku tau mereka dimana" ucap Elard.
Elard segera mengeluarkan ponselnya kembali, kemudian ia menghubungi Leo dan beberapa anak buahnya untuk segera berkumpul di rumahnya. beberapa menit kemudian akhirnya mereka semua sudah berada di rumah Elard.
"Lalu bagaimana Tuan?" tanya Leo.
"Kita semua akan pergi kesana" jawab Elard.
"El aku ikut" ucap Yura.
"Iya baiklah, tapi kita tidak bisa membawa Noah" kata Elard.
Akhirnya Yura pun setuju untuk tidak membawa Noah ia menitipkan Noah kepada Nita.
Setelah itu mereka masuk kedalam mobilnya masing-masing, mereka menggunakan 2 mobil.
mobil pertama terdapat Elard Yura dan Leo kemudian di mobil kedua terdapat para anak buah Elard
Letak Puncak tersebut cukup jauh itu menyebabkan perjalanan mereka cukup lama untuk sampai ke Puncak tersebut.
***
"Tiup lilinnya... tiup lilinnya.. tiup lilinnya sekarang juga.. sekarang juga.. sekarang jugaa...." Sifa dan Nara bernyanyi, seraya Sifa meniup lilin tersebut.
Mereka pun bertepuk tangan.
"Mommy selamat ulang tahun, Nala sayang banget sama mommy" ucap Nara.
"Mommy juga sayang banget sama Nara".
Mereka berdua saling berpelukan.
Kini Sifa kembali meneteskan air matanya.
**ini akan menjadi ulang tahun terakhirku, aku tidak mampu kehilangan Elard dan juga Nara. aku ingin hidup bersama mereka berdua, namun jika Elard lebih memilih wanita ****** itu. maka aku akan hidup bersama putriku untuk selamanya**
"Mommy jangan menangis" Nara menghapus air mata Sifa.
"Mommy bahagia sayang" Sifa kembali mengecup kening Nara.
*****
happy reading🥰
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan Like komen dan rate 5 ya.. maaf jika masih banyak typo🙏