Bad Boy Bucin

Bad Boy Bucin
Hujan


__ADS_3

Mereka semua sudah sampai di cafe yang biasa mereka habiskan waktu bersama setelah pulang sekolah, tapi kali ini ada yang berbeda karena Azkia ikut terbawa bersama mereka. Mereka memesan makanan masing - masing yang memiliki selera berbeda, hanya Azkia dan Azka saja yang sama dalam hal minuman.


"Oh iya Ki, tadi lo kenapa sembunyi dari Rayhan?" tanya Devan yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya


"Kepo.." ucap Azkia


"Ka katanya mau ngasih penjelasan?" tagih Attaya


"Dia di tembak Rayhan.." ucap Azka sambil memakan nasi gorengnya


byuurrr


Devan yang sedang minum pun menyemburkan minumannya ke wajah Azkia, sedangkan Attaya tersedak oleh makanannya setelah mendengar penjelasan Azka yang singkat jelas padat dan langsung pada intinya.


"Lo dukun ya main sembur orang sembarangan.." kesal Azkia sambil mengeringkan wajahnya dengan tissu.


"Eh maaf Ki, gak sengaja habis perkataan Azka bikin orang kaget." jelas Devan sambil membersihkan tangan Azkia yang juga basah. Sedangkan Azka dia memberikan minuman kepada Attaya yang tersedak makanan pedas.


"Kalian makan dah kaya bocah aja.." gerutu Azka kepada kedua sahabatnya itu.


"Kaget kenapa, emang kenyataannya seperti itu." kata Azkia


"Terus kenapa lo kabur mulu dari Rayhan?" tanya Attaya yang sudah merasa mendingan.


"Soalnya gue bingung mau jawab apa." jawab Azkia dengan wajah agak sedih.


"Ya kalo suka terima aja kalo gak suka ya bilang, jangan gantungin perasaan orang." ceramah Devan


"Suka sih suka...." kata Azkia yang hanya mengaduk - aduk spagetinya.


"Terus?" ucap Attaya dan Devan bersamaan sambil memandangi Azkia penuh rasa penasaran.


"Terus belok kiri lurus wae.. haha kalo gak belok nabrak ntar hahaa." canda Azkia sambil tertawa.


"Huuuuuu...." kesal Attaya sambil melemparkan kentang goreng ke arah Azkia.


"Serius ini jagan bercanda dulu!" perintah Devan, sedangkan Azka seolah tidak penasaran karena sudah tau alasannya tapi Azka juga penasaran siapa sebenarnya yang di sukai oleh Azkia.


"Iya gue suka sama Kak Rayhan cuma dia tuh belum bisa buat jantung gue dag dig dug gitu, kalian paham gak sih?" tanya Azkia, Attaya menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Emang ada yang bikin jantung lo kayak gitu?" tanya Devan sudah seperti mengintrogasi buronan.


"Ada." singkat Azkia


"Siapa?" ucap Azka Attaya dan Devan bersamaan sambil memandang ke arah Azkia.

__ADS_1


Azkia menyuruh mereka bertiga mendekat seolah akan membisikkan nama seseorang yang bisa membuat jantung Azkia bergetar, namun saat mereka sudah mendekat Azkia hanya berkata, "Ra - ha - sia" . Yang membuat mereka bertiga semakin kesal karena di permainkan terus oleh Azkia.


"Serah." kata Devan yang kesal, sedangkan Attaya dan Azka membuang wajahnya ke arah samping sambil melihat orang berlalu lalang.


"Eh dah sore pulang yuk." ajak Azkia


"Pulang aja sendiri!" kesal Attaya


"Uluh uluuh ngambek ya haha... yaudah gue pulang sendiri." kata Azkia sambil mengambil tasnya dan berjalan keluar dari Cafe.


"Ka, peka dikit napa! Noh anterin si Kia malah diem aja." kesal Devan sambil menendang kaki Azka yang berada di bawah meja.


"Iya sana anterin kan lo yang bawa dia kesini." bujuk Attaya


"Cih." Azka lalu bangkit dan menyusul Azkia yang masih berdiri di depan Cafe sedang mencari taxi.


Tidak butuh waktu lama Azka sudah berada di depan Azkia, mengenakan helm dan juga jaketnya.


"Naik!" perintah Azka


"Gak, gue naik taxi aja." tolak Azkia sambil celingukan mencari taxi namun tidak menemukannya dari tadi.


"Naik!" Perintah Azka lagi, mau tidak mau Azkia menurutinya karena langit pun sudah mulai menghitam sepertinya akan turun hujan.


Mereka berdua belum sampai di rumah Azkia namun langit sudah mulai terlihat butiran air yang jatuh, angin berhembus lumayan kencang ditambah hujan sudah turun di beberapa tempat membuat udara di sekitar menjadi lebih dingin.


"Pake!" perintah Azka


"Hmm..." ucap Azkia sambil memakai jaket Azka yang tentu saja kebesaran jika di kenakan Azkia.


"Ini orang suka banget merintah gue." batin Azkia yang kesal karena sedari tadi Azka hanya menyuruh Azkia mengikuti perintahnya saja. Azka yang melihat Azkia sedang cemberut malah membuatnya tersenyum.


"Imuut.." ngumam Azka


Hujan semakin lama semakin deras membuat Azka melajukan motornya sedikit lebih cepat agar cepat sampai. Saat Azka menambah kecepatan motor membuat Azkia kaget dan langsung memeluk Azka agar tidak jatuh di tambah hujan yang lumayan deras sudah mengguyur mereka berdua.


"Berhenti dulu atau lanjut?" tanya Azka sedikit berteriak agar suaranya terdengar oleh Azkia.


"Lanjut aja, udah deket gini." ucap Azkia yang terus memeluk Azka.


"Oke!" ucap Azka


Setelah beberapa menit mereka sampai di depan rumah Azkia, untung saja pintu gerbangnya sudah terbuka jadi Azka bisa langsung masuk kedalam halaman rumah Azkia.


Azka sudah mematikan motornya namun Azkia masih saja diam dan masih memeluk erat Azka wajahnya juga masih disembunyikan di punggung Azka.

__ADS_1


"Ki, Kia... astaga Azkia.." teriak Azka yang sudah memanggil Azkia berulangkali namun tidak ada respon.


"Udah sampai.?" tanya Azkia


"Mau sampai kapan kamu meluk Azka, kasian udah kedinginan itu sampai pucat gitu mukanya." tegur mama Lala


"Halo tante." sapa Azka yang mendengar suara mamanya Azkia.


"Loh kok udah sampai ya, kenapa gak bilang sih!" kesal Azkia sambil menabok punggung Azka


"Udah di panggil kagak denger lo...kenapa punggung gue senyaman itu ya?" tanya Azka yang membuat pipi Azkia menjadi merah merona antara malu dan senang.


"Apaan sih." elak Azkia sambil turun dari motor Azka.


"Sepertinya terlalu nyaman nak Azka." canda mama Lala


"Mamah ihh kenapa ikut - ikutan godain Kia." ucap Azkia yang sudah berada di depan mamahnya.


"Kan emang bener?" goda mama Lala


"Yaudah tan Azka pamit dulu." ucap Azka sambil turun dari motor untuk bersalaman dan mencium tangan mama Lala.


"Loh kenapa langsung pulang kan masih hujan?" tanya mama Lala


"Gak papa tan, udah sekalian basah juga... permisi dulu tan Assalamualaikum..." ucap Azka sambil menyalakan motornya, dengan pelan Azka meninggalkan halaman rumah Azkia, setelah Azka sudah menghilang dari pandangan mereka berdua, mama Lala menyuruh Azkia segera mandi agar tidak jatuh sakit melihat seragamnya yang juga basah.


"Kenapa gak di suruh mampir dulu sih, Ki?" tanya mama


"Udah gak papa lah mah, dia cowok juga." ucap Azkia sambil berjalan masuk kedalam rumah.


"Iya tapi kan hujan, mana ini jaketnya kamu pake." ucap Mama Lala yang membuat Azkia sadar jika jaketnya masih dia kenakan.


"Astaga kenapa mama baru bilang sih?" tanya Azkia yang baru menyadari sambil menepuk jidatnya pelan.


"Kamunya aja yang gak peka." ucap mama Lala yang tidak mau di salahkan karena itu Azkia yang kurang fokus mengakibatkan semuanya tidak terlaksana sesuai dengan apa yang di pikirkan.


"Udah lah besok kalo udah di cuci baru di balikin." ucap Azkia sambil berjalan menuju kamarnya, sedangkan mama Lala hanya menggelengkan kepalanya.


Di jalan pulang Azka merasakan kedingin karena dia hanya memakai kaos warna putih dan di tutupi dengan seragam sekolah saja, namun Azka tidak menyesalinya yang ada dia merasa sangat senang. Sehingga membuat Azka senyum - senyum sendiri, untung saja memakai helm fullface jadi senyum pun tidak akan terlihat orang lain.


............


..."Bayangkan saja jika rinduku sebanyak air hujan yang turun ke bumi, aku yakin kau tak akan sanggup menghitungnya..."...


...- E H -...

__ADS_1


......................


...Berkah selalu buat kalian dan semangat tetap jaga kesehatan ya!...


__ADS_2