Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Gurun Pasir


__ADS_3

Setelah makan mereka melanjutkan bermain air, hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Kini mereka sudah bersiap untuk membongkar tenda mereka karena hari sudah mulai sore.


Setelah tenda selesai di bongkar dan peralatan lainnya sudah di tata rapi mereka memutuskan untuk pulang namun sebelum itu mereka sempat sejenak singgah di tempat wisata yang dekat dengan pantai tersebut.


Seperti saat ini mereka sedang berada di kawasan dekat dengan pantai, salah satu tempat wisata yang sedang hits saat ini yaitu gurun pasir yang terjadi akibat dari aktifitas vulkanik dulunya dan terbentuklah hamparan pasir yang membentuk seperti gurun.


Tidak terlihat banyak tanaman yang dapat tumbuh di gurun pasir ini kecuali kaktus dan juga pohon kelapa yang hidup bebas. Mereka memanfaatkan sebagai tempat berfoto ria, apalagi kaum hawa akan suka tempat ini untuk berfoto kekinian ala - ala di gurun. Saat sore datang disini juga sangat cocok untuk melihat senja.


Mereka mencoba wahana - wahana yang di sediakan, seperti saat ini Azka mencoba wahana sandboarding.


Wahana sandboarding adalah berselancar yang biasanya di air kini berselancar diatas pasir. Sensasi meluncur dari atas bukit pasir dengan kemiringan yang cukup curam membuat jantung berdegup. Ketika kedua kaki mulai dikaitkan ke papan seluncur, bersiap untuk mulai meluncur deras.


Sebelum bermain sandboarding Azka Attaya dan juga Devan mengenakan perlengkapan keselamatan seperti helm, pengaman lutut dan tangan, dan mengenakan sepatu. Sepatu bermanfaat untuk melindungi kaki dari panas pasir yang terpapar matahari dan juga goresan batu.


Setelah selesai mengenakan perlengakpan keselamatan mereka menuju bukit tertinggu untuk bersiap meluncur, Ciko dan Bobo tidaj ikut karena mereka tidak berani mencoba wahana olaraga yang sedikit ekstrem.


Azka mulai meluncur terlebih dahulu dan kemudian diikuti Attaya dan Devan. Papan seluncur yang terbuat dari bahan multiplek itu mulai membelah lauran pasir. Ada sensasi tersendiri saat papan seluncur itu meluncur dengan kecepatan tinggi, apalagi ketika papan itu terbang diudara.



(Foto hanya pemanis saja, agar kalian tahu seperti apa sandboarding)


"Waooow!!" ucap kagum Azkia Devira Nayla Ciko dan juga Bobo saat melihat Azka yang sangat keren saat bermain selancar.


Lain halnya dengan Attaya yang sedari tadi jatuh ke pasir hingga bajunya penuh dengan pasir.


"Cih, susah sekali ternyata... pas liat Azka main selancar kenapa gampang banget sih!" umpat Attaya yang kesal dengan dirinya sendiri.


"Haha Azka mah emang pinter main selancar, kalo cuma di pasir gini mah kecil." kata Devan yang sedang berada di sebelah Attaya malihat asyiknya Azka bermain sandboarding.


Kemudian Devan juga menyusul Azka, yang sudah dulu meluncur di depannya lagi, sedangkan Attaya perlahan - lahan dia bisa menyeimbangkan tubuhnya di atas papan selancar itu. Sesekali melakukan atraksi walaupun tidak sebagus Azka maupun Devan.


Ciko yang membawa camera milik Attaya sesekali memotret mereka, hasil dari foto Ciko tidak kalah bagus dengan Attaya.


"Ko, fotoin kita juga dong." pinta Nayla pada Ciko.


"Baiklah." jawab Ciko sambil mempoisiskan dirinya untuk memfoto Azkia dan kawan - kawan.


Kemudian mereka bertiga bergaya di depan kamera, sudah banyak foto yang di ambil oleh Ciko.


Azka mengahampiri Azkia yang sedang bermain ayunan bersama Devira.


"Capek?" tanya Azkia, Azka hanya mengangguk sambil mengelap keringatnya. Azkia membantu membersihkan rambut Azka yang terkena pasir.


"Enak ya punya pacar ada yang merhatiin." sindir Bobo.

__ADS_1


"Lo mau?" tanya Azka sambil menaikkan seblah alisnya.


"Mau lah masa gak mau kalo ada yang perhatian gitu." jawab Bobo.


"Carilah!" seru Azka.


"Gue udah nyari tapi pada gak mau, Ka... gak kaya lo diem aja dah banyak yang antri." kata Bobo dengan jujur.


"Pom bengsin kali banyak yang antri haha." canda Attaya, kemudian mereka srmua tertawa.


"Cih." umpat Azka sambil tersenyum tipis. Azkia memberikan sebotol air mineral dingin kepada Azka, Azka yang merasa haus langsung saja menenggaknya hingga habis.


"Naik Jeep, yok... gue belum main apa - apa ini." ajak Ciko.


"Kuy."


"Mau atv juga." seru Devira.


"Okay nanti lo sama gue aja, biar gue ajarin caranya." saut Devan yang tibq - tiba saja sudah berdiri disebelah Devira.


"Cih, modus ngab." ledek Bobo dan di tertawakan oleh mereka semua.


Setelah puas bermain sandboarding nereka mencoba wahana ATV dan Jeep. Kali ini cukup menarik karena menaiki ATV dan Jeep dengan treck gurun pasir yang menantang.


Devira sudah bersama dengan Devan, mereka memilik untuk menaiki Atv. Bobo, Ciko Nayla dan juga Attaya mereka menggunakan satu Jepp bersama karena ingin memberikan waktu berdua untuk Azka dan Azkia.


"Ka, pelan - pelan." teriak Azkia yang ketakutan, bagaimana tidak Azka mengendari Jeep dengan seenaknya saja seolah hanya dirinya yang sedang di dalam Jeep tersebut.


"Seru kaya gini." ucap Azka dingin.


"Mau muntah ini, pelan!" teriak Azkia sambil menutup mulutnya agar tidak muntah. Azka yang melihat itu langsung menepikan Jeep tersebut, Azkia langsung keluar dan keluarlah semua makanan dalam perutnya.


Azka menghampiri dan menepuk pelan punggung Azkia, agar muntahnya cepat reda. Dia juga memberikan botol minuman kepada Azkia, ada rasa bersalah dan juga khawatir yang terlihat dari raut wajag Azka.


"Maaf." lirih Azka sambil memandang Azkia, Azkia tersenyum dan menggeleng, "Bukan salahmu, aku aja yang lemah hehe maklum baru pertamq kali." kata Azkia mencoba tersenyum agar tidak membuat Azka merasa bersalah. Azka hanya tersenyum tipis kepada Azkia karena pikirannya masih penasaran dengan semua masa lalu Azkia.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan yang sudah tertinggal oleh Attaya, namun kali ini lebih pelan.


Hening untuk beberapa saat, setelah Azkia membuka suara terlebih dahulu.


"Setelah ini mau liburan kemana lagi?" tanya Azkia.


"Mau kerumah nenek, mau ikut?" ajak Azka yang masih terfokus pada treck di depannya.


"Emangnya boleh?" tanya Azkia sedikit ragu.

__ADS_1


"Boleh lah, sekalian nanti aku kenalin sama nenek." ucap Azka sambil menatap Azkia sebentar.


"Belum siap kalo dikenalin sebagai pacar." jawab Azkia malu - malu.


"Terus mau di kenalin sebagai apa biar gak malu?" tanya Azka membuat Azkia berfikir


"Seba—" ucap Azkia yang di potong Azka.


"Sebagai calon istri!" kata Azka sambil menatap Azkia dengan lekat.


Deg!


Deg!


Deg!


Detak jantung Azkia seakan seperti arena treck jeep ini yang naik turun tidak beraturan, pipi yang sudah bersemu merah kini menjadi lebih merah lagi.


Perkataan Azka mampu membuat Azkia terbang keangkasa, bagaimana tidak Azka sudah berfikir memperkenalkan Azkia bukan sebagai pacar melainkan calon istrinya. Perempuan mana yang tidak bahagia mendengar itu?


"Kita masih sekolah Azka!" teriak Azkia dan menekan pada nama Azka.


"Terus?" tanya Azka yang tidak paham dengan maksut Azkia.


"Bodo ah!" kesal Azkia, namun sebenarnya dia sangat bahagia dengan perkataan Azka.


"Hahaa." tawa Azka terdengar saat dia berhasil membuat Azkia kesal.


"Tawa aja terus, asal cuma di depan aku!" kata Azkia dengan wajah cemberutnya.


"Kenapa?" tanya Azka heran.


"Ganteng sih, sayang kalo dibagi - bagi." jawab Azkia sambil melihat Azka. Dan lagi - lagi Azka tertawa dengan lepas di hadapan Azkia yang membuatnya semakin mempesona.


"Haha, ada - ada aja!"


"Ih serius." ucap Azkia sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya - iya sayang, cemberut aja terus makin kelihatan imut kok." gombal Azka sambil mencubit pipi Azkia.


"Ihh, jangan di godain terus kan jadi malu." ucap Azkia dengan pipi yang sudah seperti tomat.


......................


..."*Segampang itu aku menyukaimu, hanya dengan tawamu yang mampu membuatku candu...."...

__ADS_1


...-Azkia (E H*)-...


__ADS_2