
Liburan memamg sudah tiba semua siswa mengahbiskan waktunya untuk liburan atau sekedar main, sejenak menghilangkan penak dari berbagai buku - buku dan juga tugas sekolah yang terkadang membuat mereka jenuh.
Namun itu tidak berlaku untuk Rayhan, dihari pertamanya liburan ia lebih memilih untuk menghabiskan waktu di toko buku. Mengingat dia akan melanjutkan kuliah di luar negeri, bukan lari dari Azkia namun itu yang terbaik saat ini. Agar Rayhan bisa cepat moveon dari Azkia walaulun itu sulit karena Azkia adalah cinta pertama untuk Rayhan, ya walaupun cintanya tidak seindag bayangan Rayhan.
Rayhan memilih beberapa buku yang menurutnya itu penting, setelah selesai memilih dia berdiri di depan kasir untuk membayar buku tersebut. Kali ini Rayhan sendiri tanpa ada Jojo maupun Nia, karena Rayhan menolak saat kedua sahabatnya mengajak Rayhan untuk liburan.
Kali ini Rayhan berpakaian santai dengan kaos lengan panjang berwana putih dan bawahan yang hampir senada dengan bajunya, membuat Rayhan semakin tampam. Di tambah lagi sesekali dia tersenyum.
Setelah daei toko buku Rayhan memutuskan untuk pergi ke salah satu cafe yang pernah ia datangi bersama Azkia, entah kenapa cafe tersebut menjadi tempat favorit untuk Rayhan. Namun tepat di depan pintu masuk cafe Rayhan tidak sengaja bertabrakan dengan seorang cewek dengan rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai indah.
Brukk
Perempuan itu terjungkal kebelakang namun sebelum ia terjatuh Rayhan berhasil menangkapnya, dan menariknya agar tidak terjatuh ke lantai.
Mata mereka berdua saling terpaku, sampai ada suara yang membuyarkan mereka.
"Pacaran jangan di depan pintu kak!" ucap anak kecil dengan polosnya sambil berjalan keluar dari caffe.
Sontak saja ucapan anak kecil tersebut membuat Rayhan dan perempuan itu malu.
"Maaf!"
"Maaf!"
Kata Rayhan dan juga perempuan itu bersamaan, Rayhan hanya tersenyum menanggapi lalu dia melangkah ke kanan untuk mempersilahan perempuan itu jalan duluan. Namu. tanpa Rayhan sangka perempuan itu juga melangkah kekanan, lalu dia kekiri Rayhan pun juga kekiri.
Perempuan itu merasa frustrasi karena sedari tadi dirinya dan juga Rayhan selalu kompak melakukan hal yang sama, sampai Rayhan berkata, "Kalo gini terus gak akan selesai, oke ladis fist!" ucap Rayhan sambil mempersilahkan perempuan itu.
Perempuan itu hanya diam saja, lalu berjalan keluar dari caffe tanpa mengucapkan sepata kata lagi kepada Rayhan. Sedangkankan Rayhan hanya bengong melihat perempuan itu.
"Dia beda baget sama Azkia yang cerewet dan ramah." gumam Rayhan, kemudian dia melangkah menuju meja namun langkahnya terhenti saat dirasa kakinya sedang menginjak sesuatu. Dan benar saja Rayhan menginjak sebuah dompet berwarna biru dongker tergeletak di lantai.
Rayhan mengambil dompet tersebut lalu berlari ke arah jalanan depan caffe, dia menoleh ke kanan dan kiri seraya mencari seseorang. Siapa lagi kalo bukan perempuan yang baru saja bertabrakan dengan Rayhan.
"Udah ilang aja itu cewek." batin Rayhan lali berbalik masuk kedalam cafee dan memesan minuman, Rayhan memilih tempat duduk di sudut caffe karena dia ingin membaca buku yang baru saja ia beli.
__ADS_1
Setelah beberapa saat minuman Rayhan datang, dia melirik dompet biru dongker yang di letakan diatas meja.
"Nanti gue anterin ke rumahnya aja kali ya?" pikir Rayhan. Rayhan membuka bukunya dan mulai membaca.
Saat tengah asyik membaca tiba - tiba Rayhan di kejutkan dengan suara pintu caffe yang di buka dengan paksa oleh seorang perempuan, perempuan itu lalu menghampiri Rayhan. Membuat Rayhan kaget dan menghentikan membacanya.
"Lo liat dompet gue gak?" tanya cewek itu tepat di depan Rayhan yang masih kaget.
"Hello... lo denger gue ngomong gak!" kesal gadis itu sambil mengayunkan telapak tangan di depan wajah Rayhan.
"Woy!" teriak gadis itu lagi membuat Rayhan terpelonjat kaget untuk yang kedua kali.
"Astagfirullah, kenapa teriak." ucap Rayhan sambil memutup bukunya, dia malu karena menjadi pusat perhatian pelanggan caffe.
"Habisnya dari tadi di panggil gak nyaut, gue kira agak.." ucap perempuan itu sambil memberikan isyarat dengan menujuk telinganya.
"Gue gak budek." ucap Rayhan melepaskan kaca mata yang ia pake saat membaca buku.
"Kenapa?" tanya Rayhan bingung kenapa tiba - tiba perempuan itu datang lagi dan menghampirinya.
"Kenapa apa?" tanyanya bingung.
"Lo kenapa balik lagi, ada yang ketinggalan?" tanya Rayhan sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah perempuan di depannya saat ini.
"Astaga, lo liat dompet gue gak? Kayaknya jatuh waktu kita tabrakan." ucapnya setelah menepuk jidatnya.
"Dompet biru dongker?"
"Biru dongker." ucap perempuan itu dan Rayhan kompak lagi.
Perempuan itu mendengus kesal karena entah kenapa sedari tadi dia selalu saja kompak dengan laki - laki di depannya saat ini.
Rayhan mengeluarkan dompet biru dongker dari dalam tasnya,"Ini bukan, lo cek dulu sapa tau ada yang hilang." perintah Rayhan sambil menyerahkan dompet itu.
__ADS_1
"Aman, makasih." ucap perempuan itu lalu pergi namun sebelum itu dia mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Rayhan.
"Raina!"
"Rayhan!"
Rayhan selalu rama seperti baisaya namun todak dengan perempuan itu yang lebih dingin dan juga judes.
"Bye!" ucap Raina meninggalkan Rayhan sendirian di mejanya. Rayhan hanya tersenyum simpul sambil menggelengkan kepalanya.
"Aneh tapi lucu!" ucap Rayhan sambil memamdmag punggung Raina yang sudah tidak terlihat lagi.
....
Untuk beberapa minggu kedepan Siska tidak akan menggangu Azka lagi karena saat ini dia sedang ikut orang tuanya keluar kota untuk mengunjungi saudara sepupunya, awalnya Siska tidak mau saat diajak kedua orang tuanya. Karena ancaman papanya yang akan mengambil semua fasilitasnya jika Siska tidak menurut, alhasil disinilah dia sekarang di rumah sepupunya.
"Jomblo ya lo!" tanya Nada sepupu Siska.
"Dih gak ya, gue itu ada seseorang yang gue suka, emangnya lo jomblo akut." ledek Siska sambil melempar bantal ke arah sepupunya itu.
"Gini - gini gue banyak yang suka ya! dari pada lo suka sama orang yang udah punya pacar, sakitnya tuh disini." ucap Nanda sambil menyentuh hati Siska dan mendapatlan tatapan tajam dari siempunya.
"Bomat!" kesal Siska.
"Lo tau Sis, ibaratnya tuh lagi nungguin undian yang jelas - jelas lo tau kalo lo gak bakalan menang... jangan banyak berhapa kasian tuh hati makan angin doang hahaa." ledek Nanda lagi.
"Wah sialan lo, awas aja lo gue sumpahin ngrasain apa yang gue alamin!" kesal Siska.
"Oh tidak bisa! Wleee." ucap Nanda sambol menjulurkan lidahnya mengejek Siska, lalu Nanda berlali ke luar kamar karena melihat Siska yang sudah mengeluarkan tanduknya.
"Nandaaaaaa!!!" teriak Siska kesal memanggil sepupunya itu. Sedangkan yang di panggil sudah berlali pergi entah kemana.
"Cih, awas aja kalo ketemu gue jeburin ke got!" kesal Siska sambil mengacak - acak kasurnya.
......................
__ADS_1
..."Aku masih sama, Pikiranmu saja yang sudah berubah!"...