
Kini yura sudah berada di rumahnya, sesuai perintah elard untuk tidak pulang terlalu malam. sedangkan elard masih berada di rumah ibunya.
Jam menunjukkan pukul 7 malam namun elard masih belum juga pulang.
"Apa dia bermalam disana?" gumam yura, ia mengambil ponselnya dan berencana akan menghubungi elard, namun ia mengurungkan niatnya.
"Sudahlah lebih baik aku tunggu saja" yura kembali meletakkan ponselnya.
Namun tiba tiba ponsel yura berdering.
Dilihatnya ada panggilan masuk yang tidak dikenal.
"Siapa lagi ini?" tanya yura. ia pun mengangkat panggilan tersebut.
Yura sempat terkejut karena yang menghubunginya adalah Jeny, sahabatnya saat masih bekerja di Hiburan Malam.
📞Jeny : aku sangat merindukanmu beb.
📞yura : aku juga jen.
📞jeny : kamu sekarang tinggal dimana? aku ingin menemuimu.
Mereka pun mengobrol, yura memberikan alamatnya dimana ia tinggal. dan rencananya besok pagi jeny akan berkunjung menemui yura.
Setelah hampir satu jam mengobrol akhirnya mereka mengakhiri panggilannya.
Di saat itu juga elard sudah kembali, dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Habis telpon siapa?" tanya elard yang baru masuk. ternyata elard sekilas mendengar istrinya yang tengah mengobrol.
"Kamu sudah pulang?" tanya yura yang tak kunjung menjawab pertanyaan elard.
"Iya baru saja tiba, kamu habis telponan dengan siapa?" tanya elard lagi.
"Itu tadi jeny, temanku saat bekerja dulu. Mmm... rencanaya besok dia mau datang kemari, apa kamu mengijinkannya?" tanya yura sedikit ragu.
"Bawa semua temanmu kemari, asal jangan seorang pria dan tidak membawamu bekerja kembali" jelas elard.
Elard pun masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Sedangkan yura pergi menuju dapur membuatkan teh panas untuk suaminya.
"Perlu bantuan saya nona?" tanya nita.
"Terima kasih mbak, aku cuman buatin teh untuk el kok" jawab yura.
"Kalau begitu saya siapkan makan malam dulu nona" nita pun mulai memasak di sebelah yura.
"Jangan pakai bawang ya" ucap yura.
"Siap nona" jawab nita dengan tersenyum.
Setelah selesai, yura berjalan menuju kamarnya dengn membawa secangkir teh.
Di letakkan teh itu di atas meja.
Elard yang sudah selesai mandi dan mengenakan baju santai langsung duduk di sofa dan meminum teh buatan istrinya.
__ADS_1
"Bagaimana tadi?" taya elard.
"Lancar. dan mulai besok aku sudah tidak bekerja disana" jawab yura.
Elard yang mendengar itu langsung menatap yura.
"Benarkah? kamu tidak akan memaksa untuk bekerja disana lagi?" tanya elard memastikan.
"Iya benar, aku ingin fokus menjaga kandunganku" jawab yura, ia sedikit bersedih karena sebenarnya itu semua merupakan bagian dari rencananya.
"Lalu kenapa kamu bersedih?" tanya elard lagi.
"Tidak apa apa" jawab yura.
Yura menyandarkan kepalanya di bahu elard, sedangkan elard terdiam mendapat perlakuan yang berbeda dari istrinya.
**Apa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku? sabar sedikit lagi yura, aku akan memberikanmu kejutan di hari ulang tahunmu** batin elard sambil mengusap pucuk kepala yura.
Elard sudah menyiapkan kejutan untuk istrinya, saat ini elard sedang mengurus pembangunan Yayasan yang akan di persembahkan untuk yura. Sekaligus ia ingin mengungkapkan isi hatinya kepada yura pada saat itu juga.
Di tengah keromantisan itu tiba tiba perut yura berbunyi, menandakan bahwa wanita itu sedang lapar.
"Sepertinya baby boy lapar ya" ucap elard kemudian mengelus perut yura.
"Kenapa baby boy?" tanya yura.
"Karena aku yakin dia seorang jagoan kecil" jawab elard.
"Sok tau" sahut yura sambil mengerucutkan bibirnya.
"Karena aku ayahnya" kata elard. pria itu langsung menggendong tubuh istrinya dan berjalan keluar kamar.
"Diam aku sedang menggendong baby boyku" jawab elard yang masih setia menggendong tubuh yura.
Yura memperhatikan wajah suaminya.
**Aku tidak perlu cinta el, cukup bisa bersamamu seperti ini tanpa ada yang mengganggu aku sangat bahagia. sayangnya itu tidak bertahan lama** batin yura.
Hampir saja yura menitihkan air matanya, namun sekuat mungkin yura menahannya.
Elard terus menggendong yura hingga menuruni tangga, banyak pelayan yang tertunduk. karena bagi mereka sangat dilarang menyaksikan majikannya yang tengah bermesrahan.
Cekrekk!!
Dengan sembunyi sembunyi seorang pelayan mengambil foto mereka berdua dan mengirimkan kepada seseorang.
Setelah itu ia segera menyimpan kembali ponselnya.
"Silahkan tuan dan nona" kata nita.
Elard menurunkan tubuh yura saat mereka sudah sampai di meja makan.
"Apakah makanan ini jauh dari bawang putih?" tanya elard.
"Iya tuan, tapi maaf jika rasanya sedikit berbeda" jawab nita.
Elard dan yura pun segera duduk dan menyantap makan malam mereka.
__ADS_1
Elard terdiam sambil mengunyah makanan itu, yang rasanya memang sedikit aneh.
Berbeda dengan elard, yura malah tengah asik menikmati makanan itu.
"Apa sangat enak?" tanya elard.
"Lumanyan" jawab yura sambil mengunyah.
Elard bersyukur karena selama kehamilan yura tidak pernah serewel yang di bayangkannya, bahkan istrinya itu jarang menginginkan sesuatu.
Melihat yura yang makan dengan lahap membuat elard sangat senang.
Saat tengah asik menikmati makannya, di sudut bibir yura menempel butiran nasi. tanpa ragu elard membersihkannya dan memasukkan kedalam mulutnya sendiri.
"Astaga apa yang kamu lakukan?" tanya yura yang refleks menutup mulutnya.
"Sayang sekali jika di buang" jawab elard sambil menahan tawanya.
"Jorok kamu!!!" sahut yura dan mencubit pinggang suaminya.
"Hahahaha.... sudah lanjutkan makannya" ucap elard.
Lagi lagi seseorang mengambil gambar mereka saat sedang bercanda bersama.
Setelah selesai elard membawa yura kehalaman belakang.
"Kenapa kemari?" tanya yura.
"Kamu tidak ingin melihat taman yang sudah kamu tata beberapa bulan yang lalu?" tanya elard.
Taman? bahkan yura sudah lupa dengan beberapa tanaman yang ia tanam.
Semenjak kembali ke rumah itu yura sama sekali tidak pergi ke taman belakang.
"Wow..." mata yura terbelalak melihat keindahan tamannya, bahkan lebih indah dari sebelumnya.
Bunga bunga yang mulai mekar, beraneka ragam. di tambah hiasan lampu di malam hari.
"Kenapa bisa secantik ini?" tanya yura yang masih terpanah akan ke indahan taman itu.
"Bukankah kamu sendiri yang membuat taman ini sangat indah." jawab elard.
"Aku hanya merapikannya dan membersihkannya" ucap yura.
"Iya. selama ini para pelayan menjaga dan terus merawatnya" jelas elard.
Elard membawa yura duduk di sebuah kursi berwarna putih di dekat kolam ikan.
Disini di tempat ini pertama kali yura mendapatkan hadiah dari ibu mertuanya, sebuah tamparan yang sampai sekarang belum bisa di lupakan.
**
Sedangkan di seberang sana sifa mulai geram melihat beberapa foto di ponselnya.
Ia membuang barang barang yang berada di sekitarnya.
"Ternyata kamu sangat bahagia ya... lihat saja aku akan menghancurkan kebahagianmu" ucap sifanya.
__ADS_1
*****
happy reading🥰