Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Mau kah jadi pacarku?


__ADS_3

Tak perluh waktu lama Rayhan dan Azkia sudah sampai di bioskop, mereka sedang memilih film. Setelah mengantri tiket tak lupa membeli popcord dan juga minuman. Rayhan sangat bahagia melihat Azkia yang antusias nonton bareng bersamanya, mereka berdua memilih film bergenre romans comedy.


Setelah beberapa jam berlalu mereka berdua selesai menonton, Rayhan mengajak Azkia makan terlebih dahulu sebelum pulang. Rayhan mengajak masuk ke dalam salah satu cafe yang berada di depan bioskop, banyak pilihan menu yang berada di cafe tersebut. Rayhan sudah berdiskusi dengan pelayan cafe untuk membantunya memberikan kejutan kepada Azkia.


Azkia sedang asyik memainkan hpnya, dia tidak menyadari jika pelayan sudah berada di sebelahnya membawa nampan berisi pesanan mereka. Azkia heran kenapa makannya harus di tutup segala padahal hanya spageti. Setelah pelayan menaruh pesanan, Azkia milihat Rayhan dengan wajah bingung.


"Ini bener pesanannya Kia kak?" tanya Azkia kepada Rayhan.


"Iya buka aja." jawab Rayhan sambil menganggukkan kepalanya.


Azkia mulai membuka tutup itu perlahan, dan betapa terkejutnya Azkia saat membuka penutup pada makanan tersebut, karena di piring spagetinya ada tulisan "do you want my girlfriend?" Azkia yang bingung menatap Rayhan penuh tanda tanya besar.


Kemudian Rayhan menyodorkan buket bunga mawar merah tepat di hadapan Azkia, Azkia merasa senang mendapat perlakuan yang romantis seperti ini.


"A... emmmm... mau kah jadi pacarku?" ucap Rayhan sambil menatap lekat Azkia.


"......" Azkia hanya diam saja dia masih bingung mau menerima Rayhan atau tidak, Rayhan memang tipenya dan dia juga suka sama Rayhan tapi entah kenapa rasanya mau bilang iya itu sangat berat untuk diucapkan oleh Azkia.


"Harusnya gue seneng, dan harusnya gue langsung terima kak Rayhan tapi kenapa setelah di tembak beneran jadi ragu," batin Azkia yang terus saja bimbang.


"Gak papa kalo gak di jawab sekarang, aku bersedia menunggu.." ucap Rayhan yang menyadari jika Azkia masih kebingungan.


"Tapi izinkan aku mengejarmu," ucap Rayhan lagi sambil memegang tangan Azkia.


Azkia masih bingung dia hanya tersenyum saja, kemudian mereka makan pesanan mereka.


Setelah selesai makan Rayhan mengantarkan Azkia pulang ke rumah, canggung sekali di dalam mobil tidak seperti tadi saat akan berangkat nonton. Setelah di depan gerbang rumah Azkia, Azkia turun dan berpamitan kepada Rayhan.


"Kak makasih ya udah di traktir nonton sama makan juga." ucap Azkia sebelum turun dari mobil Rayhan.


"Sama - sama."


"Oh iya soal tadi pikirin baik - baik ya aku serius suka sama kamu, Ki... dari kita ketemu waktu itu di uks sampai makan bareng di kantin. Aku sudah mulai menyukaimu, hadi tolong jangan kecewain aku." ucap Rayhan sambil memandang Azkia yang sudah membuka pintu mobil Rayhan.


"I-iya kak, Kia pikirin dulu ya," ucap Azkia canggung.


"Iya, yaudah buruan masuk terus istirahat," ucap Rayhan sambil mengelus pelan kepala Azkia.


"I-iya kak, kaka juga hati - hati pulangnya.. Kia masuk dulu," ucap Azkia keluar dari mobil Rayhan.


Rayhan masih menunggu hingga Azkia benar - benar masuk ke dalam rumah, setelah Azkia sudah masuk barulah Rayhan meninggalkan rumah Azkia.


"Aduh gimana ini?" monolog Azkia sambil bersandar pada pintu rumah, mama Lala yang melihat putrinya sedang bingung langsung menghampirinya.


"Kenapa sayang? Pulang - pulang kok kayak resah gitu..?" tanya mama Lala.

__ADS_1


"Itu mah, Kia tadi di tembak sama cowok.." jawab Azkia sambil menduduk kan tubuhnya di atas sofa ruang tamu.


"Siapa? Anak ganteng itu ya yang kemaren nganterin kamu pulang?" tanya mama Lala.


"Hah siapa mahh?" tanya Azkia sambil mengambil jus jeruk yang di sediakan oleh bibi saat Azkia duduk.


"Emm itu si Azka kan? Terima aja anaknya sopan, baik juga.." tebak mama Lala sangat antusias.


Uhuuuukkkkk


Azkia tersedak jus jeruk saat mendengar apa yang mamanya ucapkan, Mama Lala mengira Azkia di tembak oleh Azka. Oleh karena itu menyuruh Azkia untuk menerimanya karena mama Lala sudah menyetujui Azka jika dia menjadi pacar dari putrinya.


"Pelan - pelan sayang, masa nyebut nama cantu gak boleh." canda mama Lala sambil menepuk punggu Kia agar mengurangi rasa sakit karena tersedak tadi.


"Maamah!"


"Kenapa sayang benerkan yang mama bilang...?"


"Bukan Azka nyebelin itu, tapi senior Kia mah.." kesal Azkia.


"Ohh kirain sayang, udah gak usah cemberut gitu... terus udah di terima belum?" tanya Mama Lala.


Azkia menggelengkan kepalanya sambil cemberut, "Belum mah, Kia bingung.." ucap Azkia kepada mamanya.


"Bingung kenapa sayang?"


"Lalu?" tanya mama Lala yang penasaran.


"Tapi waktu Kia di tembak tuh rasanya Kia biasa aja mah, gak ada rasa deg degan gitu di jantung Kia." jelas Azkia lagi.


"Hmm mungkin kamu hanya mengaguminya sayang bukan mencintainya... kagum itu beda tipis sama cinta jadi kamu harus bisa bedain, pilihlah yang membuat hatimu bahagia..."


"Baiklah maah, Kia pikirin dulu Kia beneran suka atau hanya menganguminya saja." ucap Azkia sambil memeluk mamanya.


"Iya sayang semua keputusan ada di tangan kamu... yudah buruan bersih - bersih sana bau ini.." canda mama Lala sambil menutup hidungnya.


"Iih mama, Kia gini - gini gak pernah bau ya walaupun gak mandi sekalipun.." kesal Azkia sambil menghentak kan kakinya.


"Iya iya anak mamah kok hehee.. Udah sana.." ucap mamah Lala.


"Hilih.. yaudah Kia mandi dulu mahh.. " ucap Azkia sambil memcium pipi mamanya. Mamanya hanya geleng - geleng saja melihat tingkah putrinya yang masih kekanak - kanakan.


......................


Rumah Azka

__ADS_1


Azka sampai di rumah langsung masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu kamar sambil membantingnya. Azka menjadi marah - marah tak karuan apalagi saat dirinya mengingat Azkia yang tertawa saat masuk kedalam mobil Rayhan membuatnya semakin kesal saja.


Azka duduk di ranjang sambil mengacak - acak rambutnya, hatinya tidak bisa menolak jika dia cemburu melihat Azkia. Namun bibirnya terus menolak dan menyangkalnya.


"Gak! Gak mungkin gue cemburu... aaarrrggghhh!!!"


"Tapi kenapa jantung gue berdetak kencang banget tadi, padahal dia cuma ngobatin luka gue." ucap Azka, dia berbicara sendiri sambil memegangi dadanya.


Tiba - tiba saja pintu kamarnya di buka, munculah dua kepala di balik pintu itu, Attaya dan Devan hanya memunculkan kepala mereka niatnya ingin mengintip Azka yang sedang galau tapi ketahuan oleh Azka.


"Ngapain?" tanya Azka.


"Hehhe kita cuma mau lihat keadaan lo, Ka... kali aja kan cemburu bisa membuat lo nglakuin hal yang buruk.." jelas Attaya.


"Cih! Gue gak kayak gitu, lagian siapa juga yang cemburu?"


"Lo gak cemburu sama Kia, Ka?" tanya Devan memastikan.


"Hmmm..." ucap Azka


"Hilih... pasti lo tuh lain di mulut lain di hati ya kan?" tebak Attaya.


"Heh bener tuh, sepertinya lo tuh belum menyadari sama perasaan lo sendiri Ka." ucap Devan sambil masuk kedalam kamar Azka.


"Awas keburu di rebut sama orang lain Ka, kalo lo terlambat menyadari perasaan lo.." ucap Attaya sok paham padahal dia sendiri juga jomblo.


"Cih, jomblo aja sok ngajarin." sindir Azka.


"Gue tuh jomblo karena belum dapet yang tepat aja..Huh! ucap Attaya sambil menaruh kedua tangan di depan dada.


"Alasaan." ucap Azka dan Devan bebarengan sambil melemparkan batal ke arah Attaya.


"Gue kan nunggu lo dulu dapet gandengan, masa iya bos nya jomblo anak buahnya ada doi nanti iri gimana dong?" ucap Attaya.


"Apa lo bilang?" ucap Azka sambil berjalan ke arah Attaya seolah akan menerkamnya.


"Eh mau apa lo jangan deket - deket gue masih normal." ucap Attaya yang panik.


"Cih, pikiran lo kemana? Gue mau ambil minum." ucap Azka, iya saat ini Attaya berdiri di dekat meja yang ada air mineralnya.


"Huuuh.." Attaya buang nafas panjang dia merasa lega.


"Hahahaa." tawa Devan pecah melihat tingkah kedua temannya itu.


.

__ADS_1


..."Aku tahu, hidupmu memang bukan tentang aku saja. Tapi mengertilah, aku cemburu jika kamu terlalu asik dengan yang lain dibanding aku...."...


..........


__ADS_2