
Gerimis pun mulai turun lagi, sengaja membangunkan Azka yang sedari tadi tertidur di kursi. Perlahan Azka membuka matanya dan meregangkan semua otot - ototnya. Dia melihat ke kiri dan kanan seolah mencari sesuatu.
"Astaga gue ketiduran di sini dari tadi.. Mana tuh dua bocah masa gak nyusulin..." kesal Azka yang tau temannya tidak mencarinya.
Hujan mulai deras membasahi gedung - gedung sekolah, dan ternyata siswa yang lain sudah pulang semua. Hanya tersisa beberapa saja di sekolah, Azka melangkahkan kaki menuju parkiran. Tapi sebelum itu dia memakai kembali Hoody nya, hawa dingin karena hujan sangat terasa.
"Sial! Berani sekali dua bocah itu ninggalin gue.. awas aja kalo ketemu.." kesal Azka mengingat Attaya dan Devan yang sudah pulang terlebih dahulu tanpa mencari Azka.
Dengan pelan mobil Azka keluar dari parkiran sekolah, di lihatnya kiri kanan namapak sosok cewek yang sangat dia kenali. Azka memincingkan matanya agar lebih jelas siapa cewek yang sedang berteduh di halte bus dekat sekolah itu.
"Azkiaa..." gumam Azka
Kemudian Azka sengaja mengemudikan mobilnya ke arah Azkia. Azka berhenti tepat di depan Azkia berdiri, melihat dari balik kaca mobil. Kemudian Azka menurunkan sedikit kaca mobilnya sambil bertanya kepada Azkia.
"Ngapain berdiri di situ..?"
"Nunggu jemputan.." jawab Azkia sambil menggosok - gosokkan kedua telapak tangannya, hujan dan sedikit angin membuat udara semakin dingin.
"Masuk..!" perintah Azka kepada Azkia.
"Gak.. gue nunggu Papa aja.." tolak Azkia
"Keburu beku lo di sini.." kesal Azka
"Bodo..."
Azka yang geram dengan sikap Azkia kepadanya langsung saja turun dan memakaikan Hoody yang di pakai Azka tadi di badan Azkia. Azkia sempat memberontak tapi apa daya Azka lebih kuat untuk memaksanya memakai Hoody itu.
Kemudian Azka menarik tangan Azkia membawanya masuk kedalam mobilnya. Azka tidak tega melihat Azkia yang sudah basah terkena air hujan, bahkan bibirnya yang biasanya terlihat merah cerry pun berubah menjadi pucat.
"Sudah berapa lama dia berdiri di sini..?" batin Azka
Kemudian Azka mengemudikan mobilnya meninggalkan sekolah, jalanan memang sedikit ramai banyak pengguna jalan yang berhati - hati mengendari kendaraannya karena ada beberapa jalan yang terdapat genangan.
Sesekali Azka melirik ke arah Azkia, di lihatnya Azkia masih saja kedinginan padahal dia sudah mengenakan Hoody Azka. Azka merasa kasian melihat keadaan itu, bisa - bisa nanti Azkia demam. Azka melihat sekeliling jalan, lalu dia menepikan mobilnya di salah satu caffe terlihat cukup sederhana.
"Turun.." perintah Azka, Azkia yang tidak tau apapun hanya menurut saja.
Di bawanya Azkia masuk kedalam Cafe, kemudian mereka mencari tempat duduk. Salah satu pelayan Cafe menghampiri mereka dan menanyakan apa pesanan mereka. Azkia hanya diam saja karena kedinginan, sehingga semua pesanan di pilih oleh Azka.
Hening itu lah yang terjadi di antara mereka, tanpa ada yang mau mengucapkan sepatah kata pun. Untung saja pesanan mereka tidak membutuhkan waktu lama jadi keheningan di antara mereka bisa tercairkan.
__ADS_1
"Permisi.. ini pesananya kak.." kata pelayan Cafe, sambil menurunkan beberapa makanan dan minuman di atas meja Azka.
"Makasih..." kata Azka setelah itu pelayan Cafe pergi dari meja Azka.
"Makan.." perintah Azka
Seketika Azkia mendongakan wajahnya ke arah Azka, di depan Azkia sudah tersedia dua coklat panas, nasi goreng, sup daging sapi lengkap dengan nasinya.
Azkia tetap diam saja melihat semua itu, membuat Azka geram. Kemudian Azka menyendokan satu sendokan sup itu, perlahan Azka meniupnya agar tidak terlalu panas. Setelah tidak terlalu panas Azka menyuapkannya kepada Azkia. Azkia yang mendapatkan itu memandang Azka sebentar lalu membuka mulutnya karena Azka memaksa Azkia untuk makan.
"Gue bisa makan sendiri.." kata Azkia sambil merebut sendok dari tangan Azka.
Wajah Azkia sedikit bersemu merah dengan perlakuan Azka, Azka hanya tersenyum melihat tingkah Azkia kemudian juga memakan nasgornya.
Sup daging dan nasi gorenya sudah habis namun hujan masih terus saja turun. Coklat panas yang sudah menghangat pun mereka minum, bisa menghangatkan tubuh mereka.
Wajah Azkia pun sudah tidak pucat seperti tadi, sunyi kembali datang diantara mereka. Azkia mulai bosan jadi dia lah yang memulai obrolan, agar tidak terlihat seperti orang musuhan.
"Ka, udah tau belum minggu depan ada acara?" basa basi Azkia
"Acara apa..?"
"Minggu depan akan di adakan camping selama tiga hari.." kata Azkia
"Hmmm.." kata Azka
"Tadi kak Rayhan yang bagiin brosurnya, ini..." sambil menyerahkan brosur yang sudah di ambilnya dari dalam tas Azkia.
Azka menerima brosur tersebut lalu membacanya sebentar, kemudian di masukannya ke dalam tas. Hujan sudah mulai reda, Azkia berinisiatif akan pulang sendiri namun di hentikan Azka.
"Hujannya dah berhenti gue pulang duluan ya.. Makasih makanannya nanti gue traktir balik deh.." ucap Azkia sambil berdiri.
"Tunggu.." kata Azka, kemudian dia menuju ke arah kasir dan membayar bon nya. Setelah itu dia mengajak Azkia ke mobilnya, namun di tolak oleh Azkia.
"Gue bisa pulang sendiri kok.." kata Azkia.
"Naik..!" perintah Azka. Mau tidak mau Azkia menurutinya, mobil melaju dengan kecepatan sedang. Azka sudah hafal alamat rumah Azkia tanpa di beritahu lagi.
Tiba - tiba saja Azka bertanya pada Azkia membuatnya menoleh ke arah Azka dan mereka saling bertatapan.
"Lo pacarnya Rayhan..?" tanya Azka
__ADS_1
"Haa...?" tanya balik Azkia yang tak paham maksut dari Azka.
"Lupain.."
"Gak jelas banget sih.." kesal Azkia.
Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di depan gerbang rumah Azkia, gerbangnya sudah terbuka jadi Azka tinggal masuk saja.
Azkia turun dan berterimakasih kepada Azka, tiba - tiba saja mama nya Azkia muncul di sebelah Azkia dan mengagetkannya.
"Temennya gak di suruh masuk Kia..?" tanya mamanya
"Astaga mama, bikin kaget aja.." ucap Azkia sambil terpelonjat kaget.
"Gak usah tante, udah sore.. Permisi dulu tante .." ucap Azka lembut kepada mama Azkia, lalu pergi meninggalkan perkarangan rumah Azkia.
Tanpa sadar Azkia terus memandangi mobil Azka, melihat itu membuat mamanya tertawa kecil.
"Udah jauh masih di liatin aja..." canda mamanya.
"Istt apaan sih mah.." sambil masuk ke dalam rumah.
"Ganteng ya, ramah juga tipe mamah banget itu.." canda mamanya
"Hah kek gitu ramah? Dia itu orang paling nyebelin yang Kia kenal mah, sukanya maksa mulu." kata Azkia
"Awas loh nyebelin juga bikin kangen hahaa..." goda mamanya
"Mana ada.. Udah Kia mau mandi dulu mah.." pamit Kia
"Oke sayang.. Jangan lupa pake air anget biar gak masuk angin.." kata mama Azkia
"Siapp bosku..."
Mamanya hanya tertawa melihat kelakuan putrinya tersebut, ternyata putrinya sudah tumbuh menjadi putri yang cantik dan manis. Mamah Azkia mulai menyiapkan makan malam untuk nanti.
.
.
..."Semua orang memiliki caranya sendiri untuk mengungkapkan rasa sayangnya.."...
__ADS_1
...-Azka Aldric (E H) -...
Terimakasih sudah mampir jangan lupa jadikan Favorit yak! Jangan Lupa Like dan coment, kasih saran pun juga boleh..