Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Model tak terduga!


__ADS_3

Di dalam ruangan terlihat seseorang sedang menatap Devan dengan alis yang terangkat sebelah, tangannya ia lipat di depan dada. Wajahnya terlihat tidak suka dengan ide yang Devan rencanakan itu.


"Harus, ya?" tanyanya pada Devan.


"Harus lah, biar kaget kan," jawab Devan sambil menyerahkan dua set pakaian yang harus dipakainya.


"Kenapa masih bengong aja, buruan ganti sana!" perintah Devan sambil mendorong orang itu masuk kedalam kamar pas yang dibuat sangat sederhana.


"Cih!" dengusnya.


Devan tidak terlalu memperdulikannya, sambil menunggu Devan bermain game pada ponselnya.


"Lama banget sih ganti gitu aja!" gerutu Devan.


"Bentar, ini baju model apa?" tanyanya dari dalam kamar pas.


"Gak tau, itu tadi yang desain Azkia... katanya yang jadi model gak bisa datang gara-gara ada urusan," jelas Devan.


"Siapa modelnya?" tanya orang itu sambil membuka tirai pada kamar pas.


"Rayhan," jawab Devan sambil melirik orang itu.


"Apa Rayhan, si ketos itu!" geramnya kesal.


"Untungnya dia gak bisa dan lo datang," kata Devan sambil memperbaiki baju yang dikenakan seseorang itu.


"Jadi gue pake bekas dia gitu!" kesalnya sambil membuka kembali baju yang sudah di pakainya.


"Belum bekas juga kali, kan belum dipakai... cuma ukurannya aja, kan dia yang seharusnya jadi model." Devan mencegah tangan itu membuka kancing bajunya.


"Sama aja!" geramnya.


"Beda, udahlah gak usah protes.. desainernya gak akan nyangka kalau lo yang pakai bajunya haha." Devan membayangkan wajah terkejutnya Azkia.


"Heh! Lo jangan sembarang bayangin cewek orang!" ucapnya sambil menutup mata Devan.


"Dikit doang, protektif amat!" keluh Devan.


............


Satu persatu model berjalan di catwalk, melenggak-lenggok sesui dengan baju yang mereka pakai. Suara riuh tepuk tangan menggema di seluruh ruangan itu. Bahkan, sesekali terdengar mereka meriaki nama model yang sedang berpose.


"Sial! Gue gak bisa kaya mereka! Gue balik aja!" gerutunya di belakang panggung.


"Eiittt! Gak bisa kaya gitu, nanggung lo udah pakai desainnya... masa lo kabur gitu aja?" cegah Devan.


"Tapi, Van! Gue bukan model, gue gak bisa pose kaya gitu!" keluhnya sambil menghempaskan cekalan tangan Devan.


"Dasar tembok!" dengus Devan.


Devan memegang kepalanya lalu mengarahkannya pada model yang baru saja turun dari atas panggung.


"Lo liat! Cukup senyum sambil berjalan di catwalk aja, apa susahnya?" tanya Devan.


"Susah lah gue kan belum pernah, nanti gue buat malu gimana?" tanyanya.


"Orang ganteng mah buat malu juga dimaklumin haha," jawab Devan sambil terkekeh.

__ADS_1


Bugh!


Dia memukul pelan lengan Devan, karena kesal.


"Udah siap-siap, sana bentar lagi giliran lo!" Devan mendorong orang itu menuju posisinya.


"Eh tunggu, mawar lo mana?" tanya Devan.


"Hah?" tanya bingung.


"Buket mawar tadi mana, astaga!" panik Devan sambil menepuk jidatnya.


"Tuh!" tunjuknya menggunakan ekor mata.


Dengan cepat Devan mengambil buket bunga itu, lalu menyerahkan dengan kasar pada orang yang akan berlenggak-lenggok di depan banyak orang.


Wajahnya sangat-sangat datar, aura dingin sangat terasa apalagi tinggal satu orang lagi gilirannya muncul dicatwalk.


"Inget ya, lo jalan aja kaya biasanya... anggep aja semua orang ini gak ada," ucap Devan.


"Terus lo pose dikit, terserah mau gimana... nah bunga ini lo kasih ke Azkia kalo bisa!" lanjut Devan sambil menepuk bahunya.


"Semangat!" kata Devan lagi.


Percayalah Devan sekarang menjadi lebih cerewet dari ibu-ibu kompleks yang suka bergosip.


Orang itu mulai berjalan menaiki panggung catwalk, perlahan-lahan seolah sangat enggan untuk muncul di hadapan orang banyak.


"Heh! Jangan lupa senyum!" teriak Devan lagi sambil memperagakan senyam manis di bibirnya.


Orang itu hanya melirik sekilas ke arah Devan, di dalam hatinya mengutuki Devan karena ide yang membuatnya harus menjadi model.


Dia diam sebentar, matanya sibuk mencari keberadaan seseorang yang sudah lama ingin dia temui. Setelah menemukan keberadaan Azkia, ia mulai melangkah dengan gaya sombongnya. Lebih mirip seperti Ceo muda yang arogan.


Tidak terlihat sedikit pun kehangatan dari dalam dirinya, hanya aura dingin yang membuat siapapun terpaku. Ya, mereka terpaku karena pesona yang ia tawarkan sangat berbeda dari model sebelum-sebelumnya.


Wajah yang sedikit ditarik keatas sehingga menampakkan rahangnya yang kuat dan ramping. Rambut yang biasanya dibiarkan dengan poni di depan, kini ditata sedemikian rupa hingga menampilkan jidat dan juga alis mata yang tegas.


Begitu juga tubuh atletisnya sangat cocok saat dibalut jas yang langsung disambungkan dengan kemeja dalamnya.


Celana kain panjang senada dengan warna jaa itu membuat kakinya terlihat lebih jenjang.


Di tambah aura dingin dan arrogan, membuatnya sangat cool. Ditangannya terdapat sebuket bunga mawar merah yang masih segar.


"Azka!" pekik kedua sahabat Azkia, sambil menepuk pelan bahu Azkia.


Spontan saja Azkia menoleh kearah model yang sedang berpose dicatwalk.


"Az-Azka!" lirik Azkia tidak percaya dengan seseorang yang sedang menatapnya itu.


"Gila beneran Azka!" ucap Attaya, karena ia juga tidak tahu model yang Devan bawa adalah sahabatnya, yaitu Azka.


Tanpa sadar Azkia berdiri dari duduknya, ia melangkah menuju depan panggung catwalk. Menatap Azka yang tengah menatapnya juga dengan tatapan rindu.


Butir-butir air jatuh begitu saja dari sudut mata Azkia. Ia berharap ini bukan mimpi, karena Azkia sering memimpikan Azka saar jarak mereka terpisah jauh.


Azka berjalan mendekati Azkia, mata mereka saling terkuci dalam satu titik. Seolah dirungan yang cukup besar itu hanya ada mereka berdua.

__ADS_1


Ada satu lampu yang terus menyoroti langkah kaki Azka. Azka berhenti tepat di depan Azkia, ia hanya diam tanpa kata.


Azkia menatap lekat kekasihnya itu, tangannya terulur menyentuh pipi Azka.


"Aku gak mimpi, kan?" liriknya, lagi-lagi air matanya jatuh begitu saja.


Azka menggeleng sambil tersenyum tipis, dengan cepat Azkia langsung berhambur dalam dada bidan Azka. Ia memeluk Azka sangat erat, bahkan laki-laki yang sudah mirip Ceo itu merasakan sesak didadanya.


Azka membalas pelukan gadis yang selalu membuatnya ingin cepat kembali.


"I miss you, Nyun!" lirik Azka, ia membenamkan kepalanya dalam curuk leher Azkia.


"Miss you too, Azka!" kata Azkia dalam isak tangisnya.


Para penonton yang notabenya dari kalangan mahasiswa jurusan desain dan jurusan lainnya ikut hanyut dalam keharuan yang Azka ciptakan. Bahkan para dosen yang bertugas juga ikut larut dan bangga dengan hasip desain mereka. Terlebih lagi desain baju yang Azka pakai sangat cocok dan terlihat bagus.


Azka melepaskan pelukannya, ia menatap gadis yang ada di depannya. Ibu jarinya bergerak mengusap air mata yang terus membasahi pipi Azkia. Ada senyum manis disudut bibir Azka, lalu ia mendekap kembali tubuh Azkia. Azka mengecup lama jidat Azkia membuat orang-orang berteriak histeris.


"Huaaaaa, romantis banget sih!"


"Ini siapa yang naruh bawang disini? Hiks hiks."


"Pangeran gue ternyata udah punya tuan putri!"


"Ternyata kaka tadi udah punya pacar!"


"Ya allah, aku baper!"


"Live streaming kisah cinta Ceo dingin dengan kekasihnya,"


"Kejutan tak terduga!" celetuk Attaya.


"Kok gue juga nangis sih, huaaa!" ucap Devira sambil memeluk Devan yang sudah berada di sebelahnya.


"Ide gue baguskan?" kata Devan sambil mengusap lengan Devira.


"Good job, ngab!" ucao Attaya.


"Akhirnya sahabat kita gak tersiksa kangen lagi," gumam Nayla.


"Iya," saut mereka bertiga.


Azka melepaskan pelukannya, ia memberikan buket bunga itu pada Azkia. Banyak tepuk tangan dari para penonton membuat Azkia sadar jika mereka masih berada di dalam acara fhasionshow.


Azkia menutupi wajahnya dengan buket bunga mawar yang Azka berikan, ia memegangi ujung lengan jas milik Azka.


Azka hanya tersenyum melihat tingkah pacarnya itu, dengan cepat Azka meraih jemari milik Azkia. Ia menggengamnya sangat erat seolah tidak akan membiarkannya pergi.


"Aduh senyumnya manis banget!"


"Dia senyum loh, dia senyum lagi... padahal tadi pas ketemu di lorong mukanya datar banget!"


Dan masih banyak lagi cuitan yang mampu mereka dengan, Azka tidak memperdulikan itu. Ia memilih membawa Azkia menuju belakang panggung yang diikuti keempat sahabatnya.


Para dosen masih menentukan siapa pemenang dalam acara fhasionshow kali ini. Walaupun hanya sebagai tugas tapi mereka akan menentukan pemenangnya untuk mengapresiasi hasil kerja para desainer.


...----------------...

__ADS_1


Foto Azka setelah Fhasionshow :v



__ADS_2