
Siska sangat kesal dengan kejadian tadi, dia kembali ke kelasnya sendiri dengan muka yang di tekuk. Rima yang melihat Siska kembali dengan wajah penuh dengan emosi langsung menghampirinya, Rima heran kenapa Siska kembali menjadi seperti itu padahal Siska habis bertemu dengan Azka.
"Lo kenapa Sis, di tolak Azka lagi?" tanya Rima setelah duduk di depan Siska
"Tuh gue di tinggal kabur sama Azka, mana dia sama bakpia!" kesal Siska
"Hah? Bakpia? Enak dong Azka bawa bakpia, rasa apa, keju coklat atau kacang ijo.." tanya Syla yang baru muncul
"Bukan bakpia itu." kesal Siska, karema jika soarl makanan Syla tidak lemot
"Lah terus bakpia apa dong?" tanya Syla sambil duduk di bangku sebelah Siska
"Bakpia itu Azkiaa! Gue kesel banget sa itu orang makanya gue panggil bakpia aja!" ucap Siska sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada
"Yaleah bilang kek, kirain kan bakpia patok Jogja.." ucap Syla sambil membayangkan bakpia patok khas Jogja
"Hilih kalo soal makanan mah gercep banget lo, Syl." kata Rima sedikiy nggas
"Kalian berdua harus bantuin gue buat kerjain si bakpia itu.." perintah Siska kepada Rima dan syla
"Okee, siaap.." kata Rima
"Hah bantuin apaan? Makan bakpia?" tanya Syla yanga gak lambat menangkap perkataan seseorang
"Sutt diem lo nanti tinggal ikut gue aja, jangan banyak omong." kata Rima sambil melihat ke arah Syla.
"Sini - sini gue bisikin rencananya.." kata Siska sambil menggerakkan tangannya agar kedua temannya mendekat
"Jadi tuh nantii.... .... .... .... gitu kalian paham kan?" tanya Siska pada Rima dan Syla
"Paham, tenang aja semua lancar.." ucap Rima
..........
Di kantin sekolah
"Duh gue capek banget ini, habis berdiri hampir empat jam terus lari - larian mana belum saapan. Serasa mau pingsan aja gue.." keluh Attaya sambil duduk di bangku kantin
"Sama gue juga, lemes kaki gue. Mana cacing di perut gue udah dangdutan mulu dari tadi.." ucap Devan sambil membuka kancing bajunya yang paling atas agar badannya tidak merasa panas.
"Sama gue juga!" kata Azka yang bersandar pada meja
__ADS_1
"Dah lama banget gak lari jadi kram perut gue.." keluh Azkia
"Mana yang kram?" tanya Azka perhatian, Azkia hanya menunggukkan arah perutnya yang kram.
"Coba lo duduk yang tegak, terus perlahan atur nafas lo.. Lo pijat perlahan di tempat yang sakit.." perintah Azka sambil melihat Kia khawatir
Azkia melakukan hal yang di kata kan Azka, perlahan kram perutnya mulai hilang. Azka sudah memesan empat mangku mie ayam, tiga es jeruk dan satu teh anget.
"Nih minum dulu." kata Azka sambil memberikan teh anget kepada Azkia
"Loh kok teh anget sih, gue mau es jeruk juga dong.. Haus ini, mau yang dingin - dingin.." ucap Azkia tangannya hampir merah segelas es jeruk namun di tahan oleh Azka
"Minum ini biar perut lo cepet sembuh..!" perintah Azka sambil menyodorkan segelas teh anget
"Cih, iya iya gue minum ini TEH ANGETNYA." ucap Azkia penuh penekan karena dia sangat kesal dengan Azka yang selalu memaksanya
"Ki, lo mau yang dingin kan?" tanya Devan sambil mengambil saos di sebelah Azka
"Iya mau haus banget.." keluh Azkia pada Devan
"Tuh duduk di sebelah Azka aja nanti jadi dingin kok hahaha..." canda Devan, lalu mendapat tatapan tajam dari Azka
"Bener tuh, adem banget kalo di sebelah Azka tuh.. Dia kan jarang banget tertawa kalo gak lucu banget.." jelas Attaya sambil makan mie
"Dasar cerewet.." kata Azka sambil menyentil jidal Azkia pelan
"Sakit tau gakk..? Kan cuma bercanda napa jadi beneran inu nyentilnya.." ucap Azkia yang kesal
"Masa gitu doang sakit?" tanya Azka sambil mengusap pelan jidat Azkia agar tidak sakit lagi. Devan dan juga Attaya yang melihat itu langcung berbalik badan sambil membawa mangkuknya lalu pindah meja di sebelah mereka
"Cih, buciin banget sih.." ucap Devan
"Belum juga jadian, apalagi nanti coba.." kata Attaya sambil melirik ke arah Azka dan Kia
Sedangkan Azkia yang mendapatkan perilaku seperti ith di depan umum menjadi malu, dia hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya karema tidak berani melihat tatapan siswa lainnya yang berada di kantin.
"Kenapa uang nya jatuh, kok liatin bawah mulu?" tanya Azka sambil ikut memperhatikan apa yang sedang di lihat Azkia
"Eh enggak kok.." ucap Azkia sambil menggelengkan kepalanya seperti anak kecil yang sedang ditanya kamu nakal gak? Muka Azkia semakin memerah seperti tomat.
"Yaudah di makan keburu jadi besar mie nya.." perintah Azka lagi
__ADS_1
"Hmmm..." ucap Azkia sambil memakan mie ayamnya
"Nguuiing nguiiiing... nyamuk datang .." ucap Devan yang sudah selesai makan
"Hap langsung di tembak.." sambung Attaya yang melihat Azka dan Azkia bergantian
"Gue peyek aja gimana nyamuknya?" canda Azkia
"Jangan lah nanti gak ada yang gangguin kalo di peyek hehhe..." kata Attaya
"Hilih.. Peyek nyamuk mana ada..?" tanya Devan
"Ada, ntar gue yang bikin kalian yang beli ya hehe.." canda Azkia
"Nyamuk langka bosku.." kata Azka
"Seperti dia yang langka bisa meruntuhkan hati mu.. hehee" canda Attaya dan mereka lun bisa tertawa karena hal sepele
"Kuy balik, udah bel ini.." ajak Devan
"Bentar lah mau bayar dulu.." ucao Azkia yang akan beranjak ke meja stan mie ayam, namun di cegah oleh Azka
"Udah gue bayar semua, tunggal balik aja.." kata Azka
Kemudian mereka aemua kembali ke kelasnya namun sebelum itu Azkia sudah izin terlebih dahulu jika dia akan ke toilet. Sedangkan Azka Devan dan Attaya melanjutkan jalannya menuju kelas.
Tanpa Azkia sadari sedari tadi ada yang mengikutinya siapa lagi kalo bukan Rima dan juga Syla mereka berdua akan melaksanakan tugas dari Siska. Setelah Azkia masuk kedalam kamar mandi, pintunya di kunci darii luar setelah itu di pintu toilet bertuliskan 'Kamar mandi sedang dalam perbaikan' yang membuat siapa pun tidak akan ke toilet itu.
"Udah beres kuy balik.." ucap Rima kepada Syla
"Tapi Rim, dia kasihan kalo di dalam situ.. Nanti kenapa - kenapa gimana ?" tanya Syla
"Udah biarin aja, ayo buruan pergi dari pada kita di hukum.." ucap Rima sambil.menarik tangan Syla.
"Oe siapa yang kunciin ini pintu! Bukain! Ada orang gak?" teriak Azkia dari dalam kamar mandi
"Tolong siapapun, bukain pintunya! ... mana gak bawa hp gue asataga, siapa yang iseng sih..?" teriak Azkia lagi sambil memggedor - gedor pintu kamar mandi
Namun sayang tidak ada orang yang membukakannya, karena sudah masuk jam pelajaran selanjutnya jadi jarang di temui siswa yang berada di luar kelas jika ketahuan oleh guru bk akan di hukum.
"Tolong.. Tolong..! Ada orang gak? Bukain pintunya..!" kata Azkia terus berulang kali.
__ADS_1
Azka yang satu bangku dengan Azkia merasa khawatir karena sudah lebih dari dua puluh menit Azkia belum balik juga, "Jangan - jangan terjadi sesuatu.." batin Azka.
Kemudiaann apakah yang akan terjadii.....