Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Diluar Jangkauan


__ADS_3

Azkia merebahkan tubuhnya diatas kasur, setelah pulang dari rumah Azka tadi dia belum sempat menyentuh hp nya. Karena sibuk membantu mamanya yang sedang memasak di dapur, mamanya memasak makanan kesukaannya sehingga Azkia berinisiatif untuk membantu.


"Duh, capeknya." keluh Azkia sambil merentangan kedua tangannya.


Terdengar suara berdering dari ponselnya, yang menandakan ada pesan masuk. Seketika saja membuat Azkia mencari keberadaan ponsel tersebut, "Dimana sih?" ucap Azkia sambil terus mencari.


"Akhinya ketemu juga." ucap Azkia lega setelah menemukan ponselnya yang masih berada di dalam tas sekolahnya. Azkia membuka layar ponselnya, terlihat banyak notifikasi dari Azka. Bahkan terlihat banyak panggilan tak terjawab dari Azka juga, sedari tadi Azka memang menghubungi Azkia namun tidak ada satu pesan dan panggilannya yang di balas oleh Azkia membuat Azka menjadi khawatir.


"Nyun, udah sampai rumah belum?"


"Nyun!"


"Kok gak di balas sih?"


"Lagi sibuk ya!"


"Atau jangan - jangan lagi jalan sama orang lain."


"Kenapa teleponnya gak diangkat?"


"Lagi apa sih, sampai balas aja gak bisa?"


Dan masih banyak lagi pesan whatsapp dari Azka, Azkia hanya senyum - senyum sendiri membaca pesan Azka yang hampir lima puluhan pesan chat. Bahkan terlihat panggilan masuk dari Azka hampir dua puluh, padahal belum lama Azkia bertemu dengannya. Namun Azka sudah memberikan spam chat kepada Azkia.


"Dasar bocil." ucap Azkia sambil mengetikan beberapa kata untuk membalas pesan Azka. Namun belum sempat Azkia menekan tombol Send, ponselnya sudah berdering terlihat nama seseorang yang sudah lama Azkia tidak mendengar suaranya. Dengan cepat Azkia menggeser tombol hijau yang berada pada layar ponselnya.


"Assalamualaikum." sapa orang tersebut.


"Waalaikumsalam, bang." balas Azkia sambil terus menyunggingkan senyuman.


"Lagi apa?" tanya orang di seberang sana.


"Capek bang, habis bantuin mama masak... ini baru rebahan." adunya pada orang tersebut.


"Lah kok tumben sih rajin banget, hayoo pasti ada maunya ya!" ejek orang itu.


"Enak aja emang Kia itu rajin ya, huh!" kesal Azkia sambil memanyunkan bibirnya membuatnya semakin imut.


"Hehe iya - iya, jangan ngambek nanti makin jelek loh." candanya.


"Jelek - jelek gini banyak yang suka wle..... daripada situ jones." Azkia tidak mau kalah dia juga mengejek orang tersebut.

__ADS_1


"Ohh berani ya awas kalo ketemu, habis nanti." ucap orang di seberang sana sambil tersenyum jahat.


"Gak kok gak, canda doang.. hehee." ucap Azkia sambil mengacungkan jarinya membuat huruf V. Tidak terasa mereka sudah hampir satu jam mengobrol, hingga ketukan pintu yang menyudahi obrolan tersebut.


Tok tok tok


"Kia, makan malam dulu... udah di tunggu sama papa di bawah." ucap seseorang dari balik pintu.


"Iya mah, bentar lagi Kia turun." jawab Azkia kepada mamanya.


"Udah dulu ya, udah di suruh mama makan... jangan lupa makan juga ya!" ucap Azkia.


"Siap, assalamualaikum." ucap seseorang di seberang sana.


"Waalaikumsalam.." lalu Azkia mematikan panggilan tersebut.


Terlihat lagi banyak pesan masuk dari Azka, Azka juga terlihat kesal dari pesan chat yang dia kirim.


"Nyun, di read doang gak di balas.. tega banget sama pacar sendiri ︶︿︶"


"Kok diluar jangkaun kamu lagi dimana emangnya?"


"Nyun! Hayoo lagi telepone sama siapa?"


"Nyun!"


"Azkiaa!"


Seperti itulah spam chat dari Azka dan juga ada beberapa panggilan masuk namun tidak terjawab oleh Azkia. Dengan cepat Azkia membalas pesan tersebut agar Azka tidak marah.


Pesan whatsapp.


^^^Azkia^^^


^^^"Maaf tadi lagi bantuin mama masak, terus capek makanya baru bisa bales chatnya."^^^


^^^"Jangan marah ya, jangan ngambek!"^^^


Kemudian Azkia menekan tombol send agar pesan singkatnya terkirim ke Azka. Azkia kemudian meletakan ponselnya diatas nakas, karena sudah di tunggu oleh orang tuanya untuk segera makan malam. Azkia segera turun untuk menemui kedua orang tuanya yang sudah menunggu di ruang makan.


..............

__ADS_1


Di rumah Azka.


Setelah teman - temannya pulang Azka menuju ke kamarnya untuk merebahkan tubuhnya yang terasa ngilu karena habis bertanding basket dan juga tawuran. Terasa sangat lelah badannya, membuat Azka tanpa sadar sudah tertidur dengan nyenyaknya.


Namun setelah beberapa saat dia terbangun seperti orang yang kaget, kepalanya terasa sangat pusing. Azka melihat jam dindingnya sudah menunjukkan pukul lima sore, segeralah dia bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket. Namun sebelum itu Azka sempat mengirimkan beberapa pesan kepada Azkia, setelag itu meletakan ponselnya di atas nakas.


Kurang lebih dua puluh menit sudah Azka berada di dalam kamar mandi, kini dia sudah keluar dari kamar mandi dengan setelan santai. Azka langsung saja mengambil ponselnya dan melihat pesannya kepada Azkia belum juga di balas, dengan kesal Azka menelepon Azkia namun sama saja masih belum ada jawaban.


"Cih ini anak kemana sih, dari tadi di chat gak di balas." kesal Azka sambil melihat layar ponselnya. Namun Azka tidak menyerah sampai disitu saja, dia terus menelepon dan juga mengirim chat kepada Azkia entah sudah berapa chat yang Azka kirim karena masih saja belum di balas oleh Azkia.


"Astata ini anak ilang kemana sih, bikin khawatir aja!" kesal Azka yang terus menatap layar ponselnya membuatnya menabrak tembok karena terlalu fokus dengan ponselnya.


"Aduh." keluh Azka sambil mengusap jidatnya yang mulus mencium tembok.


"Siapa sih yang mindahin tembok disini!" kesap Azka sambil memukul tembok yanh tidak bersalah. Bi Mira yang melihat kelakuan Azka hanya tertawa saja, "Den Azka ini aneh - aneh aja masa tembok diajak ngomong hehee." gumam Bi Mira sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak majikannya itu.


Kemudian Azka melangkahkan kakinya menuju ruang makan, disana sudah ada bibi yang sedari tadi melihat kelakuan Azka. Bibi menyiapkan makan malam untuk Azka, kemudian meninggalkan Azka sendiri karena bibi masih ada pekerjaan lainnya.


"Silahkan den." ucap bibi setelah selesai menghidangkan makanan untuk Azka.


"Makasih bibi." ucap Azka tanpa melihat yang diajak bicara. Matanya masih terus mekihat kearah ponselnya tersebut, akhirnya terlihat centang biru pada chat yang di kirim Azka.


"Akhirnya di baca juga." ucap Azka sambil menyunggingkan senyuman di bibirnya, walaupun bibirnya masih sedikit terasa perih akibat tonjokan saat tawuran.


Terlihat jika Azkia sedang mengetik namun setelah di tunggiu beberapa saat tidak terlihat ada pesan masuk dari Azkia membuat Azka menjadi resah.


"Niat bales gak sih!" kesal Azka, kemudian Azka mengirimi Azkia pesan chat namun tidak juga ada tanda - tanda dari Azkia untuk membalasnya. Dengan kesal Azka menekan tombol telepone namun sayang tidak ada jawaban dari Azkia yang ada hanya terdengar suara dari operator jika nomer yang di tuju sedang diluar jangkauan.


"Shit! Ini anak pinter banget bikin gue kesel." kesal Azka yang membuat nafsu makannya hilang. Azka pergi menuju kamarnya karena sudah tidak berselera untuk makan malam.


Azka masih saja terus mencoba mwnghungi Azkia namun tetap saja sama hanya terdengar suara daru operator yang memberikan informasi.


"Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk cobalah beberapa saat lagi.."


"Maaf nomer yang anda tuju sedang berada di panggilan lain,.."


Azka mengirimi Azkia beberapa pesan karena tidak mendapatkan balasan membuatnya marah, terlebih lagi saat Azka mencoba menelepon nomor Azkia selalu saja sibuk membuat Azka semakin kesal saja. Sekali lagi Azka mencoba menghubungi Azkia namun tetap saja sama operator yang menjawabnya, karena kesal Azka meletakkan ponselnya di atas nakas dengan mode diam.


"*Maaf nomor yang anda tuju sedang bersama orang lain.."


......................

__ADS_1


Maaf kalo autor lama up nya karena habis tidak enak badan. Autor usahakan biar bisa up dengan teratur. Dan terimakasih yg masih mau stay pada cerita Autor*.


__ADS_2