Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Buat Koleksi


__ADS_3

Tidur Azka terusik saat perut dan kakinya terasa berat. Perlahan matanya terbuka, terlihat tangan yang melingkar erat diperut Azka. Azka melirik kebawah, disana ada sebuah kaki yang menumpang manis dikakinya.


"Cih!" dengus Azka.


Azka menoleh kesamping kiri melihat sosok yang tengah berdiri mengamatinya dengan seksama, sosok itu tengah tersenyum miring. Ditangannya ada sebuah benda pipih, ia sibuk memainkan beda pipih itu.


Kemudian Azka menoleh kesamping kanan, dimana seseorang yang membuat tidurnya terusik.


Saat Azka menoleh, ia berhadapan langsung dengan wajah tampan dengan hidung mancung dan juga bulu mata lentik. Untuk seper sekian detik Azka belum cukup sadar, sehingga ia masih mengejabkan kedua matanya sambil menatap orang yang berada disebelahnya.


"Heheee," terdengar tawa dari seseorang yang berdiri tadi.


"Kalian mesra banget sih, seperti pasangan pengantin baru hahaa," ucapnya sambil terkekeh.


"Lo ngomong apa?" tanya Azka.


"Liat dong posisi kalian berdua, MESRA!!" ucapnya.


Seketika Azka menghempaskan tangan dan kaki yang berada diatas perutnya. Membuat Devan menjauh dari tubuh Azka.


"Apaan sih, ganggu orang tidur aja." gerutu Devan sambil mendekat lagi kearah Azka.


Dengan sigap Azka langsung bangun dari tempat tidurnya agar tidak di peluk lagi oleh Devan.


"Jangan deket-deket!" bentak Azka.


"Heh! Guling gue ilang kemana?" ucap Devan sambil menggosok-gosok matanya agar dapat melihat dengan jelas.


"Guling? Gue orang bukan guling!" kesal Azka sambil berjalan kearah kamar mandi.


Melihat itu tawa Attaya semakin kencang memenuhi seluruh sudut kamar Azka, Devan yang baru sadar pun terlihat heran karena melihat Attaya yang tertawa sendri.


"Obat lo habis, Ta?" tanya Devan sambil duduk diatas tempat tidur.


"Cih, mana ada haha," Attaya sibuk melihat ponselnya sambil terkekeh.


"Lo liat apaan sih, lucu banget kek nya?" tanya Devan.


"Kepo lo." kemudian Attaya duduk dibalkon kamar Azka sambil berjemur karena waktu sudah tidak pagi lagi.


"Pelit amat, gue punya vidio lo yang mangis di dalam almari!" ancam Devam sambil mengambil ponselnya dan memutar video itu.


Saat mendengar suara tangis yang memang itu suara Attaya, membuat Attaya berlari mendekat dan merampas ponsel milik Devan. Tapi sayangnya, Attaya kalah gesit dari Devan.


Sehingga terjadilah perebutan ponsel diatas ranjang itu. Azka yang baru selesai mandi disuguhkan pemandangan yang membuat matanya ternodai.


"Cih, kalau mau mesra-mesraan jangan dikamar gue!" kata Azka sambil berdiri di depan cermin. Tangannya sibuk mengeringkan rambutnya yang basah.

__ADS_1


"Siapa yang mesra-mesraan!" kesal Attaya, ia tidak sadar dengan posisinya saat ini yang tengah berada di dalam pelukan Devan.


Devan menatap tajam Attaya, ia juga tidak sadar dengan posisinya saat ini karema sibuk mengamankan ponsel.


"Liat aja sendri posisi kalian berdua!" Azka melipat tangannya di depan dada sambil menatap kedua orang itu.


Attaya dan Devan mengikuti arah mata Azka dan teriakan mereka berdua terdengar nyaring sekali.


"Aaaaaaaaa!" kompak Devan dan Attaya.


Dengan cepat keduanya saling dorong, sehingga membuat Attaya jatuh ke lantai.


Bruk!


"Kenapa gue yang sial mulu," keluh Attaya sambil mencoba berdiri.


"Syukurin, emangnya enak! Haha." Devan tertawa melihat temannya terluka.


"Serah, yang penting gue juga punya foto mesra kalian... gak bisa bayangin lagi gimana ekspresi Azkia sama Devira kalau liat foto kalian berdua." ucap Attaya sambil tertawa jahat.


"Foto apa?" tanya Azka sambil meyerkitkan dahinya.


"Foto kemesraan kalian berdua," kata Attaya.


"Lihat coba!" pinta Azka sambil mengulurkan tangannya di depan wajah Attaya.


Azka melirik Devan, memberi kode agar mendekat juga ke arah Attaya. Dengan sigap Devan menuruti kode Azka.


Mereka berdua mengepung Attaya sehingga Attaya tidak bisa berkutik sama sekali, tapi sayangnya ponsel Attaya terkunci.


"Paswordnya apa?" tanya Azka sambil memegang ponsel Attaya. Sedangkan tangan kirinya sibuk memegangi kepala Attaya. Kedua tangan Attaya di pegang erat oleh Devan, bahkan Devan duduk di punggung Attaya.


"Gak tau!" bohong Attaya.


"Oh oke," Azka mencoba beberapa angka yang kemungkinan dijadikan pasword oleh Attaya.


"Lo gak bakalan bisa nemuin paswordnya!" ucap Attaya sambil terkekeh.


Azka hanya tersenyum miring sambil menatap layar ponsel itu. Dan ternyata Azka berhasil menemukan pasword ponsel milik Attaya. Membuat tawa Attaya seketika berhenti.


"Lo, lo tahu dari mana pasword gue!" teriak Attaya.


"Gue kira tanggal ultah Nayla ternyata bukan," kata Azka sambil tersenyum meremehkan.


"Tanggal jadian?" tanya Devan.


Azka menggeleng. "Terus apa?" tanya Devan penasaran.

__ADS_1


Attaya mencoba berontak namun sayangnya ia tidak lebih kuat dari dua orang itu.


"Tanggal lahir kita bertiga!" jawab Azka santai sambil terus menatap ponsel itu.


"Apaa! Gak salah denger kan gue hahaa!" tawa Devan terdengar mengejek.


"Gak!" singkat Azka.


"Jangan-jangan lo lebih sayang sama kita dari pada Nayla, hahaa!" cibir Devan.


Tiba-tiba mata Azka terpaku pada ponsel milik Attaya membuat Devan penasaran.


"Liat apa, Ka? Gitu amat muka lo." tanya Devan yang penasaran.


Azka hanya diam saja, ia lebih memilih menunjukkan hasil foto itu pada Devan. Devan pun ikut tercengang saat melihat foto itu, dan tanpa sadar Devan melepaskan tangan Attaya.


"In-ini masa gue, gak gak mungkin gue tidur kaya gini." ucap Devan tidak percaya.


Devan merebut ponsel yang berada dalam genggaman tangan Azka. Lalu menggeser setiap foto yang ada pada ponsel itu.


"Gue gak sadar ini, Ka!" ucap Devan syok melihat foto-foto itu.


"Hapus!" ucap Azka.


Saat Devan akan menekan tombol delet, ponsel itu sudah melayang dari tangan Devan.


"Jangan di hapus, lumayan buat koleksi!" ucap Attaya yang berhasil lolos saat mereka lengang.


Attaya berlari keluar dari kamar Azka, ia menuruni setiap anak tangga dengan cepat. Untung saja ia tidak menabrak Bi Mira yang sedang membawa beberapa tumpuk pakaian.


"Bii, awas minggir." ucap Attaya.


Sedangkan Azka hanya melihat tingkah Attaya dari lantai atas, ia heran kenapa bisa memiliki teman modelan sepeti Attaya.


"Fotonya gimana?" tanya Devan panik.


"Biarin aja, dia gak bakalan berani upload foto itu!" ucap Azka santai.


"Awas aja kalau berani, gue cincang-cincang tuh anak!" geram Devan.


Devan menggeleng tidak percaya mengingat foto yang berada di dalam ponsel Attaya. Foto itu adalah fotonya dan Azka saat tertidur pulas, didalam foto mereka berdua terlihat sangat mesra. Tanpa sadar Devan memeluk erat Azka seperti memeluk guling, wajahnya sangat dekat dengan wajah Azka. Padahal sebelumnya Devan tidak pernah seperti itu jika mereka bertiga tidur bersama.


"Cih, sial banget sih!" gerutu Devan sambil memukul udara.


...----------------...


Votenya dong kaka!

__ADS_1


__ADS_2