Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Lele Bakar


__ADS_3

Azka sudah berada tepat di belakang Azkia sedari tadi, namun Azkia belum juga menyadari itu karena dia terlalu fokus melihat ke arah jalan raya.


"Uhukk."


Azkia membalikan badan dan merasa sedikit panik karena dia takut Azka mengetahui jika dia sedang melihat kepergian Rayhan.


"Eh udah balik, mana?" tanya Azkia sambil megulurkan tangannya di depan Azka.


"Lagi liatin siapa?" tanya Azka sambil seolah mencari sesuatu yang di lihat Azkia.


"Bu-bukan siapa - siapa kok, yaudah ayo pulang." ajak Azkia sambil menarik tangan Azka, Azka pasrah saja mengikuti Azkia.


Motor Azka menyusuri jalan yang sedikit lengang ini, sesekali Azka melihat wajah Azkia dari kaca spion. Azka merasa jika Azkia sedang tidak baik - baik saja, mungkin karena gosip yang beredar di grub sekolah yang membuatnya sedih.


"Loh kita mau kemana?" tanya Azkia sedikit berteriak karena suaranya tidak terlalu jelas terkena angin, saat dia mengetahui jika jalan yang mereka lewati bukan arah kerumah Azkia.


"Nanti juga tahu." ucap Azka singkat, lalu mempercepat laju motornya.


Setelah beberapa saat mereka sampailah di tempat tujuan, Azkia belum juga turun dari motor Azka karena dia lebih memilih mengamati lingkungan sekitar terlebih dahulu.


"Turun!" perintah Azka kepada Azkia yang masih terpesona akan keindahan pemandangan yang ada di depan matanya.


"Iya." singkat Azkia sambil turun dari motor Azka, setelah itu diikuti Azka. Azka berdiri tepat di depan Azkia tangannya perlahan memegang kepala Azkia membuat Azkia menjadi panik.


"Mau apa?" tanya Azkia sambil memundurkan badannya agar memiliki jarak antara dia dan Azka.


"Masa iya dia mau cium gue." batin Azkia yang melihat Azka mendekatkan wajahnya, sepontan saja Azkia memejamkan matanya. Azka yang melihat tingakah Azkia hanya tersenyum kecil sambil melepaskan helm yang di kenakan Azkia.


Cletek


"Awh... sakit tauk." keluh Azkia saat jidatnya di sentil oleh Azka karena gemas.


"Pikirannya biar jernih haha." ucap Azka sambil menertawakan Azkia. Pasalnya Azka mendekatkan wajahnya hanya untuk membantu Azkia melepaskan helm yang masih iya kenakan saja, tidak ada pikiran macam - macam.


"Ih ini juga jernih ya!" kesal Azkia sambil mengerucutkan bibirnya yang membuatnya terlihat lucu.


"Masa? Terus tadi kenapa merem gitu, hayo loh haha." canda Azka sambil mencubit pelan hidung Azkia karena gemas.

__ADS_1


"Gak, ya gak!" kesal Azkia sambil berjalan mendahului Azka. Azkia merasa malu karena benar saja perkataan Azka tadi, dia tidak berfikir jika Azka akan melepaskan helm yang masih dia kenakan. Bahkan Azkia saja lupa jika dirinya masih mengenakan helm sambil berjalan.


"Nyun... manyuun.. sayang." panggil Azka berkali - kali namun tidak di hiraukan oleh Azkia, sebenarnya wajah Azkia sudah seperti kepiting rebus jika dia berbalik pasti akan di ledek lagi oleh Azka.


"Sayang!" panggil Azka saat dia berhasil mengejar Azkia, "Mau kemana?" tanya Azka sambil memegang tangan Azkia, mau tidak mau Azkia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Azka.


"Gak tau, jalan aja lagian tempatnya indah banget." ucap Azkia.


"Kayak kamu." ucap Azka sambil menggandeng Azkia mengikuti langkahnya. Azka sampai di bawah pohon yang rindang, di depannya terlihat pemandangan yang indah memanjakan mata mereka.


Saat ini mereka berada di danau yang biasa Azka datangi saat dirinya sedang bersedih ataupun sedang suntuk, Azka mengajak Azkia kesini karena dia melihat Azkia sedang murung mungkin karena gosip yang beredar.


"Sejuknyaa." ucap Azkia sambil merentangkan kedua tangannya dan. menghirup udara dalam - dalam kemudian membuangnya secara perlahan.


Udaranya memang sangat sejuk ditambah lagi ada sedikit kabut yang menyelimuti, membuat udara sekitar sedikit dingin walaupun matahari muncul di langit.


"Gimana udah mendingankan?" tanya Azka sambil menatap lurus kedepan, sedangkan Azkia hanya mengangguk. "Peka banget sih nih orang, tau aja kalo gue lagi murung." batin Azkia.


"Naik itu mau gak?" tanya Azka sambil menunjuk perahu yang berbentuk bebek terparkir rapi di tempatnya.


"Boleh." ucap Azkia antusias, kemudian mereka beruda berjalan menuju tempat penyewaan prahu tersebut.


"Hati - hati." ucap Azka sambil memegangi tangan Azkia saat akan naik perahu bebek. Azkia memegang tangan Azka dengan sangat erat karena dia takut jatuh kedalam air yang lumayan dalam itu.


"Pegangin yang bener!" ucap Azkia saat Azka menjailinya, dengan menggoyangkan prahu bebek tersebut.


Setelah duduk di prahu mereka berdua mengayuh prahu itu dengan perlahan, agar bisa berjalan menyusuri danau. Azkia sangat senang bahkan moodnya sudah kembali seperti semula, karena buat Azkia ini adalah pengalaman pertamanya bermain prahu bebek.


Disaat seperti ini sifat jail Azka muncul kembali, dengan iseng dia menyipratkan air kewajah Azkia. Membuat siempunya wajah kesal, namun Azkia tidak mau mengalah dia juga melakukan hal yang sama kepada Azka. Terdengar tawa bahagia dari mereka berdua, sambil bermain air.


Setelah puas mengelilingi danau dengan prahu bebek, mereka bersua memutuskan untuk mencari makanan karena perut mereka sudah terasa sangat lapar.


"Cari makan dulu sebelum pulang." ajak Azka sambil membatu Azkia turun dari prahu.


"Baiklah, aku mau makan ikan lele bakar pake sambal sama lalapan ada kan?" tanya Azkia yang sudah membayangkan makan ikan lele di pinggir danau.


"Hah ikan lele?" tanya Azka yang tidak pernah mencoba ikan lele.

__ADS_1


"Iya ikan lele, kamu tahu kan?" tanya Azkia sambil berjalan mencari tempat yang menjual ikan lele. Azka hanya mwnggeleng saja karena memang dia tidak pernah makan ikan lele, soal makanan Azka sangat pemilih walaulun ladang dia suka jajan dipinggir jalan tapi tidak semua makanan dia suka.


"Tunggulah nanti, kamu harus mencobanya!" seru Azkia sambil berlarian kecil saat menemukan kedai yang mejual lele bakar. Azka hanya pasrah saja mengikuti langkah kaki Azkia, yang terlihat sangat bersemangat.


Dengan luwesnya Azkia memesan dua porsi ikan lele berserta lalapannya, sedangkan Azka seperti tidak berselera untuk makan.


"Ayo duduk sini aku jamin pasti kamu suka." ucap Azkia sambil menepuk - nepuk bangku yang berada di sebelahnya.


"Aku pesen yang lain aja, gurami bakar atau sate ayam aja aku." ucap Azka yang mencoba menolak makanan yang sudah Azkia pesan.


"Kalo gak nurut aku marah!" kata Azkia sambil memalingkan wajahnya kearah lain, hal itu membuat Azka menjadi gusar.


"Baiklah nyonya Azka, kamu menang." ucap Azka sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Blus pipi Azkia sudah memerah saat dirinya mendengar Azka memanggilnya dengan sebutan nyonya Azka, "Gila pinter banget dia bikin aku blushing." batin Azkia sambil berusaha menetralkan wajahnya agar tidak ketahuan Azka.


Tak lama pesanan mereka pun datang, bau harum dari lele bakar dan juga nasi putih yang masih hangat ditambah dengan es jeruk sangatlah menggugah selera makan. Apalagi suasana saat ini snagat mendukung kabut tipis menyelimuti, udarah sedikit terasa dingin namun tidak ada tanda - tanda akan turun hujan.


"Ayo dimakan, keburu dingin." ucap Azkia yang sudah mencuci tangannya.


Ya Azkia akan makan menggunakan tangannya tanpa sendok dan garpu. Azka mengikuti Azkia mencuci tangannya namun dia menggunakan sendok untuk makan.


Azkia sudah menyuapkan ikan lele bakar dan sambal kedalam mulutnya, "Emmm enaknya." ucap Azkia sambil menghayati seperti foodbloger.


Sedangkan Azka hanya diam saja sambil memperhatikan Azkia yang menikmati makanannya,"Seenak itu kah?" batin Azka.


Azkia yang menyadari jika Azka hanya diam saja melihat makanannya, lalu buka suara lagi. "Ayo dimakan, dijamin ini enak." ucap Azkia.


Sedangkan Azka hanya menggelengkan kepalanya seolah enggan memakannya.


"Ak—." ucap Azka terpotong karena....


.


...Hayo karena apa?...


......................

__ADS_1


..."*Bersamamu seakan semua bebanku hilang begitu saja, kau membuatku nyaman berada disisihmu."...


...—Azkia A*—...


__ADS_2