Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Gak Mau Dicium


__ADS_3

Kali ini Azka tidak turun sendirian karena kedua anaknya sudah rapi dan wangi tentunya. Mereka bertiga tampak kompak dengan pakaiaj olahraga karema memang masih pukul 6:30 dan cuaca masih mendung membuat mereka memutuskan utuk tetap joging.


"Wah anak mama sama cucu-cucu oma mau kemana ini kok udah rapi?" tanya Mama Lala sambil menghampiri cucunya itu.


Pertanyaan itu membuat Azkia, Mama Kayla dan juga Melati pun menoleh. Terlihatlah Azka dan Azzalea dengan wajah dinginnya tengah berdiri sambil memasukan kedua tangannya di hoody yang mereka pakai. Sedangkan Azzam ia tengah menghindar saat Mama Lala mau menciumnya.


"Azzam udah gede oma, jangan dicium terus. Kan Azzam malu," ucap Azzam sambil menutup kedua pipinya dengan telapak tangannya.


"Tapi oma pengen cium cucu oma, gimana dong... dikit aja, ya?" ucap mama Lala.


Azzam langsung bersembunyi dibelakang Azka sambil memeluk kaki jenjang milik Azka.


"AZZAM GAK MAU DICIUM!" teriak Azzam.


Wajah Azzam berubah menjadi dingin, bahkan tatapannya sudah tersirat ketidak sukaan.


"Azzam, yang sopan sama orang tua!" tegas Azka tak kalah dingin dari Azzam.


"Bisa perang dingin ini," batin mama Lala melihat menantu dan juga cucunya itu.


"Udah gak apa-apa, Ka. Namanya juga anak kecil, kan," kata mama Lala sambil tersenyum. ia mencubit pipi Azzalea karena gemas.


"Minta maaf!" perintah Azka sambil melirik Azzam.


Azzam yang takut dengan papanya pun menurut, ia meminta maaf pada oma Lala sambil namun masih menyembunyikan wajahnya dibelakang tubuh Azka.


"Azzam mirip banget sama Azka waktu kecil dulu, dia kalau galk suka sama sesuatu langsung gitu tuh wajahnya... apalagi matanya tuh," kata mama Kayla sambil menggelengkan kepalanya.


"Masa sih, mah?" tanya Azkia pada mama mertunya itu.


Mama Kayla mengangguk setelah itu ia bercerita tentang kebiasaan Azka yang sangat mirip dengan kedua cucunya itu. Sedangkan mama Lala memilih mengalah, ia mengurungkan niatnya untuk mencium Azzam karena sudah tidak mau di cium.


"Pah. jadi joging gak?" tanya Azzalea menatap Azka.


"Jadi, ayok!" lalu Azka berjalan keluar rumah yang diikuti kedua anaknya itu.

__ADS_1


......................


Azka memilih jalan yang berbeda dari biasanya karena ia sudah bosan jika hanya berkeliling disekitaran Villa. Sehingga mereka memilih untuk joging diluar area Villa.


Banyak warga sekitar yang memuji ketampanan Azka, karena ia tidak terlihat seperti seseorang yang sudah memiliki dua orang anak.


Bagaimana tidak, semakin kesini Azka semakin terlihat dewasa dan tampan pastinya. Sehingga tidak dipungkiri semakin banyak perempuan yang mencoba mendekati Azka.


Seperti saat ini Azka tengah dikerumuni beberapa gadis yang langsung tertarik saat pertama kali melihat Azka. Hal itu membuat kedua anaknya kesal, pasalnya acara jogingnya menjadi terganggu saat sang ayah harus mengurusi beberapa perempuan itu.


Mereka tidak jera meski Azka sudah bersikap dingin dan mengabaikan mereka. Hingga suara Azzam membuat mereka semua kaget, karena anak kecil itu memanggil Azka dengan sebutan papa.


"Papa mau joging atau tebar pesona?" tanya Azzam dengan wajah dinginnya.


"Joging, sayang!" ucap Azka.


"Apa, kita gak salah dengerkan dia bilang papa?" ucap salah satu perempuan.


"Jangan bilang mereka berdua anaknya?" tanya yang lainnya.


"Masih muda ganteng tapi udah punya anak dua?" tanyanya.


"Gak apalah udah punya anak, jadi mama tirinya pun aku siap!" kata salah satu dari mereka.


Azzam yang mendengar itu pun langsung berteriak padahal Azka sudah didepannya, Azzam sengaja melakukan hal itu agar ketiga perempuan itu berhenti mengganggu papanya.


"Pah, aku gak mau mama baru! Cukup mama Kia aja, gak mau yang lain!" teriak Azzam dengan wajah marahnya.


"Iya sayang, papa juga gak cari mama baru kok buat kalian," jelas Azka sambil berjongkok didepan Azzam.


Wajah Azzam sudah ditekuk bagaikan kertas lecek, tapi dari sorot matanya terlihat jelas ketidaksukaannya pada ketiga gadis itu.


"Heh, jagoan papa kenapa wajahnya jadi jelek gini? Senyumnya mana? Kalau jelek bukan anak papa loh," kata Azka membujuk Azzam yang sedang merajuk.


Azzam memalingkan wajahnya dari Azka, bahkan ia sudah melipat kedua tangannya didepan dada. Sedangkan Azzalea dua hanya diam sambil menyaksikan drama sang adik, karena Azzalea tidak akan berbuat sebelum ia disentuh atau orang yang ia sayangi diganggu orang.

__ADS_1


"Gak usah drama," kata Azzalea.


"Azzam gak drama, kan emang Azzam gak suka papa didekat cabe seperti mereka!" jelas Azzam sambil menujuk ketiga gadis itu yang masih diam ditempatnya tadi.


Mereka bertiga sempat kaget saat mendengar Azzam mengatakan mereka cabe. Kalian tau kan cabe yang dimaksudkan apa.


"Cih, mulut dia itu pedes banget mirip kaya cabe... masa kita cantik gini dibilang cabe!" kesal perempuan itu.


"Kalau bukan cabe terus apa? Wajah siang lehernya malam." Azzam menatap penampilan ketiga gadis itu yang memang benar seperti yang dikatakan Azzam.


"Azzam! Papa gak pernah ya ngajarin kamu bicara kasar seperti itu sama orang lain!" tegas Azka.


Azzam yang mendengar suara sang papa pun langsung diam tak berkutik lagi.


"Kalau kamu masih bicara kasar lagi, papa gak izinin kamu kelur dari rumah." ucap Azka dingin.


"Syukurin, emangnya enak!" ledek Azzalea sambil menjulurkan lidahnya.


"Kakak gak tau apa-apa gak usah ikut campur," kesal Azzam.


Azzam semakin kesal mendengar ucapan sang kakak, hal itu membuat Azka pusing. Kapan dua anaknya itu bisa akur sehari saja, jika mereka bersama ada aja yang diributkan.


"Sudah-sudah, kita pulang aja kalau kalian ribut!" ucap Azka sedangkan Azzalea hanya mendengus kesal.


Azka menggandeng tangan Azzam, sedangkan Azzalea berjalan disebelah kiri Azka. Percayalah pemandangan saat ini sangat menyegarkan mata.


Mereka bertiga hanya memakai celana trening berbahan kain dipadukan dengan hoody, hanya seperti itu saja sudah membuat orang-orang seperti melihat fashionshow ayah dan anak.


Saat disamping ketiga perempuan tadi, Azzalea sempat berhenti beberapa detik sambil menatap mereka tajam. Azzalea mengangkat jempolnya didepan wajah, lalu menariknya didepan leher seperti sedang memotong sesuatu.


Melihat hal itu membuat ketiga perempuan itu langsung pergi begitu saja, mereka seperti ditekan dengan kekuatan yang luar biasa padahal yang dihadapan mereka hanya seorang anak kecil yang baru berusia 10 tahun.


Sedangkan Azzalea yang sedikit tertinggal pun langsung menyusul Azka dan juga Azzam. Azzalea langsung menggandeng tangan Azka satunya, ia tersenyum penuh arti kepada Azka membuat Azka gemas.


Tak hanya itu mereka berdua juga merengek untuk membeli jangung yang dijual oleh ibu-ibu dipinggir jalan. Tak tanggung-tanggung mereka memborong semua jagung manis itu, bukan mereka tapi hanya Azzam dan Azzalea sedangkan Azka yang disuruh membayarnya.

__ADS_1


Azzalea dan Azzam merasa kasihan saat jagung yang dijual itu belum ada yang laku sedikitpun, sehingga mereka berinisiatif memborongnya. Nanti bisa mereka bagikan kepada nenek dan juga om tantenya.


...----------------...


__ADS_2