Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Baru juga Calon


__ADS_3

Canggung itulah yang dirasakan dua pasangan kekasih yang ternyata juga di jodohkan oleh orang tuanya. Azka sejak tadi hanya diam saja, seolah hati dan pikirannya yang selama beberapa hari ini terasa berat oleh masalah hilang begitu saja saat tahu Azkia yang menjadi calonnya.


Sedangkan Azkia, ia masih belum percaya jika dirinya yang di jodohkan dengan Azka. Karena tadi siang ia masih berasumsi jika Devira yang akan di jodohkan dengan Azka.


"Nyun,"


"Tembok," ucap mereka bersamaan membuat kecanggungan itu semakin menguat.


"Duluan," ucap Azka.


"Hmm lupa mau bilang apa hehe," ucap Azkia sambil terkekeh.


"Dasar," gemas Azka melihat Azkia yang malu-malu.


Azka menatap kearah jalanan yang dipenuhi kendaraan berlalu-lalang, angin malam berhembus menemani keheningan yang semakin terasa dingin.


Azka melihat baju yang di kenakan Azkia tidak ada lengannya, membuat Azkia merasa kedinginan. Tangannya ia gosok-gosokan pada lengannya agar terasa sedikit hangat.


Tangan itu perlahan bergerak membuka kancing yang melekat pada jas yang ia kenakan. Kemudian memakaikannya pada Azkia, membuat Azkia menatap Azka dan tersenyum manis menampakkan deretan giginya yang rapi.


"Makasih," ucap Azkia.


"Hmm,"


"Ka, aku masih gak percaya kalo kita dijodohin... padahal tadi siang aku udah mikir yang aneh-aneh soal kamu," ucap Azkia.


Azka menyerkitkan alisnya, "Mikir aneh-aneh?" batin Azka.


"Maksudnya?" tanya Azka.


"Tadi siang waktu mau nyusulin kamu di rooftop aku gak sengaja denger pembicaraanmu sama Atta dan Devan, soal perjodohan.. sakit sih denger itu tapi aku gak berani nanya langsung sama kamu," ucap Azkia tatapannya tidak teralihkan pada jalanan yang begitu ramai.


"Oh pantes kabur gitu aja," ucap Azka berbalik badan sambil bersandar pada dinding pembatas restoran itu, wajahnya terus menatap Azkia.


Mereka memilih tempat outdoor direstoran ini karena ingin mencari udara segar.


"Hehe," tawa Azkia mengingat kejadian tadi siang.


"Padahal tadi gue mau cerita semua sama lo soal perjodohan ini," kata Azka.


"Udah terlanjut sakit hati duluan tadi aku tuh, mana sanggup aku liat pacar aku di jodohin sama orang lain," gumam Azkia yang masih bisa di dengar oleh Azka.


Azka tersenyum tipis mendengar itu, lalu dia membalik tubuh Azkia agar berhadapan dengannya.


"Gue janji, gue akan selalu perjuangin lo apapun yang akan terjadi... karena gue gak akan biarin lo pergi dari hidup gue," ucap Azka tegas sambil menatap kedua manik mata Azkia.


Azkia menganggukkan kepalanya, ada ketulusan yang terpancar dari tatapan Azka yang membuat hati Azkia yakin.


Kemudian Azka membawa Azkia dalam pelukannya, Azka menerima pelukan itu dan membalasnya. Tangan Azkia ia lingkarkan di pinggang Azka seolah tak ingin melepaskannya.


Karena seseorang yang kini berada dalam pelukannya sudah mengubah segala hal dalam hidup Azka, hidup yang penuh kesepian tanpa kasih sayang penuh dari orang tuanya seakan bisa tertutupi dengan kehadian Azkia yang bisa melelehkan hati Azka yang telah beku.

__ADS_1


Azka bersyukur bisa bertemu dengan Azkia, jika tidak mungkin hidupnya tidak akan seberwarna saat ini. Azka berjanji tidak akan meninggalkan Azkia apapun keadaanya.


"Love you sayang," ucap Azka sambil mencium pelan pucuk kepala Azka.


Hal itu membuat tubuh Azkia diam membeku, seolah udara disekitarnya menjadi hilang. Wajahnya terasa panas seperti kepiting rebus, bahkan detak jantungnya sudah tidak bisa di kondisikan lagi seakan akan keluar dari tempatnya.


"Kiaa," teriak mama Lala yang tiba-tiba saja datang membuat dua sejoli itu panik.


"Upps maap mama ganggu kalian," ucapnya sambil membekap mulutnya sendiri sambil terkekeh.


Azkia yang kaget lansung saja mendorong tubuh Azka agar menjauh darinya, malu ituah yang saat ini Azkia rasakan. Dia sudah tidak tahu lagu harus bagaimana nanti menghadapi sang mama.


Langkah mama Lala terhenti dan berbalik badan menatap anak dam calon menantunya itu.


"Azka, om sama tante mau pulang duluan... nanti kamu yang anterin Kia pulang ya," ucap mama Lala sambil menatap Azka.


"Iya, mah.. eh tan," ucap Azka sambil tertawa canggung.


"Panggil mama juga gak apa kan sebentar lagi kamu jadi mantu mamah... iya kan anak mantu," ucap mama Lala sambil terkekeh.


Terlihat jelas raut bahagia dari wajah cantik mama Lala yang masih terlihat cantik, meski umurnya sudah tidak muda lagi. Bahkan banyak yang tidak menyangka jika mama Lala sudah memiliki dua anak yang sudah besar, karena tubuhnya masih terlihat langsing.


"Iya, mama mertua," canda Azka yang membuat mama Lala tersenyum bahagia.


"Yaudah mama duluan ya, jangan pulang malam-malam." pesan mama Lala sambil melangkah pergi.


Namun tidak dengan Azkia, ia menginjak kaki Azka karena kesal. Bisa-bisanya Azka meladeni ucapan sang mama.


Azka meringis kesakitam sambil sesekali memegangi kakinya yang sengaja diinjak oleh Azkia.


"Sakit, Nyun," rintih Azka.


"Syukurin!" kesal Azkia sambil melangkah menyusul sang mama.


"Mau kemana?" Azka mencekal tangan Azkia, membuatnya berbalik menabrak dada bidang Azka.


Dug!


"Ini beneran tembok, sakit banget jidatku," ucap Azkia sambil mengusap jidatnya.


Pletak!


Lagi-lagi jidat Azkia tersakiti oleh sentilan Azka, yang membuat Azkia mencebikkan bibirnya.


"Kalo ngomong suka seenaknya, gini-gini calon mu ini," ucap Azka sambil terkekeh.


"Kan baru calon, sombong amat... belum juga jadi suami!" gerutu Azkia.


Azka menatap tajam gadis didepannya ini, membuat Azkia tersenyum kikuk. Tatapan dingin Azka mampu membuat Azkia mati kutu dan tak berani berkutik lagi.


"Dahlah, ayo pulang," ajak Azka sambil menarik tangan Azkia.

__ADS_1


"Baru juga jam segini, muter-muter dulu lah.. yaa please," ucap Azkia memohon dengan pupy eyesnya membuat Azkia tidak tahan melihat keimutan Azkia.


"Gila ini bocah orang apa boneka imut banget kaya anak kucing," batin Azka sambil membuang wajah kearah lain, tangan kirinya menutup mulutnya agar tidak terlihat oleh Azkia jika dia sedang tersenyum manis.


Dengan susah payah Azka menetralkan wajahnya seolah tidak terpengaruh dengan wajah imut Azkia.


"Kata mama gak boleh pulang malam," ucap Azka sambil berjalan terlebih dahulu.


"Yaudah pulang pagi aja," ucap Azkia.


Azka langsung menghentikan langkahnya membuat jidat Azkia menabrak punggung Azka.


"Sial banget sih nabrak tembok mulu, lama-lama jenong ini jidat," gerutu Azkia.


Dia tidak sadar jika Azka sudah berbalik badan dan menatapnya tajam, tangannya ia lipat di depan dada.


"Apa?" tanya Azkia.


"Ke apartemen gue," ajak Azka sambil menaikan turunkan alisnya menggoda Azkia.


"Ngapain?" tanya Azkia.


"Katanya mau pulang pagi," ucap Azka mendadak menjadi serius.


Deg!


Jantung Azkia langsung bergemuruh seperti tersambar gledek, pikiran Azkia jadi melayang kemana-mana.


"Buang jauh-jauh pikiran kotor lo itu," ucap Azka sambil menekan jidat Azkia kebelakang.


"Tauk ah," kesal Azkia langsung berjalan terlebih dahulu mendahuli Azkia. Kakinya ia hentak-hentakan karena kesal.


"Perkataanmu itu yang buat pikiranku jadi aneh-aneh," batin Azkia.


Sedangkan Azka hanya tertawa melihat Azkia yang kesal karena gurauannya.


Setelah itu Azka mengantarkan Azkia pulang kerumah dengan selamat, tanpa kurang satu apapun.


......................................................


NKRI HARGA MATI!


INDONESIA, MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!!!


Dirgahayu Republik Indonesi!


Ke-76


INDONESIA TANGGUH,


INDONESIA TUMBUH!

__ADS_1


__ADS_2