
Mata kuliah pertama Keyla pun berakhir, ia ingin segera menemui Nara yang sedang menunggunya di perpustakaan.
"Key mau kekantin bersamaku?" Tanya Gina, ia melihat jika Keyla sedikit kesepian tanpa sahabatnya itu.
"Boleh Gin, tetapi aku hanya ingin membeli air mineral kemudian pergi ke perpustakaan" jawab Keyla.
"Baiklah... Ayo!" Ajak Gina.
Mereka berdua pun segera keluar dari ruangannya dan berjalan menuju kantin kampus tersebut.
Namun sebelum sampai kantin Keyla merasa ingin buang air kecil terlebih dahulu.
"Gina kamu jalan duluan saja, aku ingin ke toilet" kata Keyla.
"Kalau begitu aku tunggu kamu di kantin ya Key" ucap Gina dan Keyla mengangguk.
Keyla masuk ke dalam toilet tersebut, setelah buang air kecil Keyla merapikan rambutnya di depan washtafel tersebut.
"Sepertinya aku perlu memotong rambutku" gumam Keyla saat melihat dirinya dalam pantulan cermin besar itu.
"Urat malumu yang harusnya di potong!" Kata seorang gadis yang tiba tiba masuk ke dalam toilet tersebut, Keyla membalikkan tubuhnya dan melihat pemilik sumber suara tersebut.
"Dona..." Ucap Keyla saat melihat gadis itu berdiri tepat di belakangnya.
"Apa yang kamu bilang tadi??" Tanya Keyla.
"Yang perlu di potong urat malumu... Bukan rambutmu itu yang baru saja aku katakan" jawab Dona.
Keyla sedikit menaikkan sebelah alisnya mendengarkan ucapan Dona.
"Aku tidak mengerti maksudmu, dan aku tidak perduli" ucap Keyla.
Tak ingin ambil pusing Keyla pun beniat untuk segera keluar dari toilet tersebut, Keyla masih belum mengetahui masalah apa yang sudah terjadi antara Dona dan Maylan.
"Tunggu..!" Dona memegang tangan Keyla, membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
" Ada apa lagi? "Tanya Keyla kepada Dona
"Apakah kamu tidak ingin tahu kebenarannya yang selama ini telah disembunyikan di belakangmu?" ucap Dona.
"Aku tidak berminat mendengar apapun yang keluar dari mulutmu" sahut Keyla.
"Ohh benarkah..? Sekalipun itu kebenaran tentang sahabatmu si Maylan itu.. huh.!" Kata Dona.
"Maylan... Ada apa dengannya?" Tanya Keyla yang sudah penasaran.
Dona menyunggingkan senyumannya, akhirnya Keyla mau mendengarkan cerita yang akan keluar dari mulutnya.
"Apa suamimu tidak memberitahukan yang sebenarnya?? Suami macam apa yang menyembunyikan masalah sebesar ini" Dona semakin menarik ulur gadis itu, ia ingin tau reaksi apa yang akan di tunjukkan Keyla saat ia mendengar nama suaminya dan juga sahabatnya di sebut.
__ADS_1
"Jangan bertele tele!! Aku sama sekali tidak ada waktu untuk mendengarkanmu lebih lama" kata Keyla Kesal.
"Sabar Keyla... Bukankah kamu harus menjaga kandunganmu ini, jangan emosi"
Bagaimana bisa Dona mengetahui tentang kandungannya, Keyla semakin cemas saat berhadapan dengan gadis itu. Ia harus benar benar berhati hati, jika sampai Dona mencoba untuk menyakitinya.
Dona melihat raut wajah Keyla, terlihat jelas jika Keyla sedang takut dan bingung.
"Sahabatmu, si Maylan dia sudah di skorsing dari kampus ini selama satu semester" kata Dona.
"Apa..!!! Bagaimana bisa Maylan di skorsing?? Hentikan omong kosongmu" jawab Keyla.
"Untuk apa aku berbohong! Dia di skorsing dari kampus ini bersama denganku. Kamu tau apa sebabnya??" Tanya Dona dan Keyla hanya diam saja, karena memang gadis itu tidak tau apa apa.
"Karena Maylan telah bekerja sama denganku untuk membuat nama baikmu tercoreng beberapa minggu yang lalu, itu sebabnya dia di skorsing" jelas Dona.
Keyla menggelengkan kepalanya, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Dona.
Bagaimana bisa sahabatnya sendiri melakukan hal seburuk itu kepada dirinya.
"Cihh!!! Kamu pikir aku anak kecil yang bisa di bodohi olehmu. Maylan adalah sahabatku, dia tidak akan mungkin berbuat hal semacam itu" bantah Keyla.
"Jangan terlalu naif kamu, lihatlah dimana Maylan sekarang! Dia tidak ada dikampus karena di skors, kamu yang bodoh karena terlalu percaya kepadanya"
"Dan lebih parahnya... Noah lah yang melaporkan hal itu kepada Rektor, sehingga aku dan Maylan di skors bersamaan" sambung Dona.
Jantung Kayla benar-benar berdetak sangat kencang setelah mendengarkan penjelasan dari Dona. sulit dipercaya jika sahabatnya telah menghianati nya ditambah lagi sang suami yang sudah mengetahui kebenaran ini dan sama sekali tidak beritahu dirinya.
Kaki Keyla terasa lemas, keringat dingin pun membasahi keningnya.
Gadis itu terkejut sehingga membuat perutnya kembali terasa sakit.
**Bagus!!! Sepertinya dia sudah mulai tertekan, itu akan semakin memperburuk keadaannya** batin Dona tersenyum licik.
"Baiklah aku akan pergi, aku tidak bisa berlama lama disini" ucap Dona kemudian hendak pergi meninggalkan Keyla yang sudah merintih kesakitan
"Do..dona tunggu, tolong bantu aku menuju ruang kesehatan" ucap Keyla tertatih.
"Apa!! Aku mengantarmu ke ruang kesehatan?? Itu sangat membuang waktuku, bukankah kamu gadis yang kuat silahkan kamu berjalan sendiri" jawab Dona kemudian ia segera pergi.
"Aawww" pekik Keyla, gadis itu sedikit membungkukkan tubuhnya karena sudah tidak mampu menahan rasa sakit tersebut, Hingga untuk berjalan saja Keyla kesusahan.
***
"Rangga bukankah ini sudah jam istirahat?" Tanya Nara.
"Iya Nara, justru itu aku berada disini menemanimu" jawab Rangga.
"Lalu dimana Keyla? Dia mengatakan akan menamuiku disini setelah jam istirahat. Ini sudah hampir 10 menit tapi dia tidak kemari" kata Nara yang terus saja mondar mandir di dalam perpus tersebut.
__ADS_1
"Mungkin Key..." Belum selesai menjawab tiba tiba ponsel Rangga berdering.
Rangga segera mengeluarkan ponselnya dari dalam kantung celananya tersebut.
Tertera nama Noah disana.
"Noah menghubungiku" kata Rangga.
"Jawab saja" ucap Nara.
Rangga pun segera menjawab panggilan tersebut .
"Iya Noah ada apa?" Tanya Rangga.
"Dimana istriku!! " Teriak Noah, Rangga sampai menjauhkan ponselnya dari telinganya karena suara Noah yang menggelegar dan menusuk gendang telinganya tersebut.
"Aku tidak tau Noah, aku dan Nara juga sedang menunggunya di perpus" jawab Rangga.
"Cari dia!! Aku sudah menghubunginya berkali kali tetapi dia tidak menjawab panggilanku" sahut Noah dari balik telepon tersebut.
"Mungkin dia masih ada tugas, maka dari itu dia tidak menjawab panggilanmu" sahut Rangga.
"Sesibuk apapun, dia tidak pernah mengabaikan panggilanku. Cepat cari istriku sekarang!!" Perintah Noah serius.
"Noah mungkin Keyla..."
"Berani mambantah? Jika terjadi sesuatu padanya maka kamu yang akan bertanggung jawab" ancam Noah.
"I.iiya baiklah"
Noah pun langsung mengakhiri panggilan tersebut.
"Ada apa Ga? Kenapa kamu panik?" Tanya Nara.
"Noah memintaku untuk mencari Keyla, karena berkali kali Keyla tidak menjawab panggilan dari Noah"
"Lebih baik kita cari saja Key, perasaanku juga tidak enak" ucap Nafa.
"Baiklah"
Mereka segera merapikan buku buku yang tadi di bacanya, kemudian mereka segera keluar dari perpustakaan tersebut.
Lebih dulu Rangga dan Nara pergi menuju kelas Keyla, namun meraka tidak melihat adanya Keyla disana.
"Key tidak ada di kelasnya, apa mungkin dia ada di kantin??" tanya Nara.
"Aku juga tidak tau, coba saja kita pergi ke kantin" ajak Rangga.
_____
__ADS_1
happy readingš„°