
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 itu artinya Elard dan Yura akan segera berangkat ke luar kota, mereka berdua sudah bersiap 2 koper berukuran sedang sudah dimasukkan ke dalam bagasi mobilnya.
kali ini Yura dan Elard hanya akan pergi berdua tanpa Leo karena Leo harus mengurus perusahaan selama Elard pergi.
"Hati hati ya nak dirumah" ucap Yura kepada Noah.
"Bunda dan ayah yang hati hati selama di perjalanan" jawab Noah.
Yura Elard pun memeluk tubuh putranya setelah itu dia tidak lupa berpamitan kepada Keyla.
"Bibi dan paman pergi dulu ya" ucap Yura.
"Iya bibi, hati hati di jalan dan segera kembali" balas Keyla.
Setelah selesai berpamitan Elard dan Yura masuk ke dalam mobilnya.
Setelah mobil ayahnya keluar dari pekarangan rumahnya dan tidak terlihat lagi Noah langsung masuk ke dalam rumahnya dan disusul oleh Keyla.
Di dalam rumah itu tersisa lah Noah, Keyla dan beberapa pelayan yang yang mengurus kebersihan rumah tersebut dan ada juga penjaga namun penjaga itu berada di luar rumah.
Mereka berdua masuk kedalam kamarnya masing-masing.
Keyla berjalan menuju balkon kamarnya, ia mengambil ponselnya dan menghubungi Nara.
Karena Keyla sangat rindu dengan Nara, akhirnya Keyla melakukan panggilan vidio.
"Hallo Keyla!!!!" Ucap Nara heboh di seberang sana.
"Hallo Nara, bagaimana kabarmu?" Tanya Keyla.
"Aku baik Key, dimana kakakku kenapa dia tidak pernah menghubungi aku?"
"Dia ada dikamarnya, sepertinya Noah sangat sibuk karena dia juga sedang mengurus kuliahnya disini" jawab Keyla.
Padahal ia tidak tau mengapa Noah belum juga menghubungi adiknya.
"Oke dia memang seperti itu, apakah kakakku jahat kepadamu?" Tanya Nara dan Keyla hanya menggelengkan kepalanya.
"Baguslah... Jika dia jahat katakan kepadaku, aku akan pulang ke indonesia dan menghukumnya" ucap Nara bersemangat.
Keyla pun tertawa mendengar Nara yang mengomel tentang kakaknya.
Mereka pun melanjutkan obrolan nya lebih seru lagi membuat Keyla semakin asyik mengobrol bersama Nara.
Tanpa ia sadari Noah juga sedang berada di balkon kamarnya karena balkon kamar mereka yang bersebelahan maka Noah bisa mendengar obrolan Keyla bersama adiknya itu.
"Kakak juga merindukan kamu Nara, tapi kakak belum bisa menghubungimu" gumam Noah pelan.
Noah tetap berdiri di sana ia menguping pembicaraan dua gadis tersebut.
***
Tidak terasa malam hari pun tiba kini Jam menunjukkan pukul 19.00.
Noah keluar dari kamarnya ia turun dan menuju ke meja, makan biasanya keluarganya berkumpul melakukan makan malam.
setelah dilihat di meja makan tidak terdapat makanan apapun Noah mendengus kesal.
"Dia tidak memasak?" Ucap Noah
Noah langsung berjalan menuju ke kamar Keyla dan ia mengetuk pintu kamar Gadis itu dengan sangat keras.
"Ada apa? Tidak bisakah kamu mengetuk pintu lebih pelan?" Tanya Keyla.
__ADS_1
"Apa kah kamu akan tetap berada didalam kamar seharian. Ini sudah waktunya makan malam, apa kamu tidak ada niat untuk memasak" ucap Noah.
Keyla menepuk kepalanya pelan Ia lupa jika beberapa pelayan di bagian dapur sedang cuti.
"Maaf aku lupa" kata Keyla.
"Cepat turun aku sudah lapar" kata Noah.
Noah pun langsung kembali turun di ikuti oleh Keyla dari belakang.
Noah duduk di meja makan sedangkan Keyla bingung harus memasak apa.
"Masak apa?" Tanya Keyla.
"Lihat saja di lemari pendingin ada apa? Kamu bisa memasak sesuai bahan yang ada" jawab Noah.
keyla pun membuka lemari pendingin tersebut.
Dilihatnya terdapat wortel, gubis, kentang, telor dan beberapa sayuran yang lain serta daging.
"Baiklah aku akan memasak sayur sop" ucap Keyla.
"Tidak!! Dimalam hari aku tidak ingin makan sayur sop" sahut Noah yang masih duduk di meja makan.
"Lalu masak apa?" Tanya Keyla dengan kesal.
"Buatlah omelet, bukankah kamu bilang jago masak" kata Noah dengan nada dan wajah yang mengejek.
**Aku tidak bisa memasak yang aneh aneh** batin Keyla.
Namun Keyla tidak ingin terlihat payah di hadapan Noah, ia pun segera mengeluarkan ponselnya dan mencari tutorial bagaimana membuat omlet.
Sedangkan Noah ia terduduk melihat Keyla, Noah tersenyum kecil saat melihat Keyla memakai gantungan ponsel yang ia beli kemarin.
Beberapa menit kemudian....
"Sebentar lagi" jawab Keyla.
Keringat mulai bercucuran membasahi wajah Keyla, ia sangat kebingungan membuat makanan seperti itu.
Setelah siap Keyla meletakkan omelet di atas piring yang cukup besar kemudian menghidangkannya di atas meja.
Noah memperhatikan omelet buatan Keyla sambil memicingkan matanya.
"Kamu yakin ini bisa dimakan?" Tanya Noah.
"Tentu bisa, jangan dilihat dari penampilannya" kata Keyla dengan percaya diri.
Noah pun mengambil omlet tersebut dan meletakkan di piringnya.
Noah memotong dan memakannya.
Di suapan pertama Noah menyemburkan makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya.
"Ada apa?? Kenapa?" Tanya Keyla bingung.
"Ini bukan hanya penampilannya yang buruk, tapi rasanya juga sangat kacau. Kamu memasukkan berapa kilo garam ke masakanmu??" Ucap Noah sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.
"Apa separah itu?? Huh" tanya Keyla.
"Cobalah" ucap Noah sambil menyerahkan piring kepada Keyla.
Keyla pun mengambil piring Noah dan ia mulai memotong omelet tersebut, kemudian memakannya.
__ADS_1
Wajah Kayla langsung berubah masam.
"Wekkk" Keyla pun menyemburkan makanannya dan ia segera meneguk air.
"Bagaimana?" Tanya Noah.
"Emm ini sedikit asin" jawab Keyla sambil menahan malu.
"Sedikit?? Iya sedikit lagi aku bisa darah tinggi!!" Sahut Noah.
**Ini sesuai tutorial, tapi kenapa asin sekali** batin Keyla.
Noah pun beranjak ia menuju dapur, dan memakai celmek kemudian ia mulai memasak.
"Kamu bisa masak?" Tanya Keyla.
"Sedikit" jawab Noah.
Keyla pun memperhatikan Noah yang dengan cekatan memotong bawang, aromanya sangat harum berbeda dengan yang ia masak tadi.
Tangan Noah bergerak dengan sangat lincah.
Noah seperti sudah terbiasa melakukan itu semua.
Sampai akhirnya masakan itupun jadi, Noah meletakkan dua omelet di piring terpisah. Dan ia memberikan satu piring kepada Keyla.
"Wahh sepertinya enak sekali" ucap Keyla sambil menelan air liurnya.
Ia tidak sabar untuk menikmati makanan tersebut.
Dengan terburu buru Keyla memotong omelet tersebut, namun Noah memukul tangannya.
"Doa" kata Noah singkat.
"Iya aku lupa maaf" jawab Keyla.
Setelah berdoa Keyla langsung menyantap makanan tersebut, begitupun dengan Noah.
"Woww ini benar benar enak, bagaimana kamu bisa membuat masakan seenak ini?" Tanya Keyla yang masih mengunyah makanan itu.
"Belajar" jawab Noah singkat.
"Kamu hebat Noah, kamu sangat cocok menjadi koki" ucap Keyla namun Noah tidak menjawabnya.
"Noah, apa cita citamu?" Tanya Keyla.
Noah hanya diam sambil menyantap makanan yang berada di hadapannya.
"Noah. Aku sarankan kamu menjadi koki saja, masakanmu benar benar enak aku ingin belajar memasak bisakah kamu membantuku?" Ucap Keyla lagi.
"Aku tidak tertarik itu semua" jawab Noah.
"Ayolah Noah... Aku yakin kamu pasti.." belum menyelesaikan ucapannya Noah meletakkan sendok dan garpu di atas meja dengan kasar. Tentu itu mambuat Keyla terkejut.
"Tidak bisakah kamu diam saat makan!!" Bentak Noah.
"Maaf aku tidak bermaksud" ucap Keyla.
Noah pun mengambil piring Keyla serta piringnya, Noah berjalan ke dapur kemudian menaruh piring itu di tempat cuci piring.
"Yaaahh kok di buang aku kan belum menghabiskannya" ucap Keyla.
Noah tidak menjawab ia langsung berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Keyla yang masih memegang garpu dan sendok hanya terdiam seperti orang bodoh yang kelaparan.
_____