
Pagi ini cuaca sedikit mendung, bukan berarti akan hujan kan? Katanya mendung belum tentu hujan dan kita dekat belum tentu jadian, begitulah yang Rayhan pikirkan saat ini. Rayhan sekarang berada dilapangan basket tempatnya nanti akan bertanding, karena acara clasmeeting akan di laksanakan hari ini.
Rayhan memandang ke arah langit yang mendung itu, tangan kanannya terangkat keudara seolah ada sinar matahari yang menghalangi matanya melihat langit. "Mungkin cinta gue ke lo sederas hujan, Ki. namun lo menghindari hujan itu. " gumam Rayhan sambil terus melihat ke atas langit.
"Ngapain ngab?" tanya Jojo sambil menepuk bahu Rayhan membuatnya kaget dengan kehadiran Jojo yang tiba - tiba.
"Gak!" tungkas Rayhan sambil berjalan kepinggiran lapangan untuk menyiapkan perlengkapan pertandingan nanti.
"Semangat lah, kalo emang jodoh gak akan kemana kok!" nasehat Jojo yang bisa di terima oleh Rayhan walaupun sulit.
Satu persatu siswa mulai berdatangan, ya pertandingan ini akan sangat ramai karena para most wantted sekolah juga akan ikut bertanding dalam acara clasmeting ini. Wasit pun sudah hadir bersamaan dengan suporter - suporter dari beberapa kelas yang akan mengdukung kelas mereka yang akan bertanding.
Acara sudah di mulai, satu persatu tim sudah bertanding. Walaupun gerimis mengguyur mereka, tidak menurunkan semangat mereka dalam pertandingan. Setelah semuanya sudah bertanding, dan babak penyisihinan sudah mereka lalui kini tinggal babak final saja, yang akan mempertaruhkan juara tiga dua dan satu.
Mikael berserta timnya sudah berada di lapangan, mereka sudah bersiap dan memulai pemanasan agar badan mereka tidak mengalami cidera. Begitu juga dengan Tim Alex mereka juga sudah siap untuk bertanding melawan Tim dari Mikael.
Siska juga berada di pinggiran lapangan, niatnya untuk mendukung Azka tapi melihat Mikael membuat hati Siska merasakan sesuatu yang aneh. Terlebih lagi Siska mengingat kejadian kemaren yang dirinya dengan terbukanya bisa mengungkapkan seluruh bebannya dalam hati kepada Mikael.
Mikael yang menyadari jika Siska memandanginya lalu tersenyum manis sambil sidikit melambaikan tangan ke arah Siska. Perilaku itu membuat Siska sedikit salah tingakah, dia tidak berani menatap Mikael lagi. Mikael hanya tertawa melihat Siska yang bisa bersikap seperti itu kepadanya.
Priiitttt..
Waktu pertandingan sudah di mulai, pertarungan kali ini antara tim Mikael dan Tim Alex akan memperebutkan juara ketiga. Tim Alex mendapatkan banyak suporter karena semua kelas dua belas mendukungnya, tapi itu tidak membuat semangat dari Tim Mikael hilang.
Waktu berlalu akhirnya pertandingan sudah selesai dan di menangkan oleh Tim Mikael, Tim Alex harus menerima kekalahannya walaupun hanya selisi dua poin namun mereka tetap saja kalah.
Mikael menghampiri Siska, bediri tepat di depannya. Membuat semua orang melihat mereka berdua, Mikael mengambil botol minuman yang berada di dalam gengaman Siska. Kemudian membukanya lalu meminumnya hingga tersisa setengah botol, Mikael mendekat lagi kearah Siska lalu berbisik di telinganya, "Kemenangan gue kali ini buat lo." ucap Mikael membuat Siska terpaku karena baru pertama kali ada orang yang menperlakukannya seperti ini. Kemudian Mikael kembali ke rombongannya sambil melambaikan tangan ke pada Siska.
......................
Azka dan yang lainnya melihat kejadian menjadi terheran - heran dan mereka saling pandnag seolah memikirkan hal yang sama. "Ka, sejak kapan mereka dekat?" tanya Devan sambil menunjuk ke arah Siska dan Mikael.
"Entah." ucap Azka sambil menaikkan kedua bahunya. Karena memang Azka tidak mengetahuinya dan Azka tidak mau tahu soal itu, dia hanya tau jika Siska ada yang mengejarnya namun selalu di tolak oleh Siska. Ada kemungkinan orang tersebut adalah Mikael karena kemaren waktu Azka hampir menampar Siska, Mikael lah yang membantunya.
"Udah, ngapain mikirin mereka mending mikirin gimana ini strategi kita untuk lawan ketos itu." ucap Attaya seolah menyadarkan mereka berdua dari pikiran mereka mengenai Siska.
"Santai ajalah, kalah juga nanti juara ke dua." ucap Devan sambil meminum airnya, sedangkan Azka celingukan mencari keberadaan Azkia. Karena sejak tadi dia belum melihat Azkia bahkan saat babak penyisihan Azkia belum juga muncul di lapangan.
__ADS_1
"Nyariin pacar bos?" tanya Attaya yang melihat tingkah Azka.
"Hmm." singkat Azka yang masih terus mencari Azkia, kemudian dia melihat sosok yang sedari tadi dia cari sedang berjalan mendekat ke arahnya namun ada yang membuat Azka menjadi marah saat melihat Azkia. Karena Azkia sedang berjalan ke lapangan basket bersama dengan Rayhan, bahkan sesekali mereka tertawa bersama membuat Azka semakin geram.
"Cemburu bos?" tanya Devan kepada Azka yang terlihat marah.
"Gak!" ketus Azka sambil terus memantau Azkia dari kejauhan. Azka tidak menyukai jika Azkia terlihat bahagia bersama orang lain, bahkan teman sekalipun karena mereka semua awalnya juga dari teman.
Setelah dekat Azka langsung menghampiri Azkia, menarik lengannya dengan kuat agar berada disisihnya. Tarikan itu membuat tangannya sakit dan mulai memerah.
"Aaawhh." rintih Azkia sambil mencoba melepaskan tangannya dari Azka.
"Sama cewek jangan kasar!" bentak Rayhan karena dia tidak menyukai Azka yang memperlakukan Azkia seperti itu.
"Bukan urusan lo!" tegas Azka kepada Rayhan, namun dengan cepat Rayhan melepaskan genggaman tangan Azka agar Azkia tidak kesakitan lagi.
"Kalo soal Kia, ini juga urusan gue." ucap Rayhan sambil melihat tangan Azkia yang sudah memerah. "Sakit gak?" tanya Rayhan kepada Azkia.
"Sakit." keluh Azkia sambil mengusap - usap pergelangan tangannya. Kemudian dengan lembut Rayhan meniupi pergelangan tangan Azkia agar mengurangi rasa perihnya. Azka yang melihat itu semakin kesal, kemudian meninggalkan mereka berdua dan berjalan ke arah Devan dan juga Attaya.
"Cih!" kesal Azka saat sudah duduk di sebelah Devan. Devan dan Attaya yang melihat itu hanya bisa mencoba menenangkan hati Azka agar tidak marah lagi.
"Gue kebawa emosi, liat dia jalan bareng Rayhan yang dulu pernah nembak dia." ucap Azka.
"Mungkin mereka cuma temen." ucap Devan menenangkan Azka
"Dulu kita juga temen." ucap Azka yang membuat Devan dan juga Attaya diam karena tidak bisa mengelak ucapan Azka.
Azkia menghampiri Azka karena dia melihat Azka marah kepadanya, apalagi perlakuan Rayhan tadi membuat Azka semakin kesal. Azkia duduk di sebelah Azka dan memandanginya, namun Azka hanya diam saja dan mengacuhkan Azkia. Azka sibuk dengan ponselnya sambil menunggu waktu istirahat sebelum pertandingan selesai.
"Ka." panggil Azkia, namun Azka masih diam saja tanpa merespon. Bahkan menoleh saja tidak, dia mendiamkan Azkia.
"Lo marah sama gue gara - gara gue jalan bareng Rahan tadi ke sininya?" tanya Azkia namun Azka tetap diam membuat Azkia menjadi resah, menurut Azkia lebih baik dia di marahi dari pada harus di diamkan seperti ini.
"Gue minta maaf, Ka!" ucap Azkia sambil memegang lengan Azka dengan wajahnya yang terlihat merasa bersalah membuat Azka tidak tega.
"Hmmm" ucap Azka, sambil mematikan hp nya lalu menaruhnya kedalam tas. Kini dia terfokus pada Azkia yang sedang bingung membujuknya agar tidak marah lagi.
__ADS_1
"Serius gue gak macem - macem sama kak Rayhan, kita tadi cuma bareng jalan kesini gara - gara ketemu di kantin." ucap Azkia menjelaskan kepada Azka agar dia tidak marah lagi.
"Yang bener?" tanya Azka sambil melihat mata Azkia, karena Azka ingin melihat kejujuran dari mata itu.
"Bener, serius!" ucap Azkia sambil mengangkat tangan menbentuk huruf V membuatnya terlihat seperti anak kecil yang berjanji tidak akan nakal lagi.
"Baiklah." ucap Azka sambil tersenyum kepada Azkia
"Gak marah lagi kan ?" tanya Azkia memastikan
"Jadi, lo mau gue marah sama lo?" goda Azka sambil bersikap dingin seperti tadi
"Gak, gak mau.." kata Azkia
"Jangan di ulangi lagi ya!" perintah Azka kepada Azkia, lalu Azkia mengangguk menyetujui permintaan Azka. Dengan lembut Azka mengusap pelan kepala Azkia sambil tersenyum.
"Oh iya, gue ada pertanyaan?" ucap Azka kepada Azkia, membuat Azkia sedikit panik karena dia takut jika jawabannya membuat Azka marah lagi.
"Apa?" tanya Azkia memandangi Azka
"Habis huruf B, huruf apa?" tanya Azka sambil memandang Azkia.
"Pertanyaan apa ini anak tk aja juga bisa, gue kira dia bakal nanya yang aneh - aneh." batin Azkia sebelum menjawab pertanyaan dari Azka.
"Huruf C lah." jawab Azkia percaya diri
"C ya, huruf C itu bentuknya seperti apa?" tanya Azka lagi
"Seperti ini," ucap Azkia sambil membentuk huruf C dengan jari - jrmarinya. Kemudian Azka juga melakukan hal yang sama dan menyatukan jarinya dengan jari Azkia yang sedang membentuk huruf C. Untuk sepersekian detik Azkia baru menyadari jika jari mereka sudah membentuk Love, membuat Azkia tersipu malu hingga pipinya menjadi merah.
"Astaga di gombalin gini doang gue udah seneng." batin Azkia sambil tersenyum malu.
Attaya dan juga Devan yang berada di sebelah mereka yang dari tadi hanya menyimak obrolan mereka, tiba - tiba saja bersuara. "Hooeekk buciin buciin.." ucap Attaya sambil seolah dia sedang muntah.
"Bucinnya di kondisikan woy, di sebelah masih ada yang jomblo ini." ucap Devan sambil menutup matanya dengan tangannya namun masih mengintip sedikit.
"Iri bilang bos." canda Azka sambil menjulurkan lidah kepada Devan dan juga Attaya, sedangkan Azkia dia hanya diam sambil memegangi dadanya yang berdetak sangat kencang.
__ADS_1
"Astaga gitu doang bisa buat jantung gue seperti habis di kejar setan." batin Azkia sambil memegangi dadanya.
......................