
Sekarang mereka sudah berada dikantin yang selalu padat dengan orang-orang yang betdesakan untuk mengantri makanan. Sedangkan mereka berdelapan langsung duduk disalah satu bangku yang kosong, untung saja bangku itu muat untuk mereka semua.
"Bob, buruan antri pesen makan!" perintah Attaya.
"Tenang dari sini saja, mie ayam aja ya biar cepet?" saran Bobo.
Mereka semua mengangguk menyetujuinya.
"MANG UJANG BELI MIE!" teriak Bobo membuat mereka semua menatap kearah Bobo.
"Mie apa?" tanya mang Ujang yang ikut berteriak karena ia sedang sibuk melayani yang lain.
Stan tempat mang Ujang jualan memang tidak terlalu jauh dari tempat mereka duduk, namun yang namanya Bobo ia malas untuk mendekati stan itu sehingga lebih memilih berteriak.
"MIE.. KIRIN KAMU!"teriak Bobo yang membuat mereka semua tertawa.
"Dasar jomblo akut." teriak mereka semua dengan kompak membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak.
Bobo hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan ucapan teman-temannya itu begitu juga dengan mang Ujang yang hanya menggelengkan kepalanya Sambil tertawa renyah memandangi Bobo.
"Jomblo ya jomblo tapi jangan kelihatan jomblonya dong," kata Chiko sambil menepuk kepala Bobo pelan.
"Mau gue kenalin sama temen gue, Bob?" tanya Nayla.
"Akibat jomblonya kelamaan tuh sampai mang Ujang aja dibaperin," sindri Devira sambil terkekeh.
"Cari pacar sana jangan malu-maluin kita lah!" sindir Devan
"Yaelah, gue kan cuma bercanda doang biar kalian tuh ketawa gitu loh," jawab Bobo sambil miminum es nya.
"Halah, itu cuma alasan lo aja kan." tuduh Attaya.
Sedangkan Azka hanya diam saja sambil mengamati mereka, pikirannya masih terbayang akan kejadian tadi pagi. Bagaimana pipinya yang tanpa sengaja mendapatkan kecupan dari Azkia.
Mereka yang menyadari hanya menatap heran Azka, karena tidak biasanya dia seperti ini bahkan walaupun dia cuek dia pasti akan ikut berkomentar hanya beberapa kata saja.
"Diem-diem bae, nanti kemasukan loh," ucap Devan sambil menyenggol lengan Azka.
Namun Aska masih saja diam menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong, bibir Azka terangkat membentuk lekukan yang membuat siapapun terpesona melihatnya.
"Kayaknya bener udah kerasukan setan ini anak," ucap Ciko.
"Ki, pacar lo kenapa itu jangan-jangan dia beneran kesambet," tanya Devira
Azkia menoleh kearah Azka yang sedang duduk di sebelahnya, saat melihat Azka tersenyum manis seperti itu membuat Azkia diam mematung sambil melihat bibir Azka.
"Hei kalian berdua kenapa sih jangan bilang kalau lo juga ikutan kesambet," tanya Nayla sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Azkia.
"Sepertinya mereka berdua ada sesuatu yang tidak kita ketahui." selidik Bobo.
__ADS_1
"Bisa jadi ya, soalnya sejak tadi pagi Azkia juga aneh," jelas Devira.
"WOY! PACAR LO DIAMBIL SETAN!" teriak Devan tepat ditelinga Azka membuatnya terpelonjat kaget.
"Gue gak budek, astaga! Sakit kuping gue!" kesal Azka.
"Sorry ngab, kirain lagi kesambet hehe," ucap Devan sambil menggaruk tengkuknya.
Azka bangkit dari duduknya, berjalan meninggalkan bangku itu. Membuat mereka semua heran, mereka pikir Azka marah dengan perlakuan Devan.
"Mau kemana, Ka?" tanya Azkia.
"Ngambek ngab?" tanya Devan.
"Marah kan Azkanya, hanyo loh tanggung jawab." goda Devira sambil menyandarkan dagunya di bahu Devan.
"BELI ES!" teriak Azka.
"Jangan lupa tanyain pasword wifinya, paketane gue habis." teriak Bobo.
Setelah beberapa saat Azka kembali dengan membawa dua ice cream corneto rasa coklat. Azka duduk lagi ditempatnya tadi, Azkia yang sedang asyik mengobrol tidak menyadari jika Azka sudah kembali.
"Dingin!" pekik Azkia saat ada benda dingin yang menempel pada pipinya.
Azkia menoleh terlihat Azka sedang menyodorkan ice cream kesukaannya, senyum manis terkembang dibibir Azkia menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi.
"Kia aja nih yang dikasih, gue gak?" tanya Devan sedikit manja membuat mereka bergidik ngeri.
Azka menyodorkan ice cream yang sudah ia buka di depan wajah Devan, saat Devan hendak melahabnya dengan cepat Azka melahabnya terlebih dahulu membuat Devan kesal. Namun candaan kecil itu mampu membuat mereka semua terhibur.
"Mau, beli sendiri lah... uang lo buat apa?" tanya Azka.
"Buat modal Nikah sama Ira!" kesal Devan, perkataan itu membuat Devira tersedak kuah mie ayam.
"Uhuukk, siapa yang mau nikah sama lo!" canda Devira namun terlihat serius.
"Nah lo, Van... gimana tuh!" kata Attaya sambil terkekeh.
"Harus mau, kalau gak mau harus mau.. gue paksa lah hehe," canda Devan sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Ka, paswordnya apa?" tanya Bobo.
Azka hanya diam saja, tangannya melambai kearah Bobo agar mendekat kearahnya. Saat Bobo sudah mendekat kearah Azka, ia membisikkan sesuatu ditelinga Bobo.
"Heh, lo gak bercanda kan?" tanya Bobo dengan raut wajah kaget.
"Buat apa bercanda," kata Azka dengan gaya coolnya.
"Lo yakin?" tanya Bobo memastikan.
__ADS_1
"Yakin lah!" jawab Azka sambil memakan ice creamnya.
Yang lainnya hanya diam saja menyaksikan percakapan itu hingga mereka berteriak histeris saat melihat perbuatan Bobo.
Bobo yang duduk didepan Azka mendekat lagi lalu dengan cepat mengecup pipi Azka, membuat Azka kaget setengah mati begitu juga dengan yang lainnya. Bahkan mie ayam yang Attaya suapkan kemulutnya sampai terjatuh saat melihat itu.
CUP!
Ice cream yang Azka pegang jatuh begitu saja diatas meja, satu detik dua detik Azka baru tersadar dari kagetnya.
"Gila, lo ngapain!" bentak Azka.
"Bener-bener butuh obat nih si Bobo," ucap Ciko.
"Jangan bilang lo suka sama sesama jenis, Bob!" tanya Attaya yang langsung menjaga jarak dengan Bobo.
"Rasanya gimana, Ka?" tanya Devira.
"Ini gue gak salah liat kan?" tanya Nayla.
Sedangkan Azkia ia menutup mulutnya tidak percaya.
"Lah katanya tadi cium dulu, gue tanya lo yakin.. jawab lo kan yakin, yaudah gue cium lo dulu kan." kata Bobo tanpa dosa.
"Asem! Pasword wifinya emang cium dulu ogeb, bukan gue yang minta cium! Ini anak kurang vitamin cinta ya gini jadinya!" kesal Azka sambil mengusap pipinya dengan tissu.
"Hahahhahaaaaa," terdengar tawa dari mereka semua.
"Ya, maaf! Gue kira lo minta dicium baru kasih tau paswordnya," ucap Bobo sambil menutup mulutnya.
"Ah tauk lah!" kesal Azka lalu pergi.
"Yee, jangan ngambek gue gak sengaja serius! Mana ciuman pertama pula," gerutu Bobo.
Membuat tawa mereka semua semakin pecah, apalagi dengan wajah Bobo yang terlihat bingung.
"Kiaa, lo kalah star dari Bobo tuh!" ucap Devira disela-sela tawanya.
"Mana ada," jawab Azkia sambil menutup mulutnya agar tidak keceplosan.
"Hah bilang apa?" saut Nayla.
"Gak kok, gue susulin beruang kutub dulu ya!" pamit Azkia yang langsung kabur begitu saja.
"Gimana rasanya, Bob... nyium es?" tanya Attaya sambil terkekeh.
"Adem-adem manis gimana gitu." respon Bobo yang semakin membuat mereka tertwa.
...------------------------------------------------...
__ADS_1