
Hari ini setelah acara perlombaan selesai, langsung saja pembagian hadiah untuk para pemenang yang ikut dalam pertandingan selama dua hari ini. Kini mereka semua sudah berada di halaman sekolah, tidak terkecuali Azkia dan Azka. Mereka berdua mencari keberadaan sahabat mereka, karena mereka lebih dahulu berkumpul di halaman.
Selamat perjalanan dari kantin menuju halaman sekolah, Azkia tidak pernah luput dari gunjingan siswa lainnya. Jika bagi Azka itu adalah hal biasa karena Azka sudah sering mendengar siswa lain menggosipkannya, namun lain halnya dengan Azkia yang baru pertama kali mendapatkan tatapan tidak menyenangkan dari siswa lainnya. Bahkan ada yang mengolok - oloknya saat dia lewat di depan segerombolan siswa perempuan.
"Kirain cewek baik - baik gak taunya kayak gitu."
"Cantik sih, tapi kok tega sih."
"Tapi cocokan sama dia dari pada sama Siska."
"Ohh ini cewek yang menggemparkan satu sekolah?"
"Kirain bidadari mana ternyata cuma orang biasa yang pengen tenar."
"Gak nyangka juga sih, cewek yang terlihat polos tapi kok PHO."
"Cih, PHO semakin meresahkan."
Dan masih banyak lagi umpatan dari siswi lainnya, Azkia yang tidak pahan dengan apa yang mereka bicarakan hanya diam saja. Namun Azkia tahu jika mereka sedang mengungjing dirinya, namun Azkia seolah biasanya saja.
Azka yang melihat jika Azkia merasa tidak nyaman, langsung saja menarik tangannya dalam genggamannya. "Gak usah di dengerin, ada gue disini!" ucap Azka di telinga Azkia, Azkia mengangguk mengerti sambil tersenyum yang terlihat di paksakan.
"Jelek, senyumnya gak tulus." ucap Azka.
"Tau aja ini orang kalo aku merasa gak nyaman, tapi tangannyq seolah ada sihir yang membuat ku langsung tenang." batin Azkia sambil melihat punggung Azka yang berjalan terlebih dahulu sambil menggandeng tangan Azka.
Tiba - tiba saja ada anak perempuan yang mengahampiri mereka dan langsung mendorong tubuh Azkia hingga dia hampir terjatuh jika tidak di pegangin Azka.
__ADS_1
"Heh, lo kan juga cewek jangan jadi PHO, coba kalo hal ini balik ke diri lo sendiri gimana ha?" bentak salah satu cewek yang bername teg Farah.
Farah merupakan salah satu fans dari Azka, bisa di bilang dia juga salah satu dari perempuan - perempuan yang berharap bisa menjadi pacar Azka.
Azkia melepaskan tangan Azka yang memegangi bahunya tadi, lalu melangkah ke arah Farah dengan cepat dia mendorong balik Farah karena Azkia tidak terima dengan perlakuan Farah kepadanya. "Maksut lo apaan dorong - dorong gue?" bentak Azkia sambil mendorong tubuh Farah hingga terhuyung ke belakang.
"Gak usah pura - pura gak tau deh lo!" kesal Farah.
"Gak jelas lo!" bentak Azkia kemudian melangkag meninggalkan Farah yang masih kesal dengannya, ingin sekali Farah menjambak rambut Azkia namun ia urungkan karena ada Azka.
"Cih, awas ya lo nanti." kesal Farah sambil berjalan berlawanan arah dengan Azkia dan Azka.
"Mereka kenapa sih, bikin emosi aja!" omel Azkia. Azka yang tidak paham apa masalahnya hanya diam saja, pasalanya Mereka berdua belum melihat ponsel mereka sedari tadi jadi wajar saja jika merekaka tidak paham dengan maksut orang - orang.
............
"Belum, kenapa?" ucap Rayhan sambil terus mengcek proposal.
"Nih liat masih hangat - hangatnya ini." kata Jojo sambil menyodorkan layar ponsel miliknya tepat di depan wajah Rayhan.
Rayhan hanya melirik sekilas dan kembali fokus kepada proposalnya, dia tidak tertarik dengan gosip - gosip yang ada. Karena buat Rayhan itu tidaklah penting, apalagi soal asmara dia sendiri masih berperang dengan perasaannya jadi sangat malas untuk memikirkan masalah orang lain.
"Ini soal Azkia yang di anggap PHO sama orang - orang." jelas Nia, setelah mendengar penuturan dari Nia, Rayhan langsung mengambil ponsel Jojo dan membaca apa yang sebenarnya terjadi.
Dalam postingan itu terlihat Azka sedang berdiri dan di depannya ada Siska yang memeluk Azka dengan sangat erat, jika dilihat dari sudut si pemoto maka tetlihat seperti sepasnag kekasih. Tertulis jika Azka dan Siska memiliki hubungan, namun hubungannya harus berakhir karena orang ketiga yang masuk dalam kisah asmara Azka dan Siska. Dalam postingan tersebut juga di tambahkan inisial orang yang menjadi PHO, yang jelas saja menjuru kepada Azkia Agatha.
"Ini maksutnya apa?" tanya Rayhan kepada kedua temannya.
__ADS_1
"Ya seperti yang tertulis disitu, Ray!" ucap Nia.
Setelah mendengar ucapan Nia, Rayhan langsung buru - buru keluar dari ruang osis pergi mencari keberadaan Azkia. Entah kenapa Rayhan merasa tidak nyaman di dalam hatinya dengan gosip yang beredar di grub sekolah itu, Rayhan tidak ingin terjadi sesesuatu kepada Azkia.
"Rayhan mau kemana lo?" teriak Jojo.
"Cari Kia!" singkat Rayhan sambil berlari entah kemana dia akan mencari Azkia di sekolag yang luas ini, entah kenapa Rayhan tidak ada kepikiran untuk menelepon Azkia padahal dia juga memiliki kontaknya.
"Gue harap gak terjadi sesuatu sama lo, Ki.... gue tau fans itu gak akan nyerah gitu aja saat mereka udah tau kalo kamu pacaran sama Azka." batin Rayhan sambil terus berlari.
Rayhan berlari menuju ruang kelas Azkia namun tidak ada disana, kantin hingga taman belakang pun sudah Rayhan cari hingga nafasnya sudah tidak beraturan.
"Lo dimana sih, Ki?" gumam Rayhan.
"Kenapa gue seperti ini, lo pasti sedang bersama Azka dia bisa jagain lo." ucap Rayhan lagi.
Kemudian ponsel Rayhan berbunyi ada panggilan masuk dari Jojo yang menyuruhnya segera ke halaman sekolah karena sebentar lagi acara pembagian hadiah.
"Halo?" ucap Rayhan.
"Buruan ke halaman sekolah, udah di tunggu kepsek." ucap Jojo di seberang sana.
"Tapi gue bel—." kata Rayhan yang terpotong oleh ucapan Jojo.
"Azkia disini, dia baik - baik aja." ucap Jojo seolah tahu apa yang akan Rayhan ucapkan.
"Baiklah." kata Rayhan sambil mematikan ponselnya, kemudian Rayhan melangkah menuju halaman sekolah.
__ADS_1
..........