
Kicauan burung di pagi hari membangunkan Azka yang terlelap dalam mimpinya, sinar matahari masuk ke dalam kamar melalui celah - celah tirai. Yang memaksa mereka bertiga untuk segera bangun, hari ini adalah hari minggu waktunya bagi mereka untuk bermalas - malasan.
"Oe tutup tirainya gue masih ngantuk.." ucap Attaya, Devan yang usil sengaja membuka tirainya lebih lebar lagi saat mendengar teriakan Attaya
"Silau ini silau..." keluh Attaya, sedangkan Azka sudah keluar dari kamar mandi mengenakan setelan olahraga, mereka akan joging bersama tapi tidak dengan Attaya dia masih malas untuk meninggalkan tempat tidurnya.
"Gue tinggal dulu, lo jangan kacauin kamar gue..." ucap Azka
"Iya sana gue mau tidur lagi.." ucap Attaya sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya.
Azka dan juga Devan meninggalkan Attaya di rumah, mereka berdua joging pagi di taman komplek dekat rumah Azka. Tidak hanya di sekolah di rumah pun Azka memiliki banyak fans, seperti pagi ini saat joging ada saja yang mengganggu Azka dan juga Devan.
"Kak boleh kenalan gak..?" tanya seorang cewek yang menahan rasa malunya karena menyapa cowok terlebih dahulu
"Gak!" kata Azka
"Eh boleh - boleh, kenalin gue Devan..." ucap Devan sambil menyalamin cewek itu
"Maaf kak, aku mau kenalannya sama kaka yang itu.." ucap cewek tadi sambil menunjuk Azka yang sudah lari duluan
"Cih, sama gue gak mau?" tanya Devan
"Hmm yaudah sama kaka aja, soalnya kaka yang itu gak mau kenalan tadi..." ucapnya.
"Astaga gue jadi yang kedua mulu.." keluh Devan sambil menyalami gadis itu
"Dari pada gak ye kan hehe.." candanya
Azka sudah berlari keliling taman selama dua kali putaran sedangkan Devan hanya sekali kemudian asyik mengobrol dengan kenalan barunya.
"Van, gue mau balik.. Kalo lo masih mau pdkt, gue duluan ya.." ucap Azka sambil menepuk bahu Devan
"Eh gue jangan di tinggal dong.." ucap Devan mengejar Azka, "Gue balik duluan ya manis.." ucap Devan pada kenalan barunya sambil melambaikan tangannya.
Mood Azka hari ini sudah lebih baik dari kemaren di tambah dia sudah mengetahui kebenarannya. Devan yang sedari tari berada di sebelah Azka menjadi heran karena Azka tidak berhenti tersenyum membuat siapapun yang berada di jalan komplek itu memandanginya.
"Ka! Azka oe Ka..!" panggil Devan namun Azka tidak menyahutinya dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Azka Aldric!" teriak Devan tepat di sebelah telinga Azka
"Astaga kaget gue.." ucap Azka sambil menutup telinganya yang sakit
"Salah lo di panggil kagak nyaut.." kesal Devan
"Kenapa?"
"Lo masih waras kan?" tanya Devan sambil melihat ke arah Azka penuh tanda tanya
"Waraslah_-"
"Terus kenapa senyum - senyum sendiri? Gak panas juga.." tanya Devan sambil mengecek jidat Azka bergantian dengan jidatnya sendiri
__ADS_1
"Kepo.." ucap Azka sambil menjulurkan lidahnya kepada Devan kemudian Azka berlari meninggalkan Devan
"Astaga temen gue lagi kasmaran beneran ini mah.. Oe tungguin Ka.." ucap Devan sambil menyusul Azka
...........
Di rumah Rayhan
Walaupun matahari sudah terlihat di atas, Rayhan pun enggan keluar dari dalam kamarnya. Dia mengurung diri di dalam kamar dari semalam, bahkan belum ada sesuap nasi pun masuk ke dalam perutnya.
Rasanya semangatnya sudah hilang, tidak memiliki keinginan apapun.
Mama Rayhan yang melihat anaknya seperti itu menjadi khawatir, kemudian menelepone Jojo dan juga Nia untuk menghibur Rayhan. Mama Rayhan takut jika anaknya akan melakukan sesuatu hal yang membahayakan dirinya. Setengah jam kemudian Jojo dan Nia sudah sampai di rumah Rayhan.
"Assalamualaikum.." ucap Jojo dan Nia bersamaan
"Waalaikumsalam.. Ayo masuk nak.." ajak mama Rayhan
"Iya tan, makasih..." kata Nia
"Rayhan mana tan? Masih di kamar ya?" tanya Jojo
"Iya Jo, dia dari semalam gak keluar kamar, mana belum makan dari pulang sekolah.." ucap mama Rayhan khawatir
"Coba Jojo bujuk dulu ya tan sapa tau mau.." ucap Jojo dan diangguki oleh mama Rayhan
"Emang Rayhan kenapa tan kok bisa kaya gitu..?" tanya Nia yang tidak mengetahui jelas ceritanya
"Duh kasian banget sih, semoga Rayhan bisa lewatin ini semua tan.. Dan dapat yang juga sayang sama Rayhan.." ucap Nia sambil memegang tangan mamanya Rayhan, Nia mencoba menguatkan mama Rayhan
"Amiin, semoga saja ya Ni.."
"Yaudah Nia nyusulin Jojo dulu tan mau lihat keadaannya Rayhan.." ucap Nia sambil beranjak dari duduknya
"Iya sana, sapa tau ada kalian Rayhan bisa kembali lagi seperti biasanya..." kata mama Rayhan
..........
Tok tok tok
"Han Rayhan.. Buka pintunya ini gue Jojo.." ucap Jojo di balik pintu kamar Rayhan
"Rayhan! Buka pintunya.." ucap Jojo lagi sambil terus mengetuk pintuk kamar
"Gimana?" tanya Nia yang baru datang
"Sulit, gini banget ya orang putus cinta.." ucap Jojo
"Ya gitu, namanya juga orang yang susah jatuh cinta.. Sekalinya jatuh cinta mah gak main - main.." jelas Nia
"Terus gimana ini? Masa di dobrak..?" tanya Jojo
__ADS_1
"Jangan lah, rumah orang ini.." ucap Nia, mereka berdua masih terus memanggil nama Rayhan agar di bukakan pintu kamarnya namun masih tidak ada tanda - tanda dari Rayhan.
Hingga sore Rayhan baru membuka pintunya, terlihat kedua sahabatnya duduk bersandar pada tembok sebelah kamarnya. Mereka berdua sampai tertidur di lantai menunggu Rayhan. Rayhan yang melihat itu sadar jika di dalam hidupnya masih ada orang - orang yang menyayanginya, jadi Rayhan harus tetap semangat untuk menjalani semuanya.
"Kalian ini.." ucap Rayhan sambil ternyum
"Bangun, ngapain tidur leseran disini..?" tanya Rayhan sambil membangunkan Jojo dan Nia
"Eh Rayhan lo udah keluar.." ucap Nia setengah sadar
"Iya buruan bangun, gue gak ada recek nih.." canda Rayhan karena melihat kedua temannya yang berantakan tidur dilantai sambil bwrsandar tembok
"Hah Rayhan! Akhirnya lo keluar kamar juga, lo gak tau kan gue dari pagi nungguin lo di sini.. Kita khawatir sama lo!" ucap Jojo panjang lebar karena kesadarannya sudah pulih
"Iya maaf buat kalian khawatir.." ucap Rayhan
"Lo gak kenapa - kenapa kan..?" tanya Nia sambil melihat Rayhan dari atas hingah bawah, takutnya Rayhan berbuat seperti yang di lakukan orang - orang saat putus cinta.
"Gak kok, gue cuma merenung aja.. Yaudah makan yuk gue laper.." ucap Rayhan
"Lo beneran kan baik - baik aja? Kalo ada apa - apa itu cerita sama kita, kita kan selalu ada buat lo, jangan di pendem sendiri gue gak mau sahabat gue sampe depresi.." ucap Jojo sambil memeluk Rayhan dan di ikuti juga oleh Nia
"Iya bener itu, Kita bisa bantu lo juga.. Jangan kaya gini lagi kasian mama lo sampe nangis gara - gara khawatir sama lo.. Dan lo harus ingat Han, dimana pun dan kapan pun mau lo ada pasangan atau jomblo kita kan selalu ada buat lo Han.. Lo harus inget itu! Jangan merasa kalo lo udah gak punya siapa - siapa lagi ya, Oke? Karena lo masih ada kita.." ucap Nia sambil menangis tersedu - sedu
Rayhan yang melihat kedua sahabatnya seperti itu menjadi ikutan menangis, Rayhan sadar jika dirinya masih memiliki orang - orang yang menyayanginya dengan tulus tanpa Rayhan minta sekalipun. Rayhan sadar yang dia lakukan hari ini membuat banyak orang mengkhawatirkannya, bahkan membuat mamanya sedih.
"Udah - udah kalo kaya gini terus gue bisa sakit beneran.. Kuy makan dulu laper banget ini.." ucap Rayhan sambil melepaskan pelukannya dari Jojo dan Nia
"Ku mau makan yang banyak, es cream juga.." ucap Nia yang masih tersedu - sedu
"Iya es cream juga ada.. Ayo ke dapur.." ajak Rayhan
Jojo senang akhirnya Rayhan bisa melewati masa - masa patah hatinya, Jojo tau sebenarnya Rayhan masih belum bisa sepenuhnya menghilangkan patah hatinya. Senyum yang Rayhan tunjukkan bukanlah senyum tulus yang biasa Rayhan tunjukkan, Senyumnnya kini lebih terlihat senyum yang menahan rasa sakitnya, Senyum yang terdapat rasa kekecewaan yang dalam.
"Jo, ayoo!" ajak Rayhan yang menyadarkan Jojo dari lamunannya
"Okee..." ucap Jojo sambil menghapus air matanya, mereka bertiga sudah bersahabat sejak bayi jadi tak heran jika Jojo dan Nia bisa merasakan hal yang di rasakan Rayhan saat ini, hingga mereka menangis bersama.
Karena sejak kecil mereka bertiga sudah bersama dimanapun dan kapan pun itu. Jadi tak heran jika mereka memiliki ikatan batin seperti saudara kandung..
..........
..."Sahabat yang sesunggunya adalah dia yang ada saat dirimu dalam keadaan terpuruk sekalipun, bukan meinggalkan mu dan tidak hanya datang jika dirinya membutuhmanmu..."...
...- Rayhan M -...
.............
Kalian punya sahabat yang seperti itu kan? Selamat! Karena sudah hampir punah
#canda bosku*
__ADS_1