
Pagi ini mereka semua sudah bangun dan bersiap - siap untuk berkemas. Udara dingin sangat terasa, seakan ada es yang menempel pada kulit pipi. Bahkan Azka pun enggan untuk bangun dari tidurnya, dia lebih memilih untuk menggulungkan badanya lagi pada selimut. Devan yang kesal karena Azka susah dibangunkan pun menjalili Azka dengan menarik selimut yang menutupi tubuh Azka, bahkan hoodynya saja sudah di ambil dan di sembunyikan.
"Oeeee... dingin ini..!" teriak Azka
"Bangun! Lo mau di tinggal disini?" tanya Attaya
"Masih dingin.." keluh Azka sambil mencari hoodienya, badan Azka yang masih lebam di tambah semalam menggendong Azkia membuatnya semakin lelah saja.
"Makanya bangun, olahraga tuh biar gak dingin.." saran Devan
"Gak!"
"Lo mau pulang apa disini terus?" tanya Attaya
"Pulang.."
"Yaudah bangun, buruan beresin tendanya.." perintah Devan
"Ciihh.." keluh Azka sambil keluar dari tenda, udara semakin dingin karena Azka hanya memakai kaos pendek warna putih.
"Oe tas gue dimana? Hoodie gue yang disini dimana?" tanya Azka sambil mengusapkan kedua telapak tangan karena kedinginan.
"Udah di bus." singkat Devan yang masih mengemas barang - barangnya.
"Astaga, lo mau gue kena hipotermia?" kesal Azka kepada kedua temannya.
"Hehe gue lupa, dah sono ambil aja deket juga.." saran Devan
Hipotermia adalah suatu kondisi darurat medis di mana tubuh tidak sanggup mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya terlalu cepat turun. Kondisi ini membuat suhu tubuh mencapai suhu yang sangat rendah di bawah 35°C.
"Deket? Itu jauh banget_-" kesal Azka sambil berjongkok karena menahan dingin yang menusuk sampai ketulang, Attaya dan Devan tertawa karena tingkah Azka yang kesal seperti anak kecil.
Tiba - tiba saja ada tangan yang mengulurkan sebuah hoodie warna abu - abu di depan wajah Azka, Azka yang tidak sadar langsung mengambilnya. Namun Azka menghentikan aktifitasnya memakai hoody ketika mengetahui siapa yang memberikan hoodynya.
"Cihh.." kesal Azka sambil menyerahkan kembali hoodie kepada Azkia.
"Kenapa? Pake aja.." tanya Azkia yang heran kenapa hoodie nya di kembalikan
"Masa gue pake hoodie cewek." kesal Azka
"Yaudah kalo gak mau." kata Azkia sambil melipat hoodie di tangannya.
Dari kejauhan Siska datang sambil berlari menghampiri Azka dan yang lainnya, Siska ingin menanyakan kenapa tadi malam Azka bernyanyi untuk Azkia kenapa bukan dia saja yang menemani Azka.
__ADS_1
"Ka, Tadi malem kenapa bisa bareng dia sih?" tanya Siska yang baru saja datang.
"Kenapa gak ngajak gue aja?" tanya Siska lagi.
"Kan mendingan sama gue, bisa duet juga, dari pada cuma diem doang." cerocos Siska tanpa jeda membuat Azka semakin kesal.
"Berisik!" bentak Azka
"Tapi Ka gu-" omongan Siska di potong Azka
"Diem bisa gak sih? Gak tau orang lagi kedinginan apa?!" kesal Azka sambil membongkar tenda. Untung saja Rayhan membantu Azkia tadi, sehingga sekarang Azkia sudah selesai dengan tenda dan berkemasnya.
"Sini - sini gue peluk kalo dingin.." ucap Siska dan mendapat tatapan tajam dari Devan, Attaya dan Azkia. Sedangkan Azka hanya diam saja tanpa menyauti Siska, bahkan melirik pun tidak.
"Sini sayangku.." ucap Siska sambil mendekat kearah Azka, Azka pun menghidar agar tidak bisa di peluk oleh Siska.
Namun Siska tidak menyerah sedikit pun, dia terus saja mendekati Azka. Azka yang sedang minum pun hampir saja dapat dipeluk oleh Siska namun saat Siska ingin mendekap Azka dalam pelukan, bukannya Azka yang di peluk melainkan Bobo. Karena Bobo berada tepat di belakang Azka, sedangkan Azka yang mengetahui Siska akan memeluknya pun menghindar.
"Ihhh lo ngapain disini, kan gue mau meluk Azka bukan lo.." kesal Siska sambil membersihkan badannya seolah jijik setelah memeluk Bobo.
"Lah salah lo sendiri main seruduk aja.." kesal Bobo yang di salahkan oleh Siska.
"Salah lo di situ!" kesal Siska
"Ciieee salah sasaran nih yee..." ledek Attaya dan di tertawakan mereka semua.
"Azka kan bilang dingin sini gue peluk.." ucap Siska manja
"Cih.."
"Sinii Azka sayang" ucap Siska lagi menggoda Azka
"Gak!" ucap Azka sambil menghampiri Azkia yang masih melihat drama itu sedari tadi.
Azka lalu mengambil Hoodie yang tadi di pinjamkan ke Azka dan langsung memakainya, membuat Azkia heran dengan kelakuan Azka. Sedangkan Siska sangat marah melihat Azka memakai pemberian dari Azkia.
"Ka! Kalo hoodie gue juga ada, pake punya gue aja.." saran Siska
Azka perjalan menjauh pergi menghindari Siska yang terus memanggil namanya, Azkia Devan Attaya dan Bobo hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat drama yang di buat Siska.
.........
"Ray, lo kenapa sih dari semalem gue liat kusut mulu muka lo..?" tanya Jojo yang melihat Rayhan duduk bersandar pada pohon yang tumbang melihat teman - temannya sibuk membereskan barang bawaan masing - masing.
__ADS_1
"Gak papa.." kata Rayahn singkat padat sambil terus melamun.
"Lo gak kesambet kan, Ray?" tanya Jojo memastikan.
"Kesambet cinta dia gue Jo.." ucap Rayhan asal.
"Hah? Dia siapa? Tumben banget lo sampe kaya gini gara - gara cewek?" tanya Jojo yang sudah melebihi wartawan saja.
"Sama doi.." malas Rayhan menjawab
"Gue semalem niatnya mau nembak dia waktu acara kembang api.. Tapi sayang gue sibuk ngurusin keperluan rapat, rencana gue jadi gagal kan.. Padahal tadi malem tuh moment yang pas banget.." curhat Rayhan pasrah yang masih memandang kosong ke arah anak - anak yang lainnya.
"Kok kasian banget sih Ray, tragis wkwk.." canda Jojo agar Rayhan semangat lagi.
"Seneng lo seneng..?!" kesal Rayhan
"Canda broo.. Masih banyak jalan menuju roma dan masih banyak jalan untuk mendapatkan korma.. eh dia maksutnya.. Hahhaa..." Ucap Jojo yang mencoba menyemangati Rayhan.
"Semoga saja dia belum di miliki orang lain.." ucap Rayhan yang kurang semangat.
"Amiin, semangat! Mana nih ketos yang selalu tegas dan banyak di kagumi orang haha.." ucap Jojo sambil menepuk bahu Rayhan.
"Okee.." ucap Rayhan
Akhrinya acara camping ini selesai, ucapan terimakasih dan permintaan maaf sudah terlontar dari panitia dan peserta. Sebelum pulang ke rumah mereka semua saling berjabat tangan untuk melebur semua kesalahan yang dibuat sengaja atau pun tidak.
Satu persatu mereka semua mulai menaiki bus sama seperti waktu berangkat, Azkia tetap duduk dengan Azka begitu juga dengan yang lainnya.
"Kok lucu sih." batin Azkia saat melihat Azka yang duduk di sebelahnya mengenakan hoodie warna gray namun bergambar kucing di bagian depan hoodie.
"Iya - iya gue imut jangan di liatin mulu.." ucap Azka sambil matanya masih terpejam.
"Hisst Ge er sekali anda.." kilah Azkia padahal kan memang benar yang di katakan Azka.
"Dia ini cenayang kali ya bisa tau aja apa yang gue pikirin padahal lagi merem.." batin Azkia
Saat di dalam bus mereka semua bernyanyi riang untuk melepaskan penat selama beberapa hari ini, namun Azka lebih memilih untuk tidur karena badannya terasa tidak nyaman.
.
..."Semuanya akan indah pada waktunya...
...dan teruslah berjuang.!"...
__ADS_1
.