Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Kesialan Azka


__ADS_3

Setelah beberapa hari Azka tidak masuk sekolah, akhirnya hari ini dia kembali sekolah. Seperti biasa Azka selalu menjadi pusat perhatian saat dia sampai di sekolah.


"Azkaaa!" teriak Siska yang juga baru sampai, walaupun sudah dipanggil berulang kali Azka tidak memperdulikannya dan terus berjalan. Siska berlari mengejar Azka, dengan cepat Siska menggapai tangan Azka.


"Ka, tunggu.." ucap Siska sambil mengatur nafasnya.


"Udah sembuh? Kenapa gak ngabarin kalo sakit..? Kan gue bisa jenguk dan rawat lo, Ka." tanya Siska, namun Azka hanya diam saja membuat Siska menjadi jengkel.


Siska yang kesal mencoba mencari perhatian dengan cara lain, Siska yang berada di sebelah Azka sudah bersiap untuk melancarkan rencananya. "Jangan salahkan gue Ka, lo susah banget sih di dapetin tapi itu yang bikin gue makin tertarik sama lo." batin Siska


Siska mulai memejamkan matanya dan langsung mengarah pada pipi Azka, ya dia ingin mencium Azka saat itu juga. Sayang sekali rencana Siska harus gagal karena saat Siska akan mencium pipi Azka dapat di halangi oleh Attaya, alhasil bukan pipi Azka yang di cium melainkan bola basket.


"Hueekk pipi lo kok bau sih, Ka? Lo gak mandi berapa hari?"" kata Siska sambil mengusap bibirnya karena bola basket yang dibawa Attaya kotor terkena air hujan.


"Makan tuh.. enak kaan... Hahaha..." ucap Attaya.


"Waah kurang aja lo, Ta! Ternyata bukan pipinya Azka.... sini lo!" kesal Siska sambil berlari mengejar Attaya karena Siska akan menjambak rambutnya.


"Sini gak! Attaya! Sinii!" teriak Siska yang terus mengejar Attaya yang berlari menghindar.


"Sukuriin emang enak! Wlee.." ucap Attaya sambil menjulurkan lidahnya mengejek Siska membuatnya semakin geram dengan Attaya.


"Awas kalo kena habis lo nanti di tangan gue." teriak Siska sambil mengatur nafasnya.


"Aaawwhhh..." teriak Attaya kesakitan, pasalnya dia berlari sambil melihat Siska yang masih mengejarnya jadi tidak memperhatikan jika di depannya ada pohon. Alhasil Attaya menabrak pohon, sakit dan benjol jidat Attaya membuatnya sedikit merasa pusing.


"Sukurin kualat kan lo sama cewek cantik." teriak Siska sangat senang karena Attaya mendapatkan balasannya.


"Dasar bocah.." ucap Devan yang sedari tadi melihat kelakuan dua orang itu. Azka yang berada di sebelahnya hanya diam saja tanpa merespon apapun.


"Ka, ke kelas aja kuy." ajak Devan sambil berjalan ke arah kelas mereka diikuti Azka.


"Woii kalian berdua tega ninggalin gue sama nenek sihir ini." teriak Attaya di seberang sana.


"Bodo.." ucap Devan, sedangkan Azka hanya mengangkat sebelah tangannya sambil melambai ke arah Attaya.


"Tungguiin! Cih.." ucap Attaya sambil menggelengkan kepalanya untuk mengurangi pusing yang di rasakan.


"Heh, urusan kita belum selesai! Awas lo kalo ketemu lagi." ucap Siska, Siska kembali ke kelasnya sendiri sambil mengibaskan rambutnya yang panjang.


...............


"Rajin amat neng.." ucap Nayla saat duduk di meja Azkia sambil melihat Azkia yang sedang menyalin pekerjaan rumah Devira. Ya Azkia belum mengerjakan tugas Matematika yang di berikan minggu lalu sebelum camping, karena banyak pikiran yang membuat hatinya risau.


"Dah mingir sana, keburu datang ini gurunya." usir Azkia kepada Nayla yang mencoba mengganggu Azkia menulis.

__ADS_1


"Hilih... jadi cewek tuh yang rajin dikit, kalo kaya gini mana ada cowok yang mau sama lo.. hahaa" ledek Nayla sambil mencubit pipi Azkia yang sedikit tembem.


"Aiisstt kan kecoret, jangan ganggu napa.." kesal Azkia karena sebentar lagi bel berbunyi dan tugasnya belum selesai, dan jam pertama adalah pelajaran Matematika.


"Utututuu tayangku kalo ngambek kan jadi gemezzz." kata Nayla sambil mencubit kedua pipi Azkia lagi.


"Naylaa..!" teriak Azkia, Nayla yang di teriakin langsung saja kabur di dekat pintu kelas. Karena kesal Azkia melemparkan apel yang berada di depannya, Nayla sangat gesit dia bisa menghindar dari lemparan apel tersebut tapi malangnya apel itu mengenai jidat Azka yang kebetulan baru masuk kedalam kelas.


"Aaawwhh..." rintih Azka sambil memegangi jidatnya yang nyut - nyutan terkena lemparan apel.


Mereka semua kaget melihat siapa yang terkena lemparan apel, baru saja masuk setelah sakit mendapatkan sambutan yang tidak biasa. Azkia langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Azka, lalu memegang pelan jidat Azka yang terkena apel.


"Sakit?" tanya Azkia sambil meniup dan mengelus jidat Azka, sedangkan Azka hanya mengangguk sambil memandang wajah Azkia yang sedang mengkhawatirkannya.


"Kenapa gak bilang kalo masuk kan jadi kena." ucap Azkia


"Mana gue tau.."


"Lo sih kenapa pake acara menghindar segala." kesal Azkia kepada Nayla.


"Lah kok jadi gue yang salah sih." tanya Nayla bingung dengan Azkia.


"Perlu di perban Bos?" canda Devan.


Tiba - tiba saja Attaya yang datang sambil berlari, karena larinya terlalu cepat membuat Attaya susah untuk berhenti. Dengan terpaksa Attaya menabrak Azka yang sedang berdiri di depan pintu.


Brruuukkkk


Azka yang tertabrak oleh Attaya pun jatuh menimpa Azkia, jadi mereka bertiga jatuh ke lantai bersamaan. Untungnya tangan Azka cepat memeluk Azkia sehingga kepala Azkia tidak terbentur ke lantai, hanya saja tangan Azka yang luka sampai mengeluarkan darah. Sedangkan Attaya kakinya terbetur meja, sakit sekali karena sangat kencang benturan itu.


"Astagaa." ucap Devira yang baru datang dari kantin.


"Kalian gak papa?" tanya Devan dan Nayla yang kaget,


"Adduhh kaki gue patah kayaknya.." rengek Attaya.


"Lo sih lari - larian kek anak Tk..!" kesal Nayla sambil membatu Attaya bangun.


"Ki, lo gak papa kan?" tanya Devira yang juga membantu Azkia bangun.


Azkia hanya menggelengkan kepalanya saja, dia masih syok dengan kejadian barusan. Dan juga syok saat Azka mendekapnya dalam pelukan, untuk beberapa saat Azkia melupakan Azka karena masih terpaku saat di peluk Azka. Terasa hangat dan nyaman itulah yang Azkia rasakan.


Azka di bantu Devan, kasian sekali melihat Azka baru sembuh dari sakit sudah terkena lemparan apel, masih di tabrak hingga jatuh. Membuat badannya merasakan sakit lagi, padahal luka saat camping baru saja sembuh.


"Maaf, gue gak sengaja." ucap Attaya yang merasa bersalah.

__ADS_1


"Udahlah gak papa, jangan di ulangin lagi! Kalo mau lari - larian di lapangan sana biar gak membahayakan orang lain.." kata Devira sambil membantu Azkia duduk di bangkunya karena ternyata guru mapel matematika sudah datang.


Mereka semua kembali duduk di tempat duduk masing - masing, semua pekerjaan rumah di kumpulkan di meja guru. Satu persatu mereka mengumpulkannya tapi tidak dengan Azka, Azka tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya bahkan Azka tidak mengetahui jika ada tugas.


"Bos lo dah ngerjain belum?"


"Ka, lo dah ngerjain belum?"


Tanya Azkia dan Devan yang hampir bersamaan, Azka hanya menggelengkan kepalanya. Bagi siswa yang tidak mengerjakan akan di hukum, dan benar saja Azka di panggil ke depan. Dia di hukum untuk berdiri di depan kelas sambil mengangkat sebelah kakinya sedangkan kedua tangannya menyilang memegangi telinga.


"Cih sial banget hari ini.." ucap Azka pelan.


"Bilang apa?" tanya guru Matematika


"Gak.." jawab Azka cepat


"Ini guru masih aja denger gue ngomong apa.." batin Azka


Azkia yang melihat Azka di hukum merasa kasian namun mau bagaimana lagi Azkia tidak bisa membantu, Azkia baru menyadari jika lengan Azka terluka. Saat Azkia penasaran ada tinta merah di lengan Azka yang terlihat saat posisi Azka seperti sekarang ini.


"Van, itu tangan Azka kenapa?" tanya Azkia kepada Devan yang berapa di depannya sambil menendang kursi Devan agar dia menoleh ke arah Azkia


"Kenapa emang?" tanya balik Devan


"Tuh liat kek kena tinta warna merah.." ucap Azka sambil menunjuk tangan Azka membuat Devan memperhatikan yang di maksut Azkia


"Eh iya, masa gara - gara jatuh tadi..?" tanya Devan


"Duh bisa habis gue nanti di marahin Azka.." rengek Attaya


"Salah lo sihh.." ucap Azkia dan Devan bersamaan


"Uhuukk, yang di belakang mau menjelaskan disini atau diam..?" bentak guru matematika


"Diam paakk..." ucap mereka


"Kalo diam kenapa di jawab..?" kesal guru matematika


Kelas mereka adalah kelas yang paling terkenal di antara para guru, terkenal susah diatur, rusuh, seenaknya sendiri, suka bikin ribut. Setiap hari ada aja ulah dari siswa kelas sebelas ips satu, hingga guru bk pun sudah hapal dengan penghuni kelas sebelas ips satu


..........


..."Bila mencintaimu adalah ilusi, maka izinkan aku berimajinasi selamanya.."...


.........

__ADS_1


Apa yang bakal Azkia lakukan saat melihat tangan Azka terluka?


__ADS_2