Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Truth or Dare


__ADS_3

Langit gelap sudah menyapa mereka, deburan ombak selalu menghiasi malam yang semakin dingin itu. Kali ini mereka sedang sibuk di depan api unggun yang tadi siang mereka buat, di sekitaran api terlihat beberapa jagung yang sedang di bakar.


Terkadang juga terdengar tawa daru mereka semua, sesekali suara nyanyian yang diiringi dengab gitar terdengar merdu di sela - sela tawa mereka.


Tak jarang ada pengunjung lain yang mampir hanya untuk menyapa mereka, karena bisa di bilang mereka sangat asik dari pada orang - orang lain yang ngcam di sekitar mereka.


Tidak jarang juga para cowok menggoda cewek yang ngcam di sebelah mereka kecuali Azka, dia hanya diam dan tidak melakukan hal yang sama seperti temannya. Bukan takut karena ada Azkia melainkan memang bukan sifatnya, dia diam saja sudah banyak perempuan yang mendekatinya dan suka kepadanya. Apalagi jika dia melakukan hal yang sama, bisa - bisa perempuan satu pantai jadi miliknya semua.


"Ta, jangung gue mana udah matang belum?" tanya Ciko.


"belum." singkat Attaya yang masih membolak balikkan jangung di depan api unggun.


"Punya gue juga mana, yaelah lama bener." saut Bobo.


"Cih, gue bukan mang jagung ya! Dari tadi pada bilang 'gue mana gue mana' tapi gak mau bakar sendiri." sewot Attaya yang kesal dengan temannya itu.


"Mang jagung bakarnya yang manis satu ya!" ucap seseorang dari belakang Attaya, membuat Attaya kesal dan berbalik badan sambil memaki orang tersebut.


"Udah gue bilang bak....ar sendiri." ucap Attaya yang tadinya nggas berubah jadi pelan setelah mengetahui yang di belakangnya adalag Azka. Azka melipatkan kedua tangannya di depan dada sambil memandang ke arah Attaya.


"Eh bos, i—ini jagung bakar manisnya." ucap Attaya sedikit gagap sambil memberikan dua jagung bakar manis kepada Azka.


"Hm." singkat Azka sambil menerima jangung bakarnya. Kemudian melangkah duduk di sebelah Azkia. Sedangkan yang lainnya menertawakan Attaya yang salah mengira orang.


"Syukurin loh emang enak! Hahaa." kata Devan menertawakan Attata.


"Rasaiin!" ucap Bobo.


"Sudah tidak berkutik lagi ya bun." canda Devira.


"Berisik!!" kesal Attaya namun masih saja membakar jagung dan makanan lainnya.


"Gue ambil jaket dulu ya dingin." kata Azkia sambil berdiri namun tangannya di cekal oleh Azka.


"Kenapa?" tanya Azkia heran.


Azka melepas jaket ya dan memberikan kepada Azkia.


"Pake!" perintahnya.


"Tapi nanti kamu kedinginan gimana, aku ada jaket sendiri kok." tolak Azkia dengan halus.


"Gak, pake aja!" ucap Azka sambil memberikan jaketnya kepada Azkia.


"Makasih." kata Azkia sambil tersenyum manis.


"Manis gak jagungnya?" tanya Attaya tiba - tiba.


"Manis kok, Ta... kaya dia kalo mode es nya hilang." jawab Azkia sambil tertawa.


"Huuuuu." teriak mereka semua menyoraki Azkia dan Azka.


Mereka habiskan waktu malam ini dengan permainan game tod, yaitu singkatan dari truth or dare.


Jadi sekarang ini mereka membentuk lingkar di sebelah api unggun, terlihat ada sebuah botol bekas minuman tergeletak di sana.

__ADS_1


"Jadi siapa duluan ini yang mulai?" tanya Nayla. Kemudian mereka saling pandang untuk menentukan siapa yang akan memulai permainan itu terlebih dahulu.


Mereka semua melihat ke arah Ciko, dan kali ini dia hanya bisa pasrah dan menuruti kemaunan teman - temannya itu.


"Baiklah, gue duluan." ucap Ciko sambil memutar botol itu, mereka tegang siapa yang akan menjadi penerima tantangan pertama.


Botol itu berhenti tepat di depan Devan, "truth or dare?" tanya Ciko kepada Devan.


"Truth lah." ucap Devan.


"Emm... punya mantan berapa?" tanya Ciko.


"Zero!" jawab Devan yakin.


"Hah? Yakin loh gak ada mantan, cowok kayak lo pantis banyak mantannya." kata Devira yang tidak percaya akan jawaban Devan.


"Faktanya emang kayak gitu mau gimna ya gak, Ka?" tanya Devan yang meminta dukungan dari Azka.


"Gue kira most wanted seperti kalian itu banyak cecannya." saut Nayla.


"Kita gak kaya gitu kali... nakal boleh playboy jangan! Hahaa." jawab Attaya yang diangguki oleh Azka dan Devan.


"Hoax!" ucap Azkia Devira dan Nayla.


"Gak playboy tapi suka ghostingin cewek ya!" sindir Bobo.


"Suutt jangan keras - keras nanti ketahuan." ucap Attaya sambil membungkam mulut Bobo.


"Lanjut!" seru Ciko.


"Truth lah." jawab Nayla.


"Siapa orang yang lo benci?" tanya Devan.


"Lo!" jawab Devira singkat.


"Hah?" kaget Devan.


"Iya gue benci lo." ucap Devira lagi," benci gue bisa suka sama lo." batin Devira.


"Kenapa?" tanya Devan yang penasaran.


"Gak ada!" sedangkan mereka semua hanya memperhatikan Devira dan Devan secara bergantian.


"Dah lanjut!" ucap Bobo menengahi. Sekarang giliran Devira yang memutar botol tersebut, dengan perlahan botol itu berhenti di depan Azkia.


"Truth or dare?" tanya Devira kepada Azkia.


"Truth." singkat Azkia sambil menatap tajam Devira, karena dia tahu pasti Devira akan mengerjainya.


"Udah move on darinya?" pertanyaan itu membuat semua temannya menatap Azkia penuh tanda tanya besar. apalagi Azka, dia menatap Azkia yang seolah meminta penjelasan siapa yang di maksut oleh Devira.


Azkia hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan dari Devira, membuat mereka semakin penasaran.


"Kalo gak bisa jawab kasih hukuman." ucap Ciko.

__ADS_1


"Udah!" jawab Azkia,"gue udah moveon dari dia... buktinya sekarang gue udah gak mikirin dia lagi, karena gue udah punya Azka." ucap Azkia sambil melirik ke arah Azka, dia ingin tahu bagaiama reaksi Azka.


Azka tersenyum tipis mendengar penjelasan daei Azkia, dia masih penasaran siapa yang bisa membuat Azkia susah moveon.


"Lanjut!" ucap Bobo.


Azkia memutar botol tersebut dan berhenti tepat di depan Bobo. "Truth or dare?" tanya Azkia.


"Dari tadi truth mulu, jadi gue pilih dare aja." ucap Bobo yakin.


"Gaya lo, nanti gak bisa lakuin tantangan jangan nangis." sindir Nayla.


"Gak lah, masa gue nangis... keren gini." ucap Bobo dengan sombong.


"Halah, waktu itu yang pingsan di tengah hutan siapa? Gayanya selangit taunya pingsan duluan haha." canda Devan.


"Itu kan beda lagi, Van." kata Bobo.


"Sama aja, Ki buruan kasih tantangannya." ucap Attaya.


"Coba lo cari cewek yang pake baju warna mwrah terus lo minta fotonya." ucap Azkia.


"Mana ada cewek disini?" tanya Bobo.


"Tuh kan ada tenda, pasti ada orangnya kan coba aja sapa tau dapet jodoh juga." jelas Devira.


"Waktu lima menit dari sekarang, kalo gak bisa nemuin nanti dihukum." ucap Azkia lagi


"Oke - oke tunggu ya!" kata Bobo sambil berjalan menghampiri tenda yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada.


Awalnya Bobo ragu karena jalan yang dia lewati gelap, tapi mau bagaimana lagi Bobo ingin membuktikan kepada teman - temannya jika dia bisa menyelesaikan tantangannya.


Saat berjalan Bobo merasa merinding, seperti ada yang mengikutinya namun saat Bobo berbalik tidak ada siapapun.


Sedangkan di tenda mereka berbincang sambil menunggu Bobo kembali, Azka menatap tajam kearag Azkia. Azkia yang paham langsung bertanya kepada Azka.


"Kenapa?" tanya Azkia sambil menatap Azka.


"Siapa?" tanya Azka.


"Siapa apanya?" bingung Azkia karena tidak paham maksut dari Azka.


"Gagal moveon, siapa dia?" tanya Azka, dia ingin mendapat penjelasan dari Azkia.


"Dia it—" ucapan Azkia terpotong.


......................


..."Aku tidak suka ada orang lain yang kamu pikirkan, karena aku hanya mau kamu selalu memikirkanku."...


...—EH—...


...xxxxxxx...


Hayoo Dia siaapanya Azkia, ada yang tahu gak?

__ADS_1


__ADS_2