
...Masalah itu akan selalu datang disaat masalah yang lain selesai, begitulah hidup ini. Tinggal bagaimana kita bisa menyikapinya :)...
...Kalian Hebat!...
...~E H~...
......................................................................
Dengan kesal Farah mengentakkan kakinya, dia selalu saja gagal untuk membuat Azkia berpisah dengan Azka. Bahkan ketua osis itu tetap saja tidak mau bekerja sama dengannya untuk memisahkan Azka.
"Gue harus lakuin apa coba biar dia, ninggalin Azkia," gumam Farah.
Sebenarnya banyak sekali yang mengagumi Azka, namun hanya sedikit dari mereka yang berani mengungkapkan. Terlebih lagi sikap Azka yang masa bodo dan seolah tidak perduli dengan mereka membuat para pengagum itu hanya bisa diam tanpa mengungkapkan perasaannya.
Karena mereka sudah tahu sikap Azka, saat ada yang memberitahukan isi hatinya, mereka akan merasa malu sendiri dan mati kutu saat diacuhkan oleh Azka.
Namun, lain halnya dengan Siska dan Farah mereka terus berjuang untuk mendapatkan hati Azka. Siska yang secara terang - terangan menunjukkan rasa sukanya kepada Azka. Sedangkan Farah, dia baru akhir-akhir ini berani menunjukkan perasaannya. Biasanya Farah hanya memberikan hadiah, pesan memo, atau mwnyapanya sesekali namun selalu saja tidak pernah di tanggapi Azka. Hal itu membuatnya seberani sekarang untuk mendekati Azka yang saat ini sudah memilik pacar.
"Gue harus lakuin apa lagi coba, gue cuma Azka... gak mau yang lain," ucap Farah sambil mondar mandir di kamarnya.
Tiba-tiba saja dia menghentikan langkahnya, tangannya menepuk jidatnya sendiri hingga menimbulkan suara.
"Gue lakuin itu aja besok, pasti dia gak akan tega deh sama gue... terus dia nerima gue, aaahh senangnya," ucap Farah sambil memeluk boneka kesayangannya.
"Oke Farah, lo pasti bisa dapatin dia... karena gak ada yang gak bisa di dapatkan oleh seorang Farah haha." tawa jahat terdengar memenuhi kamar itu.
Setelah itu Farah berdiap untuk berangkat ke sekolah karena sudah hampir terlambat.
.........
Rayhan, Jojo dan Nia sudah berdiri tegak digerbang sekolah. Mereka selalu setia mengawasi siswa yang tidak taat peraturan sekolah, terlebih lagi soal Azka yang sudah terkenal dimana-mana.
"Mana nih yang bening-bening belum datang?" celetuk Jojo.
"Bening siapa?" tanya Rayhan.
"Aealah maksud gue tuh cecan, Han," kesal Jojo.
"Cewek mulu pikiran lo, Jo!" bentak Nia yang merasa tidak suka saat Jojo mencari cewek cantik.
"Lah kok ngamuk," canda Jojo sambil terkekeh.
Nia kesal karena Jojo tidak peka terhadap perasaan yang sudah ia simpan dari kelas satu hingga sekarang.
Katanya lebih baik mencintai dalam diam namun nyatanya menyakitkan :)
Rayhan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkat kedua sahabatnya itu. Tiba-tiba saja ada sebuah mobil masuk yang sudah jelas siapa pemiliknya.
Tanpa sengaja mobil itu melewati genangan air yang berada tepat di sebelah Jojo.
Byurr
Air yang ada dalam genangan itu mengenai seragam sekolah Jojo, membuatnya kotor dan marah.
"Wah gila!" kesal Jojo sambil mengusap wajahnya yang juga terkena air.
__ADS_1
"Makanya kalau betangkat sekolah tuh mandi dulu... lah ini dimandiin pane genangan air," ucap Nia sambil tertawa.
"Tega lo sama gue," ucap Jojo sedih.
Tiba - tiba saja ada suara yang mengagetkan Jojo.
"Lah kenapa muka cemong gitu ngab... habis kecebur got ya?" tanya Bobo sambil terkekeh.
"Cih, puas banget tawa kalian liat gue kek gini," kesal Jojo.
"Puaslah!" jawab mereka kompak.
Membuat wajah Jojo ditekuk seperti kertas lusuh.
"Sorry, si Azka gak sengaja tadi," ucap Devan.
"Enak aja sorry, gue jadi kek ayam kecebur got ini," gerutu Jojo.
"Nih pake jaket gue," ucap Azka sambil melemparkan jaketnya di depan wajah Jojo.
"Ga—"
"Gak usah bantah!" perintah Azka kemudian pergi begitu saja.
Devan hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedangkan Jojo hanya bengong menatap punggung Azka yang sudah menjauh darinya.
"Pake aja mumpung Azka lagi baik," ucap Bobo sambil tertawa, tangannya menepuk bahu Jojo agar tersadar.
"Hah, ini beneran Azka?" tanya Nia.
"Tumben aja baik gitu, lama-lama kalo dia jadi good boy lo ada saingan, Han." tawa nia pecah saat melihat ekspresi Jojo.
"Gue mimpi ya ini, gila gue pake jaketnya Azka."
Tuk!
"Lebay, gak usah mulai deh," Nia menepuk jidat Jojo agar tersadar.
"Sakit oe... tapi kalian berdua belum denger gosip soal Azka ya?" tanya Jojo.
"Gosip apa?" tanya Nia yang sangat antusias mengenai gosip-gosip yang ada di sekolah.
"Kata Zian, kemaren dia liat Azka sama Kevin itu lagi nganu," jawab Jojo.
"Nganu apa?" tanya Nia yang semakin penasaran.
"Awalnya gue gak percaya, terus si Miko kasih liat gue foto," ucap Jojo sambil mengeluarkan benda pipih dari saku celananya.
Dengan cepat jari Jojo menekan-nekan benda pipi itu, lalu menunjukkan pada Nia.
"OMG, gila ini gila kenapa mereka uwu banget sih!" pekik Nia yang membuat beberapa siswa melihat kearah mereka.
"Suutt! Mulut di kondisikan neng," gerutu Jojo sambil membekap mulut Nia.
Hal itu, tentu saja membuat jantung Nia berdetak kencang.
__ADS_1
"Oh jantung jangan dangdutan dulu, kalo dia tahu bisa bahaya," batin Nia.
"Jangan berisik!"
Nia yang mendengar itu langsung mengangguk, perlahan tangan Jojo ia lepaskan dari mulut Nia.
"Huu akhirnya bisa bernafas lega," gumam Nia.
"Han, lo kok gak kaget sih liat ini foto?" tanya Jojo.
"Kenapa harus kaget?" tanya balik Rayhan.
"Yaa, kan harusnya lo kaget kaya Nia... jangan bilang lo udah liat?" tebak Jojo.
"Udah," saut Rayhan sambil berjalan menuju kelasnya.
"Yang bener, lo?" tanya Jojo dan Nia.
Rayhan mengganggu sambil berbalik badan menatap kedua sahabatnya itu.
"Live lagi," ucap Rayhan sambil terkekeh.
"What!" pekik Jojo dan Nia kaget.
"Jadi lo liat mereka kek gitu, ja-jadi mereka beneran nganu?" tanya Jojo kaget.
"Kalo mikir jangan kejauhan." jari telunjuk Rayhan terulur kearah jidat Jojo dan menekannya sedikit kebelakang.
"Azka kan punya pacar, gak mungkin lah dia sama Kevin," ucap Nia yang membuat kedua orang itu mengangguk.
"Kan siapa tahu, ya kan?" ucap Jojo sambil tersenyum.
Membuat jantung Nia semakin tidak bisa dikondisikan.
"Ah tauk lah,"
"Kenapa tuh anak?" tanya Jojo.
"Kok nanya balik, kan lo yang dekat harusnya pahan," sindir Rayhan.
"Paham apa?" ucap Jojo seolah tidak tahu.
Ya, Rayhan paham akan satu hal, kedua sahabatnya ini sebenarnya memendam perasaan namun tidak ada yang berani mengungkapkannya terlebih dahulu.
"Dahla males gue, kalo udah ilang ntar nanges." Rayhan terkekeh sendiri dengan ucapannya.
"Kaya lo, ya kan? Hahaa." tawa mereka pecah seketika mengingat Rayhan yang menangis saat patah hati.
"Lebih sakit memendam perasaan yang jelas saking suka atau mengungkapkan tapi ditolak?" batin Rayhan.
.......................................
Maaf kalo ceritanya membosankan untuk kalian, kalian boleh kok kasih saran dan masukan :)
Dan makasih banyak yang masih setia baca karya author ini, MAKASIH :)
__ADS_1