
Azkia membaringkan tubuhnya di atas kasur, lelah dan badan pegal - pegal itu lah yang di rasakan sekarang ini. Tiba - tiba saja Azkia teringat sesuatu dan langsung bangun dan mencari mamanya.
"Ma... Mama..." teriak Azkia
"Kenapa sih teriak - teriak kek gitu..?" tanya mama Azkia yang sedang berada di dapur.
"Hoody warna army kemaren udah di cuci belum ma..?" tanya Azkia
"Hoody?"
"Iya ma, hoody yang Kia pake waktu pulang kemaren itu loh.." jelas Azkia
"Udah, udah di kamar kamu kan.. Kenapa memangnya sampai panik gitu..?"
"Siapa juga yang panik, Kia cuma nanya aja.." elak Azkia
"Masa sih.. Itu hoody punya cowok keren kemaren ya..?" tanya Mama Azkia
"Iya, besok mau Kia balikin.."
"Salam ya buat dia, kapan - kapan suruh main ke sini..." goda mama Kia.
"Ih mama apaan sih..."
"Ada apa sih, kok pada ribut..?" tanya papa Azkia yang baru dari teras.
"Itu pah, Kia kemaren pulang di anterin cowok.. Mana ganteng banget.." kata Mama Azkia antusias.
"Heh masa? Gantengan mana sama papah..?" tanya papah Azkia.
"Gantengan papa lah.."
"Hilihh buciinn..." ucap Azkia sambil pergi ke kamar, meninggalkan orang tua nya yang sedang tertawa melihat kelakuan putri nya tersebut.
Azkia mencari hoody nya Azka ternyata di masukkan ke dalam almarinya, pantas saja Azkia mencarinya tidak ketemu. Di ambilnya hoody itu lalu di masukkan ke dalam paper bag.
"Tuh orang suka banget maksa.. Tapi kenapa kalo gue lagi ada masalah dia selalu muncul..." gumam Azkia sambil melihat Hoody tersebut.
..........
Di Sekolah
Pagi ini adalah hari senin, setiap siswa di wajibkan mengikuti Upacara bendera tanpa terkecuali. Jadi hari ini jadwal gerbang di tutup lebih cepat dari biasanya, untung saja Azkia dan yang lain tidak terlambat kecuali satu orang yang langganan telat siapa lagi kalo bukan Azka. Entah itu karena benar - benar terlambat atau karena memang sudah menjadi hobby nya terlambat.
Semua siswa melaksanakan upacara dengan hikmat, Rayhan menjadi pemimpin dalam upacara tersebut. Setelah beberapa lama upacara selesai, bagi siswa yang tidak lengkap atributnya harus tinggal karena akan mendapat hukuman begitu juga bagi siswa yang terlambat.
Mereka semua sudah kembali ke kelas nya masing - masing, entah dari mana Azka sudah berada di dalam kelas. Dia terlihat merebahkan kepalanya di atas meja dan menjadikan tangannya sebagai bantalan.
"Loh lo masuk dari mana Ka..?" tanya Devan
"Masih sakit Ka..?" tanya Attaya sambil memeriksa dahi Azka
Azkia yang berada di sebelah Azka spontan menoleh ke arahnya, dalam hati Azkia berkata "Masa iya gara - gara kemaren nganterin gue pulang jadi sakit.?"
__ADS_1
"Ka lo sakit..?" tanya Azkia
"Oh iya ini hoody nya makasih.." lanjut Azkia sambil menyerahkan paper bag di depan Azka.
Azka hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata apa pun.
Dari luar kelas terdengar suara yang sangat familiar, orang itu sedang mencari Azka. Siapa lagi kalo bukan Siska. Dari kejadian sabtu kemaren Siska sudah merasa besar kepala, padahal Azka melakukan itu hanya untuk mencari tahu bagaimana reaksi Azkia.
Siska masuk kedalam kelas, membawa kotak makanan lagi. Dia menghampiri Azka yang masih dalam posisi tadi.
"Azka sayang.. Ini gue bawaain sarapan, pasti belum makan kan..?" kata Siska manja kelada Azka
"Awas lo minggir dulu sana ganggu aja.." kata Siska lagi sambil menyuruh Azkia pergi dari tempat duduknya.
"Apaan sih, ini tempat duduk gue kalo gak suka lo aja yang pergi.." kesal Azkia kepada Siska yang seenaknya.
"Lo tuh ya selalu nglawan gue.. mau lo apa sih..?"
"Mau makan.. wkwk " canda Azkia
"Makan beli sendiri sana, ini buat Azka bukan buat lo.." kesal Siska
"Jangan galak - galak sama bebeb Azkia, entar gue gigit loh.." canda Attaya.
Azka yang kesal dengan keributan itu lalu ambil suara, karena tidur nya sudah terganggu.
"Brisiikkk...!" kesal Azka.
"Heh lo yang mulai, gara - gara lo kan Azka bangun.." ucap Siska dengan suara cemprengnya.
"Kok gue sih..?" tanya Azkia.
"Iya, soalnya lo tuh ngerusak pemandangan tau gak." bentak Siska.
"Apa lo bilang? Ulang lagi coba?" ucap Azkia sambil menjambak rambut Siska.
"Gue bilang lo Ngerusak Pemandangan gue." bentak Siska gak mau kalah, siska juga menjambak rambut Azkia.
Semua yang ada disitu berusaha memisahkan mereka, Azka memegangi Azkia, sedangkan Siska di pegangi oleh Devan. Mereka berdua di pisahkan agar tidak ada yang terluka, apalagi biasanya sehabis upacara guru piket pasti akan keliling sekolah untuk melihat ada siswa yang akan bolos atau tidak.
Dan saat itu Devira dan Nayla yang dari kantin pun datang tapi mereka tidak hanya berdua melainkan ada seniornya juga. Rayhan sengaja datang ke kelas Azkia bersama Devira dan Nayla, mereka tadi bertemu di jalan saat akan kembali ke kelas.
"Kiaa, di cariin doi nih." teriak Devira
spontan saja perkataan Devira membuat semua mata tertuju padanya.
"Loh kalian ngapain..?" tanya Nayla bingung melihat Azkia yang di pegangi Azka dan Siska di pegangi oleh Devan.
Rayhan berdiri tepat di depan pintu kelas, dia juga melihat dengan jelas posisi Azka yang seperti sedang memeluk Azkia. Dengan cepat Azkia melepaskan pegangan Azka dan pergi menuju depan pintu.
"Ada apa kak..?" tanya Azkia
"Gak cuma mau ngasih titipannya mamah aja.." jelas Rayhan.
__ADS_1
"Ha titipan apa...?" tanya Azkia bingung.
"Ini, mama nyuruh bawain ini buat lo..." kata Rayhan sambil menyerahkan kotak bekal yang berisikan nasi goreng dan udang goreng.
"Waoow makasih banget ya kak..." ucap Azkia sambil membuka tutup bekal tersebut.
"Iya... yaudah gue balik dulu ke kelas." kata Rayhan lalu pergi meninggalkan Azkia yang masih berdiri di depan pintu, Azka yang melihat itu ada rasa tidak suka yang sangat kuat sekali.
Kemudian Azkia kembali ke tempat duduknya, seketika dia menjadi pusat perhatian dari teman - temannya. Seolah mereka berkata, kok bisa kenal, kenal dari mana? Kalian pacaran ya? dan masih banyak lagi pertanyaan yang mereka berikan. Sampai Siska pun terlupakan dari yang lain, makanan yang Siska bawa jatuh kelantai karena ada salah satu siswa yang menabrak nya. Melihat itu Siska marah - marah dan memaki orang yang menabraknya, sedangkan yang lain hanya menonton.
Azkia membuka bekal tersebut, aroma wangi dari nasi goreng tercium jelas, di tambah dengan udang goreng. Siapapun yang melihatnya akan tergoda. Azkia mengambil satu sendok nasi goreng saat akan memakannya tangannya di tahan oleh Azka lalu menyuapkan nasi goreng tersebut ke dalam mulut Azka sendiri melalui tangan Azkia yang tidak lepas dari sendok tadi.
"Azkaaa..." teriak Azkia
"Loh Ka lo kok makan itu, kan gue dah buatin sarapan buat lo." kesal Siska.
"Makanan lo jatuh, masa iya gue makan makanan yang udah jatuh di lantai..?" tanya Azka
"Terus lo gak harus makan nasgor gue dong..." kesal Azkia sambil menutup kotak bekalnya.
"Emang kenapa...?" tanya Azka
"Ini kan ini...." kata Azkia terpotong
"Dari doi lo dan gue gak boleh nyobain gitu..." tebak Azka.
"Kalian ini berantem mulu.. nanti jadi cinta loh.." celetuk Devan di sela - sela perdebatan mereka berdua.
"Gakk..!" bantak Azka dan Azkia bersamaan.
"Gak gak boleh.. Bebeb Azka tuh punya gue doang..." kekeh Siska
"Serah deh" ucap Nayla dan Devira yang sedari tadi sibuk makan.
Azka muak dengan mereka semua, kemudian Azka memakai hoody yang di kembalikan Azkia tadi lalu pergi, cuma berpesan kepada Attaya jika nanti suruh membawa mobilnya pulang.
Saat dilorong Azka bertemu dengan Rayhan, dan mereka saling beradu tatapan. Entah apa yang mereka pikirkan, mereka seolah memiliki amarahnya masing - masing. Azka melewati begitu saja Rayhan tanpa melirik sedikit pun.
Azka menuju gerbang belakang, di lihatnya tidak ada orang sama sekali. Dalam sekali lompatan Azka berhasil keluar dari area sekolah, Azka akan pergi ke tempat dimana dia selalu datang saat bolos.
.
..."Yang awalnya berantem, bisa jadi nanti akan menjadi orang yang paling di sayang"...
...- NN -...
.
Terimakasih semua yang masih stay di BBC, makasih untuk Like , Koment dan Hadiahnya :)
Jangan lupa jadiin Favorit yak!
...Sukses selalu buat kalian* ^.^...
__ADS_1