Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Nasihat Rangga


__ADS_3

Malam hari menjelang. Noah masih terduduk di lantai masih dengan menekuk kedua lututnya, Noah melarang satu orangpun masuk ke ruangan itu.


Hanya ada Noah dan Keyla yang masih berbaring di atas ranjang.


Noah meminta orang tuanya serta adiknya meninggalkan rumah sakit tersebut, Noah ingin sendirian, ia membutuhkan ketenangan saat ini.


Yura yang tau jika putranya sedang kalut saat ini, dan membiarkan ia sendirian berada diruang rawat Keyla.


Noah masih terdiam seribu bahasa bahkan pandangannya sangat kosong.


"Noah...." Keyla memanggil lirih nama suaminya itu.


Noah mendongokkan kepalanya, dan ia melihat Keyla yang sudah tersadar dan menatap kepadanya.


"By..!" Noah langsung berdiri dan segera mendekati Keyla.


Noah mencium setiap inci wajah sang istri yang masih pucat itu.


"Kenapa? Kenapa wajahmu jelek sekali?" Tanya Keyla menggoda suaminya, sebenarnya Keyla tidak tega melihat suaminya bersedih seperti itu.


"Aku tidak perduli saat ini aku jelek atau tidak, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu By" kata Noah.


"Tidak perlu kamu katakan Noah, aku sudah dengar semua apa yang dokter tadi katakan sebelum akhirnya aku kembali pingsan" jelas Keyla.


"Jadi kamu sudah tau by?" Tanya Noah dan Keyla mengangguk pelan.


Namun entah kenapa Keyla terlihat tidak secemas Noah, gadis itu terlihat lebih tenang.


"Baby bagaimana kalau kita lakukan operasi itu?" Tanya Noah dengan hati hati.


Keyla meraih tangan suaminya, dan memegangnya dengan erat.


"Apa kamu percaya kepadaku Noah?" Tanya Keyla.


"Percaya tentang apa By? Aku sangat bingung apa yang harus aku lakukan" jawab Noah.


"Aku mau mempertahankan kehamilanku, aku yakin bisa bertahan sampai anak kita lahir. Dan aku harap kamu juga yakin Noah" kata Keyla.


"Tidak By, aku tidak ingin melihatmu kesakitan dan tersiksa setiap saat. Dokter bilang jika kamu masih sangat muda, kita masih memiliki banyak kesempatan" jelas Noah.


"Aku baik baik saja Noah, setelah anak kita lahir nanti rasa sakit ini pasti akan terbalaskan dengan kelahiran anak kita" Keyla terus membujuk suaminya agar mau mempertahankan janin yang ada di dalam kandungan Keyla.


Noah benar benar di lema, ia takut Keyla akan semakin tersiksa di kemudian hari.


Namun ia juga tidak sanggup kehilangan calon bayi yang baru berusia 2 minggu itu.


"Aku tidak bisa mempertaruhkan dirimu By, aku sangat ingin anak ini... Tapi aku lebih mementingkan keselamatanmu" kata Noah.


Keyla melepaskan tangan suaminya dan ia pun memalingkan wajahnya dari Noah.


"Kalau begitu pergilah Noah, temui dokter dan katakan jika aku siap di operasi" kata Keyla.


"By..."

__ADS_1


"Pergilah Noah!! Aku pikir kamu akan mempercayaiku, ini adalah anugerah sekaligus ujian untuk kita. Selama aku bisa bertahan aku akan mempertahankannya, tetapi jika kamu tidak mampu maka lakukan saja operasi ini" jelas Keyla.


***


"Nara apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu harus keluar larut malam seperti ini?" Tanya Rangga yang baru saja keluar dari mobilnya.


Malam ini Nara berada di taman sekitar rumahnya, dan Nara menghubungi pria itu untuk menemaninya.


Karena hanya Rangga lah teman yang ia punya saat ini.


Rangga menghampiri Nara yang duduk di sebuah gazebo di taman tersebut.


"Nara... Kenapa kamu memintaku datang kemari?" Tanya Rangga seraya duduk di dekat Nara.


"Aku sedang sedih memikirkan kakakku" jawab Nara.


"Memangnya ada apa sampai kamu memikirkan dia?"


"Keyla saat ini tengah di rawat di rumah sakit" jawan Nara.


"Apa!!! Kenapa bisa Keyla di rumah sakit, bukankah mereka sedang merayakan resepsi pernikahannya?" Tanya Rangga lagi.


Dan akhirnya Nara pun menceritakan semuanya kepada Rangga.


Nara turut sedih melihat Keyla dan kakaknya mendapatkan cobaan yang cukup besar.


Dimana mereka harus memilih bertahan atau mengikhlaskan calon anaknya pergi.


Rangga memang tau apa yang harus dilakukannya saat sahabatnya itu sedang sedih seperti ini.


"Rangga aku ingin ikut, karena tadi kakakku tidak mengijinkan aku berada di rumah sakit" kata Nara.


"Baiklah, lebih baik kita kesana sekarang sebelum Noah mengambil keputusan yang salah" kata Rangga, mereka berdua pun segera masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju rumah sakit dimana Keyla di rawat.


Beberapa menit kemudian Rangga dan Nara sudah sampai di rumah sakit itu.


Keduanya berjalan menuju ruangan Keyla di rawat.


Di dalam ruangan itu Keyla sudah tertidur, sedangkan Noah masih menemani istrinya dengan perasaan bingung.


"Apa keputusanku sudah benar?? Bagaimana jika Keyla semakin marah kepadaku" gumam Noah.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, Noah masih setia menemani istrinya yang sudah tertidur.


Noah memutuskan untuk pergi ke kantin, ia ingin membeli beberapa minuman untuk menghilangkan rasa kantuknya.


Baru saja Noah keluar dari ruangan tersebut, ia sudah melihat Rangga serta adiknya berjalan ke arahnya.


"Untuk apa kalian kemari?" Tanya Noah.


"Noah maafkan aku, aku tidak tau jika Keyla masuk rumah sakit" ucap Rangga.


"Nara kenapa kamu bisa datang kesini bersama Rangga?" Bukannya menjawab, Noah malah mengacuhkan pertanyaan Rangga.

__ADS_1


"Aku yang meminta Rangga untuk membawaku kesini kak, aku benar benar khawatir denganmu" jawab Nara.


Hufhhh...!!!


Noah menghembuskan nafasnya kasar.


"Aku akan pergi ke kantin, ikutlah bersamaku karena Keyla sedang tidur" kata Noah kemudian berjalan lebih dulu.


Sedangkan Nara dan Rangga saling bertatapan, mungkinkah kakaknya itu marah saat melihat Nara pergi bersama Rangga ke rumah sakit.


Ke tiganya sudah berada di kantin Rumah sakit tersebut.


Setelah memesan minuman masing masing, mereka duduk di salah satu bangku yang berada disana.


Rangga dan Nara nampak sedikit canggung saat berhadapan dengan Noah.


"Kalian pacaran?" Tanya Noah tiba tiba.


"Tidak!!" Jawab Nara dan Rangga kompak sambil menggelengkan kepalanya.


"Baguslah" sahut Noah.


"Apa kamu marah jika aku dekat dengan Nara?" Tanya Rangga.


"Tidak..! Aku hanya tidak ingin adikku berpacaran, jika kamu menyukainya nikahi saja dia" jawab Noah terus terang.


Sontak kata kata Noah membuat Rangga dan Nara terkejut.


"Kakak... Apa yang kakak katakan, aku dan Rangga hanya berteman" sahut Nara.


"Sudahlah aku akan menemani Keyla, siapa tau dia terbangun" kata Nara kemudian beranjak pergi meninggalkan dua pria itu.


Tersisalah Noah dan Rangga disana.


"Noah... Apa keputusanmu?" Tanya Rangga.


"Aku tidak tau Ga, mungkin besok Key akan melakukan operasi" kata Noah sambil meneguk minumannya.


"Noah... Pikirkan ulang, jangan mengambil keputusan menurut egomu. Bicarakan ini bersama Keyla" nasihat Rangga.


"Keyla sendiri ingin mempertahankan kehamilannya, namun aku takut dia akan kesakitan dan menderita" kata Noah lagi.


"Ini pilihan yang sulit, tapi cobalah pahami perasaan Key. Bagaimana pun dia seorang wanita dia yang mengandung anakmu. Tidak mungkin seorang ibu mampu melepaskan calon anaknya" sambung Rangga.


Apa yang dikatakan Rangga memang ada benarnya, di satu sisi Keyla sangat ingin mempertahankan kehamilannya.


"Aku akan memikirkannya lagi" kata Noah.



_____


happy reading🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2