
..."Jika itu kemauan mu untuk melupakan aku, aku bisa apa? "...
...- Bobby ( E H ) -...
..................................................................
Setelah beristirahat dan makan siang, kini tiba waktunya mereka untuk memulai game selanjutnya. Kenapa game terus karena kegiatan camping umumnya dilaksanakan untuk rekreasi ataupun refreshing untuk melepaskan dari stress dan penat yang berhari-hari bertumpuk. Juga supaya dapat menikmati keindahan alam secara langngsung.
Manfaat utama ketika berkemah atau camping adalah untuk menumbuhkan rasa keberanian, melatih kemandirian. Saat berada dialam bebas, kita dengan sendirinya akan terlatih untuk mandiri. Lebih menghargai lingkungan dan juga berlatih mengendalikan emosi dan ego. Camping juga baik untuk kesehatan fisik dan mental.
Semuanya sudah berkumpul untuk mendengarkan arahan dari panitia dalam acara camping ini, game kali ini berhubungan dengan air lebih tepatnya yaitu jelajah alam.
"Saya akan menjelaskan game kali ini jadi di simak baik - baik ya!" kata ketua panitia.
"Siaapp!" ucap semua siswa kompak.
"Kalian nanti jalan dari tenda ini ke arah sungai, nanti akan ada satu pos yang akan memberikan kalian pertanyaan. Jika kalian bisa menjawab pertanyaannya kalian akan lanjut, sedangkan yang tidak bisa menjawab akan di hukum. Apa kalian mengerti?" penjelasan dari ketua panitia.
"Siap mengerti!" jawab mereka semua serentak.
"Saat di sungai kalian akan bertemu panitia yang lainnya, mereka akan memberikan arahan selanjutnya untuk game ini. Oke untuk game ini bisa di mulai sekarang!" perintah ketua panitia.
Kemudian ketua panitia menyerahkan semua acara kepada panitia yang bertugas. Game di mulai satu persatu siswa berjalan ke arah yang sudah di tentukan, nanti semua akan mendapatkan gilirannya. Sementara itu untuk menunggu gilirannya, panitia menyuruh mereka istirahat dengan cara tiduran di atas tanah tanpa beralasa apapun. Yang katanya cinta tanah air Indonesia.
Kali ini giliran Bobo berjalan menuju pos yang sudah di tentukan. Entah kenapa perasaan Bobo tidak enak dari tadi, di tambah lagi Bobo masih mengenakan sarungnya tadi karena tas Bobo belum juga di kembalikan sedangkan teman mereka tidak ada yang mau meminjamkan celana untuk Bobo.
Saat sudah sampai di pos Bobo di beri pertanyaan yang lumayan sulit untuk Bobo padahal itu pertanyaan paling sederhana namun sayangnya Bobo tidak bisa menjawabnya, dengan terpaksa Bobo belum bisa lanjut dan dia mendapatkan hukuman.
"Perkenalkan dirimu!" perintah Zian sebagia panitia di pos tersebut.
"Nama Bobby Wijayakusuma, panggilan Bobo." jawab Bobo lantang.
"Kok gak nyambung nama sama panggilan?" tanya Zian
"Ndak tau, saya kan ikan." canda Bobo.
"Mau nglawak jangan disini!" kesal Zian yang merasa di permainkan.
"Maaf kak." kata Bobo sedikit menyesal.
"Kayak nya gue tau kenapa panggilanya Bobo." ucap Mela.
"Kenapa?" tanya mereka serentak.
"Kalo di panggilanya By kan di kira manggil doi nya, mending panggil Bobo kan haha." ucap Mela sambil terkekeh.
"Pantes aja gak pernah ada yang manggil By." guman Bobo sedih.
"Udah - udah sekarang nyanyikan lagu garuda pancasila!"
"Hah kacang garuda?" tanya Bobo yang tidak mendengar dengan jelas.
__ADS_1
"Garuda Pancasila!" kesal Zian.
"Gimana lagunya Garuda Idonesia?" tanya Bobo yang memang benar lupa dengan lagu tersebut.
"Astaga Garuda Indonesia itu armada penerbangan bukan lagu!" ucap Mela yang ikut kesal dengan jawaban Bobo.
"GA - RU - DA PAN - CA - SI - LA!" eja Zian dengan penuh penekanan di setiap hurufnya agar Bobo paham.
"Bilang lah dari tadi." kata Bobo.
"Tadi juga bilang itu, lo aja yang salah haluan." kesal Mela.
"Hehe maapkan aku sayangku bukan—" belum sempat selesai Bobo menyanyi sudah di potong oleh Mela.
"Stoopp! Nyanyi kan lagu indah sebelum ku pergi dan tak kan kembalii." ucap Mela yang ikut tidak jelas.
"Astaga berilah kesabaran pada hambamu ini ya allah." ucap Zian sok mendramatisir keadaaan.
"Hahahaaa." tawa Bobo dan yang lainnya, karena semua panitia menangani lebih dari satu orang agar cepat selesai, agar yang menunggu tidak membutuhkan waktu lama.
"Buruan nyanyi kalo gak gue hukum." kesal Zian kepalanya sudah seperti mengeluarkan tanduk.
"Garuda pancasila... udah nyanyi itu." ucap Bobo.
"Astaga.. cepet tua gue kalo semua junior kayak gini caranya." ucap Zian sambil menepuk jidatnya.
"Kan tadi suruh nyanyi Garuda Pancasila kan itu udah." ucap Bobo sok polos.
"Bilang dong kan jadi gagal paham." canda Bobo.
"Kita udah bilang dari awal, lo aja yang kagak paham - paham." ucap Zian sambil membenturkan kepalanya di salah satu pohon karena sulit menangani siswa yang seperti ini.
"Awas bang, pohonnya jadi benjol loh." canda Mela sambil terkekeh.
"Auk lah gelap." kesal Zian sampai wajahnya sudah memerah menahan amarahnya.
Siswa lain yang melihat kejadian itu hanya menahan tawanya, karena mereka tidak mau jika mendapatkan hukuman gara - gara mentertawakan senior. Jika sedang seperti ini memang senior - senior menjadi lebih galak dan tegas dari pada hari - hari biasanya.
"Uhuuukk.. Garuda Indonesia aku lah pandukungmu, patriot proklamasi sedia berkorban untukku.. Emmm rakyat adil makmur sentosa.. ayo maju terus maju emm.." nyanyian Bobo yang ambruladul karena lupa liriknya.
"Stop! Udah salah semua itu, gimana sih masa lagu gampang gitu aja salah lirik." kesal Zian.
"Yang lo hapal itu apa sih!" lanjut Zian marah.
"Panas-panase srengenge kuwi
Kang nguliti awak iki
Nanging sek panas rasaning ati
Nyawang kedadean iki
__ADS_1
Lungo awakku seng kudu lungo
Timbang batinku keloro-loro
Ra bakal awakku iki
Bali nemoni sliramu...."
Nyanyian dari Bobby alias Bobo membuat semua yang berada di pos itu menari sesuai dengan lagu walaupun tidak ada iringanya, karena suara Bobo merdu dan bisa di bilang suaranya pas sekali jika menyanyikan lagu jawa.
"Stoopp! nanti malam aja di lanjutin sekarang game dulu?" ucap Aldo salah satu dari panitia.
"Setuju!!"
"Bener tuh."
"Sekarang gue hukum lo push up 50x hitungan dimulai saat badan lo naik." ucap Zian.
"50 kali? Auto berotot gue bang." ucap Bobo memelas.
"Malah bagus kan." kata Mela.
"Iya bagus, bagus banget nanti capeknya.. Huh!" keluh Bobo.
"Lakukan!" perintah Zian dengan tegas.
"Siap lakukan!" kata Bobo, suaranya yang terlalu kencang membuat Bobo menjadi pusat perhatian.
Bobo adalah peserta terlama yang berada di pos, peserta yang lain sudah sampai berganti Bobo masih disitu. Karena Zian lah yang menghitung push up nya Bobo, Zian menghitung dengan dua kali push up baru di hitung satu kali jadi sama saja Bobo push up 100x.
"Ayoo jangan berhenti, kalo berhenti push up di ulang dari awal!" ancam Zian.
"Capek." keluh Bobo sambil merebahkan badannya di tanah.
"Capek? Mau di tambahin?"
"Gak bang gak, ini aja udah gak kuat. Gak kuat kaya liat dia sama gandengannya." ucap Bobo.
"Curhat buu... eh boo." canda Mela sambil tertawa.
"Dikit hehehe." jawab Bobo sambil melanjutkan push up nya.
Sebenarnya kasihan melihat Bobo yang sudah terlihat tidak kuat lagi mengangkat tubuhnya itu, tapi hukuman tetaplah hukuman. Mau bagaimana pun harus dilakukan.
Kini giliran Azkia yang sudah berada di pos, di susul Attaya dan juga Azka.
......................
Jadi bagaimana saat Azkia di beri tantangan saat di pos, apakah Azkia bisa melakukannya? Atau akan meminta bantuan kepada Azka?
...Tetap Stay with me ya :)...
__ADS_1
...Eh stay with Bod Boy bucin :v....