
Azka mengendari motornya dengan kecepatan tinggi, pikirannya melayang entah kemana. Yang jelas dia merasa dikhianati oleh Azkia, walaupun Azka belum mendengar semuanya dari mulut Azkia secara langsung. Namun Azka sangat kesal saat melihat Azkia begitu perhatian kepada laki - laki yang dia dengar namanya Axel.
"Semudah itukah kamu berpaling nyun?" gumam Azka.
Dia terus terngiang kebersamaan Azkia dengan Axel tadi, membuatnya semakin kesal hingga pipinya memerah.
Tanpa Azka sadari lampu yang sedari tadi hijau sudah berubah menjadi merah yang mengharuskan Azka untuk berhenti. Namun sayangnya Azka tidak melihat itu, dia tetap saja melajukan motornya.
Braakkk!
Hingga terdengar suara benturan yang sangat keras, benturan itu membuat semua orang yang sedang berada di lampu merah kaget dan panik.
Begitu juga dengan Attaya yang sedari tadi mengikuti Azka dari belakang.
"Azkaaaa!!" teriak Attaya, dengan terburu - buru Attaya menepikan motornya di pinggir jalan. Lalu menghampiri Azka yang sudah tergeletak di aspal.
Azka menerobos lampu merah, orang - orang sudah meriakinya untuk berhenti namun tidak di dengar juga. Dari arah kiri ada mobil box besar yang melitas, karena panik sopir itu langsung saja membanting stir namun apa ada waktu yang singkat itu tidak mampu menghentikan tabrakan.
Tubuh Azka menabrak body samping mobil box itu hingga dia terguling jatuh beberapa mater dari motornya. Benturuan itu cukup keras yang mengakibatkan penyok pada motor dan mobil box.
Banyak darah yang keluar dari lengan Azka, bahkan kepalanya yang mengenakan helm fullface pun masih saja terlihat ada darah yang keluar.
Orang - orang yang berada di sekitarnya langsung saja mengerubungi Azka dan Attaya. Salah satu dari mereka ada yang mencari taxi, sedangkan yang lainnya mencoba membangunkan Azka agar tetap sadar.
"Ini taxinya, ayo cepat di bawa kerumah sakit." kata salah seorang pengendara motor yang membantu mencarikan taxi.
"Duh kasian masih muda padahal, semoga baik - baik aja."
"Mana ganteng lagi."
"Ada masalah apa sih sama hidupnya?"
Dan begitulah kiranya suara para pengemudi lainnya yang melintasi tempat kejadian.
Polisi pun sudah datang, mereka mengamankan kendaraan yang di gunakan Azka dan mobil box itu. Sopir mobil box dimintai keterangan agar bisa menangani kasus ini dengan lanjut. Azka memang salah karena dia menorobos lampu merah.
Attaya sangat panik hingga dia tidak bisa berfikir apapun, yang ada di dalam benaknya hanya bagaimana caranya bisa membawa Azka cepat sampai ke rumah sakit.
"Pak cepet pak!!" teriak Attaya saat sudah duduk di bangku penumpang sambil memegangi Azka yang sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Ngebut pak, ngebut astaga!" ucap Attaya yang semakin panik karena banyak darah yang keluar.
"Sabar mas ini juga udah cepet." ucap sopir taxi itu.
Setelah menempuh jarak yang tidak terlalu jauh, karena mereka memilih rumah sakit yang jaraknya dekat dengan lokasi kejadian.
Setelah sampai di rumah sakit, langsung saja Azka di bawa masuk kedalam UGD agar dokter bisa menangani Azka.
"Dok, tolong dok... tolong temen saya!" teriak Attaya saat keluar dari taxi.
Sopir taxi dan beberapa suster langsung saja sigap membantu, Azka ditidurkan diatas bangkar kemudian suster itu mendorong bangkar menuju UGD. Dibantu Attaya yang masih setia di sebelelah Azka.
Attaya tidak diperbolenkan masuk, karena akan mengganggu pemeriksaan. Dengan langkah gontai Attaya mendudukan tubuhnya di kursi tunggu yang sudah di sediakan di depan ruang UGD. Kaki dan tangannya terasa lemas saat mengetahui sahabatnya mengalami kecelakaan di depan matanta sendiri.
"Lo harus kuat, Ka.. Harus!" ucap Attaya sambil mengusap kasar wajahnya.
Attaya mengambil ponselnya dan mengirimkan lokasi saat ini kepada Devan tanpa memberitahu semuanya. Karena Attaya belum cukup tenanga untuk itu, Attaya tertunduk lesu memegangi jidatnya yang terasa pening.
..........
Di depan rumah sakit
"Van, beneran Atta sharelock kesini?" tanya Bobo bingung.
"Attaya sakit?" tanya Ciko, namun hanya mendapat gelengan kepala.
Kemudian mereka masuk ke dalam rumah sakit, namun sebelum itu Devan mencoba menghubungi Azka namun tidak diangkat kemudian beralih pada Attaya.
Cukup lama Devan memunggu akhirnya Attaya mengangkat panggilan dari Devan itu.
"Lo dimana?" tanya Devan tanpa basa - basi.
"UGD." jawab Attaya lemah.
Setelah mendengar penuturan Attaya, Devan langsung saja mengajak kedua temannya menuju tempat yang Attaya beritahu. Mereka bertiga kebingungan kenapa bisa berada dirumah sakit siapa yang sakit, mereka semua tadi kan baik - baik saja.
Dari kejauhan Devan melihat Attaya yang tertunduk lemas di depan UGD, matanya sudah mulai memerah. Dengan cepat Devan Ciko dan Bobo manghampiri Attaya.
"Ta?" panggil Devan.
__ADS_1
Attaya menoleh kearah suara dan langsung saja Attaya memeluk Devan dengan erat, entah kenapa air matanya tidak bisa terbendung lagi. Dia tidak tega melihat sahabatnya yang sejak kecil bersama sedang berjuang didalam UGD.
"Kenapa?" tanya Devan.
"Az.. azka, Van... Azka." Ucap Attaya terbata.
"Azka kenapa?" tanya Devan, sedangkan Ciko dan Bobo menyimak percakapan mereka.
"Azka kecelakaan, Van. hiks hiks." kata Attaya sambil menangis.
"Hah kok bisa?"
"Kok bisa?" ucap mereka yang hampir bersamaan.
"Tadi itu kan gue gue nyusulin dia nah pas lampu merah harusnya berhenti tapi dia lurus aja.. padahal udah pada teriak buat berhenti tapi dia lurus terus, saat bersamaan dari arah samping ada mobil box yang lewat, udah gak bisa di hindari." jelas Attaya dengan nada sendunya.
"Astagfirullah, terus keadaan Azka sekarang gimana?" tanya Ciko.
"Di—dia masih di UGD, belum keluar juga dari tadi." ucap Attaya lemas.
"Semoga dia baik - baik aja!" kata Bobo dan diangguki meraka semua.
"Amiiin."
"Ta, lo pulang dulu aja baju lo kena darah ini." saran Devan.
"Gak gue mau nunggu Azka dulu." jawab Attaya sambil duduk.
"Yaudah coba ke kantin kali aja ada yang jual baju juga." saran Ciko dan disetujui oleh Attaya. Setelah itu Attaya pamit menuju kantin rumah sakit.
Sedangkan Devan dan yang lainnya setia menunggu Azka di depan ruang UGD.
......................
...Mana bisa aku diam saja, saat melihatmu dengan orang lain~...
...~ E H ~...
......................
__ADS_1
Emang niatnya bikin kalian penasaran banget sama axel, biar sama ma apa yang di rasain Azka.
Makasih yg masih stay di sini!