
Pagi ini Azka sudah terlihat segar setelah mandi, bahkan wangi parfumnya memenuhi seluruh sudut kamarnya. Membuat Attaya dan Devan terpaksa bangun karena wangi parfum yang menyengat hidung mereka berdua.
Azka sedang berdiri di depan cermin, ia bingung harus mengenakan pakaian apa yang cocok untuknya bergi bersama Azkia. Satu persatu pakaian ia tempelkan ketubuhnya, untuk melihat mana yang menurutnya cocok.
Hal itu membuat Attaya dan Devan kebingungan karena hampir setengah almari pakaian telah dikeluarkan oleh Azka. Mereka sedari tadi memperhatikan Azka yang tengah sibuk memilih pakaian, baru kali ini mereka melihat Azka seperti ini. Karena biasanya Azka tidak ambil pusing mengenakan pakaian apa.
"Lo mau jualan baju, Ka?" tanya Devan yang sudah tidak tahan melihat Azka.
"Gak." singkat Azka sambil melempar baju hingga mengenai wajah Attaya.
Untung saja Attaya belum sadar sepenuhnya, sehingga dia hanya membuang baju Azka kesampingnya.
"Terus ngapain?" tanya Attaya.
"Gue bingung harus pake baju apa," jawab Azka sambil duduk disebelah mereka.
"Emangnya mau kemana?" tanya Devan.
"Jalan-jalan sama Kia," ucap Azka.
Sontak saja jawaban itu membuat Attaya dan Devan tertawa terbahak-bahak.
"Sejak kapan lo jadi bingung cuma milih baju?" tanya Attaya.
"Biasanya juga main asal comot baju langsung dipake," sindir Devan sambil tertawa.
"Kalo gak bisa bantuin gak usah nyindir!" kesal Azka.
"Oke-oke, tenang aja... serahkan pada kita berdua," ucap Attaya penuh keyakinan.
Setelah beberapa saat mereka berdua sudah selesai mendandani fashion Azka.
"Coba muter!" perintah Attaya.
Azka menurut saja dengan perintah Attaya.
"Perfect!" kata Attaya dan Devan bersamaan.
"Yakin pake baju ini," tanya Azka yang tidak percaya diri dengan apa yang sedang ia pakai saat ini.
Attaya dan Devan mengangguk dengan yakin, membuat Azka pasrah saja.
"Udah sana, keburu siang nanti panas!" usir Devan.
"Pake mobilkan?" tanya Attaya.
__ADS_1
"Motor dong," jawab Azka sambil memainkan kunci motor dijari telunjuknya.
"Oke semoga sukses, bos!" teriak Devan.
Azka yang sudah melangkah keluar dari kamarnya kembali seperti tidak percaya diri.
"Beneran cocokkan pakai ini?" tanya Azka sambil melihat dari atas hingga bawah penamilannya.
"Cocok banget, dah sana!" kesal Attaya.
Kemudian Azka benar-benar sudah hilang dari pandangan Attaya dan Devan, mereka berdua lebih memilih untuk melanjutkan tidur yang sudah terganggu oleh Azka.
..........
Tak butuh waktu lama, Azka sudah sampai di depan rumah Azkia menggunakan motor sportnya. Perlahan Azka membuka helm fullfacenya, kemudian Azka mengibaskan rambutnya agar kembali rapi. Dan saat itu Azkia keluar dari dalam rumah. Seolah ada efek slow motion, saat Azka menata rambutnya menggunakan jemarinya.
"Duh, pagi-pagi udah di kasih yang beginian.. buat sport jantung aja," gumam Azkia.
"Udah siap?" tanya Azka.
"Siap, tumben ganteng," ucap Azkia spontan. Dengan cepat Azkia langsung menutup mulutnya.
Mendengar itu wajah Azka terlihat kesal, tanganya bertumpu pada helm yang ia taruh didepannya. Azka belum juga turun dari atas motornya, memandang Azkia dengan kesal.
"Oh gitu, jadi biasanya aku gak ganteng ya? Hmm, pantes saja suka deket-deket sama ketos itu, dia ganteng kok ya," ucap Azka dengan sedikit kesal.
"Gantengan aku apa ketos itu?" tanya Azka dengan wajah datarnya.
"Emm siapa, ya?" ucap Azka seolah sedang berdikir membuat Azka mendengus kesal.
Kini Azkia sudah berdiri di depan Azka yang membuang muka kearah samping, Azka sedikit kesal karena Azkia tidak langsung menjawab pertanyaannya.
"Ganteng tunanganku lah!" ucap Azkia sambil tersenyum manis menatap Azka.
Blush!
Wajah Azka seketika memerah saat mendengar perkataan Azkia, membuatnya salah tingakah. Wajahnya ia sembunyikan dibalik tangan yang menutupi senyuman dibibir Azka.
"Ciee salting cie," goda Azkia sambil menoel-noel lengan Azka.
"Apa sih, gak kok," elak Azka.
"Tuh tuh merah tuh pipinya," goda Azkia sambil terkekeh.
"Batal aja jalan-jalannya," ucap Azka yang malu terus digoda oleh Azkia.
__ADS_1
"Yah kok gitu sih, udah cantik gini masa gak jadi jalan," gerutu Azkia.
"Yaudah buruan naik, keburu siang nanti panas!" perintah Azka.
"Masih panasan aku liat kamu bareng dia," gumam Azkia.
"Apa?" tanya Azka yang memakaikan helm kepada Azkia.
"Bukan apa-apa udah ketelen," ucap Azkia sambil terkekeh.
Tuk!
Azka menyentil jidat Azkia yang sudah mengenakan helm, membuat Azkia mendengus kesal.
"Aku lebih panas liat kamu senyum manis ke cowok lain!" ucap Azka sambil memutup kaca helm Azkia dengan kasar.
Hal itu membuat Azkia senyum-senyum sendiri, hingga perkataan Azka menyadarkannya.
"Naik!" perintah Azka.
Dengan cepat Azkia menuruti permintaan Azka, ia naik kemotor Azka. Sebelumnya Azkia sudah berpamitan kepada orangtuanya sehingga mereka tidak harus berpamitan lagi.
"Mau kemana?" tanya Azka saat sudah menembus jalanan kota yang cukup padat.
"Hah?" teriak Azkia yang tidak mendengar ucapan Azka karena angin yang lumayan kencang.
Azka mendengus karena sejak tadi Azkia tidak mendengar apapun yang Azka katakan. Perlahan tangan kiri Azka meraih tangan Azkia yang sedang berpegangan pada ujung bajunya.
Azka menarik tangan Azkia agar mendekat kepadanya, lalu menarik sebelah tangan Azkia. Menautkan kedua tangan Azkia diperut Azka, Azkia sempat memberontak namun Akhirnya menurut juga saat Azka mengancam akan mempercepat lajunya.
Tangan itu memeluk erat tubuh Azka, membuat Azka tersenyum tipis sambil mengusap pelan tangan yang memeluknya erat.
"Mau kemana?" ulang Azka sambil sedikit menoleh kebelakang.
"Kemana aja yang penting sama kamu," ucap Azkia sambil menyenderkan kepalanya dibahu Azka.
Lagi-lagi hal itu membuat Azka tersenyum, gadis dibelakangnya ini selalu saja memiliki sesuatu yang mampu membuat hati Azka hangat.
Motor sport warna merah itu dengan santainya menembus ramainya jalanan yang dipenuhi dengan orang-orang yang sama seperti mereka berdua menghabiskan weekend dengan keluarga atau orang tercinta.
Azkia masih setia dibahu Azka, ia membiarkan kaca helmnya terbuka membuat angin dengan mudahnya menerpa wajah cantiknya. Ada senyum yang terus terkembang di bibir mungilnya itu.
Sesekali Azka melihat wajah cantik itu melalui kaca spion yang sengaja Azka arahkan kewajah Azkia.
"Calon istri gue imut banget," batin Azka sambil tersenyum tipis. Sayangnya senyuman itu terhalang helm fullfacenya sehingga Azkia tidak menyadri jika Azka sedang tersenyum sambil mencuri pandang kearahnya.
__ADS_1
...................
Hooo Dilarang Baper, karena bisa membuat hatimu terbang terbawa suasana :) hingga melupakan jika itu hanya fatamorgana saja :v ~ E H