Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Mengungkap Pernikahannya


__ADS_3

Ruang kesehatan berada di lantai satu, sehingga mereka harus menuruni lift itu kembali.


"Duduklah aku akan mengganti perban mu" kata Joy.


Keyla pun duduk di sebuah bangku yang berada di ruang kesehatan tersebut.


Joy mengambil kotak P3K kemudian dengan hati hati ia pun mengganti perban di lutut Keyla.


"Tahan sedikit, mungkin ini sedikit sakit" kata Joy.


"Iya kak"


Tidak berapa lama Joy sudah selesai mengganti perban Keyla, saat ia hendak berdiri Joy melihat sebuah cincin melingkar di jari manis gadis itu.


Namun Joy tidak ingin terlalu memikirkannya dan berasumsi.


"Terima kasih kak" ucap Keyla.


"Sama sama, aku akan mengantarmu ke kelas" kata Joy.


"Jangan kak tidak perlu, aku akan menunggu Maylan dan berjalan bersamanya" kata Keyla.


Akhirnya Joy pergi lebih dulu, sebenarnya Keyla tidak sedang menunggu Maylan karena ia merasa tidak enak jika terus berjalan bersama Joy.


Terlebih lagi banyak gadis di kampus tersebut yang menyukai Joy.


Keyla berjalan menuju kelasnya, sesampainya di dalam kelas Maylan sudah menunggunya.


"Key, akhirnya kamu masuk juga. Aku kesepian tidak ada dirimu" kata Maylan sambil memeluk Keyla.


"Benarkah, sepertinya kamu hanya menggodaku" balas Keyla.


"Benar Key, aku kesepian kamu tidak ada eh kenapa kakimu?" Tanya Maylan saat melihat kaki Keyla di perban.


"Jatuh dari tangga" jawab Keyla.


Pelajaran pun di mulai, sepanjang kelas berlangsung Maylan sangat penasaran kenapa Keyla sampai cuti beberapa hari.


Keyla berusaha menutupinya agar sahabatnya itu tidak tau jika dirinya sudah menikah.


"Acara keluarga apa?" Tanya Maylan.


"Iya.. acara keluarga, pernikahan saudaraku" jawab Keyla berbohong.


"Saudaramu yang menikah atau kamu?" Tanya Maylan menyelidik dengan tatapan curiga.


Keyla memalingkan wajahnya, jika dia berbohong pasti akan terlihat jelas di wajah polos Keyla.


"Saudaraku" jawab Keyla gugup.


"Lalu ini apa?" Maylan mengangkat tangan Keyla yang memakai cincin di jari manisnya.


"Kemarin kamu belum menggunakannya, katakan kamu kan yang menikah" paksa Maylan.


"Sttt diamlah!" Keyla kembali fokus ke depan, ia bingung harus menjawab apa.


Temannya itu pasti sudah curiga.


Haruskah ia menceritakan kepada sahabatnya itu, namun ia sudah berjanji kepada Noah untuk tidak mengatakan kepada siapa pun.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, ini saatnya jam istirahat.

__ADS_1


Keyla terpaksa harus diam di kelasnya karena ia ingat pesan Noah untuk tidak pergi kemanapun.


Maylan akhirnya pergi ke kantin membelikan beberapa cemilan untuk Keyla.


Di kantin Maylan melihat Noah sedang duduk bersama Dona.


"Itu bukankah pria yang bernama Noah, dengan siapa dia kenapa dia selalu bersama gadis itu" gumam Maylan yang terus memperhatikan ke duanya.


Cekrek!!


Maylan mengambil foto mereka berdua dan akan menunjukkannya kepada Keyla.


Maylan yakin jika antara Keyla dan Noah ada hubungan yang lain.


Setelah membeli beberapa cemilan Maylan kembali menuju kelasnya.


Di kelas, Keyla memainkan ponselnya.


Dan tiba tiba ada satu pesan masuk.


"Noah" ucap Keyla saat melihat Nama Noah yang ada di ponselnya.


"Aku suka minum hot lemon di pagi hari"


Begitulah isi pesan Noah kepada Keyla.


"Baiklah, kita akan beli lemon sebanyak mungkin" balas Keyla.


Kemudian Keyla meletakkan ponselnya, dan Keyla tersenyum setelah membaca pesan dari Noah.


Secara tidak langsung ia memberitahukan kesukaannya kepada Keyla.


"Key.. key.." Maylan berlari menuju Keyla membuat gadis itu membuyarkan lamunannya.


"Lihatlah" Maylan memperlihatkan ponselnya dimana terdapat foto Noah bersama Dona di kantin.


Deg!!!


Jantung Keyla berdegup kencang, entah mengapa ia merasa sangat kesal melihat foto tersebut.


Raut wajahnya seketika berubah menjadi masam.


"Lalu?" Tanya Keyla mencoba setenang mungkin.


"Kamu yakin kalian berdua tidak ada hubungan khusus?" Tanya Maylan yang masih yakin jika sahabatnya itu memiliki hubungan dengan Noah.


"Kenapa kamu menanyakan hal itu lagi?" Tanya Keyla.


"Karena aku yakin, sangat yakin! Jika kalian memiliki hubungan" jawab Maylan.


"Sebenarnya..." Keyla pun menceritakan jika sebenarnya dirinya sudah menikah dengan Noah.


Karena usianya yang masih sangat muda terpaksa mereka merahasiakan pernikahan tersebut.


"Apa!! Jadi kalian sudah menikah" Maylan terkejut.


"Sttttt kecilkan suaramu" Keyla menutup mulut Maylan agar ia mengecilkan suaranya.


"Iya maaf Key, aku benar benar terkejut. Lalu kenapa kamu tidak marah jika suamimu bersama gadis lain?" Tanya Maylan.


"Hufhh bukannya tidak marah, hanya saja aku ingin berfikir dewasa. Mungkin saja mereka berteman dan tidak lebih" jawab Keyla.


Sejujurnya ia sangat kesal dan ingin sekali marah.

__ADS_1


Namun untuk apa dia marah, jika Noah saja sama sekali tidak keberatan jika gadis itu terus saja menempel kepadanya.


***


Keyla berada di parkiran, ia sedang menunggu Noah karena mereka berencana untuk pergi ke supermarket.


"Maaf lama aku sedang menyelesaikan tugas tugasku" kata Noah yang baru saja tiba.


"Tidak masalah Noah, aku tidak terlalu lama menunggumu" jawab Keyla.


"Baiklah cepat naik" Noah membukakan pintu untuk Keyla dan mereka segera melaju meninggalkan kampus tersebut.


Di sudut yang lain Joy sedang berdiri menyaksikan kepergian Keyla bersama pria yang ia kenal dengan Noah.


"Baguslah jika dia baik baik saja" kata Joy.


Joy berniat membawakan makanan untuk Keyla, saat ia hendak menuju kelas nya Joy melihat Keyla berada di parkiran dan pergi bersama Noah.


Joy pun membuang makanan tersebut, dan segera meninggalkan tempat itu.


"Bagaimana luka mu?" tanya Noah.


"Sedikit membaik" jawab Keyla.


Keyla sebenarnya masih malas untuk bicara dengan Noah, karena masih mengingat foto yang ada di ponsel Maylan.


Noah memperhatikan lutut Keyla, dan sepertinya perbannya berbeda.


"Apa kamu mengganti perban mu?" tanya Noah.


"Iya" jawab Keyla cuek.


"Siapa yang menggantinya?" tanya Noah lagi.


"Apa pentingnya bagimu Noah?" bukannya menjawab Keyla malah bertanya balik.


pertanyaan macam apa itu, Noah heran kenapa Keyla bisa bicara seperti itu.


"Aku suamimu, tentu aku ingin tau" sahut Noah.


"Bukankah kamu tidak menganggap pernikahan ini" gumam Keyla namun masih bisa di dengar oleh Noah.


Noah hanya mendengus kesal dengan ucapan Keyla.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di sebuah supermarket, Noah membantu Keyla untuk turun dari mobil.


"Kamu kuat berjalan?" tanya Noah.


"Iya tenang saja" jawab Keyla.


Mereka berdua pun segera mengambil beberapa kebutuhan rumah tangganya, sebelumnya Noah sudah mencatat kebutuhannya di dalam ponselnya dengan sangat terperinci.


seharusnya Keyla lah Yang harus mengetahui apa saja yang akan dibelinya.


"Woww kamu detail sekali" ucap Keyla yang melihat catatan di ponsel Noah.


"Tentu, aku bukan sepertimu yang lambat dalam segala hal" sahut Noah membanggakan dirinya.


"Kesalahanku telah memujimu" gerutu Keyla.


_____


happy reading🥰

__ADS_1


maaf jika masih ada typo bertebaran 🙏


__ADS_2