Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Vas Bunga


__ADS_3

Sore harinya Keyla terbangun dari tidurnya, sebelum mandi Keyla teringat dengan sesuatu.


"Benarkah tadi aku bermimpi saat tertidur di mobil? Kenapa aku bisa memimpikan Noah menciumku" gumam Keyla.


Ntah mimpi atau tidak, gadis itu merasa jika Noah menciumnya saat ia tertidur.


"Astaga sudahlah, sejak kapan aku bermimpi mesum seperti itu. Ini semua krena Noah yang selalu mengerjai ku" sambung gadis itu.


Saat hendak turun dari tempat tidur, Keyla melihat paper bag yang berada di atas sofa.


keyla pun mengambil barang barang yang di beli Noah tadi.


Keyla mengambil seluruh paper bag yang ia letakkan di sofa.


Kemudian Keyla membukanya satu persatu.


"Woww baju ini bagus sekali, cocok untuk kuliah" kata Keyla sambil memegang kemeja tersebut.


"Tunggu, tapi baju ini sangat pas untukku. Apa hanya kebetulan" sambung Keyla.


Keyla membuka 2 kotak sepatu.


Jika di lihat dari barangnya sudah bisa di ketahui jika sepatu itu memiliki harga yang cukup mahal.


"Barang ini bagus dan pasti mahal, apa Noah tidak salah memberikan ini semua kepadaku" ucap Keyla sambil terus berfikir.


Setelah membuka semua, Keyla pun menata barang barang tersebut ke dalam lemari dan Keyla langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Di sebelah kamar Keyla...


Noah sedang terduduk di sofa.


"Semoga gadis bodoh itu tidak menyadarinya" ucap Noah.


Sebenarnya Noah memang sengaja membelikan Keyla beberapa baju, sepatu serta tas.


Karna ia tau jika Keyla belum sempat berbelanja kebutuhan kuliahnya.


"Apa baju itu cocok? Atau tidak sesuai dengan keinginannya" ucap Noah.


Noah begitu memikirkan hal itu.


Ia takut baju yang ia belikan tidak cocok untuknya.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Yura meminta Nita untuk memanggil Noah dan Keyla yang masih berada di kamarnya.


"Bagaimana Nita?" tanya Yura saat melihat Nita kembali.


"Sebentar lagi Tuan muda dan Nona Keyla akan turun Nyonya" jawab Nita.


Tidak berapa lama Noah pun keluar dari kamarnya begitupun dengan Keyla.


Mereka berdua saling bertatapan.


"Noah, terima kasih" ucap Keyla.


"Hmmm" jawab Noah singkat, kemudian Noah berjalan menuruni tangga dan di ikuti Keyla dari belakang.


Setelah sampai mereka berdua duduk di meja makan.


Kemudian mereka semua menikmati makan malam bersama.


"Noah, kapan kamu akan mengunjungi adikmu?" tanya Elard.

__ADS_1


"Mungkin minggu depan ayah" jawab Noah sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Paman bolehkan aku ikut?" tanya Keyla tiba tiba.


"Tidak perlu! Kamu tidak punya pasport untuk pergi ke luar negeri" sahut Noah.


"Ayah akan mengurus semua jika memang Keyla ingin pergi" kata Elard.


Membuat Keyla tertawa bahagia, sedangkan Noah hanya diam tanpa menjawab apa apa lagi.


"Terima kasih paman" jawab Keyla dan Elard mengangguk.


Senyuman merekah nampak di wajah Keyla, ia tidak sabar untuk menemui Nara di Amerika.


Selesai makan Keyla berpamitan untuk kembali ke kamarnya.


"Paman bibi, aku permisi ke kamar dulu karena masih harus menyiapkan untuk kuliah besok" ucap Keyla.


"Iya nak silahkan, jika butuh bantuan minta tolong saja kepada Noah" kata Yura.


Keyla menatap ke arah Noah, dengan muka dinginnya itu sudah menandakan jika dirinya tidak ingin di repotkan oleh Keyla.


"Iya bi" jawab keyla kemudian ia segera menuju kamarnya.


"Besok memakai kemeja putih dan bawahan hitam. Sedangkan celana hitamku kotor, apa aku pakai rok saja ya" ucap Keyla sambil terus menyiapkan buku dan beberapa peralatan yang akan ia bawa besok pagi.


Di saat sedang menyiapkan sesuatu tiba tiba tanpa sengaja Keyla menjatuhkan vas bunga yang berada di meja kamarnya.


"Aww" pekik Keyla saat ada pecahan vas yang melukai tangannya.


Pada saat yang bersamaan Noah melewati depan kamar Keyla.


Dan ia melihat gadis itu terduduk di lantai memegangi jarinya yang terluka.


"Aku tidak sengaja menjatuhkan vas ini" jawab Keyla.


"Menjauhlah dari serpihan vas itu, aku akan membantu mengobati lukamu" kata Noah.


Keyla pun segera beranjak dan duduk di atas tempat tidurnya.


Noah memanggil Nita untuk segera mengambilkan kotak obat.


Tidak berapa lama Nita datang dengan membawa kotak tersebut.


"Ini tuan muda" kata Nita sambil menyerahkan kotak obat tersebut kepada Noah.


"Terima kasih bi, dan minta tolong bersihkan pecahan vas ini" kata Noah kepada Nita.


"Baik tuan" Nita segera membersihkan pecahan vas bunga tersebut.


Sedangkan Noah, ia duduk di samping Keyla dan mulai mengobati luka gadis itu.


"Selain lambat, kamu juga ceroboh ya. Apa kamu tidak tau vas bunga itu dibeli menggunakan uang" ujar Noah.


"Kamu hanya memikirkan vas bunga?" tanya Keyla.


"Lalu kamu ingin aku memikirkan apa?" tanya Noah sambil menatap gadis itu.


"Tidak... Tidak ada" jawab Keyla gugup karena Noah menatapnya dengan sangat lekat.


Saat sibuk mengobati Keyla, gadis itu melihat ponselnya yang berada di atas tempat tidur.


Keyla terbelalak saat gantungan ponselnya kembali menyala.


Keyla mengambil ponsel tersebut.

__ADS_1


"Gantungan ini menyala lagi" ucap Keyla.


"Gantungan" kata Noah.


Tiba tiba ia sadar jika saat ini ponselnya sedang berada di kantung celananya.


"Sudah selesai aku kembali kekamarku" noah buru buru pergi menuju kamarnya.


"Noah tapi ini belum selesai!" teriak Keyla.


Sesampainya di kamar Noah langsung melepas gantungan ponsel tersebut dan meletakkannya kembali di dalam laci.


"Sial, hampir saja aku di buat malu kerena gantungan itu" ucap Noah sambil mengusap wajahnya dengan kasar .


***


Pagi ini Keyla sudah bersiap untuk pergi ke kampusnya, ia memutuskan menggunakan kemeja putih dan rok selutut.


karena Keyla memiliki tubuh yang ideal tentu membuat penampilannya semakin terlihat sempurna.


"Lumayan bagus" kata Keyla sambil menatap dirinya di pantulan cermin.


selesai memakai sepatu Keyla segera keluar dari kamarnya.


saat membuka pintu ternyata juga ada Noah yang baru keluar dari kamarnya.


Noah memperhatikan penampilan Keyla dari atas sampai bawah.


sekilas Noah nampak terpanah dengan gadis yang ada di hadapannya.


"Ehem" suara Keyla berhasil membuyarkan lamunan Noah.


"Kamu pergi kekampus dengan pakaian sepeti ini?" tanya Noah.


"Iya, memangnya kenapa?" jawab keyla.


"Kamu itu mau kuliah, dan ini masih masa orientasi kamu yakin pakai baju kurang bahan seperti ini" kata Noah.


"Kurang bahan? ini sudah sopan kok, dan cocok juga untukku" jelas Keyla.


"Kamu yakin akan pakai rok seperti itu, sedangkan nanti kamu harua berlari kesana kesini... sudahlah terserah" Noah berlalu meninggalkan Keyla.


Keyla memperhatikan pakaiannya sekali lagi, bagaimana lagi ia tidak memiliki celana hitam yang lain.


terpaksa Keyla pergi ke kampus dengan pakaian seperti itu.


sesampainya di meja makan Noah langsung berpamitan kepada Bundanya, karena kebetulan Elard sudah berangkat ke kantor.


"Nak tidak sarapan dulu?" tanya Yura.


"Tidak bunda, aku akan langsung berangkat." jawab Noah.


"Nak bukankah kamu sudah pindah kampus, dan sekarang kamu satu kampus dengan Keyla. kenapa kamu tidak berangkat bersamanya?" tanya yura.


rupanya Yura sudah mengetahui jika putranya itu pindah kampus.


"Bunda jangan katakan apapun kepadanya" sahut Noah.


"Iya nak, tapi kamu mau kan berangkat bersama Keyla?" tanya Yura sambil menahan tawanya.


"Iya baiklah bunda, jika gadis itu sudah turun katakan kepadanya aku menunggu di mobil" Setelah berpamitan kepada bundanya, Noah langsung berlalu menuju mobilnya.


_____


happy reading 🥰

__ADS_1


__ADS_2