Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Terpesona


__ADS_3

Siska sudah bersiap bersama peserta yang lain, sebenarnya Siska tidak mau ikut game ini karena pasangannya bukan Azka. Tapi mau bagaimana lagi dari pada mendapatkan hukuman Siska lebih memilih mengikuti game kaki tiga ini.


Pasangannya kali ini adalah Bobo, mereka semua sudah bersiap di garis terdepan berharap menang di game ini karena nanti akan langsung masuk final. Banyak dari mereka yang menyoraki Bobo karena kejadian tarik tambang tadi.


"Bo... jangan lupa di tali dulu sarungnya biar gak copot lagi haha."


"Pegangin yang kenceng Sis biar gak melorot tuh sarung.."


"Humorku receh, cuma liat sarung melorot aja haha..."


"Semangat kalah aja, menang gak akan kuat.."


"Melorot melorot ehh Semangat semangat haha.." canda Irfan


Bobo yang mendengar itu hanya diam saja karena antara malu dan masa bodo lah yang Bobo rasakan saat ini. Panitia memberi aba - aba segera di mulai game kali ini.


Muulllaaiii..!


Dengan susah payah mereka mencoba menyamakan kaki untuk melangkah agar tidak terjatuh. Nia yang awalnya memimpin pun terjatuh disusul Ken yang juga terjatuh, game ini memang terlihat mudah namun sayangnya jika pasangannya tidak memiliki kepercayaan akan sulit. Karena yang satu maju menggunakan kaki mana, pasangannya menggunakan kaki yang berlawanan agar dapat berjalan tanpa jatuh. Tapi sulit untuk mendapatkan pasangan game yang klik seperti itu.


Siska yang dari awal game sudah tidak suka dengan Bobo, selalu saja menyalahkan Bobo yang tidak bisa seperti Azka. Bobo terlihat kesal mendengar omelan Siska, sampai - sampai Bobo menutup telinganya agar tidak mendengarkan ocehan Siska.


"Ayo dong cepetan jangan sampai kalah, lelet banget sih.." ucap Siska


"Lari aja!" kesal Bobo sambil memegang bahu Siska


"Heh jangan pegang - pegang ya!" kesal Siska sambil menyingkirkan tangan Bobo dari bahunya.


"Terserah kalo jatuh!" ucap Bobo yang terus menyesuaikan langkahnya dengan Siska agar tidak bertabrakan kaki yang maju duluan.


"Eeeee.. Awh!"


Bruukkkk


Siska terjatuh begitu juga dengan Bobo, karena game ini adalah game untuk melatih kekompakan jadi jatuh satu jatuh semua. Bobo tidak sengaja jatuh menimpa Siska, dengan cepat Siska menjauhkan tubuh Bobo darinya. Siapa sangka jika sarung Bobo sebagian ada yang di duduki Siska jadi saat Bobo mencoba berdiri sarungnya melorot lagi tepat di depan Siska.


"Aaaaaaaaa...." teriak Siska


"Hahahaaa..."


"Lagi lagi terulang lagi..."


Dengan cepat Bobo berjongkok di sebelah Siska dan membenarkan sarungnya yang lepas karena tertindih oleh Siska. Semua orang yang melihat itu tertawa terbahak - bahak, siapa sangka kejadian itu terulang kembali.

__ADS_1


"Lo sih dudukin sarung gue kan jadi melorot lagi." ucap Bobo yang kesal dengan Siska.


"Ya mana gue tau, udah belum?" tanya Siska yang masih menutup matanya dengan telapak tangan.


"Udah aman." ucap Bobo yang malu dan kesal.


Perlahan Siska membuka jarinya sedikit untuk melihat benar tidak yang diucapkan Bobo. Saat di rasa memang sudah aman Siska membuka telapak tangannya, kemudian mencoba bangun dari duduknya di lihatnya ternyata Ken sudah berada di garis Finis membuatnya semakin kesal saja.


"Tuh gara - gara lo kita kalah." ucap Siska sambil membuka tali yang mengikat kaki mereka berdua.


"Salah gue? Gak kebalik apa?" jawab Bobo sambil berdiri dari jongkoknya.


"Salah lo! Kalo sarung lo gak melorot lagi kita bisa kejar mereka.." oceh Siska


"Cihh kalo lo gak jatuh gak bakalan kita kalah!" bela Bobo yang tidak mau kalah dari Siska karena Bobo tidak merasa berbuat salah.


"Dahlah." ucap Siska


Di sisi garis finis Ken merasa senang bisa memenangkan game ini jadi dia dan pasangannya bisa maju ke final. Ken dan Diana sampai melompat - lompat seperti anak kecil, sedangkan peserta yang lain melihtanya dengan tampang putus asa.


"Yes kita berhasil Ken." ucap Diana sambil tertawa bahagia.


"Kerja bagus Din.." kata Ken sambil mengacak pelan rambut Diana.


"Oee kalo mau pdkt jangan di sini wehh, kasiani kami yang masih sendiri..." teriak Marcel yang berada tak jauh dari mereka berdua.


"Sirik aja lo.." ucap Ken


.............


Akhirnya Final game kaki tiga pun akan di mulai setelah beberapa kali menyeleksi dan mendapatkan tiga pasang yang akan merebutkan juara satu, dua dan tiga. Pesertanya yang maju ke babak final adalah Ken - Diana, Bara - Nisa, Azka - Azkia, mereka sudah bersiap namun terlebih dahulu mendengarkan peraturan yang di buat oleh panitia alias Rayhan.


Game final ini mengharuskan peserta jalan ataupun lari yang penting siapa yang tercepat sampai garis finis dan kembali lagi ke garis star dialah yang nanti akan menjadi pemenangnya. Dan nanti yang mendapatkan juara pertama mendapatkan keistimewaan tidak perlu mengikuti kegiatan setelah Game kaki tiga ini.


Horeeee...


Sorakan dari penonton pun sudah terdengar, musik yang menegangkan sengaja di play agar suasana lebih menegangkan. Azkia melihat sosok tinggi di sebelahnya ini, merasa jika di lihatin Azka pun mengatakan sesuatu kepada Azkia tanpa menoleh sedikitpun.


"Jangan liatin lebih dari lima detik, karena setelah detik keenam lo bakalan suka gue." ucap Azka dengan coolnya tanpa menoleh ataupun melirik ke arah Azkia.


"Cih! Mana mungkin." batin Azkia


"Gak percaya, coba aja." lanjut Azka yang seolah tau apa yang sedang Azkia pikirkan.

__ADS_1


Azkia yang mendengar perkataan Azka pun menjadi kesal, Azkia heran kenapa Azka bisa thuu jika dia memandang Azka cukup lama tadi. "Nih orang peka banget sih astaga kek bisa baca pikiran gue pula." batin Azkia


"Tes tes, oke dengarkan baik - baik jika kalian sudah mendengar bunyi peluit berarti game dimuali, mengerti..?" ucap Rayhan


"Mengertiiii...." ucap mereka semua yang masuk ke dalam babak final.


"Satu... Duaa..... Pprrrruuuiiiiittttttt...."


Mereka mulai berjalan dengan cepat, bahkan Ken dan Diana pun mencoba dengan berlari mendahului pasangan Azka dan pasangan Bara. Azkia kesal melihat Azka yang tidak bersungguh - sungguh agar menang, sedangkan Bara sudah berjalan cepat di depan Azkia dan di belakang Ken.


"Ayo cepet Ka! Kita tertinggal jauh" ucap Azkia sedikit membentak membuat Azka kesal.


"Hmm.. Oke kita lari, pegangan yang kuat dan fokus!" ucap Azka


Ken sudah melakukan putaran dan sekarang akan kembali menuju garis star yang merupkan penentu pemenangnya. Bara yang hampir melakukan putaran pun oleng dan jatuh yang akibatnya memberikan kesempatan bagi Azka untuk mendahuluinya.


Azkia merangkul pinggang Azka begitu juga sebaliknya dengan Azka, mereka berdua terlihat kompak dan serasi. Azka dan Azkia menambahkan keceptannya tapi percuma karena Ken dan Diana lah pemenangnya, dan di susul Azkia dan Azka yang otomatis juara ketiga adalah Bara dan Nisa.


Suara tepuk tangan dang sorakan dari panita dan juga siswa lainnya terdengar sangat meriah membuat suasana siang itu menjadi bersemangat.


Azkia yang terlalu senang karena menempati posisi kedua melupakan jika kakinya masih terikat dengan kaki Azka, tanpa Azkia sadari dia melompat lompat seperti anak kecil dan membuatnya terjatuh.


Untung saja Azka melihat itu dengan cepat Azka menangkap tubuh Azkia agar tidak jatuh, seperti adegan dalam sinetron saat ceweknya akan jatuh dan di tangkap oleh pasangannya. Untung saja Azka cepat jadi Azkia tidak sempat jatuh ke tanah. Azkia yang kaget pun tanpa sengaja memandang ke arah Azka, badan Azka terkena sinar matahari yang terhalang pepohonan jadi memancarkan sinar yang tak beraturan membuat Azka semakin menawan saja membuat Azkia terpesona.


"Terpesona aku terpesona.. Memandang wajahmu terpesona..." sindir dari Bara yang melihat adegan itu.


"Uhhuuukkkk..!" ucap Rayhan saat melihat Azkia dan Azka sedang terkunci pada tatapan mata mereka.


"Mau sampai kapan kek gini..?" ucap Azka saat sudah tersadar duluan.


Mendengar itu membuat Azkia tersadar dan memposisikan badan agar bisa berdiri tegak. "Dih mati gue kenapa bisa kek gitu tadi, bikin malu aja lo Kia." ucap Azkia dalam hati


Rayhan yang melihat kejadian itu merasa tidak tenang, dia takut jika orang yang dia suka akan menyukai orang lain, haruskan Rayhan mengungkapkan perasaannya sekarang? Tapi ini terlaku cepat untuk Azkia, Rayhan tidak mau jika rasa suka nya terhadap Azkia hanya dianggap bercanda saja.


Rayhan sudah mengumumkan siapa saja pemenangnya dan sekarang menyuruh mereka untuk beristirahat karena nanti akan ada game seru laiinya yang masih menanti.


Ada yang penasaran sama visualnya Rayhan?


.


..."..Katanya jika kamu tidak bisa melepaskan seseorang dari pikiranmu, berarti dia juga sedang memikirkanmu.."...


...- NN -...

__ADS_1


__ADS_2